Menyandang status duda diusianya yang masih sangat muda adalah hal yang sama sekali tidak pernah terbayangkan oleh Abrisam Xander Rahadian.
Hatinya telah membeku dan tidak berniat ingin mencari pendamping ataupun sosok ibu untuk putranya semenjak ia merasa dikecewakan dan sakit hati oleh mantan istrinya yang begitu tega meninggalkannya terutama putranya yang usianya belum genap satu tahun yang masih sangat membutuhkannya.
Ingin tau lebih lanjut cerita tentang Abrisam Xander??? Ikuti ceritanya yuk!!🙏😊😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon intanpermata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 22
Zefanya sedang merapikan pakaiannya dan menatanya didalam lemari kecil miliknya didalam kamarnya.
Ia baru sampai beberapa menit yang lalu. Ia kembali ingin tinggal dirumah sederhana peninggalan dari neneknya yang merupakan tempat tinggalnya sejak kecil tepatnya sejak ia ditinggalkan oleh kedua orang tuanya untuk selamanya.
Kini ia juga tinggal sendiri karena neneknya yang membesarkan dan selalu menemaninya telah meninggalkannya untuk selamanya.
"Aku harus kuat! Aku harus bisa melupakannya!" Gumam Zefanya sambil mengusap pipinya yang basah karena airmatanya yang tiba-tiba mengalir.
Kemudian Zefanya bangkit dan beranjak menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya juga pikirannya. Ia merasa sangat lelah dan ingin beristirahat.
Selesai mandi dan berganti pakaian, ia duduk bersandar dikepala ranjang yang berukuran kecil. Ia meraih ponselnya dan melihat foto-foto saat bersama dengan Alan. Airmatanya kembali tumpah saat memandangi fotonya bersama Alan.
"Alan, maafkan kakak ya! Kakak terpaksa harus pergi meninggalkanmu! Semoga kamu tetap ceria seperti ini! Kakak sangat menyayangimu Alan!" Gumamnya sambil mengusap foto Alan yang ada diponselnya dengan derai airmata yang terus mengalir.
Kemudian Zefanya membaringkan tubuhnya. Ia masih memandangi foto saat kebersamaannya dengan Alan. Tak lama ia pun terlelap.
...***************...
"Aku juga memiliki keponakan yang namanya ada Zefanya nya Nak! Tapi dia tidak disini setelah neneknya meninggal! Tapi kami disini memanggilnya Naya, nama lengkapnya Kanaya Zefanya Putri!" Ucap pak Surya sambil menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Abrisam.
"Oh begitu ya?!" Ucap Abrisam sambil sedikit menganggukkan kepalanya.
Kemudian mereka melanjutkan langkahnya lagi dan tak lama mereka telah sampai didepan rumah pak Surya.
Pak Surya pun mempersilahkan Abrisam mampir kerumahnya untuk beristirahat dulu sambil minum teh hangat.
"Ayo Nak duduk dulu, nanti bapak bantu mencari tau tentang gadis yang sedang kamu cari itu!" Ucap pak Surya dengan sopan mempersilahkan Abrisam duduk.
"Terimakasih banyak Pak!" Ucap Abrisam sambil tersenyum kepada pak Surya.
"Bu?? Nesya??" Seru pak Surya memanggil istri dan putrinya dengan berteriak kemudian duduk dikursi diseberang Abrisam.
"Maaf ya Nak Abrisam kalau rumah bapak sempit juga berantakan!" Ucap pak Surya sambil tertawa.
"Tidak apa-apa Pak, santai saja! Trimakasih banyak karena bapak sudah berkenan untuk mengajak saya mampir!" Ucap Abrisam dengan ramah dan sopan kepada pak Surya.
"Ada apa sih Pak??" Ucap putrinya pak Surya yang bernama Nesya saat keluar sambil mengucek matanya dan menguap.
"Cepat buatkan minum untuk tamu bapak!" Perintah pak Surya kepada Nesya sambil menoleh kearahnya.
"Tamu?? HAH??? ASTAGA!!! Apa aku sedang bermimpi berada dikayangan?? Kenapa ada malaikat setampan ini disini???" Ucap Nesya dengan sangat terkejut sambil menepuk-nepuk pipinya sendiri.
