Ibrahim Adlan baru menyadari telah jatuh cinta pada Najwa aulia,di saat gadis itu sudah di persunting oleh kakak sepupunya sendiri yang bernama Irfan Zidni.
Mempercepat keberangkatannya untuk melanjutkan study ke Ummul-Quro adalah langkah yang di tempuh oleh Ibrahim Adlan untuk menghindari pernikahan gadis yang di cintainya begitu dalam itu.
Disaat,Ibrahim Adlan sudah memiliki kemantapan hati untuk melupakan perasaannya setelah dua tahun berlalu,ia mendapat kabar kalau Irfan Zidni meninggal karna sebuah kecelakaan.Bukannya pulang untuk meraih kembali cintanya,Ibrahim Adlan justru menyerahkan perjalanan cintanya pada kehendak Taqdir.
Saat ia pulang dua tahun kemudian,keluarganya menjodohkannya dengan Aisha,gadis cantik yang sepadan dengannya.yakni sama-sama anak Kyai pemilik pesantren.Di saat yang sama ia juga kembali bertemu dengan Najwa Aulia yang masih di cintainya tanpa jeda.
Siapakah kemudian yang akan di pilih oleh Ibrahim Adlan.Apakah Aisha yang telah di anggapnya sebagai adik,ataukah Najwa yang berasal dari latar belakang yang berbeda dengannya,yang mungkin tidak akan di setujui orang tuanya..
Untuk tau jawabannya,simak ceritanya yukk..
ENGKAULAH TAQDIRKU.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon najwa aini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Engkaulah Taqdirku 22
" Aisya mana ?".Ibrahim Adlan menatap Mahilatul Jamilah yang datang seorang diri.
" Gak mau Mas,katanya masih kenyang".
" Gak di bujuk sayang?" tanya Fathan pada istrinya itu.
" Sudah mas,tapi tetap gak mau "sahut Mahil seraya beringsut meyiapkan makanan untuk suaminya dan
dirinya.
Najwa Aulia menatap Ibrahim Adlan " coba anda yang bujuk Aisha Ra, mungkin dia mau!".
" Aku,?"Adlan nampak ragu.
" Biar saya saja Mas,." Fathan segera bangkit.
Dan tak lama kemudian ia datang lagi,di ikuti Aisha
yang nampak di wajahnya bekas bekas air mata.
Najwa memberikan kursi untuk gadis cantik itu dan
mengambilkan makanannya.
" Terima kasih".ujar Aisha dengan suara yang hampir tak terdengar.
Dan merekapun makan bersama tanpa suara.
Namun Najwa Aulia sering-sering mencuri pandang ke arah Aisha.Gadis cantik itu nampak sama sekali tak
berselera.ia nampak susah payah untuk menelan
makanannya,bahkan harus sesekali di ikuti dengan minum air.Dan yang membuat hati wanita ayu itu miris
adalah,air mata Aisha yang selalu mengambang tiap kali ia mencuri pandang ke arah Ibrahim Adlan.
apa yang terjadi pada aisha.batin Najwa sambil melirik gadis cantik itu.
Tampak kemudian Aisha bangkit tanpa menghabiskan nasinya.
" Mau kemana Aisha ?"Fathan menegur lembut.
" Sudah Mas,'"
" Apanya yang sudah dik?" Fathan menatap piring makan Aisha yang bahkan belum habis separuhnya itu.
" Saya gak bisa Mas, "dan meledak lah tangisnya.
gadis cantik itu buru-buru pergi.
Ibrahim Adlan segera bangkit menyusulnya.
Gak ada yang berkomentar dengan itu semua.Hanya
nampak Fathan yang saling pandang dengan istrinya.
sementara Najwa,berkali -kali ia menenggak minumannya karna merasa tenggorokannya tersedak setelah melihat itu semua.
Aisha terisak di tepi pembaringan seraya tertunduk.Ibrahim Adlan yang berdiri di tengah pintu itu memanggilnya pelan.
" Aisya..boleh aku masuk?"
Aisha mengangguk .Tampak ia menghapus air matanya.Adlan duduk di kursi tak jauh di depan gadis cantik itu.Menatapnya.
" Saya..saya..gak apa apa Mas,"Aisha berkata di sela terisak dengan suara bergetar, hampir tak kedengaran.
" Aku tlah membuatmu luka ya.." Adlan berkata lembut.
" Gak kok Mas..saya .saya."gadis itu terbata.
