NovelToon NovelToon
SOPHIA

SOPHIA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Patahhati / Cinta Terlarang / Enemy to Lovers / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:4.8M
Nilai: 5
Nama Author: Tris rahmawati

Menjalin hubungan terlarang bersama mantan kekasihnya didalam kediaman keluarga Hollarck alias keluarga kekasihnya sendiri adalah sebuah ketegangan untuk Sophia.

Namun tidak untuk Felix, tangan kanan keluarga Hollarck tersebut yang menganggap semuanya adalah hal biasa saja dan malah menjadi tantangan menarik untuk hubungan mereka.

•••


"Sudah di bagian bumi lain bahkan aku masih saja bertemu dengan mu!"

Felix menyeringaikan cibiran, "Lalu kenapa? Apakah kau fikir kita akan berjodoh, kau sangat lucu... hahah lalu apakah menurut mu anjing dan kera berada dalam satu kebun binatang lalu terpisah bertahun-tahun, kemudian bertemu di kebun binatang lain lalu mereka akan berjodoh, menikah, lalu mempunyai anak dan bahagia? Huh...kisah yang indah."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tris rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21

Situasi semakin tidak kondusif, Elleza mulai panik sebab Sophia tidak kunjung kembali, para anak buah dari Dominique sudah dikerahkan ke tempat dimana Florence dan Sophia menginap.

Namun kamar yang Florence katakan tempat ia dan Sophia tidur itu pun bahkan sudah kosong.

Tidak ada yang tahu bahwa Felix sudah berpindah ke kamar lain setelah melihat anak buah Dominique disana.

Mereka benar-benar menikmati kualitas waktu mereka berdua disana, Walau tidak ada lain selain Sophia yang tidur dan Felix yang terus mengusiknya sebab tidak bisa tertidur.

Hingga menjelang malam, keduanya pun baru saja usai makan malam di kamar, Felix pun memutuskan untuk kembali, “Sudah selesai makannya bukan?” lihat Felix piring-piring yang sudah kosong di meja kecil dihadapan Sophia.

Tayapan Sophia memelas ia memeluk lelaki yang berdiri didepannya duduk.

“Aku takut kembali!”keluhnya

Felix mengangkat dagu Sophia dengan menatapnya, “Tapi kita harus kembali, jalani peran mu seperti biasa, aku yang akan selesaikan semuanya, kita tidak akan lama lagi disana bersabarlah.” Kecup Felix rambut Sophia menenangkan.

Sophia menggeleng, “Tidak lama, tapi kita tidak bisa pastikan kapan bukan?” Sophia gusat.

Felix pun memutuskan duduk disebelah Sophia, “Percayalah ini tidak akan lama, mungkin 2 atau tiga bulan.”

Sophia menarik nafasnya berat, “Bagaimana jika— seketika saja bibir Sophia di tahan Felix dengan jemarinya.

“Ucapkan yang baik-baik, sayang… kita sedang mengusakannya, jika mungkin ini lama, aku akan membuatmu lebih dulu pulang ke Manila.”

Raut Sophia tidak suka, dia pun menarik Tangan Felix, “Aku tidak mau kembali sendiri aku ingin pulang bersama!”

“Iya…”Felix menarik tubuh Sophia mengusap-usap lengannya.

Tidak lama mereka pun siap keluar dari hotel, siap untuk kembali pada dunia mereka masih-masing.

Felix membuat Sophia kembali menggunakan taxi sementara dia tidak kembali ke Pallezo melainkan langsung ke gudang sebab sangat bahaya jika rutenya di baca oleh keamanan dari d’Hollrack dia kembali bersamaan dengan Sophia.

Keduanya berpisah disana, seakan tidak ingin berpisah dan kembali seperti semula Sophia terus saja berpegang pada lengan Felix, menahannya kuat, membuat Felix terkekeh atas Sophia yang menekuk wajahnya.

“Kau jauh seperti anak kecil jika seperti ini, kita masih akan bertemu seperti biasa, aku tidak akan kemana-mana.”