Abrisam mengernyitkan keningnya menatap tingkah Nesya.
"Nesya!!" Bentak pak Surya sambil menepuk lengan Nesya dan membuat Nesya tersadar.
"Aww Bapak, sakit Pak!!" Pekik Nesya sambil mengusap-usap lengannya yang ditepuk pak Surya.
Abrisam hanya mengalihkan pandanganya dan tersenyum tipis sambil sedikit menggelengkan kepalanya.
"Cepat buatkan minum untuk tamu bapak!!" Perintah pak Surya kembali kepada Nesya.
"Iya Pak iya, siap!! Ehm kakak tampan tunggu sebentar ya!" Ucap Nesya dengan lembut dan tersenyum dibuat manis
Lalu buru-buru masuk kedalam dan segera membuatkan minum untuk Abrisam juga bapaknya.
"Maafkan sikap putriku Nak! Dia memang kurang sopan! Bapak suka dibikin pusing dan marah-marah olehnya!" Ucap pak Surya dengan tertawa menutupi rasa malunya.
"Tidak apa-apa Pak!" Jawab Abrisam dengan sedikit tersenyum kepada pak Surya.
"Pak!! Si Naya baru saja kembali dari kota!!" Ucap istri dari pak Surya yang bernama Irma dengan nafas terengah-engah yang baru saja masuk dari luar.
"Apa?? Ibu tidak becanda kan? Lalu dimana dia sekarang? Kenapa tidak disuruh kesini saja Bu?!" Tanya pak Surya sambil bangkit dari tempat duduknya dan matanya berbinar terlihat sangat senang.
"Buat apa menyuruh dia kesini?? Biar saja dia tinggal dirumah mendiang ibumu Pak!!" Jawab Irma dengan sangat kesal dan penuh kebencian kepada Naya keponakannya.
"Bu! Sopanlah sedikit! Ada tamu bapak disini!" Ucap pak Surya sambil melotot kepada Irma.
Sontak Irma menoleh dan melihat laki-laki muda yang sangat tampan sedang duduk.
"Eh ini tamu bapak?? Kamu terlihat masih sangat muda dan sepertinya orang kaya ya? Kamu juga sangat tampan!" Ucap Irma dengan rasa percaya dirinya sambil melebarkan matanya dan senyum yang mengembang.
"Bu! Jangan bikin bapak malu!! Cepat siapkan makan malam!" Ucap pak Surya sambil melotot kepada Irma.
"Tunggu sebentar Pak! O ya, siapa namamu Nak? Aku Irma..eh iya ini putriku, putriku yang sangat cantik namanya Nesya!" Ucap Irma dengan antusias memperkenalkan Nesya kepada Abrisam.
"Ini teh hangat untuk kakak tampan! Silahkan diminum!" Ucap Nesya dengan dibuat lembut dan centil kepada Abrisam.
"Terimakasih!" Ucap Abrisam sambil tersenyum tipis kepada Nesya membuat Nesya semakin terpesona kepadanya.
"Iya sama-sama kakak tampan, tidak perlu sungkan!" Ucap Nesya dengan sangat lembut dan tersenyum manis.
Oh astaga naga!! Dia benar-benar sangat tampan membuatku langsung jatuh cinta saja!!
Gumam Nesya dalam hati sambil terus tersenyum menatap Abrisam tanpa berkedip.
"Jadi kalian tadi sudah bertemu ya? Ayo Nesya duduk!" Ucap Irma sambil menarik tangan Nesya untuk duduk disebelah Abrisam sedangkan Irma duduk disebelah pak Surya.
"Kalian ini, jaga sikap kalian!! Jangan bikin malu bapak!! Cepat kalian masuk dan siapkan makan malam untuk Nak Abrisam!!" Ucap pak Surya dengan tegas sambil melotot kepada itistri dan putrinya.
"Ibu saja ya Pak, Nesya disini saja ikut mengobrol!" Ucap Nesya dengan tersenyum manis kepada pak Surya.
"Iya biar ibu saja yang menyiapkan makan malam! Kalian mengobrol saja ya!" Ucap Irma sambil bangkit dari tempat duduknya dan tersenyum lebar.
