Novel ini mendapatkan hadiah kooperatif di event air mata pernikahan 3.
Rangga sengaja menikahi Cinta untuk membalaskan dendam atas kematian adiknya. Rafael, adik Rangga, memilih bunuh diri karena ditolak oleh Cinta.
Selama pernikahan, Cinta hanya mendapatkan kekerasan fisik maupun psikis. Semua itu, Rangga lakukan untuk memenuhi misi balas dendamnya.
Sampai kapankah Rangga melakukan KDRT pada Cinta? Apakah Cinta akan tetap bertahan dalam rumah tangga yang seperti neraka itu?
Jangan lupa tekan favorit sebelum lanjut baca. Terima Kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23. Kaburnya Cinta
Rangga mendekati Cinta dan menarik tangannya keras agar berdiri. Rangga lalu menarik tangannya menuju pintu.
"Mas, lepaskan tanganku. Sakit sekali, Mas," ucap Cinta memohon. Namun, Rangga tidak mendengar ucapan Cinta. Dia tetap menarik tangan Cinta dan memaksanya masuk ke lift.
"Kita mau kemana, Mas?" tanya Cinta heran.
"Aku ingin menggugurkan kandunganmu!" jawab Rangga.
Cinta sangat terkejut mendengar jawaban dari suaminya itu. Dia lalu berusaha melepaskan pegangan tangan Rangga.
"Tidak, Mas. Aku tidak mau. Aku bersumpah ini anak kamu, Mas. Jangan kamu paksa aku menggugurkan. Kamu akan menyesal, Mas!" ucap Cinta memohon.
Cinta masih terus berusaha melepaskan pegangan Rangga ditangannya. Namun, tenaganya tidak sepadan dengan pria itu. Air matanya tidak bisa lagi dibendung.
Rangga menyeret dan mendorong tubuhnya untuk masuk ke mobil. Setelah itu mengunci biar tidak bisa keluar. Sambil menyetir Rangga menghubungi seseorang.
Cinta mendengar pria itu bicara dengan seseorang, mungkin dokter. Dia mengatakan ingin menggugurkan kandungan. Wanita itu semakin takut. Sepertinya Rangga tidak main-main dengan ucapannya.
Cinta sedang memikirkan bagaimana cara bisa lolos dari suaminya yang kejam. Jika dulu dia bertekat akan pergi setelah membuktikan dirinya tidak bersalah, tapi kali ini dia berubah pikiran. Cinta akan pergi sekarang juga, dari pada dia harus kehilangan calon bayinya.
"Mas, aku mohon pikirkan semua dengan kepala dingin. Bagaimana mungkin kamu bisa berpikir ini bukan bayimu. Sedangkan kamu yang merenggut keperawananku. Pikirkan lagi, Mas. Jangan sampai kamu menyesal," ucap Cinta dengan suara memohon.
Rangga yang mendengar ucapan istrinya itu menjadi emosi dan menghentikan mobil secara mendadak. Kepala Cinta sampai kebentur jok depan mobil.
Pria itu membalikkan badannya dan memandangi Cinta dengan sorot mata tajam, menahan amarahnya. Rangga mencengkeram lengan istrinya kuat, hingga Cinta meringis kesakitan.
"Apa kau pikir jika aku yang membobolmu itu berarti anakku? Setelah berhubungan denganku, bisa saja kau berhubungan dengan pria lain. Aku kerja, mana ku tahu semua kegiatanmu!" ucap Rangga.
"Di rumah ada CCTV. Kamu bisa mengeceknya jika tidak percaya. Aku cuma keluar untuk belanja. Itu juga tidak lama!" ucap Cinta.
Dia berani membantah semua yang diucapkan suaminya karena merasa kali ini perbuatannya sudah keterlaluan. Dia tidak akan mengalah lagi. Cukup sudah selama ini dia menuruti semua ucapan dan perbuatan pria itu.
"Jangan banyak bicara! Aku tahu siapa kamu? Jadi selingkuh itu pasti bukan hal baru bagimu," ucap Rangga.
