NovelToon NovelToon
Aku Istri Kedua Yang Dibuang… 3 Tahun Kemudian, Mereka Berlutut Di Hadapanku

Aku Istri Kedua Yang Dibuang… 3 Tahun Kemudian, Mereka Berlutut Di Hadapanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Elvandem Putra

Dibuang. Dihina. Dilupakan.
Sebagai istri kedua, aku tak pernah lebih dari bayangan—alat politik yang bisa disingkirkan kapan saja.
Saat mereka mengusirku dalam keadaan hancur, tidak ada satu pun yang tahu… aku membawa sesuatu yang akan mengubah segalanya.
Tiga tahun berlalu.
Aku kembali—bukan sebagai wanita yang sama.
Bukan sebagai istri yang menangis memohon.
Tapi sebagai ratu yang bahkan takdir pun tak berani sentuh.
Sekarang, satu per satu mereka datang…
dengan lutut menyentuh tanah.
Memohon ampun.
Sayangnya…
aku sudah lupa bagaimana cara memaafkan
Mengingat alur cerita yang dramatis, saya telah membuat sampul yang menonjolkan elemen pemberdayaan, transformasi, dan pembalasan. Anda akan melihat visual yang menunjukkan perubahan drastis pada protagonis, dari sosok yang teraniaya menjadi wanita yang kuat dan mandiri, serta momen emosional saat karakter lain 'berlutut' di hadapannya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvandem Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERTEMPURAN YANG BISA MEMUSNAHKAN

Hutan itu sunyi.

Bukan karena damai.

Bukan karena ketenangan.

Ini sunyi karena semua makhluk tahu: sesuatu yang lebih tua dari dunia sedang menunggu.

Pria itu berdiri.

Tidak bergerak.

Tidak takut.

Reina menatapnya.

Matanya dingin, tajam, seperti es yang menembus inti hati.

“Aku bilang, coba bertahan,” katanya.

Suaranya rendah.

Tapi setiap kata memecah udara menjadi pecahan-pecahan tajam.

Pria itu tersenyum tipis.

“Kalau begitu… aku akan mulai.”

Satu langkah.

Tanah retak.

Akar-akar hutan meronta.

Burung-burung berteriak dan menghilang dari pepohonan.

Darven berada di belakang Reina.

Tangannya menggenggam pedang, tapi tubuhnya kaku.

Ini bukan lagi ujiannya sendiri.

Ini pertempuran di level yang tidak pernah dia bayangkan.

Pria itu tiba-tiba menggerakkan tangannya.

Sekejap—angin berputar.

Daun-daun beterbangan.

Dan aura kekuatan yang keluar darinya… hampir menembus domain Reina.

Reina menatapnya.

Tidak mundur.

Tidak menyerang.

Hanya… menunggu.

Dan itu cukup.

Akar-akar di tanah seakan menunggu perintahnya.

Domainnya bergerak seperti napas—perlahan, pasti, tapi mematikan.

Pria itu tersenyum lagi.

“Jadi ini… kekuatanmu?”

Dia melangkah satu kali lagi.

Tanah retak lebih dalam.

Hutan seolah menjerit.

Lalu, dalam detik berikutnya:

Serangan pertama datang.

Bukan fisik.

Bukan pedang.

Bukan energi yang bisa dilihat.

Hanya tekanan mental.

Gelombang rasa takut.

Bayangan dari masa lalu yang menghantui.

Reina menatapnya.

Sedikit senyum tipis.

Matanya tidak memudar.

Ia mengangkat tangannya, perlahan.

Domainnya merespons.

Gelombang itu terbagi.

Dipantulkan.

Tidak menyakiti satu pun dari mereka.

Pria itu menatapnya—kaget sedikit.

Sedikit.

Dan itu cukup.

Darven menarik napas.

Tubuhnya masih gemetar, tapi matanya fokus.

“Kau harus ikut!” serunya.

Tapi Reina menggeleng.

“Ini… urusanku,” katanya.

Dingin.

Mematikan.

Seolah satu kata itu menelan segala keraguan.

Pria itu tertawa pelan.

“Bagus. Aku suka wanita yang dingin.”

Langkahnya semakin cepat.

Serangan datang—sekarang fisik.

Bukan lagi gelombang mental, tapi tarikan energi yang bisa merobek pohon.

Reina mengangkat tangannya.

Domainnya meledak.

Hutan bergetar.

Akar-akar merentang, memotong, dan melingkari serangan itu.

Pria itu mundur satu langkah.

“Kau… tidak biasa,” katanya.

“Tidak seperti yang lain.”

Dan saat itulah… Darven bergerak.

Dia menembus sisi domain.

Pedangnya terangkat.

Mencoba menyerang.

Namun, satu gerakan dari pria itu—hanya satu—dan Darven tersungkur.

Darah mengalir dari luka-luka baru.

Tubuhnya berguncang hebat.

Hampir kehilangan kesadaran.

Reina menatapnya sekilas.

Senyumnya tipis, dingin.

“…pelan, Darven. Ini bukan waktumu.”

Pria itu kini lebih serius.

Matanya menatap langsung ke Reina.

“Jadi ini yang disebut ‘ratu hutan’? Menarik.”

Tanpa peringatan, ia melesat ke depan.

Cepat.

Tepat.

Memotong akar, melewati tanah yang telah Reina persiapkan.

Hutan itu bergetar hebat.

Pohon-pohon berguncang.

Tanah retak.

Reina akhirnya bergerak.

Bukan menyerang.

Bukan bertahan.

Hanya menggeser domainnya—dan dengan satu gerakan, dunia di sekitarnya berubah.

Tanah retak, akar mencabut diri sendiri, bayangan gelap merentang,

dan gelombang energi memotong udara seperti pedang raksasa.

Pria itu tersenyum.

“Menarik…”

Serangan bertemu.

Ledakan energi.

Gelombang kekuatan mendorong keduanya mundur beberapa langkah.

Hutan runtuh sedikit di sisi-sisinya.

Darven menatap, terengah.

Ini level yang tidak pernah dia bayangkan.

Reina tidak berbicara.

Tidak ada kata.

Hanya tatapan dingin dan fokus yang… menghancurkan.

Pria itu tersenyum lebar.

“Kau berbeda. Aku suka itu.”

Dan untuk pertama kalinya,

Reina merasa ada sesuatu yang memaksa dia bergerak lebih keras.

Lebih cepat.

Lebih brutal.

Setiap serangannya—tidak ada yang tertahan.

Setiap gerakannya—tidak ada yang sia-sia.

Setiap pikiran—lebih dalam dari sebelumnya.

Darven menelan ludah.

Dia masih berdarah.

Masih lemah.

Tapi matanya melihat sesuatu—kekuatan baru dalam diri Reina.

Dan di detik itu…

Darven menyadari:

Ini bukan lagi hutan biasa.

Ini bukan lagi domain yang bisa ia pahami.

Ini pertarungan hidup atau mati di level ratu dan lawan yang jauh di atasnya.

Udara di sekeliling mereka panas.

Gelombang energi memotong pepohonan.

Hutan itu—meski milik Reina—tidak sepenuhnya di bawah kendalinya.

Ini baru awal dari pertarungan yang bisa menghancurkan semuanya.

1
Rosma mossely
Bagus.
Tetap semangat berkarya Thor
Elvandem Putra: terima kasih kak
total 2 replies
Rosma mossely
Awal yang menarik.
Semangat berkarya Thor.
Elvandem Putra: @rosma mossely

terima kasih kak.
Dukunganmu Semangatku💪😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!