“Aku menjadi takut menghadapi mereka semua jika seperti ini.”

Felix menggeleng, “Aku percaya kau bisa!” cup saru kecupan mendarat di dahi Sophia.

 Felix pun membuat Sophia masuk kedalam taksi disana, kemudian melambai memerintahkan sang supir taxi segera pergi.

... •••...

Perjalanan yang cukup jauh, mobil Felix yang tadi berada di belakang taksi pun kini sudah berpisah arah saat berada di distrik kota, Ia meneruskan perjalanan menemui Gio.

Masih dengan perasaan gusar, kedua tangan Sophia bertaut, memainkan jemarinya saat taksi sudah hampir tiba di Pallezo.

Elleza dan yang lain sedang menunggu kabar Sophia kembali mereka berkumpul di ruangan besar Pallezo menunggu kabar dari para anak buah Hollrack yang mencari disana.

Florence tampak di marahi Elleza sebab meninggalkan Sophia sendiri, kota ini sangat asing untuk orang Asia seperti Sophia sebab dia tidak bisa berbahasa mereka dan tidak tahu jalan untuk kembali.

Dari pintu utama Pallezo tiba-tiba saja tampak Sophia berjalan masuk ke dalam, Ia masih menggunakan pakaian milik Florence saat kembali, sengaja tidak membuat curiga

“Sophiaaaaaaa! Akhirnya kau kembali!” teriak Elleza di ruangan utama. Serra dan Florence pun bangkit menatap dari atas hingga kebawah penampilan lusuh Sophia. “Akhirnya kau kembali sayang!!” Antusias Elleza memeluknya.

“Bagaimana cara mu kembali, Sophia!” Seru Serra.

“Iya, bagaimana kau kembali, ada banyak orang yang mencari mu disana, tapi katanya kau sudah kembali.”

Sophia melepaskan pelukan Elleza, Ia berusaha tenang nepiskan rasa gugupnya, “Aku tersesat ke daerah lain, namun bersyukur menjelang malam tadi ada seseorang yang tahu Pallezo ini dia pun menghantarkan ku kesini.”

“Kau tersesat?” Shock Serra, “Semua ini karena mu Flo, kau tidak bertanggung jawab!  kau bermasalah dengan Felix, Sophia terkena imbasnya!” marah Serra.

“Kau fikir aku mau ini terjadi? Semua diluar kendaliku, aku bahkan kesulitan untuk kembali tadi pagi!” balas Florence tidak mau kalah.

Serra mengendik acuh, persetan dengan itu semua setidaknya Florence dan Felix sudah berakhir, Serra menyimpan bahagi mendapati kesempatan untuk bisa bersama Felix.

“Terserah, intinya kau tidak bisa di percaya Flo, mungkin saja kau dan Felix bertengkar sebab dia sudah bosan dengan wanita seperti mu dan sudah mendapatkan wanita lain!” cecar Serra.

Tatapan Florence sengit, menatap penuh kebencian pada Serra, “Kau tidak tahu apapun tentang aku dan Felix lebih baik urusi saja dirimu, dan berkacalah, hanya wanita murahan yang mengharapkan bisa memiliki pasangan wanita lain!”

“Tutup mulutmu!” sentak Serra.

Satu langkah Florence maju menentang Serra, “Kenapa? Apakah ada masalah, aku mengatakan yang sebenarnya, bukan?”

“Kau yang murahan!” Dorong Serra seketika Florence.

Florence terlonjak, “Berani sekali mau—”

“Florence, Serra! Apa-apaan kalian!” Bentak Elleza seketika mendekat. “Ada apa dengan kalian berdua! Sudah malam kembali lah ke kamar mu Serra, Florence kau segera pulang atau tidak pergilah ke studio!” Elleza menatap kesal pada keduanya, ia berlalu, mengajak Sophia untuk ikut bersamanya.

...•••...

Sophia dan Elleza berjalan di sisi lain menuju kamar mereka masing-masing, dengan sedikit ragu dan menimbang sesaat Sophia menoleh pada Elleza.

