Elvia Aurellie seorang gadis pendiam yang mengalami banyak kepahitan dalam hidupnya. Banyak hal terjadi, cobaan dan ujian yang selalu menguji kesabaran.
Elvia dirawat oleh Siska yang di anggapnya ibu kandungnya, tapi ternyata Siska merupakan mantan kekasih ayah kandung Elvia. Siska dengan sengaja menculik dan menyiksa Elvia sebagai alat untuk balas dendam.
Elvia di usir dari rumah oleh Siska, dan dipertemukan dengan Alvian Atmaja. Elvia menolong Alvian dari preman yang mengeroyoknya.
Alvian Atmaja seorang pengusaha muda yang tidak pernah tertarik pada perempuan karena trauma masa lalunya.
Masih banyak rintangan yang menunggu mereka kedepannya dan menguji kekuatan cinta mereka.
Elvia yang tidak mengetahui apapun harus menjadi alat untuk membalaskan dendam seseorang yang sangat membenci Alvian dan menaruh dendam pada Alvian sejak lama.
Elvia dihadapkan yang dengan banyak masalah membuatnya menjadi gadis yang tangguh dan kuat.
Akankah mereka bisa bersatu???
Dan bisakah kesabaran Elvia berbuah manis??
Kalau mau tau kalian baca ceritanya disini!!!
Jangan lupa rate, vote, like, komen dan favorit ya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ifi F. S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 23
Happy reading 😊
Jangan lupa RATE nya ya!
Adrian beranjak dari duduknya, dan berpamitan pada ketiganya.
"Gue pulang duluan ya," ucap Adrian.
"Ok, hati-hati," ucap Alvian.
"Iya Kak," timpal Elvia.
"Ya udah sana, gue juga mau tidur," ucap Andi beranjak ke kamar tamu.
Mereka bertiga hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Andi, Adrian pun segera pulang. Alvian masih membujuk Elvia agar Elvia malam ini mau tidur bersamanya.
"Sayang, malam ini aja ya. Please!" ucap Alvian sambil memperlihatkan puppy eyesnya.
"Ya udah, tapi cuma malam ini ya Mas," ucap Elvia.
"Gak janji deh Sayang," ucap Alvian sambil menggandeng tangan Elvia menuju kamarnya.
"Maaasss.." ucap Elvia kesal.
"Iya, iya Sayang, tapi Mas emang gak janji kan sama kamu," ucap Alvian.
"Terserah kamu aja lah Mas," ucap Elvia menyerah, karena jika ia berdebat dengan Alvian pasti ia akan kalah.
Alvian dan Elvia masuk ke dalam kamar Alvian, tapi sebelum itu Elvia ingin ganti baju tidur lebih dahulu.
"Aku ganti baju tidur dulu ya Mas," ucap Elvia.
"Iya, jangan lama-lama ya Sayang," ucap Alvian.
"Iya Mas," ucap Elvia berlalu keluar menuju kamarnya.
Elvia bergegas keluar dan segera berganti baju tidur. Setelah selesai Elvia segera menuju kamar Alvian.
"Udah selesai Sayang?" tanya Alvian yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Udah kok Mas," ucap Elvia.
"Ya udah, sekarang kita tidur ya," ajak Alvian.
"Iya Mas." ucap Elvia.
Akhirnya Alvian dan Elvia memutuskan untuk tidur.
**************
Keesokan paginya ternyata Andi bangun terlebih dahulu, dan berniat ke kamar Alvian untuk meminjam kemejanya. Karena tidak mungkin jika Andi bekerja menggunakan pakiannya kemarin.
Maka dari itu ia ingin pergi ke kamar Alvian, tapi saat membuka pintu kamar Andi terkejut melihat pemandangan itu. Andi terkejut karena melihat Alvian tidur dan disampingnya ada Elvia, dan lebih mengejutkan lagi posisi mereka yang saling memeluk.
Andi pun tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya, dan akhirnya Andi dengan sengaja membuat suara gaduh untuk membangunkan mereka.
"Kebakaran..." teriak Andi.
Alvian dan Elvia yang mendengar teriakan Andi pun terkejut langsung bangun dari tidur mereka, dengan posisi terduduk di atas ranjang.
"Hahahhahaha," tawa Andi pecah melihat keduanya.
"Elo apaan sih? teriak-teriak emang lo pikir rumah gue hutan?" ucap Alvian kesal karena ia tahu jika Andi hanya mengerjainya saja.
"Abis lo, udah matahari udah naik ga bangun-bangun. Mana tidur berdua sama cewek lagi." ucap Andi.
"Udah gak usah kamu dengerin omongan dia, gak penting." ucap Alvian sambil mengelus rambut Elvia.
"Aku balik ke kamar ku ya Mas.." ucap Elvia menahan malu. Karena Andi melihatnya sedang tidur di kamar dan ranjang yang sama bersama Alvian. Dengan posisi saling memeluk.
"Iya Sayang, tapi sebelum itu..." ucap Alvian menjeda ucapannya sambil menarik Elvia ke pelukannya.
* Cup *
Alvian mencium bibir Elvia.
"Morning kiss Sayang," ucap Alvian. Pipi Elvia semakin merona, Elvia segera beranjak dan berlalu meninggalkan kamar Alvian.
