Yosa sanjaya, dia selalu pergi tanpa memberitahukan elena, yosa senang keluar rumah dan bersenang-senang dengan teman-temannya .walaupun dia baru saja pulang dari kantor.
Elena merasa dirinya adalah wanita yang sangat menyedihkan, Laki-laki yang menikahinya tidak sama sekali mencintainya. elena tahu mereka tidak menikah karena didasari oleh cinta tapi keinginan orangtua mereka.
Dringg.
"Ada apa kau menelpon, aku sibuk jangan menggangguku.
Belum sempat elena berbicara, yosa sudah menutup telponnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa Sardin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perdebatan Kecil
Kepulangan, yosa dan elena dari honeymoon. berserta kerjaannya juga sudah selesai . mereka kembali. karena elena sudah ditelpon kepala rektor, dan teman-temannya kampusnya, untuk membicarakan penepatan KKN.
"Aku, senang sayang. akhirnya kepala rektor kampusku mau mengizinkanku. kata elena senang sambil memeluk yosa.
"Iya sayang, aku juga senang kepala rektor mempercayai kamu dan teman-temanmu masuk dikantorku. yosa tersenyum
"Itu karena kepala rektorku tahu kamu itu siapa sayang, lalu ayahmu juga sangat dikenal baik oleh pihak kampusku. makanya mereka tidak bisa menolak .
"Memangnya aku, siapa. akukan hanya suamimu sayang. yosa tertawa
"Heii. jangan berpura-pura lupa kau ini siapa sayang, Sekolah yang dulu aku tempati bersekolah, itu sekolah punya ayahmu kan. makanya kau terlihat begitu santai berada disekolah itu, kadang aku mendengar namamu saja. tapi tidak tahu kau itu seperti apa. kau juga jarang masuk sekolah. teman sekelasku selalu saja membicarakanmu, bkn disekolah saja. tapi dikampusku juga sekarang.
"Tapi sekarang kau sudah tahu aku itu seperti apakan. tunggu kau pernah sekolah disekolah yang aku tempati juga. Kau itu seperti apa dulunya.
"Haha aku seperti boneka badut, yang dihiasi makeup tebal. lalu hidungku merah itu aku sayang. pasti kau tidak mengenaliku kan karena disekolah itu hanya satu yang mengenaliku bahkan hanya dia yang menganggapku manusia. cihh
"Haha sayang, masa sekolahmu kelihatannya tidak menyenangkan yah. memangnya kau tidak secantik dulu dengan sekarang.
"Bahkan yang lebih senang, itu adalah kau yah. kau menertawakan masa sekolahku. dasar kamu. awas yah. elena mengejar yosa lalu memukulnya dengan bantal.
"Sayang, sayang berhenti. kau membuatku lelah. kita istirahat sebentar yah.
"Haha. kau fikir kita lagi main-main kejar kejaran. sehingga kau harus beristirahat dulu.ini sangat lucu sayang. elena berteriak sedikit karena kesal dengan yosa yang mengejek masa sekolahnya yang pahit dulu.
"Iya, iya maafkan aku sayang, sungguh aku lelah sekali, bahkan kau memukuliku pakai bantal. itu membuat punggungku terasa pegel.
"Yah itu salahmu, karena sudah menertawakanku. elena memalingkan wajahnya lalu ingin berjalan tapi tiba-tiba yosa menariknya duduk disampingnya.
"Kau marah yah, maaf. aku janji tidak akan menertawakanmu lagi sayang. sambil memeluk elena dan mencium pipinya berulang-ulang.
"sayang, kau membuatku gelih. hentikan. sambil menepiskan pelan bibir yosa dari wajahnya.
"Iya sayang, aku hentikan. tapi besok aku bolehkan kekampusmu.
"A.a.pa, kekampusku. kau ingin pergi kekampusku. elena kaget
"Iya sayang, aku ingin kekampusmu, kau harus tahu aku tidak pernah pergi kekampus yang ada dikota ini. malah aku dulunya ingin kuliah dikota ini. tapi beasiswa ku ada diluar negeri jadi aku tidak bisa menyia-yiakan kesempatan itu.
"Yah, kau tidak perlu sayang, harus kekampusku besokkan kau harus kekantor. pasti sangat banyak yang harus kamu ingin kerjakan. jadi kau tidak perlu pergi kekampusku.
"Kenapa aku tidak boleh, lagi pula tanpa seizinmu aku bisa pergi. kata yosa tersenyum
"Iya sayang, itu aku hanya sebentar kok dikampus. akukan sudah tahu penempatanku magang itu dikantormu kan. jadi kau tidak perlu repot-repot harus kekampusku. elena mengelus-elus wajah yosa lalu tersenyum.
"Kenapa, apa kau sedang menyembunyikan sesuatu atau kau tidak ingin aku melihatmu sedang bersama teman-teman laki-lakimu. pasti kau tidak inginkan itu terjadi. makanya aku tidak boleh datang kekampusmu kan.
