Asyifa Alexandre Saputri sering dipanggil syifa,anak seorang pengusaha yang kaya raya bernama Albert Alexandre.memiliki sifat dingin,keras kepala tapi pintar. kesibukan orangtuanya membuat Syifa melakukan hal hal yang tidak baik,sehingga kedua orangtuanya memasukkan Syifa kepesantren untuk memperbaiki ilmu agama di pesantren milik teman dari ayah adinda kakak dari Albert
namun tidak disangka Syifa malah mendapatkan jodoh
tapi saat dia bertemu jodohnya Syifa mengalami kecelakaan sehingga membuat setengah ingatannya hilang,lalu apa yang terjadi selanjutnya
saksikan kelanjutannya ceritanya di novel yang berjudul "cintaku di pesantren story"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon supriyanti210701, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22.Permintaan maaf Nindi
Mereka berpamitan pada Kyai Ismail lalu mengajak Nindi keluar sebentar untuk mengajaknya pergi ke rumah sakit.
Karena jarak antara pesantren dan rumah sakit tidak terlalu jauh.Nindi dan kedua orangtuanya sampai di rumah sakit,mereka langsung menuju ruang rawat Syifa.
Didepan pintu.
"Assalamualaikum."Salam dari keluarga Nindi .
"Waalaikumsalam,silahkan masuk."
Mereka masuk keruang perawatan Syifa.
"Maaf Pak, Buk kami orang tua Nindi..."Ucapan orang tua Nindi terpotong.
"Jadi kalian orangtua dari orang yang telah menusuk keponakan saya,apakah kalian selalu mengajarkan kekerasan pada anak kalian sehingga dia bisa melukai Syifa."Marah Papa Adinda sembari berteriak.
Papa Adinda langsung mengangkat tangannya untuk menampar pipi Nindi tapi terhenti.
"Hentikan Pa."Syifa menghentikan perbuatan Faris.
"Jangan pernah Papa menampar pipi Nindi,jika itu terjadi berarti sama saja Papa telah menampar pipi Syifa"
Faris menarik nafas panjang lalu membuangnya untuk merendahkan amarahnya.
"Buat apa kalian kemari?jika hanya untuk membujuk kami untuk tidak melaporkan anak anda ke polisi maka pergilah karena kami akan tetap melaporkan anak anda ke polisi."
"Kami mau minta maaf kepada Syifa atas perilaku anak kami."Jelas Ayah Nindi tertunduk malu.
"Kami sudah memaafkan kalian berdua tapi tidak dengan anak kalian.Anak kalian yang bersalah kenapa kalian yang harus minta maaf.Ajarkan kepada anak kalian apa itu rasa bertanggung jawab atas setiap kesalahannya."Ucap Faris panjang lebar.
"Loh kenapa Pa, mereka sudah meminta maaf pada Syifa.Ayah dan Ibu Syifa saja tidak pernah meminta maaf kepada orang yang sudah Syifa ajak berantem,ini hanya tusukan pisau saja Pa."Bujuk Syifa.
"Lagi pula kasihan orangtua Nindi kalau anaknya masuk penjara."Lanjutnya lagi.
"Tidak Syifa, dia harus mendapatkan balasan yang setimpal."Balas Faris tak mau kalah.
"Baiklah biarkan Syifa yang akan memberikan dia hukumannya."
Semua orang terdiam karena ucapan Syifa yang tadinya tidak mau Nindi dimasukan ke penjara dan tiba tiba ternyata dia yang akan ingin memberikan hukuman.
"Dia akan mendapatkan hukuman,dia harus menjadi teman Syifa dan dia juga harus menganggap Syifa sebagai Adiknya sendiri."
Semua orang semakin terkejut mendengar hukuman dari Syifa untuk Nindi.
"Apakah kamu yakin Syifa pada ucapan mu?"tanya Nindi meyakinkan. "Akulah yang membuat kamu celaka seperti ini tapi kenapa kamu hanya menghukum ku seperti itu."
"Iya Syifa sudah benar kok Mbak dan jika ada yang tidak setuju maka Syifa tidak akan mau makan." Syifa mengancam sambil mencibikan bibirnya.
Adinda merasa kesal pada Syifa.
"Dek kenapa seperti itu,kamu bela belain dia yang tidak pernah menyayangi kamu bahkan membenci kamu."
"Kak, Syifa gak pernah mendapat kasih sayang dari ayah sama Ibu Syifa.Sedangkan orangtua Mbak Nindi menyayangi Mbak Nindi gak mungkin Syifa akan memisahkan anak dengan orangtuanya.Padahal Syifa tau betapa sedihnya jika jauh dari orangtua ."Ucap Syifa sambil menangis.
"Ya ampun betapa baiknya Syifa,wajar saja jika banyak orang yang suka dengan dia termasuk Ustadz David,dia memang lebih pantas dari pada aku."Batin Nindi tersentu.
"Hey sayang disini ada kami yang selalu akan menjaga dan menyayangi kamu." Mama menenangkan Syifa
Sedangkan Adinda hanya memeluk Syifa.Nindi yang melihat Syifa menangis langsung mendekat
"Apakah aku juga boleh memelukmu?"tanya Nindi sedikit ragu dan gugup.
"Aku akan menganggap mu seperti Adikku sendiri,bahkan jika ada orang yang akan menyakitimu aku lah yang akan membalasnya."Batin Nindi yakin.
