NovelToon NovelToon
CINTA CEO TAMPAN

CINTA CEO TAMPAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:353.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nurul Basyiroh

Menjadi CEO tampan di sebuah perusahaan besar membuatnya susah untuk mendapatkan gadis yang benar-benar tulus mencintainya.

Gadis cantik yang sebenarnya kaya raya tetapi harus menyembunyikan identitas aslinya akibat ulah paman sang ayah yang telah mencelakai orang tuanya.

Akankah CEO tampan itu bisa membantu sang gadis membalaskan dendam atas Kematian kedua orang tuanya atau hanya menyuruhnya mengganggap semua bagai angin lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Basyiroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MULAI BERCERITA

"Nih minum dahulu," ucap Bryan tiba-tiba sambil memberikan segelas ice coffe kesukaannya.

"Terima kasih," jawab Natasha.

"Bagaimana keadaan Pak Joni Mia?" tanya Bryan setelah mendudukkan dirinya di sebelah Natasha.

Natasha meminum sedikit demi sedikit ice coffe pemberian Bryan, "Semoga bisa lebih tenang," gumam Natasha pelan.

"Ya ampun, kok kamu cuma beli minuman buat aku doang. Buat Mia mana?" tanya Natasha setelah sadar jika sang kekasih hanya membelikan minum untuk dirinya saja.

Bryan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "Lupa," kekehnya.

Mia tertawa melihat tingkah laku bosnya itu, "Tidak usah repot-repot Sya, nanti aku beli sendiri," ucap Mia yang merasa sedikit tidak enak kepada mereka berdua.

Mia kembali larut dengan pikirannya, "Kamu kenapa Mia?" tanya Natasha saat melihat kekosongan di kedua matanya, Mia tidak merespon pertanyaan Natasha.

"Sudah sayang tidak apa-apa, biarkan Mia berpikir sejenak. Kamu juga jangan banyak terlalu memikirkan semuanya," ucap Bryan.

Natasha yang belum terbiasa mendengar panggilan sayang dari Bryan membuat kedua pipinya meronta, dia merasa sangat di perhatikan setelah mereka berdua sepakat untuk berpacaran terlebih dahulu.

Perhatian yang di berikan Bryan membuat hati Natasha menjadi luluh dan belajar membuka hatinya untuk orang lain, beruntung pria yang bisa mendapatkan hati dari wanita cantik seperti Natasha.

Di saat mereka asik dengan lamunannya masing-masing, pintu ruangan dimana Joni sedang di periksa terbuka.

Itu semua membuat Natasha dan Mia terlonjak kaget, "Bagaimana Bu?" tanya Mia saat wanita paruh baya itu keluar dari ruangan sambil mendorong kursi roda yang di gunakan Joni.

Natasha memegang kedua tangan Bryan, "Aku boleh minta tolong?" tanya Natasha, Bryan menganggukkan kepalanya.

"Tolong bawa yang lain untuk makan dan minum di kantin bawah, nanti aku menyusul," sambung Natasha.

Bryan mengerti akan maksud dari Natasha, "Kita minum-minum dahulu yuk di kantin bawah," ajak Bryan.

Mia melihat wajah Natasha untuk meminta penjelasan padanya, "Nanti aku jelaskan, sekarang aku mohon kalian tunggu di kantin dahulu ya. Ada yang harus aku bicarakan dengan Dokter Hilmi," ujar Natasha yang langsung masuk ke dalam ruangan Dokter Hilmi.

"Dok," panggil Natasha setelah mengetuk pintu ruangan sang Dokter.

Hilmi yang sedang mencatat kesehatan Joni melihat siapa yang masuk kembali ke ruangannya, "Bu Natasha, silakan duduk," ucap Hilmi sopan.

Natasha mendudukkan dirinya di bangku depan Hilmi dengan wajah yang cemberut, "Sudah berapa kali aku katakan jangan panggil aku Bu, memang sudah setua itu kah aku?" ketus Natasha yang langsung mendapatkan gelak tawa dari pria di depannya.

"Kamu itu kan pemilik rumah sakit ini, mana mungkin aku panggil tidak sopan," kekeh Hilmi yang langsung mendapatkan lemparan pulpen oleh gadis di depannya dengan sigap Hilmi mengambil pulpen itu.

"Santai manis, ada apa kamu kesini?" tanya Hilmi sambil terus menggoda Natasha, Hilmi dan Natasha adalah sahabat sejak mereka duduk di bangku sekolah tingkat pertama.