“Mom? Apakah sudah ada kabar tentang Nick?”

“Dia sedang sangat sibuk berada di sebuah tempat yang terbatas signal, sangat susah untuk memberikan kabar, tapi kau tenang saja Nick baik-baik saja,”

Terbatas signal? Nick berada di perkotaan bukan daerah terpencil yang jauh dari akses internet, kenapa elleza membuat alasan yang terlalu klise dan tidak masuk akal.

“Tapi Mom—

“Sophia, Mom senang kau kembali, seharian aku tidak bisa beriatirahat memikirkan mu, rasanya aku butuh istirahat sekarang, kau kembalilah ke kamar mu, bersihkan dirimu, sampai jumpa besok pagi.” Elleza mengusap pada pundak Sophia, kemudian berjalan cepat berlalu begitu saja.

Sophia menatap bingung pada Elleza yang berlalu, ada apa sebenarnya, apayanga terjadi, mungkinkah Elleza tahu yang sebenarnya namun dia menutupi.

Entahlah….

Sophia pun berlalu berbelok masuk ke kamarnya, ia serahkan semuanya pada Felix lelaki itu pasti juga sedang mencari tahu.

...•••...

Suasana di gudang tampak tegang, baru saja sistem keamanan mereka di bobol semua akses pintu yang menggunakan identifikasi wajah berhasil terbuka begitu saja dengan sendirinya.

Tidak hanya di gudang produksi, namum juga di perkebunan, 2 ratus hektar sengaja di sirami oleh Zat kimia yang di lancarkan melai beberapa pipa irigasi jalur utara, beberapa pekerja perkebunan terkenak imbas mengalami ispa sebab aroma dari zat beracun yang tidak sengaja mereka hirup.

“Kejahatan terniat! Bukan orang biasa!”Felix tampak sedang melacak jaringan-jaringan yang meretas sistem mereka disana, “Ini jelas bukan perorangan atau kelompok kecil, ini kelas besar dan jaringan International, mereka Jaringan yang sering membobol sistem bank! Gio, tanyakan pada management apakah disana aman?”

“Dygta baru saja menghubungi, sistem mereka down, sepertinya di kirim bug bertubi-tubi, bahkan nyaris mati total, beberapa data keungan juga tidak sinkron, mereka sepertinya juga ingin melakukan pencurian data, beberapa kali database milik d’hollrack hilang, namun sempat kembali lagi.”

“Sangat jelas bukan,  Damian, ini musuh Dominique lainnya!”

Gio bangkit mendekat pada Felix melihat lelaki yang tampak serius pada deretan tulisan-tulisan sistem dihadapannya, “Bagaimana kau bisa?”

“Hampir, apakah kau yakin saat pintu berhasil bobol tidak sesuatu yang mencurigakan masuk kedalam gudang?” Selidik Felix tanpa menoleh.

“Tidak ada aku pastikan memang tidak ada!”

“Kau mengenal Carlos Hagen?” Tanya Gio.

“Ada apa? Dia pimpinan Hagen, siapa yang tidak kenal dia musuh bebuyutan Dominique dahulu, berkali-kali masuk tahanan, sebagai penghasil cocaine dan pembobolan bank, ia juga yang melakukan peretasan di gedung permerintahan saat sedang terjadi pertemuan bilateral”.

“Aku menduga dia pelakui ini semua!” tuding Gio.

“Dia? Untuk apa lagi, dia sudah hampir kita buat mati—”

“Aku hanya menduga saja! Jaga kekasihmu, dia tidak baik berada di sini, lebih baik Sophia kau kirmkan kembali ke Manila, ada banyak bahaya disini terlebih dia adalah dikenal sebagai Calon menantu Dominique, tapi jika benar kau ingin memperjuangkannya, dan menjadi pengkhianat untuk Hollrack Family.”

“Shit!Tutup mulut mu! Aku tidak mengkhianati Dominique tapi Nickolas! Lagi pula aq mengambil apapun yang menjadi milikku, Aku melakukan apapun semua perintah Dominique, tidak pernah berkhianat!”

