Menceritakan tentang seorang gadis Cantik bernama Kiran, ia jatuh Cinta pada Seorang Pria tampan yang Arogant bernama Dhefin.
Perjuangan Kiran mengejar Cinta Dhefin, tidak semudah yang dibayangkannya. Saat rasa cinta semakin menggebu dihatinya, saat itu pula Kiran Harus membuang Rasa Cintanya tersebut.
Berhasilkah Kiran?
Jika ingin tahu kelanjutan cerita nya, Ikuti terus dan jangan lupa dukungan nya ya.
Follow Ig: Nonafi0609
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Fi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertengkaran
Kiran tersenyum membaca pesan dari Jonathan yang menurutnya selalu bisa memperbaiki suasana hatinya yang beberapa hari ini selalu buruk.
Dret... dret.. dret...
Baru saja Kiran akan membalas pesan dari Jonathan namun panggilan masuk dari Jonathan dan langsung dijawab Oleh Kiran.
"Kenapa lama Balas pesanku Ran?" Tanya Jo langsung saat Kiran menjawab panggilannya.
"Baru aja mau bales tapi kakak sudah telepon."
"Gimana? Kamu mau kan temani aku cari hadiah buat Mama. Kan buat mertua kamu juga." Ucap Jo tertawa menggoda Kiran
"Maksudnya?" Tanya Kiran bingung
"Kan kamu calon istriku, dan calon mantu Mamaku."
"Apaan sih kak?"
"Becanda Ran. Tapi kalau kamu mau, aku juga siap Nikahi kamu sekarang. Gimana mau nggak?" Tanya Jo lagi
"Mau apa dulu nih?" Kiran balik bertanya
"Temani aku cari hadiah buat Mama Ran." Jawab Jo yang membuat Kiran malu sendiri mendengarnya, karena Kiran fikir Jo akan kembali membahas yang lain.
"Ran..." Sapa Jo lagi saat Kiran tak menjawabnya
"Iya iya Kak, Nanti jemput ya. Pamit dulu sama Mama dan papa." Jawab Kiran yang di setujui oleh Jonathan.
.
.
Kiran dan Jonathan sedang berada di sebuah Restoran usai mereka membeli kado untuk Mama Jonathan.
"Ran?"
"Iya Kak."
"Apa kita bisa lebih dari sekedar berteman, apa aku salah jika aku ingin kita mempunyai hubungan lebih dari sekedar berteman denganmu?" Tanya Jonathan serius menggenggam tangan Kiran
Kiran akui dia merasa nyaman berteman dengan Jonathan, Namun untuk lebih dari itu, Kiran masih ragu karena dalam hatinya masih tersimpan rasa Cinta untuk Pria lain.
"Itu tidak akan mungkin terjadi." Ucap seseorang dengan lantang.
Suara seseorang yang sudah sangat Kiran tau siapa orangnya mengejutkan mereka.
Pandangan mereka bertemu saat Dhefin berdiri tepat disamping Kiran.
"Dhef..." Ucap Kiran menatap nya
"Benar sayang, Ini aku." Jawab Dhefin lembut ingin menyentuh Kiran namun Kiran menepisnya
Lebih baik aku menjauh sebelum dia membuat keributan disini. Ucap Kiran dalam hati lalu bangkit, dan hendak berbalik namun tiba tiba Dhefin menarik tangannya.
"Kau tidak mungkin bisa menjalin hubungan dengan Kiran karena dia adalah Kekasihku, Calon Istriku." Ucap Dhefin penuh penekanan dan tidak bersahabat menatap tajam Jonathan.
Kiran dan Jonathan sama sama menatap Dhefin.
