NovelToon NovelToon
Sistem: Melenyapkan Pengkhianat

Sistem: Melenyapkan Pengkhianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:29.1k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

Adik kandungnya, Chantika tiba-tiba saja berubah sifat. Merebut pria yang dicintainya, memonopoli cinta kedua orang tua mereka, setiap usaha yang dipegang adiknya selalu berhasil.

Hingga, pada suatu saat Chantika entah kenapa berusaha membunuh Violetta.

Dalam kematian yang hampir menjemputnya, banyak tanda tanya dalam diri Violetta.

Bagaimana pun dia berusaha tidak akan dapat menyaingi Chantika? Mengapa kekasihnya lebih mencintai Chantika? Mengapa dunia ini begitu tidak adil?

Namun.

Tiba-tiba saja layar berisikan tulisan terlihat di hadapannya. Dilengkapi seorang pemuda dengan pakaian aneh.

"Protagonis telah ditemukan dalam keadaan hidup, siap melayani."

"Ka...kamu siapa?"

"Mulai hari ini anda adalah host yang saya layani. Saya adalah sistem perbaikan dimensi."

Dunia yang ditempati Violetta adalah dunia novel. Dengan Violetta yang merupakan protagonis. Sedangkan Chantika memasuki dunia novel dan merubah cerita seenaknya.

Pertarungan antara penjelajah dan protagonis dimulai

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Umpatan

Violetta menghela napas, setelah merasa sedikit lebih tenang. Dirinya menangis bukan karena perlakuan buruk kedua orang tuanya. Tapi karena pemuda ini menggunakan kesempatan untuk menyelamatkan nyawanya.

"Jangan selamatkan aku lagi lain kali. Kalau mati ya biarkan aku mati." Violetta berusaha tersenyum, benar-benar berusaha untuk tersenyum. Menatap ke arah wajah Galan.

"Saya masih memiliki 1 kesempatan lagi menyelamatkan nona. Jika ada kebutuhan darurat, saya akan menggunakannya." Ucap Galan pada wanita di hadapannya.

Ada satu hal yang mengganjal di pikiran Galan. Dirinya hanya membaca sedikit data tentang host yang harus dilindunginya kali ini. Seharusnya kedua orang tua Violetta menyayanginya, setelah kematian Chantika.

"Nona terlihat terbiasa dengan ini." Ucap Galan menatap ke arah Violetta yang tengah duduk di atas kursi dalam gudang.

"Ini sering terjadi. Jika aku gagal dalam kompetisi, ayah akan mencambukku menggunakan rotan. Hadiah kompetisi yang aku menangkan akan disimpan oleh ibu. Katanya untuk menambahkan jadwal les dan menambah biaya rumah sakit untuk Chantika. Dulu aku mengira ini hal yang wajar, mungkin karena tubuh Chantika yang memang sakit-sakitan. Tapi setelah Chantika sehat, semuanya bertambah buruk." Violetta menghela napas, setetes air matanya mengalir dalam senyuman. Mengingat Chantika yang dulu selalu membelanya.

Chantika yang sebenarnya akan menangis untuknya, memohon agar sang ayah tidak menghukum Violetta. Itulah adiknya.

"Bagi ibu dan ayah, aku harus tumbuh menjadi anak yang sempurna. Menjadi tumpuan mereka. Sementara Chantika, putri yang begitu rapuh. Harus dilindungi dengan cara apapun." Tangisan terisak, benar-benar tulus akan kesepian.

Galan hanya mengucapkan satu kata tidak terlihat ekspresi apapun di wajahnya."Menangislah."

"Aaangg...." Suara tangisan lebih kencang. Bahkan hingga terisak, Violetta tidak mengetahui dimana kesalahannya. Hingga pantas menerima semua ini, padahal dirinya juga anak kandung ayah dan ibunya.

"Nona, hujan akan membawakan kehidupan. Terik matahari juga tidak selalu indah." Ucapnya pelan, menginginkan hostnya lebih menghargai hidup. Berjuang untuk hidupnya sendiri, tanpa menginginkan milik orang lain.

