NovelToon NovelToon
The Sweetest Dream

The Sweetest Dream

Status: tamat
Genre:Teen / Tamat
Popularitas:85.5k
Nilai: 5
Nama Author: PinkShell

Setiap orang pasti punya mimpi.
Baik mimpi biasa yang tidak berpengaruh apa-apa, maupun sebuah mimpi yang dapat mengubah prespektif dan gaya hidup orang tersebut dan orang lain.

Selena adalah seorang gadis dengan mimpi yang cukup besar dan gaya hidup yang sangat baik.

Segalanya nampak sempurna. Namun, ketika ia memiliki seorang kekasih, tiba-tiba lelaki itu direbut oleh gadis lain. Bagaimana cara Selena mengatasi dan menyikapi hal ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PinkShell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Sabtu yang Baik

Setelah pulang sekolah bersama-sama dengan Bryan di hari Jumat kemarin, entah mengapa pagi ini Selena merasa sedikit lebih tenang. Padahal itu bukan berarti hubungan mereka telah kembali seperti semula.

Kejadian di ruang UKS kemarin masih membuat Selena dan Bryan sulit terbuka dengan satu sama lain. Hal ini tidak seperti sebelumnya. Ada apa dengan Bryan? Apakah ia benar-benar ingin melupakan Selena, ataukah ia memiliki suatu alasan tertentu?

Kini, Selena hanya dapat menebak-nebak. Setidaknya, mereka dapat saling berbicara lagi.

DRRTT

Tiba-tiba, HP Selena bergetar. Gadis itu dengan santai mengecek HPnya, lalu..

"Br--Bryan?" mata Selena membelalak kaget, karena ia menerima sms dari Bryan.

Dengan sedikit gugup dan ragu-ragu, gadis itu pun membaca isi pesan tersebut.

Selena. Bolehkah aku meneleponmu? 2 menit saja.

Selena amat terkejut. Walaupun sebelumnya mereka akan berbicara di telepon sesuka mereka dan selama mungkin, kini Selena merasa cukup senang atas kemajuan ini.

Selena pun mengetikkan balasan..

Baiklah. Kita akan berbicara. 2 menit.

Di sisi lain, Bryan tersenyum lembut. Ia dapat membayangkan wajah Selena yang sedikit senang ketika menerima ajakan ini.

RING RING RING

Handphone Selena pun bergetar..

"Halo.." ucap gadis itu pelan.

"Halo, Selena."

DEG

"Ha--halo, Bryan."

Suara itu.. suara yang telah amat dirindukan oleh Selena. Seketika, suara Bryan membuat Selena 'terbangun dari tidur', serasa diberi kehidupan setelah lama kehilangan gairah hidupnya.

"Haha.. Selena. Aku sangat merindukanmu."

"Bryan.." pipi Selena bersemu merah.

"Selena.. dengarkan aku. Jangan terlalu berharap kita dapat kembali lagi dalam waktu dekat. Namun, sesekali kita dapat berbicara seperti ini melalui telepon selama kurang lebih 2 menit."

"A--apa?! Bryan, jangan mencoba untuk mempermainkan aku ya! Aku benar-benar akan--" amuk Selena tiba-tiba.

"Aku sayang kamu Selena." sanggah Bryan.

DEG

"Bo--bohong.." kata Selena pelan, namun wajahnya sedikit tersipu.

"Aku tidak berbohong, Selena."

"..."

"Walaupun aku begitu menyayangimu.. kamu boleh melupakan aku, jika itu adalah kemauanmu." kata Bryan dengan nada suara yang lembut.

Suara Bryan seketika juga berhasil melembutkan hati Selena. Gadis itu dapat merasakan kepedihan yang tersirat pada suara Bryan.

"Bryan.. apa kamu tidak apa-apa?" tanya Selena, secara naluriah.

Bryan sedikit terkejut. Ia terdiam sejenak, lalu menjawab; "Aku baik-baik saja. Jangan khawatir, Selena."

"Baiklah kalau begitu."

Mereka terdiam di telepon selama beberapa detik, lalu..

"Selena. Maaf, tapi aku harus menutup telepon sekarang." kata Bryan.

"Terserah." jawab Selena singkat, seperti sedikit kecewa.

"Haha. Selena.. kamu benar-benar manis, seperti biasa. Jangan bersedih ya. Sampai jumpa."

--- # --- TUTS

Sebelum Selena sempat menjawab, panggilan itu telah diakhiri oleh Bryan.

"Huh, dasar tidak tahu diri! Tapi..." amuk Selena seorang diri.

Anehnya, walau kata-kata yang terucap oleh Selena adalah bentuk protes terhadap Bryan, senyuman tidak berhenti merekah pada bibir gadis itu.

