Zein Aditya Atmanegra seorang pemilik Perusahaan terbesar dan seorang Putera Mahkota dikeluarganya harus berhadapan dengan wanita yang sangat menyebalkan yang bernama Karren Puteri Pratama seorang Puteri dari keluarga yang sama kayanya dengan Zein.
Zein tidak menyadari kalau Karren adalah anak gendut yang selalu mengganggu dan mengikutinya dulu.
Bagaimana keseruan Zein dan Karren yang selalu tidak pernah akur ketika bertemu,akankah akhirnya mereka saling jatuh cinta?sementara keduanya saat ini sama-sama sedang menjalin hubungan dengan pasangan masing-masing.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari Pernikahan
👑
👑
👑
👑
👑
Zein mengantarkan Lovely sampai lobbi, dilobi kebetulan Romi baru saja datang setelah Zein menyuruhnya menemui seseorang untuk memberikan berkas-berkas penting.
"Mbak Lovely," sapa Romi.
"Hai Rom, darimana kamu?" tanya Lovely.
"Biasalah Mbak, kalau kacung gini kesana-kemari ga pernah diam ditempat," jawab Romi.
Milly yang saat itu baru saja disuruh mengambil kiriman di Resefsionis, melihat ada Lovely langsung berlari menghampirinya.
"Mbak Lovely, Milly kangen sama Mbak," seru Milly sembari memeluk Lovely.
"Lho Milly, kamu kerja disini?" tanya Lovely.
"Iya Mbak, Milly lagi magang disini."
"Bos kamu galak ga, kalau galak kamu pindah saja ke Perusahaan Mbak," ucap Milly sembari melirik kearah Zein.
"Enggak kok Mbak, Kak Zein ga galak dia baik banget."
"Tuh kan Mbak denger apa yang dikatakan Milly."
"Iya, baiknya cuma sama Milly sama yang lain tetap aja galak. Jangan galak-galak Zein, nanti semua cewek malah ngejauhin kamu lagi."
"Apaan sih Mbak, udah sana tuh mobilnya sudah ada."
"Ya sudah, semuanya aku pergi dulu ya."
Lovely pun segera memasuki mobilnya dan pergi meninggalkan Perusahaan Zein.
"Hai, ngapain masih disini? sana kerja," ucap Zein dengan dinginnya.
"Ih Kak Zein, Milly nyesel muji-muji Kak Zein barusan di hadapan Mbak Lovely."
Milly segera berlari menuju ruangannya sementara Zein tampak tersenyum melihat tingkah Milly.
Disaat Zein dan Romi berjalan kearah ruangannya, Karren menghentikan langkah Zein.
"Pak, apa wanita yang barusan kekasih Bapak? kalau iya, kenapa Bapak mau melakukan pernikahan denganku yang jelas-jelas sudah ketahuan akhirnya akan seperti apa. Wanita barusan kelihatan baik, ramah pula pasti Tante Kinan akan menyukainya," seru Karren dengan lantangnya.
"Mommy memang sangat menyukainya, dan aku juga sangat menyayanginya, tapi sayang aku tidak bisa menikahinya," jawab Zein ketus.
"Kenapa? apa kamu ingin menyiksaku?" kali ini Karren berani menatap mata Zein.
"Apa sih maksud kamu? aku ga ngerti," tanya Zein.
"Kenapa Bapak tidak menikah saja dengan wanita yang barusan, dan batalkan pernikahan terpaksa itu denganku biar kita sama-sama nyaman."
"Dasar bodoh, kalau memang wanita barusan kekasihku, aku juga ga mau nikah sama kamu. Wanita yang barusan itu adalah Kakak sepupuku."
"Apa? Kakak sepupu?" tanya Karren dengan polosnya.
"Iya, kenapa kamu sampai emosi seperti itu? oh aku tahu, jangan-jangan kamu cemburu ya sama aku," ucap Zein dengan membungkukkan badannya kearah Karren sehingga Karren pun dengan reflek memundurkan tubuhnya.
"A--apa cem--cemburu? ma--mana ada aku cemburu jangan ngaco deh kalau ngomong," ucap Karren gelagapan.
"Nah kan, tuh wajah kamu merah kaya gitu jangan bohonh deh, bilang aja kamu cemburu iya kan?" goda Zein.
"Apaan sih, ogah banget aku cemburu sama orang kaya Bapak," dengan ketusnya Karren duduk dan langsung mengotak-ngatik komputernya untuk mengalihkan wajahnya yang memang sudah memanas.
