NovelToon NovelToon
Sekar

Sekar

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Kutukan
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Maple_Latte

Sekar, kembang desa Wanasari, seharusnya menikah dengan Lindu, pria tampan, mapan, dan kebanggaan banyak orang. Namun, tepat di hari pernikahan, Sekar tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Sejak saat itu, kebahagiaan berubah menjadi misteri yang tak terpecahkan. Ada yang mengira jika Sekar kabur dengan orang lain.

Beberapa bulan kemudian, teror mulai menghantui desa Wanasari. Kejadian-kejadian aneh bermunculan, membuat warga hidup dalam ketakutan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Joko, pria yang melihat Sekar

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Gaga sudah bersiap di depan rumahnya.

Wajahnya terlihat tegang dan penuh harap sejak semalam.

Tak lama kemudian, Santa dan Pandu datang menghampirinya dengan motor mereka.

"Sudah siap?" Tanya Santa.

Gaga langsung mengangguk.

"Ayo."

Pagi itu, mereka bertiga berangkat menuju terminal kota untuk menemui Joko, kernet bus yang katanya sempat melihat Sekar.

Sepanjang perjalanan, Gaga hampir tidak banyak bicara. Pikirannya terus dipenuhi kemungkinan-kemungkinan tentang Sekar.

Bagaimana keadaan gadis itu sekarang?

Kenapa dia pergi? Apakah benar dia lari bersama pria lain?

Dan, Kenapa sampai sekarang tidak pernah memberi kabar?

Sementara Santa dan Pandu sesekali saling berpandangan melihat Gaga yang terlihat begitu gelisah.

Mereka tahu.

Sejak hilangnya Sekar, Gaga adalah salah satu orang yang paling cemas dan keras mencarinya.

Empat puluh menit kemudian, mereka akhirnya sampai di terminal.

Suasana terminal pagi itu sudah cukup ramai. Suara klakson bus, pedagang yang menawarkan makanan, dan para penumpang yang lalu-lalang bercampur menjadi satu.

Namun saat Gaga melihat ke sekitar terminal, bus yang biasa ditumpangi Joko tidak terlihat di sana.

"Busnya belum ada." Gumam Santa sambil melihat deretan bus yang parkir.

Pandu lalu menghampiri beberapa kernet lain yang sedang duduk di dekat warung kopi terminal.

"Bang, bus jurusan kota yang biasa sama Joko belum datang?" Tanya Gaga cepat sambil mendekati para kernet yang sedang duduk santai di warung kecil terminal desa.

Salah satu kernet yang sedang merokok menoleh sekilas lalu menggeleng pelan.

"Belum." Jawabnya santai.

Pria itu lalu menyandarkan tubuhnya ke bangku kayu sambil menepuk abu rokoknya ke tanah.

"Masih di jalan mungkin."

"Kira-kira jam berapa sampai?" Tanya Gaga lagi, kali ini terdengar lebih tidak sabar.

Kernet itu berpikir sebentar sebelum menjawab.

"Mungkin dua jam lagi baru tiba dari kota."

Mendengar jawaban itu, Gaga langsung menghela napas pelan. Rahangnya mengeras menahan kecewa. Dua jam terlalu lama, sementara pikirannya sudah dipenuhi berbagai kemungkinan buruk tentang Sekar.

Santa yang berdiri di sampingnya ikut terlihat gelisah.

"Kalau memang Joko bilang melihat Sekar jam tujuh malam, berarti setelah itu ada sesuatu yang terjadi." Gumam Santa pelan.

Gaga terdiam. Tatapannya kosong memandang jalanan pagi itu di depan terminal. Perasaannya semakin tidak tenang.

"Masih lama berarti." Ujar Santa.

Gaga mengangguk kecil sambil menatap ke arah jalan masuk terminal.

Meski harus menunggu.

Dia tetap ingin bertemu langsung dengan Joko dan memastikan sendiri apakah perempuan yang dilihat pria itu benar-benar Sekar.

Sambil menunggu bus Joko tiba, Gaga memutuskan mencoba mencari informasi sendiri.

Dia membuka foto Sekar di ponselnya lalu mulai menghampiri para kernet, sopir, pedagang, bahkan orang-orang yang berlalu lalang di terminal.

"Bang, pernah lihat perempuan ini?" Tanyanya berulang kali sambil memperlihatkan layar ponselnya.

Namun satu per satu orang hanya menggeleng.

"Nda pernah."

"Kurang tahu."

"Belum pernah lihat."

Santa dan Pandu ikut membantu mencari informasi. Mereka berpencar ke sisi terminal yang berbeda, bertanya pada siapa saja yang mungkin pernah melihat Sekar.

"Bu, pernah lihat gadis ini?" Tanya Santa pada seorang penjual gorengan.

Ibu itu menyipitkan mata memperhatikan foto di ponsel Santa sebelum akhirnya menggeleng pelan.

"Nda ingat saya."

Tidak ada satu pun yang merasa pernah melihat Sekar.

Semakin lama wajah Gaga terlihat semakin kecewa.

Padahal sejak semalam dia berharap kabar dari Joko benar-benar menjadi petunjuk tentang keberadaan gadis itu.

"Jangan-jangan salah orang." Gumam Pandu pelan.

Namun Gaga langsung menggeleng.

"Nda." Katanya cepat.

"Aku yakin pasti ada sesuatu."

Dia kembali menatap foto Sekar di layar ponselnya beberapa detik sebelum menghela napas panjang.

Karena, semakin lama Sekar menghilang, semuanya justru terasa semakin misterius.

Tidak terasa, dua jam pun berlalu.