"Apa jadinya jika aku tidak dapat berbicara lagi dengan Bryan.. mungkin hal itu lebih buruk.. AH~~ aku harus selalu mensyukuri keadaan. Mungkin Tuhan sedang mengujiku." ucap Selena, seraya menghempaskan diri di atas ranjang.

Karena hari ini hari Sabtu dan sekolah kebetulan diliburkan, Selena berencana untuk mengajak Ben berjalan-jalan di sebuah mall besar di kota Surabaya, yakni Sunway Mall.

Namun, karena kedua orang tua mereka sedang sibuk, Selena berpikir untuk mengajak seorang lagi agar dapat bergantian menemani dan mengawasi Ben.

Akhirnya, Selena pun menelepon seseorang..

"Halo. Ada apa, Selena?" ucap Marianna, dengan sedikit terkejut karena Selena tidak biasa meneleponnya.

"Halo, Mary. Apakah kamu sibuk hari ini?" tanya Selena dengan sedikit canggung.

"Tidak juga. Memangnya kenapa?"

"Itu.. Sebenarnya, aku berniat untuk mengajakmu berjalan-jalan bersama di Sunway.. jika kamu mau." ucap Selena tanpa berbasa-basi.

"Ah.. Boleh saja. Aku juga bosan di rumah. Kita bertemu di sana saja. Jam berapa?" jawab Marianna.

"Ah! Benarkah kamu setuju?!" seru Selena mendadak.

"Hm? Memangnya kenapa? Kau tidak perlu begitu girang, bukan?" kata Marianna, sedikit heran.

"Hihi. Tentu saja aku senang, karena ini pertama kalinya aku dapat berjalan-jalan dengan Mary." ucap Selena tulus.

"Bodoh.. hmm.. tapi aku juga senang. Bukankah kita sahabat yang aneh, Selena?" kata Marianna.

"Aneh?"

"Iya, aneh. Sangat aneh."

"Kenapa dibilang begitu?"

"Karena kita sebenarnya saling mempedulikan satu sama lain, namun tidak dapat mengatakan yang sesungguhnya." jawab Marianna.

DEG

Sekejap, entah mengapa pikiran Selena beralih kepada Bryan dan dirinya.

"Begitu rupanya.. Terima kasih, Mary." ucap Selena sambil tersenyum, meski tidak terlihat oleh Marianna.

"Hm? Terima kasih apa? Kau ini sedikit aneh, Selena."

"Hahaha."

Meskipun jarang berbicara, Marianna sebenarnya amat mengkhawatirkan Selena yang belakangan ini menjadi amat lesu dan semakin kurus.

"Selena. Apa kamu baik-baik saja?" tanya Marianna.

"Maksudmu?"

"Ah.. tidak. Lupakan saja. Kurasa kamu baik-baik saja."

"Hm?"

"Selalu jaga dirimu dengan baik ya, Selena." ucap Marianna.

Selena sedikit terharu oleh perhatian Marianna kepadanya, lalu ia membalas; "Iya. Kamu juga, Mary."

"Oi, Selena."

"Ng?"

"Jam berapa~~?" desak Marianna.

"Oh iya. Hehehe. Jam 2 siang ya. Jadi, kamu makan siang dulu saja." jawab Selena.

"Ok. Sampai nanti."

"Bye, Mary."

Setelah selesai berbicara dengan Marianna, Selena langsung berbicara dengan Ben, lalu menyuruh adiknya mandi sebelum dirinya.

Ben masih berusia 5 tahun, jadi Selena sedikit membantunya membersihkan dan merapikan diri.

"Kakak mandi saja sekarang. Ben bisa memakai pakaian sendiri." ucap adik kecilnya.

"Baiklah, kakak mandi dulu ya. Ben tinggal memakai baju dengan rapi, lalu mengeringkan rambut ya." balas Selena.

"Iya, kak."

Anak kecil itu menghadapkan diri di depan sebuah cermin besar yang tinggi di kamar Selena, sambil memakai bajunya.

Ben memang cukup mandiri dan pandai untuk anak seusianya. Ia dapat melakukan banyak hal seorang diri dengan baik, meski terkadang masih belum sempurna.

Beberapa jam kemudian..

"Selesai." ucap bocah itu.

Ben melihat pantulan dirinya sendiri di depan cermin dengan puas, seakan berkata 'kamu terlihat keren' kepada dirinya sendiri.

"Wah, Ben memang pandai. Yuk, kita berangkat." ucap Selena, sambil mengelus kepala adiknya.

Ben tertawa kecil, lalu mengikuti Selena keluar dari kamar.

"Papa, Mama. Kita berangkat dulu ya." kata Selena, berpamitan dengan kedua orang tuanya.

"Iya, Nak. Kalian harus berhati-hati ya." ucap kedua orang tua mereka, sambil melambaikan tangan.