"Ahh bukan seperti itu sayang, baiklah kau boleh datang, tapi kau harus janji rahasiakan hubungan kita dulu, teman-teman kampusku tidak boleh tahu, tentang kamu itu adalah suamiku.
"Sayang, memangnya kenapa kalau mereka tahu, bagus dong kalau mereka sampai tahu. itu akan membuatku merasa nyaman teman kampus laki-lakimu tidak akan mengganggumu lagi dengan berbagai alasan. cihhh
Matilah aku, kalau dia benar-benar kekampusku. aku akan merasa dikucilkan dengan teman-temanku lagi. yah tuhan tolong aku. alasan apalagi yang harus aku berikan padanya.
"Sayang, kau kenapa. melamun kau sedang memikirkan apa.
"Ahh itu, itu sayang aku lupa aku belum makan waktu kita tadi sampai. ayo kita turun makan aku sangat lapar sayang. elena berusaha mengalihkan pembicaraan yosa padanya.
"Sayang, kenapa kau tidak bilang dari tadi. baiklah aku akan menyuruh pak zham menyiapkan makanan untukmu.
"Kau tidak ingin makan juga, kata elena menatap yosa dan dia berhasil mengalihkan pembicaraan yosa.
"Kau makanlah duluan, aku belum lapar sayang. kata yosa beranjak mengambil ponselnya.
Dring...
"Halo, pak zham. tolong siapkan makanan untuk istriku.
"Baik, tuan muda.
Setelah menutup telpon, yosa menatap elena. yang masih menatapnya .
"Kau ingin memakanku, kenapa menatapku seperti itu. kata yosa heran
"Ah. memangnya aku, tukang makan manusia yah.
"Benarkah, kemarilah. kata yosa memanggil elena mendekatinya.
"Ada apa, kata elena heran.
"Kemarilah, yosa menarik elena mendekatinya. lalu dia mencium elena dengan serius. membuat elena hanya pasrah dan menutup matanya. Setelah yosa selesai mencium elena. elena hanya berdiri seperti orang kebingungan. membuat yosa tertawa melihat tingkahnya.
"Kenapa, kau minta yang lebih. kata yosa mulai menjaili elena.
"A. apa tidak, aku mau masuk untuk mandi. berlari masuk kekamar mandi, membuat elena jadi salah tingkah.
Yosa hanya tersenyum, lalu mengingat elena yang sangat polos jika sedang melakukan sesuatu hal dan pasti akan membuatnya salah tingkah, jika dia mengodanya.
( Nafas dikit kali, jangan aneh-aneh mikirnya yah wkwk )
Setelah elena selesai, lalu keluar dari kamar mandi. menatap yosa yang sedang serius mengecek satu persatu kerjaan kantornya.
Wow, kenapa dia sangat tampan jika lagi serius seperti itu. makanya aku tidak ingin dia kekampusku, bisa bisa wanita-wanita yang ada dikampusku. menyentuhnya yah aku tidak akan membiarkan itu terjadi. cihh gumamnya
Tanpa sadar, yosa sedang melihatnya.
"Kau sedang apa, berdiri disitu sayang melihatku seperti sedang terpukau denganku. yayaya aku memang sangat tanpa dari kejauhan atau dekat. yosa
tersenyum
"Kau itu terlalu, percaya diri sayang. siapa juga yang memandangmu. aku melihat kamar ruang ganti. berpura-pura tersenyum keyosa lalu berlari masuk keruang ganti.
Wanita ini, kau sedang mengodaku yah. punggungmu itu sangat indah, jika hanya dipandang. rasanya aku ingin menjadi handuk itu. benar benar aku mau menjadi handuk itu. gumamnya
Elena keluar dari ruang ganti, lalu dia mencari-cari keberadaan yosa.
Tadi dia duduk disini, lalu dia kemana. apa dia sudah turun duluan kebawah untuk makan. yah kalau begitu tidak mengajakku akukan bisa cepat-cepat memakai baju. gumamnya
Elena turun, kebawah melihat pak zham yang sudah berdiri didekat meja makan. lalu elena menghampirinya.
"Silahkan, Nona muda. kata pak zham mempersilakan elena untuk duduk untuk makan.
"Terima kasih, pak zham. oh iya apa kau melihat tuan yosa. kata elena dia belum terlalu berani untuk bilang suami didepan pak zham.
"Tuan muda, sedang ada diruang kerjannya. nona muda.
Elena hanya menganggukkan kepalanya, lalu tersenyum kepada pak zham. dia tidak berani lagi bertanya. sedang apa yosa disana yah pastilah untuk mengerjakan tugas kantornya tapi elena juga selalu berfikiran kalau wanita itu ada disana. Iya siapa lagi wanita itu, kalau bukan Renata.
salam dari "Ketemu Jodoh Siswa Ibu Kos".
"Hubungan Jarak Jauh"
jika berkenan mampir ya.... ditunggu