“Omong kosong! Aku sudah lelah dari pagi, mengurus semuanya, saat kau bersenang-senang, sekarang kerjakan semuanya!cepat beritahukan kepada ku jika kau menemukan sesuatu.”

“Apa yang kau cari di rumah mu, tidak ada anak dan istrimu disini.”

“Itu yang ku mau mereka tidak ada disini, aku ingin mereka bahagia hidup normal selayaknya manusia, aku mau tidur! Selamat malam!” Gio pun menghilang di sebalik layar yang menyala.

Felix biasa seperti ini dia sendirian disana mengerjakan pekerjaannya, sebab memang di cinta dunianya.

Beberapa kerusakan sistem berhasil ia pulihkan, Ia juga bersama seorang maintenance gudang sudah memperbaiki semua sistem pintu masuk disana juga menguncinya.

Poros waktu bergerak maju, beberapa hal yanh mencurigakan pun sudah Felix periksa, sukses saja membuat pihak Carlos Hagen kewalahan mendapati serangan balik dari Felix.

Kali ini Felix mulai ingin kembali, ia tidak pernah seperti ini, tiba-tiba saja wajah cantik Sophia tidur terbayan dan berputar-putar di kepalanya.

Felix melirik waktu sudah pukul 4 pagi sepertinya ia harus kembali, tidak menimbang ia pun meminta orang-orang bersenjatanya tetap berjaga dan tidak lengah disana, kali ini bisa saja pihak peneror melakukan serangan langsung bukan hanya kepada keamanan dan perkebunan namun kepada penghuni didalamnya.

...•••...

Di kamar Sophia, wanita itu tengah terlelap, tiba-tiba saja ia mengerjab saat merasakan wajahnya tersapu oleh helaan hangat, netranya melihat samar seseorang di kamarnya yang ia buat gelap saat tidur.

“Felix…” Ya ia sangat hafal itu adalah Felix.

 Lelaki itu pun membuka kedua matanya, kemudian menatap tersenyum pada wanita didepanya. “Tidurlah lagi, masih gelap…”usap lembut Felix pipi Sophia.

Jangan ditanya bagaimana dia masuk, dan ada disana, lelaki itu punya banyak cara untuk hal apapun. 

Sophia pun memajukan dirinya mendekat, kemudian ikut memejam kembali, bohong jika dikatakan ia sangat nyaman, ini tidak nyaman mereka sedang berada di kandang singa, kapan saja singanya bisa murka lalu menelan keduanya.

Dua jam berlalu, keduanya benar-benar terlelap kembali, di ranjang besar kamar Sophia, dengan Felix yang memeluknya.

“Sophiaaaaa!!! Sophiaaaa!!!”

Degh, Felix terjaga, “Sayang…ada yang memanggilmu!”

Sophia yang sedang mengumpulkan kesadaran pun perlahan merespon, “Ha?  Apa?”

“Sophiaaaaaa! Kau belum bangun!” ulang suata itu lagi.

“Serra!” Kata Felix pelan, lelaki itu pun bergegas masuk kedalam kamar mandi.

Sophia mendadak tertawa kenapa seperi Dejavu saat ia hari itu masuk ke kamar Felix lalu bersembunyi di kamar mandi, dengan malas, Sophia pun turun kesana untuk membukakan pintu.

“Ya Serr, ada apa? Ini masih pagi!”

“Aku semalaman tidak bisa tidur, kau tahu di kamarku ada banyak binatang kecil terbang-terbang, sepertinya seseorang sengaja meletakkannya, izinkan aq tidur di kamar mu sampai siang,"

"Tapi toilet ku rusak tidak, kau tidak bisa menggunakannya, aku saja memakai toilet di ruangan makan.

Serra melengos masuk, “Aku tidak butuh toilet, aku butuh ranjaaang…” Seketika saja ia menjatuhkan dirinya disana.

Sophi la mendadak tegang, sepatu Felix berada dibawahnya, secepat kilat Sophia pun mendorong dengan kaki sepatu itu kedalam sana dan benar saja Serra sepertinya mengantuk sekali ia benar-benar sudah terpejam disana.