"Dasar, udah ketahuan juga ga mau ngaku dasar cewek aneh," ucap Zein yang langsung pergi masuk kedalam ruangannya.
"Apa dia bilang, cewek aneh? dasar nyebelin banget sih tuh orang. Eh tapi, gue malu banget ternyata wanita cantik itu Kakak sepupunya Pak Zein, ah pantes aja si manusia kutub itu bilang gue cemburu, emang tadi gue udah marah-marah ga jelas kaya orang yang cemburu, ah dasar bodoh, bodoh, bodoh," gerutu Karren dengan memukul-mukul kepalanya pelan.
***
Waktu pun berjalan sangat cepat, hari ini adalah hari dimana Karren dan Zein akan melangsungkan pernikahan mereka.
Seperti keinginan Karren dan Zein, mereka tidak mengundang siapa-siapa hanya keluarga kedua belah pihak saja yang datang. Saat ini Zein sudah menunggu di bawah berhadapan dengan seorang Penghulu.
Sementara Karren tampak baru selesai dirias, Karren begitu sangat cantik menggunakan kebaya warna putih yang melekat ketat di tubuhnya, rambutnya yang dibuat sanggul menambah keangguanan seorang Karren.
"Astaga, kamu cantik banget Karren," seru Milly yang saat ini datang ke kamar Karren bersama Selly.
"Iya, lo cantik banget gue yakin Pak Zein bakalan terpesona melihat lo," sahut Selly.
"Selamat ya Karren, aku bahagia sekali akhirnya kamu jadi istrinya Kak Zein, tolong bahagiakan Kak Zein ya Karr, dari dulu Kak Zein orang yang paling tidak beruntung dalam urusan percintaan semoga saja kamu bisa membahagiakan Kak Zein," ucap Milly dengan menggenggam tangan Karren.
"Aku tidak yakin Mill, kita berdua itu menikah tidak atas nama cinta, kita berdua sama-sama terpaksa melakukan pernikahan ini."
"Aku yakin, cepat atau lambat kalian pasti bakalan saling mencintai soalnya cinta itu akan tumbuh karena terbiasa, nah aku yakin dengan kalian hidup bersama cinta diantara kalian akan tumbuh dengan sendirinya," ucap Milly.
"Amiin," sahut Selly.
Karren tidak bisa membalas perkataan Milly, Karren begitu bingung dengan perasaannya sekarang, entah apa yang akan kedepannya terjadi Karren tidak mau ambil pusing, Karren akan menjalaninya seperti air yang mengalir saja.
"Wah, apa benar itu lo Nyet? kok bisa cantik seperti ini ya, lo pake makeup apa?" ledek Darren yang langsung masuk kedalam kamar Karren.
Karren menatap Darren dengan dalam, dan Darren mengetahui apa arti tatapan itu dan benar saja Karren tampak meneteskan air matanya. Dengan cepat Darren memeluk Adik kembarannya itu.
"Jangan nangis, entar makeupnya luntur lho, kan sekarang hari bahagia lo," ucap Darren lbut.
Karren melepaskan pelukan Darren..
"Gue bakalan kangen sama lo Gong, kangen bertengkar sama lo, kangen dimarahi Mama dan Papa bersamaan," ucap Karrem dengan terus meneteskan air matanya.
"Sudah-sudah jangan menangis lagi jelek tahu, lo kan masih tinggal di Jakarta Nyet dan kita masih bisa ketemu setiap hari juga, dan lo juga bisa datang kerumah ini kapanpun lo mau," sahut Darren.
Tiba-tiba Mama April datang untuk membawa Karren supaya cepat-cepat turun ke bawah, tapi Mama April terkejut saat melihat Karren sedang menangis.
"Astaga Darren, bisa ga sih disaat hari bahagianya Adik kamu ini kamu jangan gangguin Karren, tuh lihat Karren nangis seperti itu," seru Mama April.
"Darren ga gangguin Karren Ma, suer deh Karrennya aja yang cengeng dikit-dikit nangis, dikit-dikit ngadu sama Mama," bantah Darren.
Mama April mendelikan matanya kearah Darren...
"Ya ampun, Sayang makeup kamu kan jadi berantakan sudah dong jangan nangis lagi, ayo kita kebawah, Zein sudah menunggu dari tadi," ucap Mama April.
Karren pun menganggukan kepalanya, Mama April membenarkan makeup Karren yang sedikit berantakan.
