follow yuk ig : @riana.kristina
Sekuel "Di Antara Dua Hati"
Jangan lupa siapkan tissu🤧
Plakkk!!
Sebuah kisah yang berawal dari ciuman yang tidak terduga. Mengharuskan gadis bernama Cinta Yasmila Pratama melayangkan tamparan keras ke wajah tampan seorang Adipati Rangga Wijaya.
Pemuda yang selama ini menganggap para gadis hanyalah boneka barbie.
Hingga pada akhirnya mereka saling jatuh cinta, Rangga harus dihadapkan pada kenyataan pahit lantaran Cinta adalah adiknya sendiri.
"Apapun yang terjadi di antara kita, itu semua bukan salah cinta. Tidak ada yang bersalah jika kita saling mencintai."
Bagaimana kelanjutan kisahnya?
Apakah hubungan keduanya harus kandas lantaran adanya hubungan darah?
Penasaran? Ikutin kisahnya ya di,,
"Bukan Salah Cinta"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riana Kristina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seindah Wajahmu
Malam telah merayap mengganti siang. Diana berdiri di balkon kamarnya menatap cahaya indah bulan dan bintang yang menari - nari di pucuk langit. Rumahnya yang berdekatan dengan pantai, membuat angin malam terasa lebih dingin. Dia memeluk dirinya dan mengusap - ngusap lengannya sendiri.
"Apa yang kamu lakukan di sini, Sayang?"
Tanpa Diana sadari, Reyhan datang dan memeluk dirinya dari belakang. Pria itu mengecup pipinya lalu menumpukan dagunya di bahu Diana.
Diana menghela nafas berat, "Aku sedang memikirkan anak - anak kita." ucapnya lemah. "Apa yang akan kita lakukan untuk mereka?"
"Itu juga yang menjadi pikiranku sekarang."
Diana memutar tubuhnya menghadap Reyhan.
"Aku merasa sangat bersalah pada mereka. Seandainya aku bisa mengenali putraku lebih dulu, mungkin...awww." Diana mengusap dahinya. Reyhan sudah menyentilnya barusan.
"Yang benar itu, seandainya waktu itu kamu tidak meninggalkanku pasti semua ini tidak akan terjadi." Reyhan melotot padanya.
Diana hanya mencebikkan bibirnya. Reyhan memutar tubuh Diana agar membelakanginya, lalu kembali memeluknya dari belakang.
"Sekarang jelaskan padaku, kenapa kamu meninggalkanku? Dan kenapa Cinta bisa menggunakan nama Bayu?"
Diana memutar bola matanya, "Emm, itu... waktu itu...aaaa.." dia meringis karena kali ini Reyhan mencubit pinggangnya.
"Aku tidak mau mendengar alasan yang tidak masuk akal." Reyhan mengancam.
"Emm, begini Sayang, waktu Cinta akan sekolah, pihak sekolah meminta kelengkapan dokumen pribadinya."
"Hm, terus?"
"Aku bingung mendapatkannya dari mana. Kamu tau sendiri aku tidak membawa surat - surat apapun."
"Lalu?"
"Lalu, aku meminta tolong pada Bayu untuk mengurusnya. Akhirnya dia mencantumkan nama Cinta sebagai anaknya dalam Kartu Keluarganya. Kalau tidak seperti itu putrimu tidak bisa diterima di sekolah."
"Kenapa harus Bayu?"
"Lalu siapa lagi?"
"Hm, besok aku akan menyuruh Jonathan mengurusnya. Cinta itu putriku, dia harus memakai namaku."
Diana terkekeh mendengar ucapan Reyhan yang terdengar arogan itu. Sungguh, dia merindukan sifatnya itu.
"Sekarang jelaskan kenapa kamu meninggalkanku?"
Untuk sesaat Diana terdiam, dia merasa bimbang.
"Kenapa diam?" Reyhan terdengar tidak sabar.
"Aku hanya bingung harus menceritakannya bagaimana," Diana menundukkan wajahnya.
Reyhan memutar tubuh Diana, diraihnya dagu istrinya agar menatap matanya.
"Kenapa? Jangan bilang karena kamu sudah bosan denganku?"
Diana terkekeh, "Anda tidak pernah membuatku bosan, Tuan Reyhan." dia mengalungkan tangannya ke leher Reyhan.
"Lalu?"
Diana menghela nafas panjang, wajahnya menerawang mengingat kembali kejadian 20 tahun lalu.
"Waktu itu Rangga kritis, dokter harus mengoperasinya segera tapi, tidak ada stok darah golongan O negatif saat itu." matanya mulai berkaca - kaca.
"Golongan darahku jelas berbeda dengannya. Aku lupa membawa ponselku. Hanya Laura yang ada saat itu dan beruntung Laura memiliki golongan darah yang sama." kini air matanya mulai menetes.
"Saat itu aku berpikir, jika Laura tidak ada, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada Rangga. Dia memiliki golongan darah yang langka dan hanya bisa menerima tranfusi dari golongan darah yang sama." Diana terisak. Diana menatap Reyhan dengan berlinang air mata.
"Aku tidak berguna. Aku tidak bisa berbuat apa. Rangga lebih membutuhkan Laura daripada aku. Laura adalah ibu kandungnya. Laura lebih pantas tetap bersama kalian. Laura.."