Hilmi juga tahu tentang semua yang terjadi dengan keluarga wanita cantik di depannya, "Aku mau tanya tentang kesehatan Pak Joni, apa ada yang serius?" tanya Natasha langsung.

Hilmi menarik napasnya, dia perlahan menjelaskan tentang kesehatan Joni.

"Pak Joni menderita penyakit flek paru-paru dan beruntungnya flek yang diderita Pak Joni masih tahap awal, kita akan coba dengan pengobatan dasar dahulu. Jika masih belum ada perubahan baru kita beri pengobatan lanjutan dan tolong ingatkan agar Pak Joni mau konsisten meminum obat agar dia bisa sembuh dari penyakitnya, kamu tahu sendiri Sya flek paru-paru bisa berbahaya jika tidak di tangani dengan segera," Hilmi memberikan hasil rontgen paru-paru milik Joni.

Natasha sedikit bisa bernafas lega setelah mendengar hasil penuturan Hilmi, bagaimanapun dia ingin pengobatan yang terbaik untuk keluarga Mia.

"Lalu apa yang harus kita lakukan agar kesehatannya bisa pulih?" tanya Natasha.

"Berikan dia obat secara teratur dan selama enam bulan ini dia harus rutin meminum obatnya jika ingin sembuh," jelas Hilmi tentang penyakit paru-paru yang di derita Joni.

"Mumpung masih bisa di obati dan sebisa mungkin pasien harus rajin cek up kesehatannya," sambung Hilmi sambil menyenderkan kepalanya di kursi miliknya.

"Nanti akan memberitahukan Mia agar selalu mengingatkan untuk cek kesehatan Pak Joni," ujar Natasha yang membuat Hilmi menautkan kedua alisnya.

"Siapa Mia? Aku baru dengar nama Mia," selidik Hilmi karena setahu dirinya Natasha tidak pernah memiliki sahabat maupun teman yang bernama Mia.

"Ah iya aku lupa mengenalkan Mia, dia itu sahabat baruku. Kami satu tempat bekerja, dia wanita yang baik dan juga manis," jawab Natasha.

"Hati-hati Sya, aku tidak ingin sesuatu terjadi padamu," Hilmi mencoba mengingatkan sahabatnya agar semua yang telah di lakukannya tidak sia-sia.

"Tenang saja, aku sudah mencari tahu segalanya tentang Mia dan kamu tahu aku tidak sebodoh itu dalam berteman bukan?" ucap Natasha percaya diri.

Bukan karena dirinya tidak percaya kepada Mia akan tetapi, dia hanya tidak ingin semuanya rencananya berantakan.

"Kamu masih ada jadwal hari ini?" sambung Natasha menanyakan jadwal sahabat terbaiknya.

"Ada apa kamu menanyakan jadwalku? Jangan bilang kamu mau minta di antar berkeliling kota ini seperti biasa," ujar Hilmi yang sudah hafal dengan kebiasaan Natasha jika berkunjung ke rumah sakit xxv.

"Aku hanya ingin mengenalkan kamu sama seseorang," jawab Natasha yang membuat Hilmi penasaran.

Hilmi melepas jaket putih miliknya terlebih dahulu, "Ayo," ajak Hilmi langsung menarik pelan tangan Natasha.

Selama perjalanan menuju kantin Natasha dan Hilmi tidak berhenti bercerita mengingat masa-masa saat mereka bersekolah, hingga semua tatapan para karyawan dan suster rumah tersenyum melihatnya.

"Itu Dokter Hilmi cocok ya sama Bu Natasha," ucap salah satu karyawan yang sedang membeli makanan tepat di belakang Bryan.

Bryan sedikit cemburu saat mendengar bisik-bisik karyawan di belakangnya, mereka semua tidak ada yang tahu jika Natasha adalah miliknya. Kedua mata Bryan menangkap dua orang yang sedang tertawa riang sedang menuju ke meja miliknya, tanpa di sadari rasa cemburu Bryan semakin bertambah.

"Aku ke toilet sebentar," pamit Bryan saat Natasha baru tiba di meja yang mereka tempati.

"Kamu mau kemana?" tanya Natasha sambil memegang tangan Bryan.

Hilmi sedikit terkejut saat melihat Natasha memegang tangan seorang pria, "Sya," panggil Hilmi.

Bryan melihat wajah Natasha dan Hilmi secara bergantian, "Aku bisa jelaskan, kamu ikut aku," ajak Natasha menjauh dari meja yang di duduki Mia.

