NovelToon NovelToon
My Enemy Is My Love

My Enemy Is My Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:5.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: seizy kurniawan

Tak ada yang menyangka jika orang yang dianggap musuh ternyata orang yang dikirim Tuhan untuk menjadi orang yang berarti dalam hidupnya.

Walau banyak sekali rintangan untuk mengucap janji suci. Tapi jika Tuhan sudah berkehendak rintangan seberat apapun tidak akan mengalahkan tekadnya.

Gama Alexander berubah menjadi posesif ketika sudah menjadi suami Elata. Tegas dan mempunyai karismatik yang menawan. Sehingga tak banyak yang kagum pada sesosok pengusaha muda tersebut.

Elata wanita yang dari dulu sangat dicintai dan diinginkan Gama. Siapa yang tidak kenal dengan wanita jutek itu. Tapi, setelah menikah dengan Gama, Elata berubah menjadi sosok yang ramah. Berbeda jika pada saat dengan Gama, wanita cantik itu akan berubah 180 derajat. Tingkah absurdnya akan kembali.

Apakah Gama dan Elata akan tetap bertahan dengan pernikahannya seperti waktu mereka pacaran dulu dengan cobaan yang akan datang menimpa pernikahan mereka. Ataukah akan sebaliknya?

Simak di MEIML

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon seizy kurniawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kompak

"Pagi..." suara melengking dari arah tangga mengagetkan orang tua Elata.

"Gak usah teriak, El. Ini bukan hutan!" jawab nya Papa Tio.

Mama Dara hanya tersenyum menyambut sang putri. Menuangkan susu coklat ke dalam gelas yang ada di meja buat Elata.

"Mama, kok udah rapi? Ini hari minggu lho." Elata duduk di kursi yang biasa ia tempati.

"Mama, mau ke restaurant" jawabnya. Tak lupa senyum terbit di wajah sang Mama.

"Papa?" kemudian beralih bertanya pada sang Papa.

"Papa, mau nemenin mama."

"Kapan ada waktu lagi buat, El?"

"Kamu udah gede. Jangan kaya anak kecil deh, El!" Mama Dara melontarkan kalimatnya.

"El, tu berasa anak pungut. Mama sama Papa kaya udah gak ada waktu lagi buat El." wajahnya di tekuk. Drama mulai di action kan.

"Kamu mau apa?" Papa Tio, yang sudah tau sifat anaknya jika sedang merajuk seperti ini. Pasti ada inginnya.

"Papa, gak seru." menatap ke arah sang Papa. Bibirnya ia majuin, wajah manjanya mulai di perlihatkan. "Bujuk dulu kek anaknya. Jangan langsung tho the point aja!"

"Mau apa? Hhmm?"

"El, mau...."

"Pagi Om, pagi Tan?" suara dari arah belakang Elata menghentikan kalimat yang akan Elata ucapkan. Elata menghela nafas kasar. Memutar bola matanya, jengah. Mama Dara dan Papa Tio hanya tertawa melihat putri mereka. Yang seperti terganggu dengan kehadiran ke dua temannya.

"Pengacau."

"Siapa, El?" tanya Flora. Duduk di kursi samping Elata.

"Loe." jawabnya

"Lha, kenapa gue?"

Belum Elata menjawab, dari arah pintu ruang makan sudah terdengar suara lagi. Bikin mood Elata pagi ini gak baik.

"Pagi Om, pagi Tan? Pagi semua?" sapanya Abram, so akrab dengan orang tua Elata. Di belakangnya Gama mengikuti langkah Abram

"Pagi... Eh Gama, dan....."

"Abram, Tan!" jawabnya dengan senyum yang ia tampilkan di wajah yang rupawan. Mama Dara membalas senyuman Abram.

"Pagi, El?" sapanya pada Elata. Elata hanya memutar bola matanya, jengah.

"Astaga.... Ini dua curut ngapain lagi pagi-pagi ke rumah, gue? Emang rumah gue ini sudah biasa nampung orang-orang kaya loe pada." kekehnya. Tangannya mengambil buah yang ada di keranjang. Mengupas jeruk, kemudian memasukannya ke dalam mulut. Dengan santai tanpa ada beban!

"Ampun, sadis banget ya!" Abram pagi ini seperti Askan, yang selalu membuat onar.

Abram dan Gama duduk setelah di persilahkan.

