hari itu ketika aku berjalan pandangan ku tertuju pada gadis yang merupakan pacar ku tapi dia berjalan dengan pria yang tidak ku kenal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hitomaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari biasa
Pov Aidan
Aku sedang sendirian dirumah, semua anggota keluargaku sedang menengok kakekku yang sedang berada di rumah sakit, duduk di teras rumah sambil membaca buku pelajaran. siang ini terasa sangat panas aku mengambil minum yang ada di dalam kulkas tiba-tiba bel rumah berbunyi.
Ting nong! Aku kembali keluar dan melihat Dahlia sedang berada di depan gerbang, dia melambaikan tangannya.
" nih dari kak ufa " Dahlia memberiku kantong plastik
" apa ini? " aku bertanya
" makanan, kak ufa masak lumayan banyak tadi " Dahlia menjelaskan
" terima kasih, kamu mau mampir dulu " mengucapkan terima kasih, aku menawari Dahlia untuk mampir kedalam rumahku
" boleh? " matanya tampak bersinar
" iya "
Aku masuk kedalam rumah bersama dahlia, aku menyuruhnya menunggu sementara aku ke dapur membuka kantong plastik yang berisi kotak makan, di dalam kotak itu berisi cukup banyak potongan ayam. Aku mencuci kotak makanan itu setelah selesai aku menuju ruang tamu sambil membawa minum.
" maaf sudah membuatmu menunggu, ini silahkan di minum "
Dahlia meminum minuman yang aku bawa kemudian dia membuka mulutnya dan berbicara.
" ngomong-ngomong orang tua kamu di mana kok rasanya sepi banget " Dahlia melihat sekeliling rumahku.
" mereka sedang bertemu kakak dan nenek ku" Aku menjawab perkataan Dahlia
" kamu gak ikut? " Dahlia bertanya kembali
" tadi aku sedang lari pagi, soalnya orang tuaku perginya dadakan karena mendengar kabar kakekku jatuh sakit, jadi mereka lupa mengabari ku "
Dahlia tampak khawatir ketika aku membicarakan tentang kondisi kakekku.
" semoga kakek kamu baik-baik saja " setelah terdiam sebentar dahlia lanjut berbicara
" jadi kamu sendirian aja sekarang? "
" iya, mungkin sampai besok "
" terus soal makan gimana? Kamu beli? " Dahlia kembali bertanya
" hmm karena di kulkas ada banyak bahan-bahan masakan jadi aku masak sendiri"
" kamu bisa masak? "
" Tentu saja " aku sedikit menyombongkan diri, kadang-kadang aku membantu ibuku menyiapkan makanan.
" wah... kapan-kapan ajarin dong " Dahlia tampak bersemangat ketika meminta untuk di ajari memasak.
" eh...aku hanya bisa sedikit, masih belum bisa mengajari orang lain "
Kami melanjutkan obrolan kami dengan begitu santai, tentang hobi, tugas sekolah dan masih banyak yang kami bicarakan, jam 12 siang dahlia pulang dan aku kembali sendirian di dalam rumah.
Aku mencoba bermain video game untuk menghabiskan waktu, menit demi menit terus berlalu aku memainkan video game sampai akhirnya bosan. Aku mencoba menghubungi ibuku lagi tapi nomor tidak aktif begitu juga dengan nomor ayahku.
Aku mengunci pintu rumahku, aku berjalan tanpa tujuan untuk menghabiskan waktu, rumah-rumah mulai penuh dengan hiasan karena 2 Minggu lagi perayaan hari kemerdekaan.
Di tengah jalan langkah ku berhenti karena ada yang memanggil namaku.
" Kak Aidan " yang memanggilku ternyata Arsa anak yang aku bantu ketika sedang jalan bermasa Imel, dia sepertinya sedang bermain bersama teman-temannya
" halo Arsa " aku mencoba bersikap ramah
" kakak lagi mau kemana " Arsa bertanya
" lagi jalan-jalan santai, kamu lagi main? " aku bertanya balik kepada Arsa.
" iya aku lagi main sama temanku, kakak mau ikut main? " Arsa mengajak aku bermain matanya berapi-api
" ngak ah, kakak mau lihatin aja "
" yaudah deh, aku lanjut main aja " Arsa kembali berkumpul bersama teman-temannya. " 1... 2...3...4...5...6 " salah satu anak kecil sedang menghitung dan yang lainnya berlarian mencari tempat bersembunyi, aku menyaksikan mereka dari bangku taman. Mereka selesai bermain, Arsa menghampiri aku yang sedang duduk.
" kamu udah selesai mainnya " aku memberi pernyataan basa-basi
" iya capek banget soalnya " Arsa duduk disampingku. " kakak ikut aku yuk kerumah aku, gak jauh dari sini kok " Arsa mengajak aku bermain kerumahnya, Arsa menarik tanganku dan berjalan kearah rumahnya.
Kami berhenti di depan rumah berwarna putih, arsa membuka pintu rumahnya aku masuk kedalam bersama Arsa.
Aku terkejut ketika melihat ada seseorang di dalam, laki-laki dan perempuan berduaan di dalam rumah.
" kakak udah pulang? " Arsa bertanya
" baru saja, kakak baru sampai " perempuan itu yang kemungkinan kakaknya Arsa menjawab.
" yaudah aku mau ke kamar dulu " Arsa pergi, aku membungkuk kearah perempuan dan laki-laki itu dan lanjut mengikuti Arsa masuk kedalam kamarnya.
Arsa membuka kotak yang penuh dengan bermacam-macam mainan pada akhirnya Arsa memilih kartu bergambar untuk dimainkan bersama diriku.
Waktu berlalu, aku menghabiskan waktu dengan bermain bersama Arsa, karena sudah lumayan lama aku akhirnya pamit. " lain kali kita main lagi ya Arsa " aku keluar dari kamar Arsa. Diruang tamu ternyata masih ada kakanya Arsa bersama pacarnya mungkin.
" aku permisi dulu " ucap aku kepada mereka.
" eh... Iya, terima kasih sudah bermain bersama adikku " mereka tampak sedikit terkejut.
aku kembali pulang ke rumahku sendiri, tanpa ada sesuatu spesial yang terjadi malam hari pun sudah tiba,aku mulai mengerjakan tugas sekolah untuk hari esok.