Rivera Briar Edwina seorang siswa yang mengalami kecelakaan akibat tertabrak mobil dan jiwanya berpindah ke tubuh Aluna Effie Alfred seorang istri yang sangat dibenci oleh suaminya aiden Cristian edgar karena adiknya kecelakaan akibat tertabrak oleh mobil yang ditumpangi aluna. Tidak hanya itu aluna bahkan anak yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari keluarga kandungnya dan menyalahkan aluna yang menyebabkan kecelakaan dan meninggal ibu aluna semenjak ayahnya menikah lagi dan membawa anak tirinya hubungannya dengan keluarga tidak pernah baik. Akankah vera yang menjadi aluna bisa melewatinya, atau memilih untuk menyerah atau akankah aluna akan mencari kasus kecelakaannya?
episode 22
"Ck, ck, hayo lo disini ada aiden bagaimana reaksinya jika tahu bahwa kekasih tercintanya ada disini" seru aluna yang membuat lula terkejut dia langsung pergi dari sana.
"Ck, sampah" gumam aluna kembali melihat kearah cermin, pria itu tidak pergi dia memandangi aluna begitu dalam. Aluna yang masih fokus untuk membenarkan penampilannya dicerminkan
"Aluna aluna lo emang cantik" aluna memuji dirinya sendiri, dan setelah ia merasa perfect aluna berbalik.
"Apa lo lihat lihat, gue juga tidak tertarik sama lo" sinis aluna.
"Ehm, maaf saya cuman mau mengucapkan terimakasih atas bantuan anda nona" ucap pria itu.
"Hm, " jawab singkat aluna
"jika ingin berterima kasih tidak cukup dengan ucapan saja " pria itu mengerit
"ah, jika seperti itu apa yang harus saya lakukan? "
"tidak susah beri dp ke gue emm... " akuna menghitung jarinya.
"lima juga cukup lah itu " tersenyum aluna, anehnya pria itu tidak menolak dia memberikan kartunya kepada aluna dengan senang hati aluna menerimanya.
"terimakasih" ucap aluna memegang kartu itu sambil bersenandung riang. dia pun pergi dari sana tanpa mengatakan apa apa. Pria itu yang melihat aluna tersenyum miring.
"Menarik" gumam pria itu. Sampai diluar aluna melihat Aiden sedang berbicara dengan lula, aluna tersenyum saat melihat wajah panik dari lula saat aluna mendekatinya.
"Tuan, apakah anda baik baik saja" ucap sang asisten yang baru masuk kedalam.
"Iya, saya baik baik saja, apakah klien kita sudah sampai?" tanya pria itu.
"Mereka sudah berada direstoran ini tuan mungkin mereka sudah berada di ruangan" ucap sang asisten dan angguki pria itu. Mereka pun berjalan keluar.
"Hello lalu, kita berjumpa lagi " tersenyum aluna penuh arti.
"A-apa? " gugup lula.aluna tersenyum seringai saat melihat kegugupan lula.
"O-oh aluna" ucap lula.
"Kenapa gugup gitu kayak ketemu sama maling aja"kekeh aluna. sambil tersenyum mengejek kearah lula
" aluna.. "Teriak seseorang melambaikan tangannya kearah aluna dari ambang pintu masuk restoran siapa lagi kalau bukan lucas.
" lun, bagaimana persiapan sudah siap? "Tanya lucas. Dan aluna mengangguk mantap. Setelah berbicara dengan aluna. lucas melihat kearah Aiden matanya melotot disana ada lula yang menggandeng lengan Aiden, entah mengapa lucas merasa jengkel dia menyetakkan tangan lula dari lengan Aiden, hal itu membuat lula kesal.
" sayang kamu lihat asisten kamu? "Rengek lula, dan di ejek oleh lucas hal itu mengundang tawa untuk aluna, tapi aluna tahan sebisa mungkin.
" sayang lihat deh asisten kamu sama sekertaris kamu mereka tidak menghargai aku sebagai kekasih mu? "Manja aluna.
" siying lihit dih isistin kimi simi sekertiris kamu minyi minyi"ejek lucas aluna yang tidak bisa menahan tawanya akhirnya terlepas juga.
Entahlah lucas benar-benar kesal melihat tindakan lula apalagi masalah meeting kemarin bersama Thiago mengingat itu membuat lucas kesal hampir saja mereka kehilangan klien dan sekertaris yang baru diangkat ini. Seolah-olah lucas itu istrinya aiden, entahlah siapa istrinya dan siapa juga yang jengkel, malas mendengar perdebatan akhirnya aiden menghempaskan tangannya dan pergi dari sana.