Violetta berusaha tersenyum, menghapus air matanya sendiri. Untuk melindungi keberadaan Galan, maka dirinya sama sekali tidak boleh terluka lagi.

"Aku akan tinggal di butik." Ucapnya yakin.

"Akan kesulitan bagi nona untuk menjalankan misi jika tinggal jauh dengan Chantika. Selain itu nona juga harus menaklukkan protagonis pria." Sebuah pertimbangan dengan nada bicara datar.

Violetta menoleh padanya, apa isi otak pria ini hanya menyatukannya dengan cumi-cumi kering? Siapa yang mau dengan cumi-cumi. Jika di hadapannya sudah ada pangeran menawan.

"Saya sarankan nona untuk merekrut seorang pengawal." Sebuah solusi yang masuk akal diberikan olehnya.

"Tapi aku masih kekurangan uang." Violetta berfikir mengigit bagian bawah bibirnya sendiri. Poinnya saat ini benar-benar nol.

Jangankan batuan sistem. Menyewa bodyguard saja dirinya kesulitan.

"Sudahlah! Aku mau tidur! Nanti aku usahakan menyewa bodyguard dari keuntungan butik." Memang tidak ada gunanya memikirkannya saat ini.

Violetta mengambil kain dan bantal yang memang selalu disembunyikan nya di gudang, untuk berjaga-jaga, jika dirinya dihukum. Kemudian mencari tempat berbaring yang nyaman.

Pemuda berambut putih panjang yang melangkah. Setelah menatap ke arah Violetta yang telah tertidur lelap. Matanya menelisik mengamati lukisan tua, lukisan seorang pria terlihat lukisan yang telah direparasi (diperbaiki) beberapa kali.

Membuka layar transparan, mengambil data tentang lukisan ini. Ada yang aneh baginya dengan prilaku kedua orang tua Violetta.

Hingga sang pemuda terdiam sejenak. Melirik ke arah Violetta. Lebih baik mencari data lebih lengkap lagi, tidak boleh menyimpulkan. Hanya dengan data orang yang ada dalam lukisan ini.

Hingga sang pemuda tersenyum."Cerita di balik cerita." Gumamnya, menemukan kenyataan lain dalam hidup wanita ini. Data yang diberikan tentang hostnya tidak begitu lengkap.

Haruskah dirinya mengatakan pada Violetta mengapa Violetta dibenci? Namun, itu melanggar aturan. Informasi yang boleh diberikan pada host terbatas.

Galan menjentikkan jarinya. Sepotong Cheesecake dilengkapi dengan desert spoon muncul ditangannya. Pemuda yang mengamati layar transparan, sembari menikmati cheesecake.

Beberapa data keturunan keluarga muncul. Dania memang ibu kandung Violetta... benar-benar ibu kandung.

"Ingin mengatakan segalanya tapi tidak bisa. Bagaimana aku harus membimbing anda untuk menemukan kenyataan. Mereka tidak memiliki apapun, semuanya seharusnya menjadi milik nona..." Akan ada jalan kebahagiaan lain untuk hostnya.

Pemuda berambut putih panjang menatap ke arah cheese cake yang baru dimakannya setengah. Yang seharusnya terjadi di masa depan Violetta dicintai oleh kedua orang tuanya. Memiliki suami posesif tapi begitu mencintainya.

Tapi segalanya bagaikan dilumuri oleh darah hitam. Adakah kasih yang sejati? Apa hostnya dapat bahagia? Meletakkan piring sisa cheese cakenya di atas meja.

Matanya sedikit melirik ke arah Violetta. Dalam kesempatan bantuan sistem berikutnya, dirinya akan membimbing hostnya pada kebahagiaan lain.

***

Sinar matahari pagi sedikit menembus celah gudang. Violetta membuka matanya, menggaruk-garuk punggungnya sendiri sembari menguap.

"Galan, jam berapa sekarang?" Tanyanya melakukan peregangan.

"Pukul 8...nona." Jawabnya.

"Sial! Aku terlambat, kenapa kamu tidak membangunkan ku!?" Teriak Violetta, menarik beberapa kardus.

"Tidur anda sungguh nyenyak. Tidur yang cukup akan bagus untuk kesehatan." Pemuda yang hanya tersenyum.

