NovelToon NovelToon
Maaf Aku Memilih Pergi

Maaf Aku Memilih Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Poligami
Popularitas:208.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mayra Zahra

Nafisha Retno Kinathi adalah seoarang ibu muda yang harus berjuang sendiri menghidupi rumah tangganya, meskipun sosok suaminya masih berdiri gagah.

Hidup berdampingan dengan suami yang begitu menjunjung tinggi rasa hormatnya kepada ibundanya membuat Nafis harus sering mengalah. suaminya selalu menyerahkan segala keputusan di tangan umminya. Termasuk dalam hal urusan rumah tangganya.

Dalam segala hal Nafis mencoba mengalah tapi, ketika ibu mertuanya mengingikan suaminya menikah lagi Nafis berontak.

Masih sangupkah Nafis mempertahankan rumah tangganya, atau dia memelih menyerah ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayra Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

   Azizah menolak di rawat dirumah sakit dan memilih di rawat bundanya di rumah saja. Karena tak mau membuat putrinya semakin tertekan Nafis akhirnya mengalah. Dan membawa putrinya untuk sementara tinggal di kediaman orang tuanya di Kaliurang.

   Beruntung ada salah satu keponakan pak Jatmiko yang berprofesi sebagai seorang dokter. Jadi Azizah bisa melakukan perawatan di rumah saja.

  Sejak datang Zizah tak mau jauh dari bundanya. Tidur pun memilih di kamar bundanya. Seolah takut di tinggal oleh bundanya. Nafis tak merasa keberatan, karena dia juga merindukan putrinya itu.

   " Nduk, nggak usah balik ke Pesantren ya. Sekolahnya pindah saja ke Magelang. Banyak kok sekolah yang bagus di sana " Ucap Nafis saat membantu Azizah menyisir rambut panjangnya,

   " Tapi, Aku masih mau di pesantren bun. Setidaknya sampai hafalanku selesai 30 juz "

  " Kamu mau kembali ke Tuban ?"

  " Iya bun, boleh ya ?"

  " Serius tidak mau di rumah sama bunda aja ?"

  " Bunda tidak ridho ya aku kembali ke pesantren ?"

  " Bukan begitu sayang, kalau Zizah memang maunya begitu bunda dukung kok. Bagi bunda bagaimana nyamannya kamu saja sayang ?"

  " Terima kasih ya bun. Paling juga selesai kelas tiga ini aku sudah khatam."

  " Berarti SMA nya bisa dong tinggal sama bunda ?"

  " Lihat nanti ya bun "

   " Ya sudah gimana baiknya menurut kamu saja nduk "

   " Bun, kenapa bunda bisa sesabar itu sih ?" Nafis tersenyum. Dia paham kemana arah pembicaraan putrinya.

   " Bunda hanya berusaha mempertahankan apa yang sudah bunda pilih kak. Bunda juga memikirkan masa depan kamu dan adikmu. Tidak mudah menjadi anak korban broken home. Bunda tidak mau kamu dan adikmu menjadi korban atas kegagalan kami."

  " Sebenarnya waktu nenek cerita aku juga terlalu percaya bun. Waktu abi membawa ku pulang ke rumah nenek dan tidak kerumah kita aku sudah curiga pasti ada yang tidak beres. Kata Abi, adik dan bunda sedang pergi. Jadi merasa aneh karena tidak biasanya bunda begitu. Bahkan biasanya bunda yang jemput aku."

  " Maaf ya nduk, harusnya sedari awal bunda cerita sama kamu. Jadi kamu tidak salah paham begini. Maaf ya, bunda tidak berfikir sejauh itu "

  " Nggak apa-apa bun. Aku justru membayangkan bunda berjuang sendiri selama itu malah jadi merasa bersalah. Aku bukannya membantu bunda, malah membuat bunda semakin sedih dengan penolakan ku kemaren."

   " Sekarang kamu susah tahu semuanya. Bunda harap kamu jangan lantas membenci abimu nduk. Bagaimanapun beliau tetap berhak atas bakti dan hormatmu."

   " Maaf bun, tolong jawab jujur. Apa selama kita keluar dari rumah itu abi pernah menghubungi bunda untuk menanyakan kabar kami ?"

  " Belum kak, karena memang bunda masih membatasi aksesnya."

   " Aku yakin sih bukan karena bunda batasi tapi, abi memang tidak ada niat untuk mencari tau kabar anaknya" Nafis menghela Nafas. Hanafi memang tidak pernah menghubunginya setelah kejadian malam itu.

   " Kalian belum pada tidur ?" Nadia kakak ipar Nafis masuk kedalam kamar Nafis.