"Apa yang dikatakan Pria ini Ran? Apa semua yang dikatakan nya benar?" Tanya Jonathan menatap Kiran
"Apa maksud mu Dhef? Aku bukan kekasih siapapun." Tanya Kiran menatap Tajam Dhefin
"Aku hanya mengatakan kebenaran nya." Jawab Dhefin tenang
"Apa buktinya jika Kiran benar benar kekasihmu?" Tanya Jonathan memberikan tatapan tak kalah tajam pada Dhefin
"Kau bisa lihat ini." Ucap Dhefin memberikan Phonsel nya kepada Jonathan dan beberapa saat kemudian Jonathan mengembalikan Phonsel Dhefin dan kembali menatap Kiran lemas.
"Bukti yang kau berikan belum sepenuhnya membuatku percaya, Namun kali ini aku akan mengalah bukan berati aku menyerah." Jawab Jonathan pada Dhefin lalu kembali menatap Kiran.
"Ran, selesaikan dulu masalah kalian. Aku pulang ya." Pamit Jonathan lembut pada Kiran dan hendak menyentuh Kiran namun Dhefin menghalanginya.
"Nanti aku akan menghubungimu." Ucap Jonathan lagi tersenyum lalu keluar dari Restoran setelah membayar makanan mereka
"Dasar Aneh." Gumam Kiran lalu keluar dari Restoran.
Diluar Restoran, Dhefin kembali menarik tangan Kiran membawanya masuk kedalam Mobil.
"Apa lagi Tuan Dhefin yang terhormat? Bukankah anda yang selama ini selalu ingin aku menjauhi anda. Sekarang disaat aku sudah menjauh kenapa Anda malah bersikap seperti ini?" Ucap Kiran meluapkan emosinya
"Kamu fikir bisa berselingkuh dariku?" Ucap Dhefin mengunci pintu mobil agar Kiran tidak bisa keluar.
Kiran yang mendengar hanya bisa menganga menanggapi tuduhan Dhefin yang tidak beralasan menurutnya.
"Aku selingkuh dari siapa? Aku tidak sedang berhubungan dengan siapapun, dan tidak pernah berselingkuh dari siapapun." Jawab Kiran semakin kesal
"Kamu selingkuh dariku Ran." Jawab Dhefin seolah dirinya terluka
"Kita tidak dalam hubungan apapun Dhef. Aku bisa bersama dengan pria manapun yang aku inginkan." Ucap Kiran memelankan suaranya dan berusah untuk lebih tenang
"Kamu kekasihku Ran. Mulai detik ini dan selamanya kamu hanya milikku." Ucap Dhefin tegas meletakan kepala nya di bahu Kiran yang duduk menghadapnya
"Kamu Gila Dhef. Sungguh Gila." Hanya itu kalimat yang bisa Kiran ucapkan, Kiran membiarkan Dhefin bersandar di bahu nya.
"Terserah apapun yang ingin kamu katakan, yang jelas kamu kekasihku, hanya milikku dan tidak akan pernah aku biarkan siapapun mendekatimu." Ucap Dhefin lebih lembut dan mengecup lama dahi Kiran yang terlihat tak berniat menghindar dan menjawab lagi ucapan Dhefin.
"Aku mencintaimu, sungguh mencintaimu." Ucap Dhefin lagi mengecup sekilas bibir Kiran yang membuat air mata Kiran mengalir membasahi wajahnya.
"Aku mau pulang." Jawab Kiran di sela tangisnya
"Tolong jangan menangis. Percayalah aku sungguh mencintaimu Ran." Ucap Dhefin lagi menghapus air mata Kiran lalu membawa Kiran masuk kedalam pelukannya.
Dhefin memeluk erat tubuh Kiran dan terus mencium pucuk kepala nya.
Aku merasa sangat bahagia mendengar dia mengklaim diriku sebagai miliknya. Namun kenapa disatu sisi aku benar benar merasa sedih, dan merasa bersalah kepada Manda ya Tuhan. Apa yang harus aku lakukan? Bolehkan aku egosi dalam hal ini. Batin Kiran menikmati hangatnya berada dalam pelukan orang yang dicintainya