NovelToon NovelToon
Hi, Ex - Boyfriend !

Hi, Ex - Boyfriend !

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:586.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: SheisUgly

Hai All, ini adalah karya keduaku.
Sesuai sama judul di atas kali ini aku akan membuat karya tentang dunia permantanan.

Willo, gadis pendiam dan terkesan cuek dan aromantis terkejut saat dia tau ternyata bos di tempatnya bekerja adalah Mantan "Pacarnya" yang super ngeselin.

Willo ingin menghindar dan resign dari tempatnya bekerja namun dirinya tak bisa lepas dari jeratan mantan.

So this is it , Willo story : Hi, Ex - Boyfriend ! 😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SheisUgly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CINTA SEGITIGA.

...Dimana-mana cuma Willo yang jadi korban...

...🐰BukanAuthor🐰...

🦂🦂🦂🦂🦂🦂

Sumpah Demi Allah aku masih gagal paham dengan ini semua. Dari Kebohongan Kai yang mengajak ku meeting, dan kita melakukan perjalanan Jakarta - Subang. Aku masih belum paham dengan maksud Kai sepenuhnya.

Aku dan Kai duduk di teras belakang dekat kolam renang. Aku mencoba mencari-cari petunjuk , rumah siapa ini sebenarnya karena sang Ibu tuan rumah menyinggung nama KENZIE.

Aku celingukan mencari foto keluarga atau foto siapapun di tembok rumah tapi tak kutemukan satupun, hanya hiasan kaligrafi dan lukisan pemandangan yang terpajang.

Apa aku harus bertanya sama Bang Kai??? Dia cuma sibuk dengan gadgetnya. Kulirik dia sedang membuka bursa saham.

Ku tepuk pelan paha Kai yang duduk di sebelahku.

Dengan doa bismillah aku bertanya. Semoga dia enggak ngamuk

"Bang..." Tepukan pertama berhasil, dia enggak marah tapi masih cuek padaku.

Dia hanya berdeham.

"Bang, gue mau nanya...",Kataku setengah berbisik.

"Apa??" Dia masih cuek memantau pasar bursa.

Fix nanya !

"Bang, lo belajar dimana cara memakai hijab ??"

Guk guk ! Kenapa jadi pertanyaan ini yang keluar dari mulutku?? Apa aku terlalu takut jika nyinggung Kenzie dan aku akan di kirim tugas ke daerah bahkan tugas di Mumbai misalnya????

Dia melengos ke arahku, menatapku heran.

"Lo mau tau banget??" Aku terpaksa mengangguk.

"Ya gue akuin emang gue lebih cantik dari lo makanya kakak-kakak gue suka dandanin gue, mereka suka mraktekin tutorial hijab. Makanya gue bisa" Lalu setelah bercerita alasan kenapa dia bisa makai hijab dia fokus ke pasar saham lagi

"Emang sampai sekarang kakak lo masih suka begitu??" Kai ganti mengernyitkan alis kemudian menatap horor diriku. Tanda jika dia tak ingin menjawab.

Kenapa sih lidahku kelu untuk menanyakan ini tempat Apa? Rumah siapa ?? Kenapa kita ada di sini. Sedangkan Kai seperti tak peduli pada kekepoanku.

Seorang anak kecil kira-kira berusia 3 tahun lebih menghampiriku. Wajahnya sangat lucu dan imut, dengan pipi gembul. Anak kecil laki-laki ini menatapku dengan mata bulatnya.

Dia lalu menghampiriku memberikanku setangkai bunga mawar.

"Hai nama kamu siapa?" Tanyaku setelah menerima uluran bunga mawar itu dari tangannya.

"Khalid..." Jawabnya dengan malu-malu.

Aku menyenggol bahu Kai.

"Bang, lihat anak ini lucu banget kan??" Aku tiba-tiba gemas dan ingin mencubit pipi anak Ini. Namun aku trauma, beberapa orang tua tak setuju jika anaknya di cubit. Tapi Kai masih sibuk dengan sahamnya.

