Mila Hamid adalah seorang wanita cantik, lembut dan memiliki senyuman yang hangat. Ia juga seorang wanita yang sangat mencintai suaminya, Irsyad Mauza. Mila Hamid dan Irsyad Mauza menikah karena permintaan ibu dari Irsyad yang menderita kanker hati. Irsyad yang sebenarnya telah memiliki kekasih pun dengan patuh menuruti keinginan ibunya. Irsyad menceraikan Mila tepat setelah seminggu kematian ibunya. Pernikahan mereka hanya bertahan selama 6 bulan, dan selama itu Irsyad selalu memperlakukan Mila dengan sangat baik, namun Irsyad tidak pernah menyentuh istrinya itu.
Tepat di hari perceraiannya, Mila mengalami kecelakaan hingga membuat kaki kirinya lumpuh total. Setelah lima tahun berlalu, takdir kembali mempertemukan keduanya.
Akankah mereka bersatu kembali atau justru mereka kembali berpisah untuk kedua kalinya?
Buat yang penasaran seperti apa ceritanya, yuk ikuti kisah mereka disini 💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ragazza Belle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bunga Untuk Mantan Istri
" Kenapa kamu harus mengatakannya?! " Ujar Irsyad dengan nada yang sedikit naik. Ia mengusap kasar wajahnya sembari berjalan mondar-mandir di depan asistennya yang sudah menunduk ketakutan. Malik bisa mendengar dengan sangat jelas suara degup jantungnya yang bertalu-talu.
Irsyad baru bisa memarahi Malik setelah Mila pulang beberapa menit yang lalu. Ia meminta Pak Wir mengantarkan Mila pulang kerumahnya, walau pada awalnya Mila sempat menolak pendapatnya itu. Tapi Irsyad tidak peduli, ia akan tetap memaksa pendapatnya ini hingga pada akhirnya Mila sendiri yang akan mengalah. Dan terbukti wanita itu akhirnya pulang diantar oleh Pak Wir. Malik mengamati kedua kaki bosnya yang sedari tadi bergerak kesana kemari di depannya. Bersuara sedikit saja maka bisa Malik pastikan bosnya itu akan berteriak dengan kuat di depan wajahnya.
" Untuk apa kamu berkata seperti itu di depan Mila hah? " Irsyad kembali membombardir Malik dengan pertanyaan yang selalu menyudutkan pria malang itu. Wajah Malik semakin pucat, ia hanya terlalu larut di dalam keindahan dan kemewahan hingga tidak sadar mulutnya sudah berkata lebih banyak dari yang di pikirkannya.
" Bos, maafkan saya. Saya janji tidak akan mengulangi kesalahan seperti ini lagi " Malik mendongak menatap Irsyad yang menjulang dihadapannya dengan tatapan memohon. Sejenak Malik bisa melihat Irsyad berpikir, Malik berusaha menahan nafasnya menunggu kelanjutannya.
" Baiklah " Irsyad menghempaskan tubuhnya sendiri dengan kasar di atas sofa.
" Terima kasih bos ! Terima kasih! " Malik menjabat tangan bosnya dan menggerakkannya dengan tawa lega yang tak berhenti keluar dari mulutnya.
" Aku memang memaafkanmu tapi kamu tetap harus mendapatkan hukuman " Ujar Irsyad sambil tersenyum jahat. Tangannya yang dipegang oleh asistennya itu terlepas begitu saja. Wajah asistennya yang tadinya bergembira karena sudah mendapatkan maaf darinya langsung berubah pias.
" Saya terima hukumannya boss " Lirih Malik dengan pasrah. Ia menundukkan wajahnya dengan lesu
" Tapi...hukumannya apa bos ? " Tanya Malik lalu mengangkat wajahnya.
Irsyad mengulas senyum tipis, kedua matanya menatap tajam dan penuh semangat pada asistennya
" Bantu aku untuk mendapatkan hati wanita itu "
" Mila? " Tanya Malik memastikan.
" Siapa lagi memangnya " Ujar Irsyad dengan penuh semangat.
" Ha! itu pekerjaan mudah bos. Serahkan semuanya pada saya. Seorang donjuan seperti saya tidak pernah kesulitan untuk merebut hati para wanita bos " Malik tersenyum bangga.