Karren menuruni anak tangga, semuapun menoleh kearah Karren dan mereka tampak terpesona akan kecantikan Karren, tak terkecuali Zein yang sama sekali tidak berkedip melihat Karren, sampai-sampai dia tidak menyadari kalau saat ini Karren sudah duduk disampingnya.
"Bisa kita mulai sekarang, Nak Zein?" tanya Penghulu yang langsung mengagetkan Zein.
"Ah, i--iya Pak bisa."
Zein begitu tegas dan lantang mengucapkan ijab kabul, Karren yang mendengarkannya pun merasa terharu seandainya mereka menikah dengan cinta mungkin saat ini Karren akan merasa sangat bahagia.
Tapi sayang Karren menikah dengan laki-laki yang tidak Karren cintai bahkan setiap bertemu pun mereka tidak pernah akur. Karren mencium tangan Zein sebagai tanda kalau saat ini Karren sudah sah menjadi istri dari seorang Zein Aditya Atmanegara.
Setelah selesai semuanya, saat ini kedua keluarga itu sedang berkumpul diruangan keluarga rumah Mama April.
"Sayang, sepertinya kalian kelelahan sana ajak suami kamu istirahat di kamar kamu," seru Mama April.
"Hah, a--ajak ke ka--kamar," sahut Karren gelagapan.
"Sana Zein, kamu istirahat dulu sepertinya kamu kelelahan banget," ucap Mama April lembut.
"Ah, i--iya Tante," ucap Zein dengan mengusap-ngusap tengkuk lehernya karena salah tingkah.
"Hei, kok Tante sih panggil Mama dong kan sekarang kamu sudah menjadi menantu Mama."
"I--iya Ma."
"Kalau begitu kita istirahat dulu," ucap Karren yang tiba-tiba berdiri kikuk.
Karren melangkahkan kakinya menuju kamarnya dan Zein mengikutinya dari belakang.
"Cihuy, hati-hati Nyet jangan sampai kecapean," teriak Darren yang langsung mendapat tatapan tajam dari semua orang.
Sementara Darren hanya bisa cengengesan dengan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Pril, Mas Radit, sepertinya kami harus pulang kami titip Zein dulu disini," seru Mommy Kinan.
"Iya Mbak, Mbak Kinan sama Mas Zidan ga usah khawatir Zein aman disini," sahut Papa Radit.
"Ya sudah, kalau begitu kami pulang dulu," sambung Daddy Zidan.
Keluarga Zein pun akhirnya meninggalkan kediaman Mama April dan Papa Radit.
"Ma, Pa, Darren anterin Milly pulang dulu ya."
"Ok..kamu hati-hati ya," seru Mama April.
"Om, Tante, Milly pulang dulu ya."
"Iya Sayang, sekali-kali main kesini jangan diluar terus," goda Mama April.
"Iya Tante."
Milly pun berpamitan untuk pulang setelah sebelumnya mencium tangan Mama April dan Papa Radit, sedangkan Selly yang melihat Darren dan Milly semakin dekat hanya bisa menghela nafasnya kasar.
Selly sudah tidak punya kesempatan lagi, saat ini yang bisa Selly lakukan hanya merelakan Darren untuk Milly karena melihat orang yang dia sayangi bahagia sudah cukup buat Selly.
Sementara itu dikamar Karren, kedua manusia itu tampak salah tingkah tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Bahkan Karren dari tadi sudah bolak-balik merasa bingung karena tidak menyangka saat ini akan diam satu kamar bersama orang yang selalu membuatnya kesal.
Sedangkan Zein, untuk menutupi kegugupannya dia berpura-pura bersikap tenang malahan saat ini Zein sudah membaringkan tubuhnya diatas kasur Karren sembari mengotak-ngatik ponselnya.
"Woi, bisa diam ga sih lo, gue pusing tahu dari tadi ngeliatin lo mondar-mandir kaya gitu," seru Zein dengan dinginnya.
"Bagaimana gue bisa diam kalau lo sekarang berada di kamar gue, gue kan serba salah mana gue gerah lagi pengen ganti baju," jawab Karren dengan ketusnya.
"Kalau lo mau ganti baju, tinggal bawa baju gantinya dan lo ganti didalam kamar mandi, gitu aja susah."
"Oh iya ya, kenapa gue jadi bego kaya gini," ucap Karren.
"Emang dari dulu lo bego, baru nyadar lo."
Karren yang mendengar ucapan Zein merasa emosi, dengan tatapan tajam Karren menghampiri Zein dan naik keatas ranjang.