"Masih ada orang disini woy," ucap Alvian kesal karena Alvian mengabaikannya dan bermesraan dengan Elvia.
"Elo ngapain sih ganggu mulu?" tanya Alvian kesal.
"Gue sebenernya cuma mau minjem kemeja sekalian celananya kan gak mungkin kalau gue pake baju kemarin." ucap Andi.
"Eh, tapi elo semalem gak ngapa-ngapain kan sama Elvia?" tanya Andi penasaran.
"Ya gak lah, gue juga gak mau ngelakuin itu sebelum kami sah," ucap Alvian sambil beranjak menuju walk in closet nya untuk mengambilkan kemeja dan celana untuk Andi.
"Nih," ucap Alvian sambil melemparkannya pada Andi.
"Biasa aja dong Bro," ucap Andi.
"Tapi, thanks." ucap Andi berlalu keluar dari kamar Alvian.
Setelah Andi keluar dari kamarnya, Alvian segera ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap ke kantor.
Elvia yang sudah terlebih dahulu bersiap pun sudah selesai, dan pergi ke meja makan untuk sarapan sambil menunggu kedua orang yang masih bersiap.
Selang beberapa saat Alvian dan Andi sudah turun ke bawah, dan duduk untuk sarapan. Akhirnya mereka bertiga sarapan, setelah selesai mereka langsung berangkat ke kantor.
Mereka bertiga sudah sampai di kantor, dan seperti biasa mereka menjadi pusat perhatian para karyawan di kantornya. Tapi tentu saja mereka tidak memperdulikannya, para karyawan yang menyapa hanya dibalas anggukan oleh Alvian dan Andi tentu dengan wajah datarnya. Sedang Elvia hanya membalas dengan senyuman kecil.
Mereka bertiga langsung masuk ke dalam lift untuk naik ke ruangannya. Setelah sampai mereka menuju ruangan mereka masing-masing, dan langsung mengerjakan pekerjaannya masing-masing.
"Sayang kamu kerjanya di ruangan ku ya," ucap Alvian pada Elvia.
"Iya Mas." ucap Elvia pasrah karena percuma saja berdebat dengan Alvian hanya sia-sia saja.
Alvian dan Elvia sudah masuk ke dalam ruangan Alvian. Alvian yang melihat Elvia duduk di sofa segera mengikutinya.
"Kamu ngapain Mas?" tanya Elvia yang melihat Alvian duduk di sebelahnya.
"Aku cuma mau duduk disini aja." ucap Alvian.
"Emang kamu gak kerja?" tanya Elvia lagi.
"Ini aku juga lagi kerja Sayang," ucap Alvian.
"Kamu kerja apa? kamu cuma duduk di sebelah aku," ucap Elvia bingung.
"Aku lagi kerja jagain calon istri ku." ucap Alvian.
"Mas, udah deh jangan bercanda terus sekarang waktunya Mas kerja." ucap Elvia.
"Iya Mas kerja Sayang," ucap Alvian.
"Tapi sebelum itu..." ucap Alvian mwnjeda ucapannya sambil mendekatkan wajahnya dengan Elvia.
* Cup *
Alvian mencuri ciuman Elvia, dan sekarang Elvia juga membalas ciuman Alvian. Tanpa mereka sadari ada mata yang memperhatikan mereka, ternyata ia adalah James. Andi dan James dan juga Robert asisten James masuk di waktu yang salah. Dan mereka melihat Alvian dan Elvia sedang berciuman dengan sangat mesra, dan jangan tanyakan lagi reaksi James tentu saja ia terkejut sekaligus cemburu. Tapi ia mengingat jika dirinya bukan siapa-siapa bagi Elvia, jadi ia tidak berhak untuk marah.
Andi yang benar-benar terkejut, langsung berusaha menguasai diri. Setelah itu, ia langsung menginterupsi ciuman keduanya.
"Kalian masih kurang puas ngelakuin di rumah?" tanya Andi.
Alvian dan Elvia langsung terkejut dan menghentikan ciuman mereka. Wajah Elvia sudah memerah menahan malu, hingga Elvia hanya menunduk.
"Ehm, maaf saya lupa jika kita ada pertemuan untuk membahas proyek." ucap Alvian menyembunyikan keterkejutannya.
Sedangkan Andi dan Robert sedang menahan tawa melihat wajah Alvian dan Elvia saat mereka memergokinya berciuman. Berbeda halnya dengan James, ia berusaha menahan amarahnya yang ingin meledak saat ini juga.
"Tidak apa-apa." ujar James singkat.
"Sayang, tolong kamu buatin minuman untuk Tuan James dan asistennya." ucap Alvian lembut.
"Iya Mas, maksud saya Pak," ucap Elvia gugup.
Elvia berjalan keluar meninggalkan ruangan Alvian.
"Silahkan duduk." ucap Alvian mempersilahkan James dan Robert duduk.
Bersambung
Jangan lupa like, coment dan vote ya😊
Like dan komentar di beberapa part agar Kaka lebih semangat lagi yah... Dan jangan lupa follow Star Kembali oke... 😉
Salam dari :
" Kebun Terong Sigadis Narsis "
mantan kekasih
kalo ada Andi didepan ku, tak gebogg dia
Ayo teruskan