Minggu pagi itu, keadaan ruang makan Elata menjadi rame karna Abram dan Flora yang trus melontarkan candaan. Cindy yang notabene nya memang pendiam, hanya tersenyum melihat ke akraban sahabat dan Abram yang kini menyandang status sebagai pacar. Gama, pemuda itu hanya tersenyum simpul menanggapi candaan dari Abram yang menyebut dirinya sebagai calon mantu idaman. Dan Elata, gadis yang satu ini hanya sibuk berkutat dengan makan. Seperti biasa, Elata hanya acuh saja tak menanggapi godaan Abram.

Mama dan Papa Elata sangat senang. Karna putri mereka memiliki teman yang punya jiwa solidaritas kehidupan.

Kemudian, tak lama Mama dan Papa Elata berpamitan. Meninggalkan Elata dan kawan-kawan. Untuk pergi ke restaurant.

****

Setelah selesai sarapan, Elata dan kawan-kawan meninggalkan meja makan. Mereka berkumpul di ruang tengah yang mewah dan wah. Minggu ini tak seperti hari minggu biasanya. Elata yang selalu sibuk di kamar dan hanya menonton drama kesukaan.

Di ruang tamu. Abram dan Cindy sudah tak merasa canggung, karna teman-temannya sudah tau bahwa mereka pacaran. Duduk saling berdampingan, membuat iri Flora yang belum punya pacar. Elata hanya terus diam. Dan Gama yang hanya memperhatikan. Seolah bertanya apa yang sedang di pikirkan Elata sekarang.

Tak lama dua motor seseorang datang. Elata yang tengah diam, mendongakan wajahnya, melihat siapa yang datang.

"Gay's....." suara Askan bak seorang perempuan yang gak di kasih jajan.

"Berisik." karna mood Elata yang gak baik pagi ini, jadi juteknya belum menghilang.

"Napa sih, El? Jangan marah-marah mulu napa!" Askan yang melihat kursi di samping Flora kosong, tubuhnya ia hempaskan.

"Ngapain loe, duduk dekat gue?" Flora langsung bergidik, terperanjak kaget karna Askan.

"Udah deh, loe gak usah pura-pura Flo!" Elata akan mulai perdebatan.

"Pura-pura apaan?" jawab Flora bingung. Keningnya ia kerutkan.

"Di depan Askan loe pura-pura gak mau di ganggu. Tapi, pas tidur loe mimpiin juga tuh anak." Elata tersenyum meledek Flora. Flora tak terima. Gadis itu melemparkan bantal kecil yang ada di sofa ruang tamu. Askan tak percaya dengan apa yang di bicarakan.

"Serius loe, El?" tanya Askan antusias ingin tahu karna penasaran.

Elata hanya mengangguk. Matanya melirik Flora yang mengerucutkan bibirnya. Senyum di wajahnya ia kembangkan.

"Kalau suka langsung bilang aja, keles!" lagi, Elata mulai menggoda Flora. Askan sudah pasti senang. Jika yang di bilang Elata benar.

"Iya Flo, bilang aja! Lagian Askan juga udah beberapa kali bilang suka sama loe. Gak usah sok jual mahal deh!" Cindy ikut membenarkan.

Flora hanya diam, tanpa berkata apa pun. Sungguh saat ini Flora malu. Karna ketahuan. Askan loncat-loncat gak beraturan. Melihat pipi Flora yang nampak merah merona menahan kesal.

"Benar, Flo?" tanya Askan

"Apanya?" jawab Flora. Wajahnya ia sembunyikan di balik bantal.

"Loe, suka gue juga?" tanyanya kemudian.

"Gak!" Flora berdiri dari duduknya.

"Gak usah main drama deh! Kaya drama india aja, loe. Pergi terus di kejar." Elata terkekeh melihat Flora yang sudah menahan perasaan. Semua yang ada di ruangan, tertawa menyaksikan. Flora sebal dengan sahabatnya yang satu ini. Walau jutek, tapi Elata cukup peka dengan prasaan kawan-kawannya.

"Udah, jadian aja!" Elata berdiri dari duduknya. Meninggalkan teman-temannya. Askan dan Flora seakan mendapatkan undian. Mereka senyum-senyum gak jelas, dan mata saling memandang.

Gama dan yang lainnya merasa senang karna cinta Askan tidak bertepuk sebelah tangan.