   " Belum mbak, ini baru selesai minum obat "

   " Gimana sudah enakan belum kak ?"

      " Sudah mi, masih pusing sedikit. Papi nggak ikut kesini mi ?" Nadia tersenyum dan mengusap lembut pipi keponakannya.

    " Ada kok, masih di depan sedang ngobrol sama eyang kakung. Kenapa kangen sama papi Eka ?"

    " Nanti juga kesini "

   Sedari kecil Azizah dan Naufal memang memangil Nadia dan Eka papi juga mami, sebaliknya putra mereka memanggil Nafis bunda.

   " Oya sampai lupa. Tadi mbak lewat toko kue langganan kita itu Fis, terus ternyata brownies favorit kamu masih ada, nih mbak beliin buat kamu."

   " Makasih ya mbak, masih inget aja aku suka brownies ini."

   " Sama-sama, sama ini ada roti pisang Favorit Zizah dan donat Favorit Naufal."

  " Ya Allah jadi repot kan mbak "

   " Nggak, orang sekalian lewat kok."

   " Makasih banyak ya Mi, kapan itu pernah di beliin budhe Wahyu tapi, rasanya tidak sama dengan yang ini mi. "

    " Sama-sama anak manis, besok kalau udah sehat sebelum balik ke pondok kita jalan-jalan. Terus beli roti pisang ini yang banyak buat oleh-oleh temen kamu disana "

    " Iya mi, ke ketep pas boleh mi ?"

    " Boleh dong, suka ya sama pemandangan disana ?" Zizah menganguk.

   " Oya bun, buku-buku yang di bawa abi pulang ke Pati bagaimana ?"

   " Nanti bunda tanya sama kakek ya, kalau masih ada di tempat kakek nanti biar di paketin tante Choir kesini kalau sudah tidak ada kita beli lagi ya nak."

  " Sayang ya bun, kalau tidak ada seragam juga harus beli baru ?"

  " Tidak apa nak, insya Allah ada rejekinya ya mi ?"

   " Iya nanti sepatu sama tas dan buku juga yang lain mami deh yang beliin. Kalau seragam sama kitab kan musti beli di pesantren dan bunda kamu yang paham."

   " Nggak apa-apa ya bunda kalau beli baru, kan uang bunda habis buat bayak spp Zizah yang kemaren nggak di bayar abi. Banyakkan bun, soalnya Zizah lihat sebelum tes " Nafis menatap putrinya sendu.

   " Insya Allah, ada rejeki kamu yang Allah kirim lewat bunda. Tidak apa-apa nak, Insya Allah masih cukup buat membeli semua kebutuhan kakak."

  " Banyak lho mi yang di bayar bunda.20 juta lebih kan bun ?" Nafis dan Nadia saling tatap.

   " Itu mah kecil buat bunda kamu nduk, lha wong sekali pasien bunda kamu banyak. Butik bunda juga ramai. Ada di mana sekarang, jangan risau soa itu nak. Bunda kamu pasti sudah menyiapkan semuanya. Kalau bunda tidak ada uang kan ada papi sama ayah Angga."

   " Makasih ya bunda sudah bekerja keras buat Zizah dan adek Naufal"

   " Itu wajib bunda sayang dan bunda senang melakukannya."

Pak Jatmiko dan bu Ningsih yang baru pulang dari masjid masuk ke kamar Nafis karena ingin mengetahui kondisi cucunya.

" Gimana cucu yang kung, masih pusing kah ?"

" Sudah mendingan kung "

" Alhamdulillah kalau gitu. Besok mau uti masakin apa nduk?"

" Apa aja uti, yang penting nggak bikin enek"

" ehm... Uti mau bikin ayam pangang mau nggak, udah lama kan kamu tidak makan ayam pangan uti."

" Boleh uti, pakai sambel ijo ya uti."

" Buk, besok Nafis titip anak-anak dulu njeh. Soalnya Nafis ada klien di jakarta. Nafis berangkat pagi, sorenga sudah pulang kok"

" Iya nduk, kamu sama siapa ?"

" Sama Santi bu, ini sudah perjalanan kemari."

" Mau mbak temeni dek ?"

" Memang mbak nggak sedang sibuk,trus Reno sama siapa ?"

" Ada mas mu, Reno juga bisa kan di sini dulu sekalian bantuin ibu jaga adiknya "

" Ya kalau mbak nggak repot nggak papa"

" Nggak papa ya bu aku ikut dek Nafis ?"