" Awas saja bila sampai gagal. Aku akan membuatmu bekerja denganku seumur hidup tanpa di gaji " Ancam Irsyad
" Saya siap boss " Malik menjawab dengan penuh semangat.
" Tapi boss, jika kita berhasil. Apa yang akan saya dapatkan boss ? " Terdengar tawa malu-malu dari Malik.
" Aku akan melipatkan gandakan gajimu " Tegas Irsyad hingga membuat Malik melebarkan kedua matanya.
" Saya akan melakukannya boss! " Teriak Malik dengan semangat. Andai saja bosnya itu mau dipeluk ia pasti akan memeluknya dengan sangat erat.
Suara kicau burung terdengar bersahut-sahutan menyambut sinar mentari pagi yang hangat. Seseorang yang begitu bersemangat di pagi hari kini sedang mematut dirinya di depan cermin dengan senyum lebar menghiasi wajah tampannya. Ia bahkan lebih dulu bangun sebelum mentari pagi itu bersinar. Setelah selesai dan merasa dirinya sudah terlihat rapi dan tampan, Irsyad mengambil tas kerjanya yang ia letakkan di atas ranjang. Sebelum turun ke bawah, Irsyad bergerak cepat menuju kamar putrinya. Ia membuka pintu kamarnya dengan perlahan, dan disana malaikat kecilnya sedang tertidur dengan sangat pulas.
Hatinya selalu menghangat setiap kali melihat wajah polos itu yang masih terpejam damai. Irsyad duduk di tepi ranjang dengan sebelah tangannya terulur untuk mengusap lembut wajah kecil Sha.
" Papa berangkat sweety " Gumamnya dengan pelan tak ingin membangunkan putrinya itu. Irsyad mengecup dahi dan kedua pipi putrinya dengan sangat pelan.
Saat ia melewati undakan terakhir, para pelayannya berjalan tergesa-gesa menghampirinya
"Maaf Tuan, sarapannya sebentar lagi akan kami sediakan" Ujar salah satu pelayannya dengan tergagap. Mereka tidak menyangka tuan mereka turun sangat awal bahkan sebelum sarapan tersedia.
" Tidak apa-apa. Aku memang tidak ingin sarapan pagi ini " Irsyad mengulas senyum tipis ke arah para pelayannya.
" Sarma, begitu Sha terbangun tolong beritahu dia bahwa saya berangkat awal pagi ini. Nanti Pak Wir yang akan mengantarkannya ke sekolah "
Pelayan yang disuruh itu pun mengangguk mengerti. Setelah selesai berpesan, Irsyad dengan senyum lebar melangkah pergi dengan perasaan yang sedikit berdebar. Ia sudah tidak sabar ingin melihat wajah Mila begitu dirinya sudah berdiri didepan pintu rumah wanita itu. Dengan mengendarai mobil sportnya, Irsyad melewati jalanan yang masih terlihat lengang. Ia menoleh kesamping, memandangi sebentar satu buket bunga mawar merah yang tampak indah dengan pita kecil yang menjuntai ke bawah.
" Apa rencana Malik ini akan berhasil mengambil hatinya? " Gumam Irsyad sembari tersenyum. Dengan bersemangat ia menekan kuat pedal gas hingga mobil sportnya benar-benar melintas dengan sangat cepat.
Hanya beberapa menit saja ia sudah tiba di depan toko Mila. Irsyad tahu bahwa toko Mila belum buka pagi ini. Tapi memang niatnya bukan untuk menemui Mila di toko. Irsyad ingin menemui didepan rumah wanita itu. Irsyad mengambil satu buket bunga yang disudah dibawanya dan dengan cepat keluar dari dalam mobil. Irsyad berjalan digang kecil itu sambil memegang buket bunga mawar dan tersenyum manis. Beberapa wanita yang berpapasan dengannya, memperhatikannya dengan tatapan kagum. Irsyad bukannya tidak menyadari, tapi ia tidak peduli dengan tatapan para wanita itu. Yang ia pikirkan hanyalah tatapan yang akan diberikan oleh Mila.
