SELAMAT MEMBACA🤗🤗🤗
Tentang perjodohan konyol yang dilakukan oleh kedua orang tua mereka membuat Raffa dan Kaila tumbuh dewasa lebih cepat
Raffa Arsenio mau tak mau menyetujui permintaan papanya untuk menikah karena terlibat janji dengan sahabatnya.
Kaila Leteshia diam-diam menyukai Raffa namun ia tidak bisa mengungkapkan perasaannya kepada Raffa dan entah keberuntungan apa yang ia dapat hingga suatu hari orang tuanya menjodohkannya dengan laki-laki yang ia cintai.
Awal pernikahan mereka saling berusaha untuk terbiasa satu sama lain dan Raffa berusaha untuk mencintai Kaila dengan hatinya.
Namun apakah cinta keduanya akan berjalan mulus? apa saja masalah yang akan dihadapi oleh keduanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Listri Amanda Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kantin
Kaila menatap punggung lebar Raffa yang berlalu di depannya, ketiga teman Raffa yang lain ikut berlalu. Kaila hanya menghedikkan bahunya bingung, ia masuk ke dalan kantin juga dan menghampiri Elisa yang tengah menyantap somay dan juga minuman dingin miliknya.
"Lo gak nungguin gue sih!" protes Kaila, ia duduk di depan Elisa dengan wajah kesal.
"Eh gue lupa La! hehe.. sorry ya, lo mau makan apa? biar gue aja yang pesenin." ucap Elisa.
"Serius lo?" tanya Kaila.
Elisa menganggukkan kepalanya, "Serius! tapi pake duit lo ya!" katanya sambil tersenyum lebar.
Kaila mencebikkan bibirnya namun ia tetap mengeluarkan uang dari dalan dompet miliknya dan memberikannya kepada Elisa.
"Somay aja kek elo." ucap Kaila.
Saat Elisa pergi, Kaila menunggunya sambil bermain ponsel miliknya, saat ia membuka ponselnya ada satu pesan dari Raffa untuknya langsung saja Kaila membacanya.
"Pulang tunggu diparkiran, jangan kemana-mana "
Kaila mengedarkan pandangannya mencari Raffa dan ia menemukan Raffa yang tengah makan bersana ketiga temannya, Kaila menatap tak berkedip kepada Raffa hingga Raffa ikut menatap ke arahnya dengan tajam.
"Sayang!" pekik Celine, ia menepuk pundak Raffa kemudian duduk di samping kekasihnya itu sambil memakan bakso bakar miliknya.
"Eh sayang..." Raffa langsung tersenyum manis kepada Celine dan tentu hal itu membuat Kaila merasa seperti teriris, ia langsung membuang muka ke arah lain dan menyimpan ponselnya di dalan saku roknya.
Gue gak boleh cemburu! gak! Raffa gak cinta sama gue, gue gak boleh cemburu!
Kaila menepis perasaannya sebisa mungkin, ia tidak mau semakin jatuh kepada Raffa sebelum Raffa mengakhiri hubungannya dengan Celine dan menyatakan cinta kepadanya.
"Kenapa lo bengong aja!" ucap Elisa, ia duduk di depan Kaila seperti sebelumnya lalu meletakkan Somay milik Kaila.
"Thank you.." ucap Kaila.
Elisa menganggukkan kepalanya, ia kembali memakan makanannya dengan lahap, mengusir segala rasa kesal dan panas diotaknya karena ulangan harian yang begitu menyesakkan untuk dirinya sendiri.
"La, Raffa gak ada niatan buat putusin Celine?" tanya Elisa tiba-tiba.
Kaila tersedak, ia menepuk-nepuk dadanya pelan lalu mengambil minuman miliknya yang juga sudah dipesan oleh Elisa tadi.
Raffa yang tengah berceloteh dengan ketiga temannya dan Celine langsung melirik ke arah Kaila begitu mendengar suara batuk, tersirat sedikit rasa khawatir saat melihat Kaila namun ia segera menepisnya begitu melihat Elisa menjaga Kaila dengan baik.
"Pelan dong La, gue cuna nanya gitu doang elo udah kaya gitu, gimana kalau gue nanya kapan gue dapet ponakan dari elo." ceplos Elisa.
Kaila langsung membelalakkan matanya saat mendengar perkataan Elisa, refleks ia memukuk bahu temannya itu dengan kuat sampai Elisa meringis kesakitan.
"Awhhh... La, kok elo mukul gue tiba-tiba sih! inu sakit loh..." adu Elisa.
"Biarin aja, suruh siapa elo ngomong begitu Sa, kita tuh masih sekolah jangan mikirin yang enggak-enggak deh." omel Kaila.
Elisa melirik ke arah Kaila dengan tatapan genit, "Dari omongan lo gue bisa simpulin kalau elo sama Raffa belum ada ehem-ehem kan?" tanya Elisa.
Kaila menutup mulut Elisa secepat mungkin dan menatap mata sahabatnya itu dengan tajam seakan-akan Kaila akan memotong kepala Elisa menjadi dua dengan tatapan matanya saja.