"Mama kamu mana??" Khalid bergelayut manja di pahaku dan aku langsung meraih anak itu ke pangkuanku.

"Mama sana.." Khalid menunjuk bagian dalam rumah. Mungkin orang tua Khalid bagian dari rumah ini.

"Lo ati-ati megang anak orang. Di tuduh nyulik tau rasa" Emang ya lidah tak bertulang, boleh tu mata cuek enggak nanggepin tapi kalau soal omongan pedas menyayat jiwa raga, Bang Kai emang paling bisa.

"Aku kan cuma main aja. Lagian anaknya engga nangis" Belaku.

Aku memainkan bunga mawar yang di berikan Khalid padaku. Dan anak itu berceloteh seperti menyanyi

"Khalid sudah PAUD ya??" Aku mengayunkan pangkuan. Anak kecil biasanya suka begitu. Tak lama kemudian dia pergi dari pangkuanku berlari masuk ke dalam.

Kai menaruh ponselnya di sela-sela antara aku dan Kai .

"Udah selesai??" Tanyaku datar.

"Udah"

"Mana anak kecilnya?" Tanya Kai melihat sekeliling.

"Udah pergi, tadi aku panggil enggak nyahut. Sekarang anaknya udah pergi lo cariin." Jawabku mencebikkan bibir.

"Gue kenal sama Ayahnya Khalid" Kai berkata seraya memandang ke langit luas di belakang kolam renang itu.

"Temen bisnis lo??"

"Bukan, dia temen gue kuliah dulu. Dia kuliah di kampus yang sama dengan kita. Tapi beda fakultas" Aku memandang lekat siluet Kai yang duduk di sampingku.

"Gue dulu gak pernah merhatiin temen yang lain. Hafal nama teman sekelas aja udah sukur"

Aku mengingat masa kuliahku yang kurang bergaul. Sebatas Nietha dan Yessy saja yang aku kenal.

"Lo kan aneh dari dulu . Lo terlihat beda dari mahasiswi kebanyakan, dan itu yang membuat gue..."

"Kai, sudah lama bro??" Suara laki-laki yang berbaju koko warna putih memotong pembicaraan kami.

Kai berdiri menyalami dan memeluk pria itu dan aku pun bersalaman dengan menangkupkan kedua tangan di dada.

"Sori bro gue baru datang, jalanan macet"

"Enggak apa-apa gue juga baru datang." Kai tersenyum.

"Ayo kita masuk ke dalam, acara mau di mulai nih. Kita dengerin tausiyah dulu.."

Kami bertiga masuk ke ruang tengah rumah itu disana sudah berkumpul beberapa orang keluarga pria itu mendengarkan tausiyah.

Wah, keluarga ini pasti orang berada, yang ceramah aja Ustad Zacky Mirza. Padahal aku kan juga pengen dapat siraman rohani dari Ustad Abdul Somad.

Aku mendengarkan dengan seksama ceramah Ustad tersebut yang bertema Jodoh, Rezeki, Lahir dan Kematian. Saat Ustad menyinggung soal Jodoh yang telah di persiapkan Allah untuk kita, Kai yang bergerombol dengan Bapak-bapak di depan bersirobok pandangan denganku. Dia melempar senyum manisnya dan aku yang kelojotan tak Karuan.

Setelah tema terakhir di jabarkan oleh Pak Ustad, tausiyahpun berakhir. Semua tamu di minta untuk berdiri dan Ustad Zaki Mirza melantunkan shalawat, suaranya merdu dan dadaku bergetar mendengarkan nya. Udah lama banget aku cuek sama agama dan akhirnya hatiku tersentuh.

Kami diminta berdiri menepi di dinding dan seorang wanita dengan membawa bayi di gendongan keluar dari kamar meyerahkan si bayi pada pria sahabat Kai tadi. Pria itu memutari tamu untuk menggunting rambut si bayi.