Begitu dirinya sudah sampai di depan pintu rumah Mila, Irsyad mengambil ponselnya dan membuka aplikasi kameranya. Memperhatikan penampilannya sebentar lalu setelah semuanya terlihat sempurna Irsyad mengetuk pintu yang masih tertutup itu.
Mila yang baru saja selesai membersihkan sayuran dengan cepat berjalan menghampiri pintu depannya begitu mendengar suara ketukan. Saat dirinya sudah sampai di depan pintu dengan segera ia membukanya dan lagi-lagi wajah tampan yang kini selalu memenuhi pikirannya sedang berdiri menatapnya sambil tersenyum hangat.
" Assalamu'alaikum " Ucap Irsyad begitu melihat Mila membuka pintu. Mila yang terkejut tidak bisa menyembunyikan wajah bingung bercampur malu yang masih bisa dilihat jelas oleh Irsyad.
" Assalamu'alaikum " Ulang Irsyad setelah beberapa detik tidak mendengar balasan dari Mila. Irsyad bisa melihat Mila sedikit tersentak kaget.
" Wa'alaikumsalam " Balasnya dengan cepat. Irsyad kembali tersenyum, kedua tangannya yang memegang buket ia sembunyikan dibalik tubuhnya.
" A-apa yang kamu lakukan disini? "
" Tentu saja mengunjungimu"
Semburat merah langsung terpancar dari wajah putih itu dan Irsyad tahu Mila pasti merasa malu padanya. Rasanya begitu menggembirakan saat tahu Mila merasa malu padanya. Mila terlihat berusaha menyembunyikan wajahnya dari tatapan Irsyad.
" Kenapa harus datang pagi-pagi begini? " Tanya Mila sambil menundukkan pandangannya.
" Memangnya tidak boleh aku datang pagi begini "
" Bukan begitu hanya saja......"
Aku belum mandi dan masih memakai piama tidur. Tapi untungnya aku sudah mencuci wajahku dan menggosok gigi. Hei ! kenapa juga aku harus peduli dengan penampilanku saat di depannya?!
" Hanya saja apa? "
" Hah? Hanya saja aku sedikit takut untuk membuka pintu tadi " Jawab Mila dengan cepat.
" Begitu ya " Irsyad kembali tersenyum. Mila menyipitkan matanya sembari mendengus kecil. Ia memalingkan wajahnya kesamping.
" Untukmu " Ujar Irsyad sambil mengulurkan satu buket bunga mawar merah yang sangat indah. Mila melebarkan kedua matanya tanpa bisa berkata apa-apa. Jantungnya juga memompa dengan sangat cepat seolah ia sedang lari maraton. Mila menatap buket bunga mawar yang kini terulur di depannya dengan tatapan terharu. Bunga mawar itu tampak begitu indah dan mahal. Bohong, jika ia mengatakan bahwa ia tidak terpesona dengan perlakuan Irsyad. Perlakuan pria itu benar-benar manis.
" Jangan hanya memandangi mereka. Bunga-bunga itu ingin kamu mengambilnya "
" Kenapa kamu harus memberiku bunga? "
" Apa kamu tidak suka? " Tanya Irsyad. Bukannya menjawab Irsyad justru balik bertanya.
" Aku suka " Jawab Mila dengan jujur. Irsyad tersenyum senang.
" Kalau begitu ambil sekarang. Tunggu apa lagi "
Dengan perlahan tangan Mila terulur untuk mengambil buket tersebut. Sekilas Irsyad melihat Mila tampak termenung menatap buket bunga mawar tersebut yang kini sudah berada ditangannya. Kedua matanya berbinar indah menatap haru seakan tidak percaya dengan apa yang barusan terjadi padanya. Mungkin memang begini rasanya jika kita mendapatkan perlakuan manis dari orang yang kita sukai. Ini pertama kalinya Irsyad memberikannya bunga yang indah. Bahkan saat mereka menikah dulu Irsyad tidak pernah melakukannya. Tapi saat ini, tanpa hubungan diantara mereka berdua Irsyad memberikan kejutan dengan sangat manis. Pria itu rela pagi-pagi sekali datang ke rumahnya hanya untuk memberikan buket mawar ini.
" Apa kita hanya akan berdiri disini? " Irsyad menunduk sedikit menatap Mila yang masih menatap buket mawar tersebut. Mila mendongakkan wajahnya menatap Irsyad dengan dahi yang berkerut dalam.