Zein kaget, dengan sigap dia terduduk serta mengambil bantal dan mendekapnya dengan erat.
"Woi..woi..woi..mau ngapain lo? jangan macam-macam lo, ingat isi surat perjanjian kita ga ada kontak fisik diantara kita," seru Zein yang tampak panik melihat tatapan Karren yang seakan ingin memakannya hidup-hidup.
"Barusan lo bilang gue bego, terus kenapa lo mau menikah sama cewek bego kaya gue," bentak Karren.
Mulut Zein menganga mendengar bentakan Karren.
"Lo itu kenapa sih? doyan amat teriak-teriak, dasar cewek bar-bar," seru Zein.
"Apa lo bilang?"
Karren mengambil bantal dan memukul Zein dengan membabi buta.
"Aduh apa-apaan sih lo, sakit tahu," teriak Zein.
"Bodo amat, rasain nih pukulan cewek bar-bar," ucap Karren.
Karren terus saja memukul Zein tanpa henti, karena jengah dan sakit juga akhirnya Zein dengan sekuat tenaga merebut bantal yang Karren pakai untuk memukulnya. Karena tarikan Zein sangat kuat membuat tubuh Karren limbung dan akhirnya jatuh menindih tubuh Zein.
Deg..
Deg..
Deg..
Satu detik..
Dua detik..
Tiga detik..
Karren dan Zein saling pandang satu sama lain dan membuat jantung mereka berdua berdetak tak karuan.
"Mata ini, kenapa gue seperti melihat tatapan mata Kakak tampan gue," batin Karren.
Seketika Karren tersadar dan langsung berdiri, dengan cepat Karren mengambil baju ganti dan masuk kedalam kamar mandi.
Sedangkan Zein masih tetap dalam posisi terlentang dan masih kaget dengan apa yang barusan terjadi, jantungnya masih berdetak tak karuan.
"Kenapa tatapannya seperti anak gendut yang dulu selalu ngejar-ngejar gue," batin Zein.
Cukup lama Karren berada di kamar mandi, dia sangat malu dengan apa yang sudah terjadi barusan. Bahkan saat ini jantungnya masih belum berdetak dengan normal.
"Apa yang harus gue lakuin? gue malu banget, gue berasa ga punya muka buat ketemu sama si manusia kutub itu," gumam Karren.
Karren hanya mondar-mandir didalam kamar mandi, dia bingung kalau keluar nanti pasti harus berhadapan dengan Zein dan itu akan membuat jantungnya kembali bermasalah.
"Ah, masa iya gue harus diam di kamar mandi terus," gumamnya lagi.
Akhirnya dengan perlahan Karren membuka pintu kamar mandinya, sedikit demi sedikit kepalanya dia keluarkan, celingak-celinguk mencari keberadaan orang yang sudah membuat perasaannya menjadi nano-nano.
Matanya melihat kalau Zein sudah tertidur di kasurnya dengan posisi terlentang dan tangannya dia silangkan diatas dada. Perlahan Karren pun melangkahkan kakinya menghampiri Zein.
Ternyata Zein memang sudah tertidur lelap karena sudah terdengar nafasnya yang sudah teratur dan dengkuran-dengkuran halusnya. Karren tampak memperhatikan Zein dengan seksama.
"Si manusia kutub ini memang tampan, lagi tidur aja gayanya sok cool banget," gumam Karren.
Karren pun mulai menguap karena memang Karren harus bangun subuh untuk di makeup, dengan perlahan Karren mengambil bantal dan membawanya ke sofa yang ada didalam kamar itu.
Karren mulai membaringkan tubuhnya di atas sofa itu, sesaat dia melirik kearah Zein dan tanpa dia sadar Karren mengembangkan senyumannya, mata Karren sudah mulai sayu dan terasa berat akhirnya Karren pun terlelap tidur.
👑
👑
👑
👑
👑
Hallo semuanya apakabar,,siapa nih yang masih setia menunggu kelanjutan Karren dan Zein🤗🤗
Maaf ya baru bisa up, jangan lupa Author minta dukungannya ya dengan cara vote dan hadiah supaya Authornya lebih semangat lagi🙏🙏😘😘
Oh iya, jangan lupa juga mampir di karya terbaru Author yang berjudul "KESEDERHANAAN CINTA" kisah cinta dua Negara🤗🤗 ditunggu kehadirannya.
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU💜💜💜
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
aku mau baca berurutan sesuai yg disarankan. supaya ga bingung baca novel berikutnya.