" Maaf ya Aisha..."perlahan Ibrahim Adlan mengusap kepala Aisha yang tertutup khimar .
Gadis cantik itu mendongak,menatap pemuda tampan yang tlah lama menjadi pujaan hatinya itu.
" Kamu itu adalah adikku Aisha..dan aku menyayangimu seperti Fathan sayang padamu..
kami gak ingin kamu sedih dan terluka.."Ibrahim Adlan berkata pelan menatap gadis cantik itu.
Dan ucapan itu sudah sangat di mengerti oleh Aisha apa maksudnya.Karnanya ucapan itu sanggup membuat Aisha kembali menangis sejadi-jadinya.Bersamaan dengan seluruh jiwanya yang juga menangis.Mengetahui kenyataan kalau Ibrahim Adlan hanya menganggapnya adik.
" Jangan nangis Aisha.." Ibrahim Adlan kembali mengusap kepala gadis itu pelan. "Percayalah..semuanya akan baik-baik saja".
pemuda tampan itu kemudian bangkit dan melangkah keluar dari kamar Aisha.
Ia tau,betapa hancur gadis itu sepeninggalnya.Namun ia juga tidak mau memberikan harapan palsu.Aisha harus tau,bahwa ia tak bisa menerima perasaan dan harapan gadis itu kepadanya.
Baginya.Aisha adalah adiknya.sama seperti Alisha,adik kandungnya sendiri.
Pemuda tampan itu melangkah gontai ke taman samping.Di lihatnya Fathan tengah berbicara kecil dengan istrinya.Dan tak jauh dari keduanya,tampak Najwa Aulia tengah berbicara dengan ponselnya
dengan menggunakan bahasa jawa yang halus.
Ibrahim Adlan memperhatikannya dengan seksama.
" Mas adlan!!" fathan menegurnya dengan senyum-senyum.Adlan pun tersenyum ia lalu duduk di samping Fathan.
" Besok,aku gak kesini,aku ada rapat di Al- Amin."ujarnya.
" Ia..oya mas soal laporan yang kemarin sudah selesai saya buat."
" Mana,biar aku pelajari di rumah."
" Ia.."Fathan hendak bangkit,namun.
" Biar saya saja yang ambil Mas,"ujar Mahilatul Jamilah dan segera berlalu.
sementara Najwa nampak sudah mengakhiri komunikasinya di telp.Ketika ia melihat ke arah Ibrahim Adlan ia langsung bertanya.
" Aisha..bagaimana Ra..??"
" Dia akan baik-baik saja."sahut Adlan.
" Sebenarnya dia kenapa?"tanya Najwa lagi.kali ini Ibrahim Adlan tak segera menjawab ia menatap Najwa beberapa saat.
" Maaf,mungkin saya terlalu ingin tau, saya hanya merasa ada sesuatu pada Aisha,yang membuatnya terlihat begitu terluka." Najwa berkata lirih.
" Dan kau menilai itu karna aku??"
" Karna sepertinya.Aisha suka sama anda.."sahut Najwa.Fathan nampak menahan nafas menoleh ke arah Adlan.tapi kakak sepupunya itu tampak tenang saja.
" Dari mana kau tau?" ia bahkan bertanya dengan nada datar pada Najwa.
" Feeling saja "
Adlan menatap gadis itu,masih tak ada yang berubah
dari Najwa yang dulu.Yang bicara dengannya sopan
dan sering menundukkan pandangan.Meski begitu
komunikasi keduanya terbilang lancar meski sama-sama dengan bahasa yang baku.
" Insya-Allah lusa aku ke sini lagi,aku akan menjawabmu."
".."Najwa mengangguk.Apa yang terjadi dengan Aisha membuat dirinya terusik,entah karna apa.Apa karna dia menyayangi gadis itu sebagai adiknya,atau karna
ia merasa jika semua ini terkait dengan dirinya juga.
Ibrahim Adlan berpamit setelah Ning Mahil menyerahkan berkas-berkas laporan yang di minta.
" Sampaikan sama Bibi,aku pulang setelah beliau bangun.." setelah mendapat anggukan dari Fathan.ia melangkah ke arah motornya.
Fathan tersenyum tipis begitu Adlan telah melaju bersama motor besarnya itu.Ia kini paham mengapa
saudara sepupunya itu masih suka naik motor yang sama hingga saat ini.Itu adalah sepeda motor kenangan,dimana ia pernah membonceng wanita yang ia sayangi dengan motor tersebut..
nangiss bombay malam2 😭😭