" Memangnya kamu tidak berangkat ke kantor? "
" Ini kan masih pagi Mila " Irsyad terkekeh geli.
" Kamu tidak ingin menawariku untuk masuk kerumahmu. Mungkin saja kita bisa minum sebentar sambil mengobrol pagi ini " Goda Irsyad.
" Mana mungkin aku bisa menyuruhmu masuk. Aku tinggal sendirian disini. Aku tidak mau tetanggaku berpikiran yang tidak-tidak pada kita berdua " Tolak Mila dengan sopan. Mila melihat Irsyad tersenyum sekilas lalu setelah itu pria itu berbalik dan bergerak memandangi ke segala arah seperti sedang mencari seseorang.
Tak berapa lama Mila melihat Irsyad berlari dan menghampiri seorang anak laki-laki yang tengah berjalan sambil membawa gerobak berisi botol-botol plastik.
" Kamu mau kemana? " Tanya Mila dengan suara yang sedikit kuat.
" Tunggu sebentar saja Mila, aku hanya ingin bertanya pada anak laki-laki itu " Jawab Irsyad sambil berlari menuju anak laki-laki itu. Dan Mila hanya bisa menunggu seperti perintah Irsyad.
" Permisi, nama kamu siapa? " Tanya Irsyad pada anak laki-laki itu.
" Nama saya Rian om " Jawabnya sambil tersenyum sopan.
" Kalau boleh saya tahu kamu mau kemana? "
" Saya mau pergi kerja om. Saya mau berangkat mulung " Ucapnya tanpa malu. Irsyad yang mendengarnya sejenak merasa tersentuh, anak laki-laki yang mungkin baru berusia sepuluh tahun itu harus bekerja keras demi bisa bertahan hidup ditengah kerasnya roda kehidupan.
" Kamu hebat. Rian, kamu mau tidak menemani om sebentar untuk menemui tante berjilbab itu? " Tunjuk Irsyad ke arah Mila yang terlihat masih mengamatinya dari jauh.
" Kalau sebentar bisa om " Ujar Rian sambil tersenyum dan sesekali menunduk.
" Kalau begitu ayo kita kesana " Ajak Irsyad sambil tersenyum. Dengan patuh Rian mengikuti Irsyad berjalan menuju rumah Mila.
" Sekarang aku sudah boleh masuk kan Mila. Soalnya sudah ada orang ketiga yang akan menemani kita " Ucap Irsyad dengan senyum lebar yang terukir di wajahnya. Mila yang mendengarnya melongo tidak percaya dengan apa yang baru di ucapkan oleh Irsyad.
Ya Allah dia benar-benar berniat melakukannya. Bahkan dia meminta anak kecil yang tidak dikenalnya agar menemaninya.
" Irsyad " Desis Mila
" Iya Mila " Balas Irsyad dengan masih tersenyum.
" Kamu benar-benar membuatku malu " Ujar Mila dengan lesu. Sedangkan Irsyad langsung tertawa dengan keras.
Bersambung.....
Happy reading, Love you guys😘
kok enK bgt hidupmu.... km cmpakn mila demi mnikahi kekasih sundalmu itu...
setelah perempuan idamanmu berhianat... km pungut lgi si mila.. buat mngobati luka hatimu...
km cmpakan... setelah km hncurkn hati & harapannya.... dgn entengnya km ingin mila kmbali....
laki" kucing garong km irsyad😅😅
bukankah kh km mncintai ibu dri ankmu.... 🤔🤔
Syarat dan ketentuan:
Sudah tamat dan Penulis belum di kontrak/sedang tidak terikat kontrak dengan penerbit manapun.
Jenis naskah yang dicari:
1. Novel;
2. Kumpulan Puisi;
3. Kumpulan Cerpen;
4. Naskah non Fiksi, dll.
Jika bersedia harap segera menghubungi saya via DM instagram (@dwafril) atau laman chat yang tersedia pada platform ini.
AE Publishing Cab. Gresik
*paling lambat 15 Agustus 2023
terimakasih author, ceritanya bagus , beda alur dgn yg lain 👍👍👍😍😍😍