Rangga kembali menjalankan mobilnya menuju ke luar kota. Selama diperjalanan, Cinta berdoa untuk dibebaskan dari suami kejamnya.
"Sabarku telah lelah, hatiku sudah menyerah. Kini sudah saatnya aku sadar, bahwa aku bukanlah orang yang kamu inginkan. Aku bukan menyerah, tapi aku capek berjuang sendiri tanpa kami hargai. Perjuanganku tidak pernah kamu hargai, tetapi kesalahanku selalu kamu ingat. Kamu merasa sudut pandangmu selalu benar. Lalu, bagaimana dengan kepedulianku yang selalu menerima keadaanmu, namun selalu kamu patahkan. Maaf aku tidak pernah meninggalkan kamu, hanya saja sikapmu yang membuat aku menyerah."
Dua jam perjalanan, mobil memasuki sebuah klinik yang berada di pinggir kota. Rangga turun dan membuka pintu untuk Cinta. Menarik tangannya untuk keluar.
Setelah itu Rangga mengunci pintu mobil. Kesempatan itu digunakan Cinta, dia menendang ekor Rangga dengan sangat keras sehingga pria tersungkur. Cinta lalu menginjak kaki Rangga dengan sekuat tenaga, hingga terdengar rintihan dari mulutnya.
Cinta lalu berlari sekuat tenaga. Dia tidak peduli apa yang terjadi dengan Rangga. Pria itu langsung berteriak melihat istrinya pergi.
"Cinta ... jangan kabur kau! Aku akan membunuhmu!" teriak Rangga.
Rangga mencoba berdiri dengan susah payah. Tubuhnya yang membentur pintu mobil terasa sangat sakit. Pria itu mencoba mengejar. Namun, Cinta telah menghilang dari pandangan.
Cinta melihat ada becak, dia langsung naik dan meminta membawanya ke terminal. Sepanjang perjalanan Cinta berdoa semoga Rangga tidak mengejarnya.
"Ya Tuhan, aku percaya dengan semua takdir yang Engkau berikan. Aku yakin di balik semua cobaan yang diberikan untukku, pasti akan ada hikmahnya. Aku mohon pada-Mu Tuhan, bantu aku lepas dari semua ini. Bukannya aku menyalahkan takdir-Mu, tapi aku telah lelah dan capek. Biarkan aku beristirahat sejenak dari kerasnya hidup ini," ucap Cinta dalam hatinya.
Lima belas menit, sampailah Cinta di terminal. Beruntung uang sisa belanja tadi di simpan dalam saku rok. Dia lalu memberikan pada tukang becak itu.
Cinta langsung masuk ke dalam bus. Dia tidak peduli bus apa yang sedang dia naik. Yang penting bisa membawanya pergi jauh. Suatu keberuntungan, bus langsung berjalan.
"Maaf, biar aku mundur saja. Sudah terlalu banyak sabar yang sia-sia. Aku keliru berpikir kau akan berubah seiring aku bertahan. TERNYATA KAU TAK BUTUH SABAR. Melainkan aku yang kurang sadar. Seharusnya ku lepaskan kau lebih awal agar tidak ada lagi manusia yang rela menyakiti dirinya sendiri, demi seseorang yang perasaannya entah tumbuh untuk siapa."
Rangga masuk ke dalam mobil dengan tertatih karena menahan sakit di kaki. Dia langsung mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Saat tiba dipersimpangan, dia mengambil jalan yang berbeda dengan Cinta.
...****************...
arimbi:dibentak,diumban pelan,didorong sedikit lembut,dicium,disiram,lalu dibebas..walopun kekasihnya brsalah tetap dibalas sedikit lbh lembut drpda istri yg x bersalah
bukan nya td diawal cerita arimbi dibawa rangga ke rumah?? brt ini bukan pertemuan pertama donk...
cuma tetep ngga mau liat mm'pp mak ninggalin mak duluan 😭😭😭