Revina Angelina adalah mahasiswa baru di universitas Angkasa.. Ia mendadak populer disana berkat dance nya yang bagus sehingga mencuri perhatian laki-laki disana.
Suatu hari Revina ditembak oleh seniornya yang bernama Radian.. Namun, ia menolaknya.
Hal itu membuat Radian kecewa dan bersumpah akan menghancurkan hidup Revina lantaran ia sudah membuatnya malu dihadapan seluruh mahasiswa.
Ketika Radian terus menerus membully Revina, seorang lelaki bernama Muzaki datang menolongnya.
Muzaki merupakan cowok dingin dan jarang berinteraksi dengan wanita.
Lalu, seperti apa kisah mereka bertiga???
Baca yuk novel terbaruku ini..!!
Jangan lupa like,komen + gift kalo boleh...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjelekkan orang di grup
...HELO!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."ANGKASA"...
...~~~...
ANGKASA EPISODE 22
...•...
...•...
Revi sudah sampai di rumahnya setelah ia diantarkan oleh Muzaki dengan motornya...
"Makasih ya kak, nih helmnya!" ucap Revi sambil memberikan helm Muzaki.
"Sama-sama, oh ya jadi ini rumah kamu?" tanya Muzaki.
"Iya kak, kenapa emangnya?" ujar Revi.
"Ohh gapapa kok, aku cuma takjub aja soalnya rumah kamu gede banget hehe.." ujar Muzaki.
"Segede-gede nya rumah kita sekarang, tetep aja kan ujung-ujungnya kita bakal tinggal di bawah tanah nanti!" ucap Revi.
"Iya sih bener, eee yaudah ya aku pamit duluan.." ucap Muzaki.
"Gak mau mampir dulu kak? Biar aku buatin minuman gitu," ujar Revi.
"Eh gausah gausah, kebetulan juga aku udah ada janji sama temen mau bahas rencana tour pecinta alam!" ucap Muzaki.
"Oh gitu yaudah deh hati-hati di jalan ya kak!" ucap Revi.
Muzaki sempat bengong beberapa detik setelah mendengar ucapan Revi barusan, ya barulah setelahnya dia naik ke motornya dan bersiap pergi.
"Iya thanks, yaudah aku pergi assalamualaikum.." ucap Muzaki.
"Waalaikumsallam kak," ucap Revi.
Lalu, Revi melambaikan tangannya ke arah Muzaki sambil tersenyum.. Hal itu membuat Muzaki salah tingkah dan cepat-cepat pergi dari sana.
Yup setelah Muzaki pergi, Revi pun masuk ke rumahnya dengan terburu-buru karena dia kebelet buang air kecil.
Tak lama kemudian, Latifah datang bersama tukang ojek online ke rumah Revi..
"Nih pak uangnya, makasih ya!" ucap Latifah.
"Makasih neng," ucap kang ojek.
Latifah pun segera mengetuk-ngetuk pintu gerbang rumah Revi seraya memanggil namanya, namun yang keluar justru pak satpam.
"Eh temennya non Revi ya? Sebentar saya bukain kunci gemboknya dulu.." ucap satpam.
"Oh iya pak, cepetan ya panas nih!" ujar Latifah.
Satpam itu pun membuka gembok, lalu dengan cepat Latifah masuk ke dalam rumah Revi.
...•••...
Disisi lain, Radian masih nampak sedih sekaligus kecewa karena Revi memilih diantarkan oleh Muzaki daripada dirinya yang jauh lebih keren.
Kini, Radian bersama Zian dan Azim sedang nongkrong alias kumpul-kumpul di sebuah tempat sambil minum-minum granita sama teh gelas.
"Eh An, lu masih kepikiran soal kejadian tadi? Udah lah men lupain aja! Paling si Revi tuh cuma terpaksa terima tawaran Muzaki.." ujar Zian.
"Iya tuh gua yakin banget Revi cuma terpaksa, mana mungkin sekelas dia yang orang tuanya artis mau sama wibu bau bawang.." saut Azim.
"Nah iya tuh bener, udah santai aja Muzaki mah bukan saingan lu bre!" ujar Zian.
"Udah gausah bahas itu lagi! Gua cuma lagi mikirin cara gimana supaya anak-anak kampus gak ngecengin Revi lagi.." ucap Radian.
"Oh iya ya tadi kan si Revi ngasih syarat begitu baru dia mau maafin kita, hadeh ribet dah ini mah! Kan lu tau sendiri anak-anak kampus susah dibujuk!" ujar Zian.
"Yaelah gampang aja kali, lu kan pentolan sekaligus buaya kelas kakap di kampus Angkasa An! Pasti gua jamin mereka pada nurut sama kata-kata lu..!!" ujar Azim.
"Kata siapa? Belum tentu juga mereka pada nurut sama gue! Dah lah kita harus pikir rencana yang pas!" ujar Radian.
"Udah gini aja An, kita kumpulin duit buat traktir mereka makan di kantin! Nah tapi kasih syarat tuh yang mau ditraktir harus janji gak boleh ngecengin si Revi lagi! Gimana gimana setuju gak sama ide gua?" ujar Azim.
"Boleh juga tuh ide si ajim, gue setuju sih lu gimana An?" ujar Zian.
"Setuju setuju aja sih soalnya kan mereka pasti langsung nurut kalo ditraktir, tapi masalahnya gua gak punya uang banyak sekarang aja lagi ngirit!" ucap Radian.
"Yaelah sans kan masih ada temen kita yang lain! Udah yang penting sekarang lu setuju dulu sama rencananya, soal duit mah gampang itu!" ujar Azim.
"Iya iya gua setuju," ucap Radian.
Yap lalu mereka bersorak karena Radian sudah menyetujui rencana mereka...
...•••...
Syahra dan temannya datang ke sebuah cafe untuk kerja kelompok, namun tanpa sengaja mereka melihat Oni sedang menyanyi disana bersama band Angkasa.
Momen itu pun dijadikan Syahra untuk menjelek-jelekkan Oni di grup dance, yap ia memfoto Oni yang sedang menyanyi tersebut lalu segera mengirimnya ke grup dance mereka.
Tak lupa juga Syahra mengetik di bawah foto itu kalau Oni memang sudah tidak setia kawan, dia bahkan mau nyanyi sama anak band loh guys!
Sontak para anggota dance pun ikut merasa kesal dengan kelakuan Oni, mereka termakan oleh hasutan Syahra yang memang licik.
Namun, Mira tetap berada di pihak Oni dan coba mengatakan pada yang lain kalau Oni mungkin hanya membantu anak band lagian saat ini juga tidak ada jadwal latihan dance.
Ya Syahra akhirnya berdebat dengan Mira di grup tersebut, sampai-sampai ia lupa tujuan awalnya ke cafe itu apa.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...