gadis yatim piatu yang harus berjuang hidup sendiri tanpa memiliki sanak saudara. ia melanjutkan kuliahnya dari bea siswa dan bekerja di sebuah tempat karaoke keluarga milik sahabnya.
namun semuanya berubah saat seorang pria yang mabuk memperkosanya. sehingga ia hamil.
bagaimana kelanjutan kisahnya.
nafisa. gadis cantik berusia 20 tahun. seorang mahasiswi di fakultas ekonomi. yg bekerja sebagai waiter di salah satu tempat karoke.
aldiansah Pratama
seorang mahasiswi dan pengusaha. berusia 21 tahun.
Julian Saputra.
pria mapan berusia 28 tahun.
seorang pengusaha muda yg sukses.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lilik Bunda Abib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 23
“Ya udah aku pergi dulu ya. Kamu beneran gak apa, aku tinggalin?” Kata Aldi.
“Iya gak apa Al.” Jawab Nafisa.
“Hai boy jaga mommy ya. Jangan nakal, jangan buat mommy sakit. Tangannya mengusap perut rata Nafisa. Aku pergi ya. Bentar aja kok. Nanti aku langsung ke sini kalau urusan aku sudah siap.” Sambil mengusap puncak kepala Nafisa.
Nafisa senyum. “Iya Al.” jawabnya.
“Kalau ada apa-apa telpon aku.” ucapnya.
“Iya Al, aku pasti telpon kamu," ucapnya.
Nafisa memandang punggung Aldi yang semakin menjauh dan menghilang di balik pintu. Seandainya peristiwa malam itu gak terjadi. Mungkin aku jadi wanita yang paling bahagia di dunia ini Al. Karena ada kamu," ucapnya yang kembali menagis. tangisnya kembali pecah. "Perhatian kamu semakin buat dada aku sakit Al," ucapnya yang memegang dadanya. Setelah puas menagis Nafisa merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Sambil memegang ponselnya dan membuka-buka jejaring sosial miliknya dan tertidur.
*************
Setelah Aldi kembali dengan membawa mukena dan pesanan Nafisa yang lainnya. Ia masuk ke dalam kamar, ia melihat Nafisa yang sedang tertidur. Perawat masuk kedalam kamar dan meletakkan nasi di nakas lengkap dengan buah dan cake serta jus. Aldi duduk di sofa dan membuka laptopnya. Ia sedang membuka laporan keuangan perusahaan yang dikelola papinya. Aldi sudah menjadi wakil direktur di perusahaan papinya. Walaupun ia belum lulus kuliah, namun si papi mau agar Aldi terjun langsung mengurus perusahaan.
Nafisa tampak mulai menggeliat dan membuka matanya. Ia melihat Aldi yang duduk di sofa.
“Udah pulang Al?” Tanya Nafisa.
“Iya, sudah bangun?” tanya Aldi.
“Sudah Al.” jawab nya.
Aldi meletakkan laptopnya di atas meja. Ia mengambil nasi yang ada di nakas. “Makan dulu.” ucapnya sambil menyuapkan nasi tersebut ke mulut Nafisa.
Nafisa memasukkan nasi tersebut ke mulutnya. Nafisa menghabiskan nasi buah, cake dan juga jus.
“Apa tenggorokan kamu masih sakit Sa?” tanyanya.
“Udah gak Al, aku udah bisa bisa makan banyak dan gak muntah lagi.” ucap Nafisa tersenyum lebar dengan memamerkan deretan gigi ratanya yang putih.
Begitu mendengar adzan Nafisa turun dari atas tempat tidur. Dengan cepat Aldi membantunya untuk turun.
“Mau ambil wudhu Sa?” Ucapnya.
“Iya Al. Aku mau sholat.” Jawab nya.
Aldi membantu Nafisa kekamar mandi sambil mendorong besi gantungan infus. Setelah sampai di kamar mandi, ia berdiri di luar. Nafisa keluar dari kamar mandi setelah berwudhu. Aldi tidak menyentuh Nafisa. Ia hanya mendorong besi infus tersebut dan membentangkan sajadah di atas tempat tidur. Nafisa mengeluarkan mukena dari paper bag tersebut. Mukena berwarna biru. Nafisa melihat mukena tersebut, mukena yang terlihat sangat bagus dan mahal. Tidak seperti mas kawin yang berikan Julian. Nafisa memakai mukena tersebut dan duduk di atas sajadah.
Setelah selesai sholat, Nafisa membuka mukenanya dan mau melipat mukenah tersebut. Dengan cepat Aldi mengambil mukena dari tangan Nafisa dan melipatnya kemudian memasukkan nya ke dalam lemari. Ia membentangkan sajadah Aldi masuk ke dalam kamar mandi berwudhu dan shalat.
*********
Aldi merawat Nafisa dengan sangat telaten. Dia juga selalu menginap di rumah sakit. Ia akan keluar untuk keperluan kuliah dan juga ke kantor serta ikut dengan papinya rapat dan jumpa klien. Setelah itu Aldi akan kembali kerumah sakit. Selama Nafisa di rawat, Aldi tidak pernah milihat Julian datang. Badan Nafisa sudah tampak mulai berisi, pipinya sudah semakin cubby.
“Sa.”
“Iya Al.” ucap Nafisa yang memandang nya.
“Besok kamu sudah boleh pulang.” ucapnya
“Iya Al. Dokter tadi udah kasih tahu aku.” jawab Nafisa.
“Apa Julian datang ke sini?” Tanya Aldi.
“Kenapa Al?” tanya Nafisa.
“Aku mau ke Semarang sama papi sore ini.” ucapnya.
“Julian bilang kalau dia datang ke sini Al.” ucapnya.
“Kamu yakin? Kalau dia gak datang, aku mau minta supir jemput kamu.” ucap Aldi.
“Gak usah Al.” ucap Nafisa menolaknya.
“Kamu yakin.” Tanya Aldi lagi.
“Yakin Al. Kamu hati- hati ya.” ucap nya.
“Iya Sa. Kalau Julian gak datang kasi tahu aku ya. Sa, aku langsung berangkat ya. Nanti papi lama nunggu.” ucapnya.
“Iya Al. Hati-hati ya.”
Aldi menganggukkan kepalanya.
“Hai boy jaga mommy ya. Jangan nakal. Jaga kandungannya baik-baik ya.” ucapnya.
“Iya Al, Al terimakasi ya.” ucapnya
Aldi mengangukan kepalanya. Ia melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan kamar tersebut.
Nafisa memandang punggung Aldi yang semakin menghilang dari balik pintu.
********
Nafisa sudah menganti pakaiannya dengan baju yang dipakainya saat ke rumah sakit. Ia sudah menyiapkan barang yang tidak seberapa. Ia mondar-mandir di kamar tersebut. “Dapat uang dari mana?” Batinnya.
*****
maaf ya reader, author baru bisa up.
Jangan lupa like, komen dan votenya ya reader. Terimakasih atas dukungannya.😊😊🙏🙏