Elata berjalan menapaki anak tangga menuju kamar kesayangan. Gama hanya melihat Elata dari arah kejauhan.

"Karna disini ada yang jadian dua pasangan. Gue mau PJ dari Abram dan juga Askan." Gama dan Andra yang hanya saling pandang, siap mengerjai Abram dan Askan.

"Siap-siap bangkrut, loe berdua hari ini." Andra melontarkan kata-kata yang membuat Abram dan Askan berhenti tertawa. Seakan-akan mereka benar-benar akan di buat bangkrut oleh kawan-kawannya.

****

Sesuai kesepakatan yang di bicarkan tadi di dalam. Siang ini Abram dan Askan akan mentraktir semua teman-teman.

"Flo, loe bawa mobil gak?" tanya Askan

"Kenapa?"

"Kita naik motor gue aja ya!" tawarnya Askan. Yang langsung mendapat ledekan Gama dan Abram.

Dengan malu-malu Flora menjawab ya, hanya dengan anggukan. Gama dan teman-teman sungguh tak percaya dengan apa yang mereka saksikan. Tawa semua menggema di penjuru ruangan. Tiba-tiba Elata datang dengan dandanan yang simple tapi elegan.

Gama langsung terpesona dengan pandangan yang ada di depan. Askan yang tau arah mata Gama, berdehem melihat Gama yang tak bergeming memandang Elata. Lantas teman-temannya mendehem-dehemkan Gama dan Elata dengan sengaja.

"Apa?" Elata memelototkan matanya pada mereka. Lantas mereka langsung terdiam.

"Jutek amat, Neng!" goda Askan

"Trus jadinya mau kemana ini?" tanya Elata yang sudah siap dengan kunci mobilnya di tangan.

"Kita, ke restaurant nyokap loe aja, gimana?" tanya Abram

"Gak yakin, gue!"

"Kenapa?" tanya Abram kembali.

"Nanti bukan PJ yang datang, malah makan gratisan." Elata tertawa menanggapi pertanyaan Abram. Lantas semua yang mendengar celotehan Elata ikut tertawa.

"Nah, itu loe tau." ucap Abram dan Askan berbarengan.

Elata malah memukul kepala Askan dan Abram dengan kunci yang ia pegang dengan bergantian. Kembali tawa menggema di penjuru ruangan.

"Capcus lah, keburu siang beneran." Kini Cindy yang sudah tidak sabaran.

"Emang ini udah siang, Yang." Abram mengganti panggilan Cindy menjadi sayang.

Pipi Cindy sudah merah bak kepiting yang di rebusin. Malu-maluin!

"El, gak usah bawa mobil!" ucap Flora

"Kenapa?"

"Loe, bareng Gama saja!"

"Gue, bawa mobil aja lha. Lagian Gama sama Andra kan?" tanyanya. Mata nya menuju pada Andra.

"Ogah, yang ada gue bakalan di bilang pasangan lagi sama Gama." semua terkekeh dengan ucapan Andra. Gama langsung menoyor kepala Andra.

"Siapa juga yang mau di boncengin, loe? Gue, bawa motor sendiri aja." ucapnya Gama.

"Ya, udah gue juga bawa mobil aja." kekeh Elata.

"Gak seru lha, kalau loe bawa mobil sendiri. Yang lain pake motor, El." Flora kekeh juga dengan Elata yang harus di boncengin Gama. Niat mereka adalah mendekatkan Gama dan Elata.

"Gak usah jadi mak comblang! Gue tau motif kalian." Elata berlalu melewati Gama dan teman-temannya. Menuju garasi siap mengeluarkan mobil kesayangan. Tapi saat Elata hendak masuk mobil, ia melihat ban mobil belakanganya bocor.

"Astaga...." Elata berteriak, tangannya memegangi kepalanya. Seolah frustasi.

Tema-temannya hanya saling lempar pandang saja. Karna semuanya sudah di rencanakan oleh Abram. Saat sebelum Abram dan Gama masuk ke dalam rumah Elata pagi tadi. Abram mampir dulu membocorkan ban mobil Elata dengan sengaja. Walau Gama tak setuju, tapi pemuda itu memaksa. Gama tau Elata pasti akan marah saat ban mobilnya bocor. Tapi Abram tak menggubrisnya. Abram tau jika Elata pasti akan menolak jika berboncengan dengan Gama. Gadis itu kan keras kepala!