"Bagus untuk kesehatan pala bapak kau! Ada banyak perkejaan di butik. Belum lagi influencer yang akan datang kali ini!" Ucap Violetta menemukan lubang ventilasi. Ini sudah biasa baginya, celah untuk kabur saat dikurung dalam gudang.

Membuka baut satu persatu. Kemudian menyelinap keluar seperti anak kelinci.

Galan hanya diam mengangkat sebelah alisnya. Orang ini benar-benar seperti kelinci?

Kala Violetta mengendap-endap kemudian berlari ke dalam mobilnya. Bagaikan berteleportasi Galan berada di belakangnya. Kemudian melangkah mengikuti hostnya.

Mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Violetta sedikit melirik ke arah Galan. Pemuda yang hanya diam duduk di sampingnya.

"Maaf tadi aku marah-marah." Violetta menghela napas, menebak alasan Galan sedikit bicara.

"Saya tidak pernah bisa marah pada nona." Ucapnya, bagaimana bisa marah terhadap kelinci yang keluar dari lubang?

Selain itu Violetta adalah host yang dilayani olehnya. Dirinya tidak dapat marah sama sekali.

"Tidak bisa marah?" Tanya Violetta menipiskan bibir, menahan senyumannya."Dasar! Kamu membuatku tambah cinta."

"Mohon nona memperhatikan jalan saat menyetir." Lagi-lagi kata-kata datar tanpa emosi. Membuat, Violetta berdecih, ingin rasanya menggoda orang ini.

Masih melajukan mobilnya. Matanya menelisik, mobil box berisikan manekin baru dan berbagai gaun berhenti di depan butik milik Chantika, yang tidak buka hari ini.

"Dia ingin meniru konsepku? Dasar wanita sampah! Murahan! Plagiator!" Komat-kamit wanita itu mengumpat. Masih ada ribuan kata kebun binatang lagi yang keluar.

"Saya sarankan untuk---" Kalimat Galan disela.

"Tidak perlu saran. Cepat atau lambat butik milik Chantika akan musnah dari permukaan bumi."

1
Nur Wahyuni
galan lama2 bisa bertindak kaya manusia biasa ini..
Aisyah Ranni
lanjut Galan buat gegar otak,patah tulang ,hilang ingatan sekalian, dan satu lg katakan klo Prana hanya ayah bayangan utk Violetta 😂
imel
sejauh apa kira kira si Prana melesat?
melewati lembah?
atau melewati bukit?
Tatiek Faruq
ayoo Galan, tunjukkan pesona dan kuasamu/Drool/
yesi yuniar
apapun akan dilakukan galan demi vio 👍👍
Indar
bagus Galan 👍👍 lanjutkan jgn dikasih ampun org kaya tuan Prana
Eka Awa
galan mulai punya emosi😆
imau
murahan sekali mereka berdua
imau
kayak barang aja bisa disimpan 😄
Senjaa💞
dasar prana,sdh numpang tdk tau diri...ayo galan basmi manusia2 menjijikan itu...
Ummah Intan
poin kek akan bertambah
Rlyn
mau liat cantika sama keluarga 4su ny sengsara thorrr/Scream/
Ufi Yani
galan:tuan prana... apa perlu aq umumkn siapa kau sbenarnya dhadapan umum??/Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Curse/
Ummah Intan
jd buat Sebastian cemburu padamu utk mendapatkan poin
iin marlina
mantap
bongkar rahasia kalau sebenarnya Violetta pewaris sah harta itu
biar prana dan Diana jadi gembel juga gpp
ketawa jahat boleh ga sih
Indar
cumi2 kering Sebastian dan kuntilanak Chantika bakal kebakaran jenggot nih kl tahu ada pria tampan ganteng ga ketulungan di butiknya Violetta
Ufi Yani
untung byk tu influencr dtg kstu.....
Nada She Embun
koh... hadirkan visual Galan.. Galan aku padamuu 🤣🤣
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
mampus gak tuh, udah ditinggalkan baru tau penyesalan
Nur Wahyuni
keren ilmu marketingnya si vio.. jaman sekarang apalah arti tipi dibanding sosial media..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!