Sebuah peristiwa yang membuat aku harus terikat pernikahan kontrak dengan seorang CEO yang kaya raya, dingin dan kejam.
Zahra terpaksa menikah dengan Zein, karena dia tidak mampu membayar ganti rugi setelah tidak sengaja menabrak mobil Zen.
Zein memaksa Zahra menikah dengannya karena dia harus menikah dalam waktu 1 bulan, jika tidak seluruh kekayaan dan perusahaan ayahnya akan diwariskan pada sepupunya.
Selama menikah dengan Zein, Zahra sangat menderita bukan saja Zein yang memperlakukannya kurang baik, tetapi ibu mertuanya juga sangat tidak menyukai nya. Dan berusaha memisahkan Zein dengan Zahra.
Ibu mertuanya ingin menikahkan Zein dengan Bella sapira seorang model terkenal. Hanya ayah mertuanya yang baik padanya.
Akankah Zahra memenangkan hati Zein??
Dan dapat mempertahankan rumah tangganya????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesedihan zahra
Bella meminta seorang detektif untuk memata matai zahra.
Dia penasaran mengapa tiba tiba Zein memutuskan untuk menikah dengan Zahra.
Bella menjadi kesal setelah mendapat laporan bahwa Zein dan Zahra semakin dekat .
Bella mendatangi mama Zein.
Dia datang membawa kue dan tas sebagai hadiah untuk mama Zein.
Mereka berbincang sebentar dan tak lama Bella pamit pulang.
" Bella aunty mau minta tolong kamu, untuk menjauhkan Zein dengan istrinya itu. Kamu tahu kan apa yang harus kamu lakukan." tanya mama Zein.
"Baik aunty, tapi aunty juga harus membantu Bella dalam rencana ini." jawab Bella.
" Pasti aunty akan selalu mendukung kamu. " ucap mama Zein.
"Baiklah aunty karena masih ada hal yang harus aku kerjakan, aku pamit dulu." ucap Bella.
Didepan pintu dia berpamitan dengan mama Zein.
Dan disaat yang sama Zein dan Zahra baru saja sampai dirumah.
Setelah cipika cipiki Bella berjalan masuk kedalam mobilnya.
Zahra sangat sedih melihatnya, dia melihat ibu mertuanya begitu dekat dan begitu sayang kepada Bella, tetapi tidak kepadanya.
Zein berjalan mendekati ibunya.
" Ma, itu Bella kan?"
"kenapa dia datang kesini, ma?"
tanya Zein.
"Tidak ada apa apa, dia hanya menemui mama, oh ya tadi Bella bawa kue, yuk masuk kita makan kuenya." ajak mama Zein
Dia sengaja mengatakan itu dan melirik Zahra.
Zahra merasa sangat sedih...
Dia berjalan dibelakang mereka ikut masuk kedalam rumah.
Didalam rumah tampak mama Zein menyuapi zein. Dia sengaja memaksa Zein memakan kue yang dibawa Bella. Tak hanya kue Bella juga membawakannya tas branded keluaran terbaru sebagai hadiah.
mama Zein sangat senang.
"hemm.. enak sekali kan Zein," ucap mama sambil mengunyah kue nya.
"ya ... ma ini enak," ucap Zein
"pasti sangat enak, karena ini Bella yang membawanya dan pasti harganya juga sangat mahal", kata mama sengaja melirik Zahra.
Zein juga melirik Zahra.
"Zahra... sini makan kue!' panggil Zein.
" Terimakasih, tapi aku kekamar dulu, belum sholat. ucap Zahra naik ke kamarnya dengan wajah sedih.
Zein tahu mamanya sengaja mengatakan itu untuk membuat Zahra sedih.
Dia tahu mamanya tidak menyukai istrinya. Zein juga yakin mamanya sengaja mengatakan itu karena tidak menyukai Zahra. Dan ingin membuat Zahra merasa sedih.
Zein jadi merasa bersalah kepada istrinya.
Zein pun pamit dan naik ke kamarnya.
setelah Zein pergi, mamanya mulai memikirkan bagaimana caranya untuk memisahkan mereka berdua.
"Tunggu saja aku pasti akan segera membuat Zein mengusir dia dari rumah ini. Aku nggak akan pernah Sudi memiliki menantu kampungan seperti itu." ucap mama zein dalam hati.
Aku hanya ingin Bella yang menjadi menantuku, aku harus segera menyusun rencana, pikir mama Zein sambil terus memakan kuenya.
Zein masuk ke dalam kamar. dilihatnya Zahra baru sjaa selesai sholat.
Zahra terlihat melamun dan masih memegang mukena nya.
"Zahra....." panggil Zein
"hemm......" jawab Zahra pelan
"Kau kenapa?" tanya Zein dan berjalan mendekat ke arah Zahra. Dia duduk disebelah Zahra.
"Tidak ada, " jawab Zahra pelan.
Zahra yang sedang melipat mukena dan sajadahnya melanjutkan aktivitas nya, setelah itu dia meletakkan kembali ke tempatnya.
Zein hanya memperhatikan Zahra, dia sendiri bingung bagaimana harus bersikap. Dia tahu pasti Zahra tersinggung dan sedih dengan sikap mamanya.
"Zahra... maafkan mama!" akhirnya Zein berbicara.
"Tak ada yang harus dimaafkan Zein, mama tak memiliki kesalahan apapun. " ucap Zahra dia berjalan dan duduk diatas kasur.
"Aku tau sikap mama buruk padamu!" ucap zein lagi.
"percayalah, aku tidak apa apa. Mama hanya belum bisa menerima aku sebagai menantunya. Ya sudah, sudah malam aku mau tidur". ucap Zahra , dia menarik selimut dan menyelimuti dirinya.
Zein sudah naik duluan diatas tempat tidur.
"hei... siapa yang mengijinkan kau tidur disini?" tanya Zein ketus
Zahra mencebik kesal.
" baru saja aku memujinya karena bersikap manis, dah balik lagi marah marah, dasar arogan, bathin Zahra."
Zahra mengambil bantal dan selimut kemudian dia berjalan menuju sofa.
" memaki dan menyumpah suami itu dosa!" ucap Zein sambil melirik Zahra.
Zein tahu pasti Zahra mengumpatnya dalam hati.
Zein senang melihat Zahra kesal dan manyun. Dia ingin selalu menggodanya.
malam ini sampai sini dulu ya...
besok author lanjut lagi dan jangan lupa beri tanda vote dan like ya....
terimakasih....
lupa ya klo dia baiknya baru 2 hari