Kirania, gadis berusia 23 tahun, sedang merasakan kebahagiaan di mana dia akan menjadi seorang pengantin. menikah dengan seorang pemuda tampan dari keluarga wijaya grub. salah satu keluarga terkaya di indonesia. dia bernama Devano wijaya.
Namun kebagian nya hancur saat Kirania tahu kalo Devano menikahinya nya hanya untuk segera mendapatkan hak waris dari orang tuanya, dan lebih parah lagi, Devano ternyata memiliki kekasih yang sangat ia cintai.
Kirania yang tau hal itu masih berusaha untuk menerima semua itu, bukan harta yang ia kejar, tapi Devano adalah teman masa kecil nya yang lama pergi. Di tambahan Kirania sangat mencintai Devano.
📿📿📿📿
Seperti apa perjuangan kirania merebut hati suami nya dan bagai mana perjuangan nya untuk tetap bertahan dengan Devano yang memutuskan untuk menikah kembali dengan kekasih nya itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Indira kembali pergi untuk mengambil visa serta paspor yang pernah Kirania punya, dan meminta Julian untuk meminta bantuan rekan julian untuk mengurus kembali masa berlaku Visa an paspor milik Kirania.
Dan Kini Julian dan Kirania hanya berdua di ruang perawatan Kirania.Tidak seperti biasanya Julian tampak canggung saat bersama dengan Kirania, hal itu terjadi akibat insiden di hotel itu.
" Kiran aku-"
"Aku ingin sendiri." Kirania menyela ucapan Julian yang ingin mencairkan suasana agar bisa seperti semula. Namun belum ia memulai Kirania sudah mengusir nya.
" Tapi-"
Julian tak melanjutkan ucapannya saat melihat Kirania memalingkan wajah nya.
" Baiklah aku akan pergi, kalau ada apa-apa panggil saja aku, aku ada didepan," pamit Julian.Kirania diam tak menanggapi ucapan julian.
Setelah kepergian Julian Kirania mulai menangis, ia merasa berat untuk pergi jauh meninggalkan Devano, namun ia berpikir ini adalah keputusan terbaik untuk nya dan Devano sendiri.
" Maafkan mama sayang, bukan maksud mama memisahkan kamu dengan papa, tapi mungkin ini yang lebih baik untuk kita, mama... mama sudah tidak tahan lagi menghadapi sikap papamu yang tidak pernah menggap mama ada, maafkan mama sayang," Kirania mengusap lembut perutnya yang masih rata. Kata maaf terus saja terucap dari bibirnya.
"Kamu wanita baik, sungguh kejam orang yang sudah memfitnahmu secara keji seperti ini, Kiran, tenanglah, aku akan membantu melewati semua ini, aku akan berada di sisimu selalu."
Di balik pintu yang tidak tertutup sempurna Julan mendengarkan keluh kesah yang diucapkan Kirania pada calon buah hatinya.
**
Keesokan harinya, Kirania yang sudah mulai pulih memaksa Indira untuk membawanya pulang, Kirania ingin menjenguk panti sembari menunggu paspornya selesai diperpanjang masa aktifnya.
" Kamu yakin sudah tidak apa-apa," Indira merasa cemas dengan keadaan Kirania yang tampak belum pulih sepenuhnya.
"Aku baik-baik saja, jangan cemas kan aku." Kirania meyakinkan Indira.
"Aku takut terjadi apa-apa dengan bayimu, itu yang membuat aku khawatir."
" Indira, anakku pasti jauh lebih kuat dari mama nya, jadi jangan khawatir." terus meyakinkan indira.
" Baiklah, aku harap seperti itu." Indira tak bisa berbuat apa-apa, dan mengikuti apa yang Kirania mau.
Indira membatu Kirania untuk berkemas dan pergi ke panti dimana dia pernah tinggal di sana.
Di panti, Juw baru saja pergi meninggalkan panti asuhan di mana Kirania perna di besarkan. dan tak berselang lama mobil Indira juga sampai di sana.
" Pagi umi," Sapa Kirania pada ibu panti yang Kirania panggil umi saat ia sudah turun dari mobilnya dan berduri di hadapan ibu panti yang Kirania panggil Um (Umi dalam bahasa arab atau Ibu dalam bahasa indonesia).
"Nia, kamu pulang?" ibu pengurus panti menyabut kepulangan Kirania dengan perasaan yang berbunga-bunga, memeluk dan mencium kening Kirania. " Bagaimana keadaanmu sayang, baikan?" pura-pura bertanya meski ia sudah tahu semua nya.
Bukanya menjawab Kirania malah menangis dalam pelukan ibu panti. " Tidak umi, tidak.." jawab Kirania dalam pelukan ibu panti. Air Matanya mengalir tanpa bisa ia bendung lagi.
"Kamu kenapa sayang, kamu dalam masalah?," ibu panti tidak bisa menahan air matanya melihat putrinya dalam keadaan hancur.
" Umi, maaf, maafkan Nia, Nia sudah buat Umi kecewa, Nia tidak bisa mempertahankan pernikahan Nia, maafkan Nia Umi," Kirania berlutut di hadapan ibu panti karena merasa bersalah dengan kegagalan pernikahan.
" Nia sayang, jangan seperti ini nak, bangun sayang," ibu panti membantu Kirania untuk berdiri. " Tidak apa-apa sayang, semua pasti pernah gaga, dan mungkin dia bukan jodohmu, kamu sudah berusaha semaksimal mungkin." Memberi semangat tanoa bertanya masalh apa yang terjadi, karena hati dan perasaan seorang ibu yakin kalau istrinya sudah melakukan yang terbaik.