Elisa menepuk-nepuk tangan Kaila yang ada dimulutnya dan Kaila langsung melepaskan tangannya namun matanya masih menatap kesal kearah Elisa.
"Iya-iya gue gak akan nanya begitu disini." ucap Elisa karena ia tahu sahabatnya itu tidak ingin ada satu orangpun yang mengetahui rahasia terbesarnya ini.
Kaila tersenyum senang mendengarnya, namun setelah itu senyumannya langsung menghilang begitu Elisa menggodanya lagi.
"Gue bakal nanyain hal begini kalau kita ada diluar sekolah aja biar lo bebas ngungkapinnya." goda Elisa.
"Btw La, balik lagi deh ke pertanyaan gue yang pertama. Raffa gak ada niatan buat mutusin Celine?" tanya Elisa lagi.
Kaila menghela nafasnya pelan, "Ada Sa, cuma lo sendiri bisa liatkan sebesar apa cinta diantara keduanya dan bukan hal yang mudah bagi gue yang baru masuk ditengah-tengah mereka buat ngerusak hubungan cinta mereka begitu aja." jawab Kaila.
Elisa menganggukkan kepalanya mengerti, "Gue tau La, kalau kaya begini terus lo bakalan lama bisa dapetin hati Raffa sepenuhnya. Lo mau cuma bisa dapetin raga Raffa aja seumur pernikahan elo La?" tanya Elisa.
Kaila terdiam, ia merenungkan pertanyaan Elisa di dalan hatinya. "Gue gak masalah Sa, walaupun Raffa gak cinta sama gue tapu dia bisa ngejaga dan melindungi gue dengan baik." jawab Kaila pelan.
Astaga La, kenapa lo harus bohong sih! mana ada orang yang akan diem aja kalau suaminya mencintai orang lain bukan dirinya sendiri! gumam Kaila dalam hatinya
Elisa menelisik kedalam mata sahabatnya itu, ia menggelengkan kepalanya. "Gue tau La, elo bohong sama gue. Tapi it's okay ada beberapa hal yang memang gak mesti lo jelasin ke gue." gumam Elisa dalan hatinya.
Kaila dan Elisa akhirnya menghabiskan makanannya dalam diam, mereka berdua tidak berbicara sama sekali kecuali.
...💜💜💜...
Begitu bel berbunyi sebanyak 3 kali, Raffa langsung buru-buru membereskan peralatannya karena bel tersebut pertanda jika waktu belajar sudah habis dan para murid bisa kembali pulang kerumahnya masing-masing untuk beristirahat.
Alex dan Ravi mengernyitkan dahinya saat melihat Raffa dengan begitu tergesa-gesa membereskan peralatannya.
"Buru-buru banget lo bro! mau kemana?" tanya Alex.
Raffa melirik, namun ia tak langsung menjawab pertanyaan dari Alex. Begitu ia selesai membereskan peralatannya, ia baru melirik kearah Alex.
"Mama gue mau belanja, gue disuruh langsung pulang." jawab Raffa cepat.
Alex, Aksa dan juga Ravi saling melempar pandang, Ravi menghedikkan bahunya taj tahu dan Aksa juga langsung membalikkan badannya seakan bodo amat namun diam-dian ia akan mencari tahunya.
Seluruh murid berdiri untuk berdoa dan memberikan salan kepada guru sebelun mereka diperbolehkan pulang.
Dan begitu guru keluar, Raffa juga langsung berjalan menuju ke parkiran agar tak satu orangpun melihat Kaila dan dirinya bersama.
"Gue duluan!" ucap Raffa kepada ketiga sahabatnya itu dan hanya Alex yang menganggukkan kepalanya menjawab.
Tak lama setelah Raffa pergi, Celine datang menghampiri Alex dan dua lainnya.
"Raffa mana?" tanya Celine.
"Udah pulang!" jawab Ravi dengan cepat, Celine langsung terdiam, tidak biasanya Raffa pulang mendahuluinya karena biasanya Raffa akan menemuinya dulu.
Raffa langsung masuk ke dalam mobilnya, sudah banyak para murid yang ada disana yang tengah sibuk dengan kendaraannya masing-masing.
Raffa menunggu Kaila didalam mobilnya, ia menghidupkan mesin mobilnya dan menyalakan ac karena merasa kepanasan.
Sedangkan Kaila tengah berjalan mengendap-endap, ia bersembunyi dibalik mobil lalu melirik ke arah sekelilingnya, dan saat aman ia kembali berjalan dengan mengendap-endap menuju ke mobil Raffa.
Kaila langsung masuk ke dalam mobil sambil berlari, Raffa sampai terkejut saat melihat Kaila yang tiba-tiba masuk dan menutup pintu dengan kuat.
"Lo ngagetin gue aja La, sumpah." oceh Raffa.
btw siapa yg d'pesan raffa TF uang yyyy 🤔
moga aja celine g'ada niatan n rencana jahat buat misah'in kaila n raffa 😏