"Mereka kenapa?" tanya Hilmi, Mia yang sedang memperhatikan kepergian Natasha terlonjak kaget saat sadar Hilmi bertanya kepadanya.

"Pak Dokter silakan duduk," suruh Rina saat keadaan sedikit canggung setelah kepergian Natasha.

Di tempat lain Natasha mengajak Bryan untuk masuk ke ruangan miliknya, dia melupakan tujuan utama mengajak Hilmi pergi ke kantin.

"Kamu kenapa?" tanya Natasha saat mereka berdua duduk di sofa yang berada di ruangan Natasha.

"Aku tidak apa-apa," jawab Bryan sambil memegang pelipisnya.

"Jangan bilang kamu cemburu dengan Hilmi?" tuduh Natasha tepat sasaran, Bryan mengalihkan pandangan menatap wajah Natasha.

Tanpa menunggu persetujuan Natasha, Bryan mulai mendekatkan wajahnya hingga nafas mereka saling bertemu. Bryan menyentuh wajah Natasha dengan jarinya, hingga tanpa Natasha sadari bibir miliknya bertemu dengan bibir milik Bryan.

Ciuman yang awalnya sedikit kasar akibat rasa cemburu kini perlahan menjadi lembut, rasa cemburu di hati Bryan sedikit menghilang saat dirinya merasakan perasaan yang Natasha berikan.

Mereka melepaskan ciumannya, "Kamu mau aku jelaskan atau tidak?" tanya Natasha sambil memeluk tubuh Bryan.

Pria itu menganggukkan kepalanya, "Aku mau tahu ada hubungan apa kamu dengan Dokter itu," rasa cemburu Bryan kembali hadir saat menyebut namanya.

"Jangan cemburu, aku dan Hilmi itu bersahabat sejak masih sekolah menengah tingkat pertama. Dia juga satu-satunya sahabat yang aku miliki sampai saat ini dan dia juga tahu semua tentang keluargaku," ucap Natasha sambil melihat Bryan yang berada di sebelahnya.

Tidak ada kebohongan yang tersirat dikedua mata Natasha, "Jadi jangan cemburu lagi ya," sambung Natasha yang kembali mengeratkan pelukannya.

"Maaf aku sudah salah paham," ucap Bryan saat mendengar penjelasan dari sang kekasih.

"Kita harus kembali ke kantin lagi yuk, tidak enak dengan Mia dan Hilmi," ajak Natasha. Bryan segera bangkit dari duduknya, "Ayo," sahut Bryan.

Mereka kembali menuju kantin untuk meminta maaf atas kesalahan pahaman yang terjadi, Bryan tersenyum saat sedikit demi sedikit mengetahui semuanya tentang Natasha.

1
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
Sekar
yah Lom jg mp dah tamat aja
Sekar
nelpon Raka kn masih d kantor tp ko dah d kmr aja sama mia
Yunita aristya
mampir
timbuljaya
sdh dekat dgn Nicholas anakmu...dan mrka jg cucok. semoga mrka cepat nikah.
Kᵝ⃟ᴸуυℓ∂єρ
Hai kak
salken ya
Nothing: salam kenal. juga kakak🤗
total 1 replies
She Va Flava Cinamon
typo thor,,salah penulisan namanya,bwt binggung thor
She Va Flava Cinamon
anak sahabatmu,tdk jauh dari anak mu pak....
She Va Flava Cinamon
mulai nyimak thor...
Fthh jly
sama aq jg bingung bacanya jg aq lompati aja
Epijaya
ceritanya tak usah mundur Thor
Fthh jly
cerita Raihan dan Martha kpnjangan seharusnya lebih fokus ke natasha
Fthh jly
masih nyimak cuma sayang gak ada visualnya jd ada yg kurang
Fthh jly
smngat
Fthh jly
di tunggu visualnya biar kita bisa bayangkan thor
Fthh jly
visualnya mna thor
Fifi Lbf
bukannya ank nya sam namanya Risa kok jadi Cintya?
Aisha Mohmd
bingung..crritanya kurang jelas..di awal briyan blm prnh pacaran dia termasuk pria anti wanita..tp kok ada skandal nya.dan sama om sam yg katanya g kenal ternyata dah kenal baik.
Nur Azizah
semangat ya selalu ditunggu Up nya 😊
De Afekh..
banyak narasinya drpda dialognya...tetp semangat berkarya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!