DIa menghela nafasnya berat akan bagaimana kini Felix keluar, astaga ia menjadi geli seperti ini. slSaat melihat Serra benar-benar tertidur Sophia pun bergegas masuk kedalam toilet yang ia bohongi sedang rusak itu.

Perlahan ia mendorong pintu masui cepat, dan mengunci, netranya menangkap Felix sedang duduk di atas cabinet wastafel menyadar pada kaca melihat pada ponselnya.

Sophia tertawa “kenapa kau juga harus mengalami ini…, ayo keluarlah dia hanya ingin menumpang tidur. “

“Tapi aku yang kurang tidur.” Lihat Felix, Sophia.

Sophia mendekat pada Felix berdiri di hadapannya, “Kenapa lama sekali kembali!”

“Selamat pagi…” Felix meletakkan ponselnya kemudian mengecup pipi Sophia. “Ada banyak pekerjaan sayang… “

“Hum, aku tahu itu…” Sahut Sophia memeluk pinggang Felix memangkas jarak mereka.

“Sudah tahu, kenapa menanyakannya..” Felix pun melingkarkan kedua tangannya pada leher Sophia, memiringkan wajahnya dan— pagutan bibirpun terjadi.

Dua pasang bibir itu pun bergerak dengan lembut, saling meresapi, memperdalam ciuman, dan saling menghisap, hingga tangan keduanya saling menahan memeluk tubuh untuk tidak terlepas, seakan menuntut lebih, terlebih Felix.

Seketika Sophia melepaskan tautan mereka, sebab merasa takut.

“Nick, sudah!”

Felix terperangah, “Nick? kau menyebut namanya saat berciuman denganku— Sophia!!"

"Fellix--Maksud ku.. Bu-bukan..."

 

 

 

1
Nayy
love you to thorr...
makasih buat karya keren nya "sofiafelix" 😍
Nayy: di tunggu thor
total 2 replies
Nayy
sudah thor sudah ampun,capek ngakaknya thor di 3 part ini🤣🤣
Nayy
sumpah thorrrrr
ngakak nya sampek ngik ngik
dari sekian banyak baca novel baru ini yang buat ketawa parahhh
outhor nya serius keuereeeennnnn 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Nayy
laah .... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Lia Yulia
Felix,Jullian dan Gio...dlm keadan seriuspun masih bisa bertingkah konyol😂
Lia Yulia
ya ampun...senam jantung kita dibuatnya😅
Lia Yulia
knp jadi salah sebut nama sih🤦🏻‍♀️bersiaplah kau Sophia😁
Lia Yulia
kaaaaann...bener² g ketebak alurnya...mungkin ini akan jadi salah satu alasan Sophia pergi
Lia Yulia
akhirnya hilang sdh ego yg membentengi mereka...q percaya Felix kesayangan othor ini punya rencana yg tak terduga...
Lia Yulia
jujurlah....kalian masih ada rasa satu sama lain namun ego kalian begitu tinggi...
Lia Yulia
awal yg bagus...selalu bikin penasaran😍😍
dian rahma
reread... dan ternyata masih aja nangis part ini
dian rahma
ini udh baca yg kesekian kali dan tetep aja kebawa tiap suasananya,, dr part lucu, sedih, senyum sendiri, ketawa, ampek tegang nya tetep berasa... ommoo Felix Sophie kalian selalu bikin kangen.
Novita Ae
baca nya perut sampek kaku ketawa🤣🤣
Miamia
bengek 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 baca ulang tetep ngakak brutal 🤣
Miamia
part kocak lucu menggelikan di mulai 🤣🤣
Miamia
iya Felix booking Sofia cuma minta di kerok i🤭
Miamia
baca berulang ulang bab ini menguras air mata 😭
Miamia
bener gio,nyawa harus bayar nyawa 👍
Miamia
baca berulang kali masih aja gedek sama simon,, pengen tak tampol pake pistol
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!