Kedua orangtua Nindi hanya mendengar dan melihat kearah Nindi.
"Tentu saja Mbak,kemarilah sekarang Mbak Nindi akan menjadi Mbak Syifa juga."
Semua orang merasa bahagia melihat Syifa bahagia.Kedua orangtua Nindi mendekat ke arah Syifa.
"Nak sekarang kamu panggil saya Ayah dan istri saya Ibu ya."Ucap Ayah Nindi sambil mengelus puncak kepala Syifa.
"Baiklah Syifa sangat senang jika banyak orangtua meskipun bukan orangtua kandung."
"Maaf sebelumnya kami permisi pulang dulu karena ini sudah sore,nanti kami akan sering membesuk Syifa ya."Pamit Ayah Nindi.
Setelah berpamitan mereka keluar dari pintu ruangan Syifa untuk pulang.
_________Di rumah Kyai Ismail_______
David tidak mengetahui bahwa Syifa sedang berada di rumah sakit,saat ia pulang dari kantor.
"Assalamualaikum."Salam Ustadz David baru pulang.
"Waalaikumsalam."Jawab mereka yang sedang bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit.
"Wah kok semua sudah rapi,emangnya Umi sama Abi mau kemana?"tanya Ustadz David penasaran
"Mau menjenguk Syifa di rumah sakit."
"Ada apa dengan Syifa?"tanya Ustadz David khawatir.
" Nanti saja minta penjelasan nya sekarang kamu mau ikut tidak ke rumah sakit?"tanya Abi pada Ustadz David yang masih khawatir.
"Tunggu sebentar David mandi dulu"
David bergegas dia pergi ke kamar lalu mandi,sholat dan makan setelah selesai.David dan kedua orangtuanya langsung melajukan mobil mereka ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit.Mereka menuju ruang rawat Syifa,saat didepan mereka mengucapkan salam.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam"
David yang melihat Syifa berada di kasur pasien langsung mendekat kearah Syifa dan menggenggam tangan Syifa.
"Kenapa kamu seperti ini?"tanya Ustadz David masih khawatir.
"Saya baik baik saja kok us...Mas David, tadi hanya luka kecil saja."
"Jika memang luka kecil kenapa kamu dibawah ke rumah sakit?"
Syifa hanya terdiam,tiba tiba terdengar suara.
"Ehmm,halalin dulu baru boleh pegang tangan Syifa ok."Larang Abi.
David langsung melepaskan genggaman tanganya.
Mereka tertawa melihat tingkah David,tapi tidak dengan Adinda dia hanya diam.
"Hey,hati kenapa kamu harus sakit hanya karena David menggenggam tangan Syifa.David musuh kamu jangan pernah mencoba untuk menyukai nya paham."Batin Adinda meyakinkan hatinya.
Bukanya malu karena tindakannya tapi dia malah khawatir.
"Kenapa saya mencemaskan jika nanti Adinda akan sakit hati saat saya menggenggam tangan Syifa."Batin Ustadz David cemas.
David hanya mengabaikan perasaannya.
"Ingat David Syifa lah calon makmummu bukan si kuntilanak itu."Lanjut batinnya lagi.
______________________________________
Setelah 2 hari kemudian Syifa telah sembuh dia telah diperbolehkan untuk pulang,semua orang ada di rumah sakit untuk menjemput Syifa kecuali orangtuanya.Bahkan Ayah dan Ibu Nindi saja ikut menjemput nya.
Saat masih diruang perawatan.
"Syifa kamu boleh pulang ke rumah mu untuk beberapa hari karena keadaan kamu belum cukup membaik."Jelas Abi kepada Syifa.
"Tidak Abi, Syifa akan pulang ke asrama,di rumah sangat sepi seperti sedang berada di kuburan karena Syifa tidak mempunyai teman."Tolak Syifa halus.
"Selama ini Syifa tidak kabur dari pesantren karena di pesantren ada banyak teman jadi Syifa tidak kesepian,"timbalnya lagi.
"Gak boleh nanti kamu kenapa- napa saat di asrama gimana, Umi gak mau sakit kamu bertambah para karena tidak ada yang jagain kamu."Ucap Umi khawatir.
"Gimana kalau kamu untuk beberapa hari tinggal saja di rumah Umi,jadi Umi bisa merawat kamu."Umi memberi saran.
"Tapi nanti Syifa merepotkan Umi." Syifa masih kekeh menolak.
"Umi tidak pernah merasa direpotkan oleh Syifa malah Umi senang jika Syifa tinggal bersama Umi."Paksa Umi Zahra.
"Umi sudah menganggap Syifa dan Adinda itu seperti putri Umi sendiri."
"Gak bisa Umi gimana nanti dengan Kak Adinda,pasti dia merasa kesepian karena tidak ada Syifa yang sangat lucu ini."Ucap Syifa memuji dirinya sendiri.
"Kak Adinda juga bisa tinggal di rumah Umi, untuk menemanimu sayang."
"Wah kalau seperti itu Syifa gak bisa nolak lagi dong, Umi memang pintar membuat Syifa harus memenuhi keinginan Umi."Puji Syifa dengan wajah polosnya itu.
Mereka semua tertawa mendengar ucapan Syifa.
**Tetap baca episode selanjutnya dan jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian di sini dengan cara like,komen,beri bintang dan votenya ya
"terimakasih**"
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
tapi masih sayang dan perhatian itu melebehi segalanya