Kehidupan Zhen Yuan yang mendapatkan tadir bersama dengan Xiao, dewa pengetahuan agung yang mendapat berkah dari surga sekaligus kutukan pembawa kehidupan roda kelahiran kembali...
update tiap hari
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Nurwahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 23
Di saat yang sama berita Zhen Yuan yang kini berada di dalam
kediaman mulai menyebar. Para tetua tentu mengetahui hal ini dengan jelas dan
juga telah menerima permohonan untuk mengadakan pertemuan pada tiga hari
selanjutnya.
Di dalam sebuah kediaman yang berada tepat disebelah kanan
kediaman utama, seorang tetua dengan rambutnya yang telah sepenuhnya putih
sedang duduk bersilah dengan mata terpejam. Ia terlihat seperti patung tanpa
adanya gerakan sama sekali, hanya vitalitasnya yang kuat menjadi tanda bahwa
orang tua itu masih hidup.
Orang tua itu tidak lain adalah wakil yang ditunjuk oleh
Zhen Shi untuk menjadi kepala dalam kediaman keluarga Zhen. Ia dikenal sebagai
pak tua Cong, tetua pertama dari kediaman keluarga Zhen. Kekuatannya menjadi
yang terkuat setelah patriak dan grand elder.
Walau begitu, Zhen Cong hanya patuh pada hukum dan tradisi
keluarga. Ia tidak pernah tunduk pada peraturan yang dibuat oleh patriak Zhen
Shi dan Grand Elder Zhen Li. Menurutnya peraturan yang dibuat dengan dasar
pribadi tidak akan baik untuk urusan keluarga. Itulah sebabnya hanya beberapa
aturan yang ia jalankan selebihnya ia abaikan sama sekali.
Zhen Shi maupun Zhen Li tidak pernah melarang ataupun
menegur sikap dari Zhen Cong. Sebab menurut mereka Zhen Cong adalah salah satu
pilar terkuat dari keluarga Zhen membuatnya memiliki hak istimewa sendiri.
Selain itu Zhen Cong juga merupakan paman dari Zhen Yuan,
saudara dari Zhen Shi. Mereka berdua merupakan saudara kandung seibu membuat
hubungan keduanya lebih dekat daripada yang lainnya.
Hari ini Zhen Cong membuka matanya, menghentikan
kultivasinya yang telah ia jalankan tanpa henti sejak lima tahun yang lalu. Walaupun
dalam prosesnya ia belum membuahkan hasil untuk menerobos kedalam ranah
selanjutnya namun setidaknya kekuatannya telah meningkat banyak dibandingkan
sebelumnya.
“Zhen Yuan? Apa patriak membutuhkan sesuatu?” Zhen Cong
bingung dengan keadaan saat itu. menurutnya urusan dari Zhen Yuan akan menjadi
sangat penting sehingga ia sebagai wakil juga belum mendapat kabar yang jelas.
Dihadapannya kini seorang bocah berumur sepuluh sampai
sebelas tahun. Bocah itu tidak lain adalah Zhen Yuan, ia mendatangi Zhen Cong
untuk mengundangnya mengikuti rapat penting keluarga.
“Paman wakil, tujuan saya mengadakan rapat ini tidak lain
karena perintah dari ayah.” Zhen Yuan memunculkan sebuah token identitas
patriak kepada Zhen Cong. Dihadapan pamannya, Zhen Yuan tidak memanggil ayahnya
dengan sebutan hormat patriak sebab mengingat hubungan keluarga mereka yang
dekat.
“Perintah patriak?” Zhen Cong terlihat berpikir sejenak sebelum mengangguk patuh.
“Selama perintah dari patriak tidak menghalangi tradisi dan
hukum keluarga maka saya akan mencoba untuk menurutinya. Namun jika itu
sebaliknya maka mohon maaf saya tidak akan menerimanya.” Ucap tegas Zhen Cong.
Walau dihadapkan dengan keponakan kecilnya juga perintah dari
saudaranya namun Zhen Cong tetap memegang prinsip yang ia miliki. Hal ini
membuat Zhen Yuan yang telah mengalami roda kelahiran kembali mendapatkan rasa
kagum yang tulus.
‘Zhen Cong adalah orang yang sangat berprinsip. Dihadapkan
dengan perintah atasannya sekaligus saudaranya, ia tetap mematuhi prinsip yang
ia buat.’
Zhen Cong kini mendapatkan pengakuan dari Zhen Yuan. Jika
itu terjadi dimasa lalu memungkinkan diri dan identitas Zhen Cong meroket di
kerajaan Langit Suci. Namun sungguh disayangkan orang seperti dirinya harus
dilahirkan pada sebuah keluarga kecil yang bahkan semut kecil dari kerajaan
Langit Suci tidak dapat dibandingkan.
“Baiklah paman, saya mengerti”
Setelah memberi hormat pada Zhen Cong, Zhen Yuan melanjutkan
perjalanannya untuk mengundang sepuluh tetua lainnya.
Berbeda dengan Zhen Cong yang bertindak tegas, sepuluh tetua
lainnya segera mengangguk patuh ketika dihadapankan pada token identitas patriak.
Beberapa bahkan mendukung apapun keputusan patriak. Hal ini membuat Zhen Yuan
kehilangan hormat pada mereka, menurutnya kesepuluh tetua keluarga Zhen tidak
akan mendapatkan banyak hal jika sifat mereka seperti ini.
“Jika saja sikap dari sepuluh tetua utama keluarga sama
seperti paman wakil, mungkin keluarga Zhen akan mudah untuk mendapatkan
kejayaan di desa Cenglou, melampaui keluarga Yan dan keluarga Cenglou.”
“Sifat seseorang memang tidak pernah mudah untuk diubah,
karakter kecil seperti itu hanya akan mencapai ketinggian yang sangat rendah”
pikir Zhen Yuan.
Sebab dalam kehidupan masa lalunya, Zhen Yuan telah memiliki
banyak pengalaman bertemu dengan banyak kultivator yang memiliki sifat yang
beragam dalam kerajaan Langit Suci. Sebagian besar diantara mereka memiliki
karakter seperti para tetua keluarga Zhen, yang hanya patuh dan pintar menjilat
atasan walau itu salah.
Hasilnya mereka tidak memiliki ketinggian yang sama dengan
teman mereka yang memegang prinsip hebat. Beberapa diantaranya bahkan berakhir
dengan menjadi seorang budak ataupun pelayan rendah.
Sebagai perbandingan, orang yang berprinsip seperti Zhen
Cong di kerajaan Langit Suci akan dengan mudah memperoleh hal yang besar. Beberapa
teman Zhen Yuan yan berkarakter seperti itu bahkan dalam hal kekuatan setara
dengannya karena prinsip yang ia pegang dengan erat.
~~