Jadi, ini acara aqiqah???? Kai mendapat giliran memotong rambut terakhir kali. Dia mencium bayi itu kemudian sahabatnya menyerahkan bayi itu untuk di gendong Kai.

Ada rasa terenyuh di hati melihat Kai yang suka marah-marah di kantor,bahkan memecat karyawan satu persatu jadi Papa able begini?? Duh seneng kali ya jadi istri Kai?? Aku hanya mematung menatap dia dari jauh hingga sebuah tangan halus menyentuh telapak tanganku.

Aku reflek menoleh.

Wanita cantik berkerudung hijau tosca yang tadi membawa bayi itu tersenyum padaku.

Dia tidak berubah, masih cantik seperti yang dulu. Hanya saja dia tambah cantik dengan hijabnya.

"Willo.." Dia tersenyum memanggilku. Mataku akan berkaca-kaca melihat dia kini berdiri di sebelahku.

"Kak Kenzie???" Diapun memelukku. Tak dihiraukan tamu-tamu yang lain yang mulai duduk.

"Kak Kenzie apa kabar???" Aku menatap lekat tak percaya.

"Aku baik Wil. Kamu gimana??" Dia merangkulku.

"Alhamdulillah kak..."

Kamipun duduk di lantai beralaskan karpet tebal Turki.

"Nanti aja ceritanya ya. Kamu jangan keburu pulang dulu??" Kak Kenzie bangkit untuk mengambil bayinya dari tangan Kai. Dan anak kecil tampan yang tadi menubruk Kak Kenzie dan berteriak memanggil Mama.

Jadi???

Kak Kenzie sudah berkeluarga bahkan mempunyai 2 orang anak dengan pria itu?? Sahabat Kai??????

🌾🌾🌾🌾🌾🌾

Jodoh itu tak tau kapan datanganya. Bisa aja kita berpacaran lama dengan Si A, tapi jodoh kita si B. Bahkan si B ini orang yang enggak pernah kita sangka akan menjadi jodoh kita nanti.

Aku masih menggeleng tak percaya dengan pengalaman ku hari ini. Aku yang selalu penasaran tentang keberadaan Kenzie, Kai yang selalu sendiri, hingga keberanian ku bertanya tentang hubungan mereka yang menjadi misteri. Semuanya terbayar lunas hari ini.

Bahkan Kai sampai membuangku ke Atambua, daerah ujung dekat perbatasan dengan Timor Leste karena kekepoanku. Ternyata di jawab juga oleh Kai.

Aku dan Kai yang sedang perjalanan pulang ke Jakarta di malam hari dari tadi hanya diam.

Dan akhirnya Kai membuka suara.

"Gimana?? Janji gue lunas kan??" Kai fokus menatap jalanan.

"Iya Bang." Aku menunduk lagi meremas rok gamis berwana pastel yang aku kenakan.

Sebenarnya aku masih penasaran, kok bisa Kai dan Kak Kenzie putus???

"Lo masih penasaran kenapa Kenzie nikah ama orang lain??" Tau aja Bang Kai aku lagi mikirin itu.

Aku mengangguk.

"Apalagi dia sahabat lo sendiri" Aku menimpali.

Suasana hening lagi, aku menatap jalanan dari jendela mobil.

"Kalau boleh jujur gue dulu sering mengamati kalian dari jauh. Betapa serasinya kalian. Seperti pasangan romantis di drama Korea. Gue geli sih liat gaya pacaran kalian. Tapi, gue juga pengen sesekali merasakan gaya pacaran seperti kalian...." Aku berucap lirih do sertai rasa perih tertahankan.

"Apa enaknya pacaran kayak gue dan Kenzie??" Bang Kai berdehem sebentar.

"Kalian couple goals paling romantis menurut gue. Kalian kemana-mana berdua, lo anter jemput Kenzie.Lo ngejar Kenzie keluar negri" Aku mendesis lirih.

"Tapi Kenzie cuma pura-pura."

Aku segera menoleh ke arah Kai yang sedang fokus menyetir.

"Pura-pura gimana?? Kan lo yang pura-pura mencintai gue waktu itu !" Aku memang masih sakit hati.