"Maaf, kalian tidak perlu repot-repot! Saya harus segera pergi karena sudah malam!" Sahut Abrisam dengan sopan kepada pak Surya dan istrinya.
"Nak Abrisam, kamu makanlah dulu bersama kami, setelah itu aku akan membantumu mencari orang yang sedang kamu cari!" Ucap pak Surya dengan ramah dan tersenyum.
"Memangnya dia sedang mencari siapa Pak?" Tanya Irma sedikit berbisik kepada pak Surya.
"Saya mencari teman saya yang tinggal dikampung ini!" Sahut Abrisam menjawab pertanyaan Irma yang dilontarkan kepada suaminya.
"Ehm..siapa namanya? Nanti aku juga akan membantu mencari!" Tanya Nesya dengan antusias dan terus tersenyum manis kepada Abrisam.
"Kalian ini kepo sekali!!" Ucap pak Surya sambil menggelengkan kepalanya merasa malu dengan Abrisam.
"Tidak apa-apa pak! Saya berterimakasih sekali kalau kalian bersedia membantu saya!" Jawab Abrisam dengan ramah.
"Tentu saja aku sangat bersedia!! Siapa namanya??" Tanya Nesya kembali dengan mengembangkan senyumnya.
"Namanya Zefanya!" Jawab Abrisam.
"Zefanya?? Aku seperti tidak asing dengan nama itu!" Ucap Nesya sambil melirik keatas dan berfikir.
"Namanya seperti nama tengah Kanaya, jadi terasa tidak asing dengan namanya!" Sahut pak Surya kepada Nesya.
"Oh iya bapak benar! Tapi tidak mungkin kan kalau Naya memiliki teman setampan dan sekeren kakak ini?" Ucap Nesya dengan wajah yang tampak mengejek Naya sepupunya.
"Iya! Tidak mungkin dia berteman dengan Nak Abrisam yang seperti ini!" Sahut Irma juga dengan seringai mengejek keponakannya.
"Sudah-sudah cepat sana siapkan makan malamnya!!" Ucap pak Surya kembali memerintah Irma.
Kemudian Irma segera bangkit dari tempat duduknya dan masuk kedalam untuk menyiapkan makan malam.
Sambil menunggu Irma menyiapkan makan malam, pak Surya kembali berbincang dengan Abrisam dan Nesya sesekali ikut nimbrung obrolan mereka.
"Nesya, cepat bantu ibu membawa makanannya!!" Seru Irma memanggil Nesya dengan berteriak dari dalam.
"Iya iya Bu!!" Jawab Nesya dengan malas.
Kemudian ia segera beranjak masuk untuk membantu Irma membawa hidangan masakannya juga piring beserta sendok untuk ditaruh diatas meja ruang tamunya. Karena rumah pak Surya yang terlihat kecil dan hanya ada ruang tamu dengan tv, dan ada dua tiga kamar berukuran kecil lalu dalam ada dapur dan kamar mandi. Tidak ada ruang makan.
"Nesya, cepat kamu panggil Naya untuk kesini dan ikut makan bersama kita!" Ucap pak Surya menyuruh Nesya.
"Tidak perlu!! Dia pasti juga sudah makan!! Nesya cepat kamu ambilkan nasi juga sayur dan lauk untuk Nak Abrisam ya!" Ucap Irma dengan galak kepada pak Surya kemudian melembut dan tersenyum manis saat menyuruh Nesya melayani Abrisam mengambilkan makanan.
"Tidak perlu repot-repot, aku bisa sendiri!" Ucap Abrisam menolak dilayani oleh Nesya.
"Tidak apa-apa Nak, biarkan Nesya melayanimu, bukankah kamu tamu disini dan tamu adalah raja!" Sahut Irma dengan sangat lembut dan tersenyum.
Kenapa istri pak Surya dan putrinya seperti tidak menyukai keponakannya?
Gumam Abrisam bertanya dalam hati.
Pak Surya hanya menggelengkan kepalanya saja dan menghela nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya pelan menahan kesabarannya juga rasa malunya.
...***************...
Demi apa, sesusah itu nyari novel yang seru. Btw, mau sekalian rekomendasiin novel yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, wajib search pakek tanda kurung.
Bagus banget novelnya, tapi ya gitu minim pembaca😈