Suara mesin bus yang memasuki terminal langsung membuat Gaga, Santa, dan Pandu berdiri bersamaan.

"Itu busnya." Ujar Santa cepat.

Mata Gaga langsung tertuju pada bus yang baru tiba dari kota itu.

Mereka bertiga menunggu dengan tidak sabar sampai para penumpang turun satu per satu.

Dan begitu melihat Joko turun dari bus sambil membawa tas kecil lusuhnya, Gaga langsung menghampirinya.

"Joko!" Panggil Gaga cepat.

Joko tampak sedikit terkejut melihat mereka.

"Lho, kalian ngapain di sini?" Tanyanya heran.

"Ikut dulu." Kata Santa sambil menarik pelan lengannya.

Mereka lalu mengajak Joko duduk di warung kopi kecil yang ada di terminal.

Baru saja Joko duduk dan belum sempat memesan minuman, Gaga langsung bertanya tanpa basa-basi.

"Joko, jujur sama aku." Ucapnya serius.

"Apa benar kau pernah lihat Sekar?"

"Sekar? Sekar siapa?" Tanya Joko sambil mengernyit bingung, seperti tidak tahu siapa yang mereka maksud.

Gaga langsung menatapnya tajam.

Santa buru-buru mengeluarkan ponselnya lalu memperlihatkan foto Sekar.

"Lha, bukannya kemarin kau bilang pernah lihat gadis ini?" Tanyanya heran.

Joko menatap foto itu beberapa detik.

Raut wajahnya perlahan berubah seperti sedang mengingat sesuatu.

"Oh iya." katanya pelan.

"Aku pernah lihat dia."

Mata Gaga langsung membesar.

"Kapan?" tanyanya cepat. "

Kapan tepatnya kau lihat Sekar?"

Joko tampak sedikit gugup mendengar pertanyaan itu.

Tangannya bahkan terlihat meremas gelas kopi di depannya sebelum akhirnya menjawab pelan,

"Dua minggu lalu." Kata Joko.

"Dua minggu lalu?" Ulang Gaga cepat.

Joko mengangguk kecil.

"Di terminal ini?" Tanya Pandu.

"Iya." Jawab Joko pelan sambil menghindari tatapan mereka.

Gaga langsung saling pandang dengan Santa dan Pandu.

Gaga langsung mencondongkan tubuhnya ke depan.

"Jam berapa kau lihat dia?" Tanyanya cepat.

Joko tampak kembali berpikir.

Namun kali ini wajahnya terlihat semakin gugup.

"Jam..." katanya pelan sambil menggaruk lehernya sendiri.

"Jam..."

Matanya bergerak ke kanan dan kiri seperti sedang berusaha mengingat sesuatu.

Santa mulai memperhatikan gelagat aneh pria itu sejak tadi. Dari cara Joko menghindari tatapan mereka, hingga tangannya yang terus bergerak gelisah memainkan ujung bajunya.

"Kenapa kau gugup begitu?" Tanya Santa curiga sambil menyipitkan mata.

Joko langsung menggeleng cepat, terlalu cepat hingga malah terlihat mencurigakan.

"Nda… nda apa-apa." Jawabnya terbata.

Namun Gaga tidak percaya begitu saja. Sejak awal dia merasa ada yang disembunyikan lelaki itu. Karena itu dia melangkah sedikit mendekat lalu kembali bertanya dengan nada tegas,

"Lalu jam berapa kau melihat Sekar?"

Joko tampak menelan ludah. Matanya bergerak ke kanan dan kiri seperti sedang berpikir keras atau mencari alasan. Beberapa detik berlalu tanpa jawaban membuat suasana semakin menegangkan.

"Jam… jam…" Gumamnya gugup.

Santa dan Gaga saling pandang. Kecurigaan mereka semakin besar.

Joko akhirnya menarik napas pendek sebelum berkata pelan,

"Jam tujuh malam."

Gaga langsung terdiam beberapa detik. Wajahnya berubah serius. Jam itu terlalu penting.

"Yakin?" Tanya Gaga lagi tajam.

Joko mengangguk kecil, meski wajahnya tampak pucat.

"Iya… sekitar jam tujuh malam." Jawabnya lirih.

1
Yulia Lia
akhirnya Sekar di temukan ,tapi sudah menjadi mayat😭😭😭
Mega Arum
typo Thor... kalimat Nda...sebaiknya tidak, msl tdk mungkin...
Nurr Tika
itu arwah sekar
Mega Arum
menarik
Rini Yunita
q curiga kl wulan adalah pelakunya
Nurr Tika
sedihnya smpe sini
Siti Yatmi
duh ..Thor .betapa hancur hati seorang ibu .tiap hari berharap anaknya pulang, tapi malah mayat yg ditemukan, ga sanggup deh, bayangin nya ..
M.S Inisial
Suka banget sama karya author satu ini
Yulia Lia
ceritanya bagus
Riska Salahudin
seru kak
Yulia Lia
lanjut KK ,,nah yg kmaren ngatain sekar lari SM laki2 lain taunya dia ada di dlm sumur
Yulia Lia
lanjut ya kk
Yulia Lia
mudah2 itu Sekar biar gosip yg berenar gk bener
Nurr Tika
warga heboh knp sekar mati
Nurr Tika
lanjut
Nurr Tika
harusnya tdi di angkat sekalian yah, gara" takut akhirnya lupa
Siti Yatmi
jgn2 Sekar itu..ya Tuhan ...
Wiwit
lanjut thor
Nurr Tika
bnr kah itu mayat sekar
Riska Salahudin
pasti sekar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!