"Lo bisa kan mencontoh gue dan Kenzie yang saling ikhlas??"

"Lo udah move on??"

"Udah" Jawaban singkat namun melongsorkan hati dan perasaanku.

"Sejak kapan lo move on???" Aku mulai panas.

"Lo bawel deh banyak nanya ! Gue nyetir nih!!!"

Akupun langsung terdiam. Aku mengingat lagi percakapan ku tadi sehabis isya dengan Kak Kenzie.

Flashback :

"Will, aku pernah bilang kan sama kamu waktu kita berdua duduk di bawah pohon rindang di kampus dulu, aku bilang jika hubungan tidak di dasari tentang cinta aja Willo, aku dulu emang pacaran sama Kai tapi aku yang nyakitin Kai" Kak Kenzie membuka tabir yang tersingkap dari dulu.

"Maksud Kakak apa??" Aku belum mengerti sepenuhnya. Bukannya mereka saling mencintai??

"Aku jadi pacar Kai karena aku suka sama sahabatnya Kai dan Kai suka sama aku."

Cinta segitiga????

Kak Kenzie bercerita jika mereka dulu tinggal di Semarang. Aji, sahabat Kai yang juga suami Kak Kenzie mereka dulu berteman baik.

Hingga datang kak Kenzie sebagai murid baru membuat Kai menyukai gadis untuk pertama kalinya. Namun, Kak Kenzie menyukai Aji, sahabat Kai.

Aji tak ingin menyakiti Kai lalu menjodohkan Kai dan Kenzie, Kenzie bersedia menerima Kai dengan harapan bisa dekat selalu dengan Aji.

Kejam memang, namun cinta tidak pernah salah. Mereka berjodoh.

Dan satu lagi rahasia yang terkuak.

Kai tak pernah benar-benar menyusul Kenzie ke luar negri. Kenzie ternyata lebih memilih menyusul Aji ke Romania, tempat dimana Aji di terima Bekerja.

Kai yang tau kenyataan itu hanya bisa merelakan Kenzie yang mengejar cinta Aji. Karena Kai tau Aji juga mencintai Kenzie.

Saat kami berpamitan pulang, Kenzie dan Aji menggoda Kai.

"Kai, Willo masih gemesin loh enggak pernah berubah.." Kenzie tertawa melihatku dan Kai yang dekat.

"Dia dari dulu memang gemesin"

"Gimana Wil??"

"Besok aku resign dari kantor dia !!" Dengusku.

Tapi aku kok seneng ya di bilang gemesin??

Flashback End.

Kan Bang Kai yang gemesin?????

🍉🍉🍉🍉🍉🍉

Sakit ya Bang Kai???????

1
Almun
mungkin maksut kakak nya ini "terhenyak".

tadi diawal juga ada. situasinya lagi tegang/kaget tp tiba tiba ada kata tergelak.

sejauh ini sukaa😍 semangat kakk
RithaMartinE
😭😭😭 semangat willo
T.N
ku suka novel mu kak
T.N
nah kan ketauan jg
T.N
kasih pelukan tuk Willo
T.N
hahahsh🤣🤣🤣
T.N
omelannya bikin kangen Willo
T.N
😄😄😄
T.N
kadang kebawa alur cerita sampe nggak komen tapi like mah harus
Lin Zhi Yu
Baca berkali2 tetep gak bosan, ceritanya asik
Violeta
dasar pasangan somplak..🤣🤣🤣🤣
Violeta
astaga 🤣🤣🤣🤣
Violeta
🤣🤣🤣🤣
Violeta
waahh baru tau nih...ada kepanjangan lain dari GPS 🤭🤣🤣
Praba Tini LA
saya suka saya suka...
RithaMartinE
luar biasa
RithaMartinE
ukh ... keren nya bang Kai 😍
May Keisya
iya bener😂
May Keisya
Thor kalo endingnya willo ga bahagia ini keterlaluan😭
May Keisya
🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!