"Sayang" teriak lula namun aiden tidak menggubris nya. Lula yang ingin mengerjar aiden pun langsung ditahan oleh lucas.
"Mau ngapain lo, lo dilarang ikut " seru lucas sambil melotot.
"Lepas" hempas lula.
"Apa masalah jika gue tidak boleh ikut" bentak lula. Lucas mendekat kearah lula
"Kerena lo biang masalah" bentak lucas balik.
"Ayo aluna kita pergi dari sini" lucas menarik tangan aluna, dan aluna pun mengikutinya. Lula hanya melihat kepergian aluna dan lucas, aluna berjalan dia melihat kebelakang lalu menjulurkan lidahnya kearah lula.
Lula yang merasa terhina pun mengepalkan tangannya, lalu dia tersenyum mering seolah-olah sedang merencanakan sesuatu, dia pun mengikuti aluna dan lucas dari belakang.
Saat sampai mereka di depan ruangan VIP lucas yang mau memegang kenop pintu sudah keduluan lula, hal itu membuat lucas terkejut.
"Lo... " geram lucas tapi lula hanya tersenyum miring dan masuk kedalam. Ingin sekali lucas menyeret lula tapi ditahan oleh aluna kerena lula sudah membuka pintunya, Disaat lula membuka pintunya.
Cklek...
Dia terkejut siapa klien aiden dan seketika itu membuat lula membeku ditempat, lucas dan aluna yang melihat itu pun heran mereka masuk kedalam.
Sebenarnya aluna jika sedikit terkejut namun aluna dapat mengkondisikan ekpresinya.
"Ehm.. " dehem aluna. Yang membuat lula tersadar. Lucas pun menoleh kearah aluna.
"Kenapa lun! " tanya lucas. Aluna pun mendekati dirinya kearah lucas.
"Gue tahu akar permasalahannya" bisik aluna. Yang membuat lucas mengerutkan keningnya dia tidak tahu apa maksud dari aluna.
"Maksudnya? "Bisik lucas
"Lo tahu orang yang ada di depan aiden itu orang yang sempat digoda oleh lalu di toilet tadi, dan gue juga membuat kesalahan" bisik aluna, yang membuat lucas melotot kearah aluna.
"Lo serius! apa yang lo lakukan? " bisik lucas. Dan aluna mengangguk mantap.
"Dua rius malah, he..he.. gue tadi palak dia karena gue udah nolongin dia jadi gue mintak dia bayar lima" seru aluna sambil tersenyum cengar cengir. Hal itu membuat lucas menggeleng kepalanya bisa bisanya aluna...ah, entahlah dia sendiri juga bingung , lucas melihat kearah lula memang ada sedikit kegugupan di lula, dan lucas melihat lagi kearah aluna.
"Emang bener dia itu biang masalahnya" bisik lucas kesal. Kerena terlalu sibuk bergosib hingga mereka berdua tidak sadar menjadi tontonan aiden dan kliennya disana.
Brak... Aiden menggebrak meja yang membuat lucas dan aluna terkejut mereka langsung berdiri tegap. Jujur saja Aiden sangat cemburu melihat kedekatan antara istrinya dan temannya itu, padahal aluna dan dirinya tidak sampai sedekat padahal mereka suami istri. Aiden merasa seperti ada kobaran api yang menyala didalam dirinya hingga membuatnya panas sampai ke ubun ubun.
Lucas dan aluna yang dilihat seperti pemangsa itu pun akhirnya mereka maju, saat aluna maju beberapa langkah dia memutar kembali yang membuat lucas berhenti dan melihat aksi aluna, aluna menarik tangan lula yang membuat lula terkejut, begitu juga lucas dia bahkan sampai melotot.
"Lo gila udah palak orang lo malah bawa biang masalah ini" bisik lucas.
"Sstt.. Lo tenang aja emang dia bisa apa" bisik aluna menarik tangan lula. Sebenarnya lula ingin melepaskan cengkeraman tangan aluna di lengannya, tapi aluna mencengkeram lebih kuat lagi hingga membuat lula meringis kesakitan.
"Hhss.."
"Lo diem, kalau lo tidak mau sakit tangan lo" ancam aluna sambil melotot kearah lula yang membuat lula terdiam baru kali ini dia sedikit marasa takut dengan aluna jika aluna bertindak seperti ini.