Selena telah memesan layanan taxi yang sedang populer dan aman, berjulukan Indo Move. Tak lama kemudian, taxi yang berupa mobil biasa itu pun tiba.

Sebelum membiarkan Ben memasuki mobil, Selena dengan cepat mengonfirmasi nomor plat mobil itu dengan mengamatinya sejenak. Mereka pun berangkat ke Sunway Mall.

Tak lama kemudian..

"Mary!" panggil Selena.

"Selena. Oh, kamu mengajak si kecil." ucap Marianna, sambil membungkuk dan menelengkup pipi Ben dengan kedua telapak tangannya.

"Ben, ayo ucapkan salam kepada Kak Mary." kata Selena.

"Halo.. Namaku Ben.." ucap Ben malu-malu.

"Astaga.. imut sekali adikmu, Selena. Nama kakak Marianna. Panggil saja Kak Mary. Ben mau beli apa di Sunway?" tanya Marianna gemas.

"Ben.. mau beli susu dan pisang." jawab anak itu polos dan terus terang.

"Oh, hahaha. Kalau itu sih ada di supermarket, Ben. Nanti setelah kita jalan-jalan, kakak akan menemani Ben menuju supermarket di lantai dasar ya." kata Marianna dengan senyuman.

"Kak Selena mau beli apa?" tanya bocah itu kepada kakaknya, secara tidak terduga.

Selena merasa gemas dan senang karena adik kecilnya juga memperhatikan dirinya.

"Kakak mau membelikan apa saja yang disukai oleh Ben." jawab Selena.

"Tidak. Tidak bisa begitu!" berontak bocah itu.

"Eh, kenapa Ben?"

"Kakak harus membeli sesuatu yang bagus, seperti kalung yang kakak pakai itu!" Ben menunjuk ke arah leher kakaknya.

Mata Selena dan Marianna seketika tertuju pada kalung emas berbentuk hati kecil yang dikenakan oleh Selena.

Kalung itu adalah pemberian Bryan sewaktu Selena berulang tahun..

"Ah.. kalau itu kakakmu belum punya cukup uang untuk membelinya, Ben. Ayo, kita beli sesuatu yang lezat sebagai permulaan." ajak Marianna, mengalihkan perhatian Ben.

Marianna menyadari perubahan ekspresi wajah sahabatnya, sehingga ia sengaja mengajak Ben untuk membeli makanan. Lalu, sambil menggandeng tangan Ben, gadis itu sesekali melirik ke arah Selena yang berjalan melamun di belakang mereka.

"Oh iya." ucap Marianna, seraya berhenti melangkah.

DUKK

Tanpa sadar, Selena menabrak tubuh temannya pelan karena berjalan sambil berpikir dalam dunianya sendiri. Marianna sengaja berbuat demikian agar Selena kembali memikirkan acara berjalan-jalan yang berbahagia ini.

Mungkin Selena masih belum dapat melupakan Bryan. Kuharap dia baik-baik saja dalam 2 atau 3 bulan kemudian. batin Marianna.

1
Mbak Lorlei
Mampir tor
Ochan95
Bagus
Muhammad Ari
keren thor... ijin promo ya, jgn lupa baca dan mampir di novel dg judul "sudden kiss" ya 😇😇😇
Momiji
Bagus sekali. Ditunggu up karya yg lain 😊
Mbak Bintang
Aku suka banget sm karya2mu thor. Trs semangat berkarya yah
Manami
Keren ceritamu thor. Konsepnya remaja jadi ingat masa SMA ku hehe 😌
Fitri Hastutik
visualx thor
Ivamaisya desnasyah
Yuk mampir di novel ku judulnya AKU,KAMU dan CERITA KITA❤❤❤❤❤❤
Panda CEO: ok boleh kak ☺ nanti aku mampir ya
total 1 replies
Yunita_Ratsa
Hai 😍 ikutan baca DUA RANJANG yuuuk

Bikin gregetan, menguras emosi pastinya

ditunggu ya ❤❤❤❤❤❤❤

💙💙💙
Panda CEO: ok kakak 😊
total 1 replies
Hery Ji Tawwa
mantap karya mu bagus
Panda CEO: makasih kakak 😊
total 1 replies
Ayunina Sharlyn
hmm.. oke nih...
Panda CEO: makasih kakak ☺
total 1 replies
Chitose Ayaka
❤❤💯
Barbie
OHHH 😱😻👍💖
🎀 Ayane 🎀
😍😍😍
Tante Yami
So Cool ~
Honey~oHoney
Suka bangett sm endingnya yg baru ini 💖💖 sblm nya ud bagus, tapi yg ini sempurnaa
BlueG
Mantapp 😆😝
Choco Lata🍫🤺
Kerennn cute sekali ceritanya ! Aku sukaaa
Justin AAA
Sipp tambah teruzzz WKWK
ABBABP
mau tambah nih thor. boleh?? 😎😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!