" Yo nggak papa to mbak, sesekali kamu jalan-jalan. Tapi, jangan lupa ijin mas Eka dulu mbak "

" Iya bu "

" Ibu yang terbaik" Bu Ningsih tersenyum sembari memeluk menantunya.

" Terus bapak tidak to nduk "

" Yang kung yang terbaik" Ucap Zizah.

" Ugh... Memang cuma kamu yang memahami kakung"

1
Ayoe Egha
pipi naufal thoooorr
Lee Mba Young
kata si Ning hafizah tak Ada anak perempuan yg baik baik saja pisah dng bpk nya, what the hell gimana kbar anak pertama hanafi juga cewek kok tp km kekepin bpk nya smp lupa anaknya kn km enjoy saja 🤣😁. giliran aqila katanya gk baik baik saja krn gk ketemu bpk nya Mang mulut hafizah kayak comberan kl ngomong. sebagai pelakor gk pernh ngingetin hanafi ngasih nafkah anak anak Dr istri sah 🤭. anak kyai tp gk punya ilmu agama. cocok sih hanafi yg tulang selengki ma Ning yg pelakor. 👍
Dilla Fadilla: pelakor teriak pelakor mau menang sendiri 😡anak nya yg di utamakan bila bisa bikin koit anaknya Ning nong Thor gedek aku rasanya 😡
total 1 replies
Lee Mba Young
semoga adil 15th penjara. hafizah bertahan krn kl janda gk laku lagi tau kenapa krn gadis saja cm dpt laki orang apalagi sdh janda plus pelakor lagi siapa yg mau mnjadikan dia menantu. hidup juga di topang ortu kl ortu gk kaya gk akn makan tu anaknya 🤣.
kl nafis bisa jadi janda krn punya value Dan hidup gk jd parasit yg nadah uang ortu 😁🤣. Beda level banget Mang pelakor itu selalu gk punya value mkne kelihatan gk berani pisah dng hanafi krn kl pisah jelas gk akn punya suami lagi 🤣.
Dewi Sri
Jgn lama lama menjadi halal nya thor, nafis sama farid
Lee Mba Young
Ning hafizah kurang karma nya, Nafis wanita punya harga diri sdng seorang Ning anak kyai tp mulut kayak comberan ya bgini urung tau di sampluk malaikat.
Wes pelakor lambene elek e Amit Amit. mkne gk laku dpt Gus dpt e laki orang 🤣🤣🤣🤣.
jodoh cerminan diri.
Dilla Fadilla
pelakor pelakor kurang karmanya Thor masa karmanya mati orangtuanya aja harusnya anaknya juga jd adil arti kehilangan sesungguhnya 😄
Lee Mba Young: padahal anak kyai gelar Ning tp mulut nya kayak comberan 🤣. pantes gk laku dapat laki terhormat atau Gus, dpt nya ya cm hanafi laki orang pula 🤭.
total 1 replies
Susi Lawati
mungkin dengan cara ini mulut nya bisa istirahat nyakiti orang lain
𝐈𝐬𝐭𝐲
Alhamdulillah 🤭😂😂
Mayra Zahra: lho-lho ndak bahaya ta🤭🤭🤭
total 1 replies
nunik rahyuni
nah lo...kena karma apa tu struk kah 🤔
Tarwiyah Nasa
kena struk tu nnk lampir 😄
𝐈𝐬𝐭𝐲
biarin pingsan terus bangun² dia stroke
𝐈𝐬𝐭𝐲
kok zizah thor bukan Anin ya🤔
Mayra Zahra: ya Allah iya kak, terima kasih sudah di ingatkan🙏🙏
total 1 replies
Dini Anggraini
MasyaAllah nafis setelah kamu di sia2kan hanafi sekarang akan dapatkan farid yang semua anaknya, ortunya mendukung penuh keputusan farid sekarang saja belum jadi istrinya saja anakmu azizah dan naufal sudah di anggap cucu sama ortunya farid. 👍👍👍😍😍😍😍
mama
Tuban ny kota ku kak🤣
Laila Amilia
laras lewat sama suami, y & nolongin riana sama aisyah dari kejaran Edwin
Lin
aku aja yg baca nangis
Femmy Dauhan
ko gantung ceritanya endingnya mana ?
Dilla Fadilla
Thor kapan karma Hanafi dan uminya berserta para pelakor muslimah 😡
Laila Amilia
kon si hanafi sama umi, y dpt karna jgn la,2 karma buat mrk
nunik rahyuni
aminah ooooeee aminah atiati
.
mamang karman datang ke arah mu 🤣🤣🤣
dibuatnya kmu kesot mulut perot muka peyot baru tau 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!