"Sengaja loe, bocorin ban mobil gue?" tuduh Elata pada Gama.

"Gak. Main tuduh gue aja, loe. Itu yang bocorin ban mobil loe si.....Aw aw aw aw" belum Gama menyebutkan siapa orangnya, Abram sudah lebih dulu menginjak kaki Gama. Lantas Gama kesakitan memegang kakinya.

"Udah El, loe buang dulu ya gengsi loe! Demi gue sama Flora. Ok!"

Elata hanya memutar bola matanya, menghembuskan nafasnya kasar. Terpaksa Elata harus menuruti Cindy dan Flora.

****

Tak butuh waktu lama, Elata dan teman-temannya sampai di restaurant sang mama.

Askan dan Flora, Abram dan Cindy, kemudian Gama dan Elata. Mereka boncengan bersama. Tak terkecuali Andra.

"Mbak El?" tanya pelayan restaurant sang Mama.

"Mbak, pesan meja yang nyaman ya. Buat teman-teman saya!" ucapnya pada pelayan dengan senyum yang ramah. Pelayan itu mengiyakan dan mengantar Elata dengan teman-temannya.

"Mama ada di dalam, Mbak?" tanya Elata saat sudah duduk di meja.

"Ibu, tadi pagi sempat ke sini, Mbak. Tapi cuma sebentar. Sudah itu langsung pergi lagi." jawabnya sopan

"Sama Papa?"

"Iya, Mbak."

Pelayan itu memberikan buku menu pada Elata dan taman-temannya. Mereka mulai memesan makanan yang ada di buku menu. Saat semua sudah pesan, hanya tinggal Elata dan Gama yang belum.

"Mbak El, dan Mas nya mau makan apa?" tanya pelayan itu ramah.

"Veggie Burgers – Burgreens." Elata dan Gama menyebutkan makanan yang sama dengan berbarengan. Lantas semuanya saling pndang dan saling sikut menyikut.

Pelayan itu mencatat pesanan Elata dan Gama. "Minumnya, Mbak, Mas?"

"Jus alpukat" lagi, kembali mereka menyebutkan minuman yang sama dengan berbarengan. Kembali teman-temannya di buat tersenyum.

"Keju sama susunya yang banyak" lagi-lagi Elata dan Gama kompak.

****

TBC

JANGAN LUPA SHARE LIKE KOMEN VOTE DAN LOVE BILA JALAN CERITANYA MENYENANGKAN.

FALLOW IG AUTHOR SEIZY_KURNIAWAN

1
Indah Sari
kmmmnuygrfeeĺllllllhkrdfxc, hcdnnikno p frsvtr
I’m Aylaa
Lumayan untuk bab pertama..
Suci Narala Lendra
aku suka cerita ini, selain alurnya mengasyikan partnya banyak2 lagi, trima kasih kk thor👍
Suci Narala Lendra: Sma2 kk thor, thank ceritanya👍👍👍
Good luck
total 3 replies
PENGEPUL MAMAH MUDA
gamalama 🤣🤣🤣
dewi deshita
ih nyebelin ngeselin banget, airmata aku udah se ember kirain elata meninggal huhuhu
dewi deshita
mssa meninggal sih jadi males deh
Angun Elok
huhfhhttt kirain bneran ninggl tor
Angun Elok
ini beneran mati elatax ... g suka ... 😭😭😭😭😭😭
Angun Elok
qg gama gitu ... beda dari suami yg laen... biasax law usg kan antusias
Angun Elok
hamil paling elata .. dr nya aja yg bego
Angun Elok
cintax awet semua ... dri SMA smpe pelaminan semua.. indah ya g px mntan
Angun Elok
pinjm kt" x diln 2
Angun Elok
wah kirain marsel dah tewas tor
Angun Elok
bener kata elata .. g mo jd milia klo akhirx di tingglin
Morta Pangaribuan
wom keren
Ichy
nggak asyik de masa elata meninggalkan 😭
faradilla aulia azzahra
thor jngan bnyak² dong ngsih bawang nya kan perih😭😭😭😭😭
Karina Hilya Ajibah
jangan di gantung dong thor😫😫
Agus Sohe
ggpppp
Morta Pangaribuan
baik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!