"Ssstttt!" Reyhan mengarahkan jari telunjuknya di bibir Diana. "Kata siapa Laura lebih pantas daripada dirimu?"
"Aku hanya takut jika terjadi hal buruk lagi dengan Rangga, dan Laura tidak ada di sisinya, maka siapa yang akan mendonorkan darah untuknya?"
"Bodoh!" Reyhan menunjuk keningnya.
"Bodoh?"
"Aku rasa kamu benar - benar tidak mengenal siapa suamimu ini."
Diana hanya menatapnya.
"Aku bisa mendatangkan seratus Laura untuk Rangga dalam sekejap mata."
Reyhan merapatkan tubuhnya. Dia memeluk Diana erat. Sangat erat. Menumpahkan kerinduan yang sudah terlalu lama dipendamnya, 20 tahun berpisah sudah cukup buatnya. Dia tidak ingin ada perpisahan lagi.
Sementara Diana masih termangu, menyadari kebodohan yang sudah diperbuatnya. Ya, dia memang bodoh. Bodoh karena melupakan siapa dan bagaimana suaminya. Bodoh karena meninggalkannya dan menyembunyikan jati diri Cinta hingga, terjadi permasalahan pelik seperti ini. Cinta dan Rangga saling jatuh cinta. Oh Tuhan, apa yang harus dia perbuat sekarang. Karena kebodohannya di masa lalu, sekarang ada banyak hati yang harus terluka.
...****************...
"Kamu sedang apa Kak? Bukankah di sini sangat dingin, kenapa tidak masuk ke dalam?" Cinta menghampiri Rangga yang berdiri mematung di teras rumahnya.
Rangga tersenyum ke arahnya, "Aku sedang melihat bintang." menengadahkan wajahnya menatap langit gelap bertabur bintang yang berkelap - kelip. Malam yang indah. Namun, tak seindah suasana hatinya saat ini.
Cinta ikut menengadahkan wajahnya menatap langit. Dari balik langit, bulan hadir membawa cahaya. Bintang bertabur dengan kilatan yang mempesona.
"Indah!" gumam Cinta.
"Seindah wajahmu saat tersenyum," Rangga menengok ke arahnya sekilas bertepatan dengan Cinta yang juga menengok ke arahnya. Kemudian dia menatap ke langit kembali.
"Bulan dan bintang yang berkilauan menerangi langit, sama seperti cintamu yang menerangi ruang hatiku."
"Kak," Cinta menatap Rangga yang masih menatap langit.
"Siang dan malam selalu menjadi keniscayaan. Tanda semua hal di dunia ini adalah berpasangan. Kau tau," Rangga menatap Cinta. "kita berdua laksana pasangan siang dan malam. Meski kita berpasangan dan satu dunia tapi, kita tidak pernah bisa bersatu." Rangga tersenyum miris.
"Kak," lirihnya. Cinta menggigit bibir bawahnya kelu. Air mata sudah menggenang di pepupuk matanya.
"Aku benci mendengar kamu memanggiku dengan sebutan itu." Rangga meraih tengkuknya. Lamat - lamat ditatapnya mata hazel milik Cinta.
Cinta menundukkan wajahnya, dia tidak sanggup bertatapan dengan mata Rangga. Dia terisak, menahan sesak yang menyeliputi di dada.
"Kamu tau apa yang ada di pikiranku saat ini?"
Cinta masih menundukkan wajahnya, dia hanya menggeleng.
"Saat ibu mengatakan kamu adalah putri ayah, saat itu aku merasa terguncang. Rasanya aku ingin membawamu pergi jauh dari sini dan kita hidup berdua saja. What ever dengan semuanya." Rangga menumpahkan isi hatinya.
Cinta masih menunduk, sesekali dia terlihat menyusut sudut matanya.
Rangga meraih dagunya, agar Cinta dapat menatap wajahnya kini.
"Namun, di sisi lain aku berpikir. Itu tidak adil buatmu. Aku mencintaimu. Aku tidak ingin menyeretmu ke dalam dosa yang sengaja ku buat untuk kita." Rangga mengusap pipi Cinta yang sudah di penuhi air mata.
"Aku tidak ingin melihat ibu dan ayah menangis lagi. Mereka sudah sangat menderita karena berpisah selama dua puluh tahun. Aku ingin melihat mereka bahagia sekarang."
Cinta tersenyum menatapnya, "Kita pasti bisa Kak, kita bisa ngelewatin ini semua. Demi ayah dan ibu."
Rangga meraih Cinta ke dalam pelukannya, "Aku mencintaimu Cinta."
"Aku juga mencintaimu, Kak."
Cinta melingkarkan tangannya di pinggang Rangga. Dia terisak kembali di dada pria itu. Untuk pertama kalinya dia jatuh cinta tapi, harus kandas karena takdir. Pria yang dicintainya adalah kakaknya sendiri. Oh God, sungguh ini adalah keputusan tersulit baginya. Sama seperti Rangga, dia juga sedang berperang dengan ego yang bergejolak dalam dirinya. Ego untuk memiliki kakaknya sendiri.
bersambung...
thor tolong y sembunyikan cinta sampai dia melahirkan dan bikin rangga prustasi berat