Ibu panti membawa kirania masui, menyuguhkan air hangat untuk kirania dan Indira. disaat Kiraniasm sudah cukup tenang ibu panti memberi tahu soal Juw yang datang mencari teman masa kecil Devano.
" Nia, kemarin malam ada seorang pria yang ada pernikahan dulu, Nama nya Juw, ya sekertaris Juw, di mencari anak bernama Nia," jelas ibu panti.
" Lalu umi jawab apa?" tanya Kirania.
Flashback on
Di tengah malam, Juw cukup kesulitan mencari di alamat panti yang diberi oleh ibu itu, Juw baru tiba di panti saat tengah malam, keadaan yang gelap dan hujan memaksa Juw untuk menginap di sana.
Mobil yang juw kendarai memasuki halaman panti yang cukup luas. Keluar dari mobil sembari membawa payung
" Permisi," Sapa Juw pada penjaga panti yang berteduh di dalam pos yang sedikit nyaman.
" Iya, anda mau cari siapa?," tanya penjaga panti yang usianya tak lagi muda namun masih terlihat bugar, menggunakan kopiah usang serta sarung usang yang digunakan untuk menutupi tubuh kurusnya dari cuaca dingin saat berjaga di malam hari, baik hujan seperti saat ini maupun angin malam yang tidak bersahabat.
"Saya mau bertemu dengan ibu pengurus panti," jawab juw.
" Dari siapa yah," tanya penjaga itu lagi.
" Ada hal penting yang mau saya tanyakan pada ibu panti. katakan saja saya Juw, dari kota." jelas Juw.
"Mari ikut saya, kita berteduh di dalam saja." penjaga panti mengajak Juw masuk ke dalam panti.
Setelah menunggu beberapa saat, dan Juw juga sudah diberi minuman hangat dan handuk untuk mengeringkan kemejanya yang sedikit basah, tak lama ibu panti yang Juw datang menemui nya.
" Maaf, anda siapa?," tanya ibu pengurus panti. Ibu panti yang menggunakan gamis serta hijab yang cukup besar.
" Saya Juw, saya mau bertanya berpahala dengan anda." jelas Juw.
Ibu panti menatap Juw dari atas sampai bawah. "Sepertinya saya pernah melihat anda?" Ibu panti berusaha mengingat. " Ya, aku ingat, bukanya anda yang ada di pernikahan Devano dengan putri saya." jelas ibu panti, ibu panti pergi dan kembali dengan membawa bingkai foto pernikahan Kania dan Devano, yang mana di sana ada Juw Indira dan Ibu panti serta kedua orang tua Devano. Ibu panti memberikan bingkai foto itu pada Juw.
Juw memperhatikan dengan teliti foto yang berukuran 40 x 30 senti itu. "Jadi Nyonya Kirania juga pernah tinggal di sini?" tanya Juw sedikit terkejut.
"Benar, sebelum Nia tinggal di sini, saat dia kuliah dan bekerja paruh waktu di pindah ke kota." Jelas Ibu panti
"Tunggu! Nia? siapa Nia?, Apa Nia yang ibu masud Nia yang ini?" Juw menunjukkan foto Devan kecil dan Kirania kecil.
"Dari mana anda memiliki foto Nia?" tanya ibu panti, meraih foto itu dan memperhatikan Foto itu, foto yang sama yang dimiliki Kirana.
" Jadi, Nyonya Kirania adalah Nia yang pernah diadopsi oleh seorang dokter bedah?," tanya Juw lagi, Juw sangat bersemangat saat mendengar kalau ibu panti mengenal anak kecil dalam foto yang dia bawa.
"Iya, itu benar, lalu ada tahu dari mana?," tanya Ibu panti lagi.
"Bu, tunjukan pada saya bukti kalau memang benar kalau Nyonya Kiran adah Nia yang sedang saya cari." pinta Juw antusias.
" Anda bertanya saya jawab, tapi kenapa pertanyaan saya sedari tadi tidak ada jawab?," tanya ibu panti sedikit tegas.
" Maaf, maafkan saya bu." Juw merasa bersalah.
" Sekarang jawab pertanyaan saya, kenapa anda memiliki foto Nia kecil dan kenapa anda mencari nya?," tanya ibu panti.
" Jadi begini, Tuan muda sedang mencari teman masa kecilnya.." Juw menjelaskan semua yang sebenarnya terjadi kenapa Juw mencari Nia atau Kirania yang selama ini tinggal bersama mereka.
"Anda, dan Tuan muda anda mencari seseorang yang selama ini tinggal bersama kalian?!," tanya Ibu panti tidak percaya. " Tuan, Nia begitu sangat mencintai orang yang dia panggil berudu, saya tidak tahu siapa dia, dan saya yakin dia sangat spesial dan berharga untuk anak saya, seharusnya saya bahagia mendengar kalau anak saya bisa bersatu dengan nya, tapi setelah saya tahu anak yang Nia panggi berudu itu nak Devano, dan dia selama ini tidak tahu dan tidak mengenalNya, saya sangat kecewa dengan Tuan muda anda, hal yang saya takutkan anak saya tidak bahagia menikah dengan Tuan muda anda." tegas ibu panti dengan berlinang air mata.
" Dari mana ibu tahu kalau Nyonya tidak bahagia?,"
salfok sama boneka kudanya kirania mirip kudanya J-HOPE BTS