NovelToon NovelToon
Demi Kalian, Aku Rela Menikahinya

Demi Kalian, Aku Rela Menikahinya

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Dwi Rohyati

Season 1

Pelangi adalah gadis cantik yang pernah mengalami kepahitan hidup karena perceraian orang tuanya.

Saat ia bertemu Bintang yang bernasib sama dan sering dijadikan bahan olok olok teman temannya karena perceraian kedua orangtuanya menumbuhkan simpati di hatinya.
Rasa simpati itu lambat laun berubah jadi sayang.

Bintang yang merasakan kasih sayang Pelangi berharap Pelangi bisa menjadi ibunya.

Akankah harapan Bintang terwujud?

Season 2

Bintang dan Pink kini telah dewasa. Bintang yang tumbuh besar bersama Pink, sangat menyayanginya.

Akankah Bintang tetap menganggap Pink sebagai adiknya ataukah perasaannya berubah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Rohyati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah Paham

Setelah menutup ponselnya... raut muka Langit berubah. Ada kekecewaan di wajahnya.

"Siapa Anggi? apa dia istrimu" tanya Helen.

"Oh.. bukan. Dia teman yang tinggal di rumah mama.

"Teman? Lalu istrimu?"

"Aku sudah cerai 2 tahun yang lalau, Len. "

"Oh maaf. " buru buru Helen minta maaf sambil menatap Langit. Langit nampak enggan bicara soal istrinya, akhirnya Helen mengubah topik pembicaraan.

"Terus Anggi itu teman seperti apa, heh?" tanya Helen sambil menyenggol Langit menggoda.

Langit tersenyum.

"Dia orang yang disayangi oleh anak anakku dan juga mamaku. "

"Kalau kamu sendiri?"

Langit hanya mengangkat bahunya sambil tersenyum.

"Ku rasa kamu juga menyukainya. Buktinya wajahmu nampak kecewa saat tadi ia nggak ada waktu kamu telepon. "

"Aku nggak mau terlalu berharap, Len. Dia wanita yang berbeda dari yang lain. Dan aku, dengan statusku merasa nggak pantas buatnya. " kata Langit dengan tatapan sendu.

"Berjuanglah. Apapun hasilnya nanti. Yang penting kamu sudah berusaha. Jangan menyerah sebelum berusaha, ok!" Helen menyemangati Langit.

Langit mengangguk.

"Oh ya mana suamimu?"

"Tadi sih dia bilang mau nyusul. Karena masih ada kerjaan di kantornya."

Beberapa saat kemudian seorang pria datang.

"Maaf saya telat karena masih ada kerjaan. " Kata Pria itu yang langsung memeluk dan memberi ciuman di kening Helen. Ia lalu memperkenalkan diri ke Langit sebagai suami Helen. Dan mereka akhirnya makan malam bersama sambil saling bertukar cerita.

Keesokan harinya

Rombongan Reza, Anggi dan Mila telah sampai di Jakarta. Begitu keluar dari bandara mereka langsung menuju hotel tempat mereka akan menginap. Reza sebelumnya telah mesan kamar di hotel itu.

Sesampainya di hotel.. mereka langsung check in. Anggi berdua dengan Mila sekamar. Mereka berdua di kamar VIP. Sedangkan Reza ada di kamar VVIP.

"Kalian istirahat dulu. Makan siang nanti akan saya minta kan pelayan hotel antar ke kamar kalian. Acara yang akan kita ikuti diselenggarakan di hotel ini juga. Nanti jam 7 malam. Jadi kalian siap siap sebelumnya jangan sampai telat. Oh ya pakai pakaian pesta karena acara malam ini adalah sebuah pesta pembukaan cabang baru dari perusahaan milik pengusaha yang sangat berpengaruh di negara ini. Jadi buat diri kalian pantas hadir di sini.!" Reza menjelaskan.

"Kalau boleh tahu nanti tugas kami apa pak?" Anggi bertanya.

"Nggak banyak. Kalian terutama kamu Anggi ikuti saja perkataanku nanti!" jawab Reza. "Sekarang pergilah ke kamar kalian!"

Pukul 16.45 malam hari

Anggi dan Mila sudah selesai merias diri.

Anggi mengenakan bawahan pink dan blazer putih.. sedangkan Mila mengenakan dress panjang warna hitam yang terbuka di bagian lengannya. Mila sangat cantik malam itu. Ia berusaha yang terbaik agar bisa menarik perhatian Reza.

"Turunlah.. ku tunggu di ballroom!" pesan dari Reza ke ponsel Anggi.

Dia pasti mendapatkan no ponselku dari CV ku batin Anggi.

"Ayo Mil, kita ditunggu di ballroom!"

Mereka melangkah menuju ballroom.

Setelah sampai di ballroom, mereka melihat Reza melambaikan tangan. Malam itu Reza mengenakan tuxedo warna hitam. Anggi tersenyum dan berbisik ke Mila.

"Kalian jodoh kayaknya, tuh baju aja bisa senada. "

"Apaan sih. " balas Mila yang tersipu namun bahagia.

"Kalian ingat.. ikuti saja apa yang aku katakan. Jangan menyampaikan pendapat sendiri. Kalau aku bilang sesuatu.. kalian hanya boleh mengiyakan saja tanpa ada pertanyaan.!" kembali Reza memberikan perintahnya. Matanya menatap Mila lalu beralih ke Anggi. Ia sempat kagum akan kecantikan Mila, namun kesederhanaan Anggi lebih menarik perhatiannya.

"Baik, Pak. " Anggi dan Mila menjawab bersamaan.

Mereka bertiga memasuki ballroom dengan Reza berjalan di depan dan Anggi bersama Mila mengikuti di belakangnya.

Mata Anggi mengamati ruangan yang mewah itu. Ia juga melihat para pengunjung. Tiba-tiba matanya menangkap sosok yang belakangan ini mengganggu pikirannya.

"Langit." gumamnya lirih.

Langit dengan seorang wanita. Apa wanita itu yang kemarin malam berbicara dengan Oma. Ia sangat cantik dan elegan. Jauh berbeda dengan aku. batin Anggi. Anggi merasakan hatinya sakit.

"Mil.. aku ke toilet dulu. "

"Memang kamu tahu toiletnya dimana?"

"Kan aku bisa tanya. " Anggi lalu meninggalkan keramaian di ballroom. Reza tidak menyadari kepergian Anggi. Ia masih berbicara dengan rekan bisnisnya hingga.

"Mana pak Reza, katanya mau memperkenalkan seseorang kepada saya?" tanya rekan bisnisnya itu.

"Oh iya saya lupa. Kenalkan ini tunangan saya. " sambil melihat ke belakangnya. Ia terkejut karena di sana hanya ada Mila.

Kemana wanita itu

"Oh cantik sekali tunangan anda.. benar begitu kan pa?" kata istri dari rekan bisnis Reza.

Ia langsung menyalami dan memeluk Mila.

Mila yang kaget karena diperkenalkan sebagai tunangan Reza hanya menerima apa yang dilakukan Nyonya itu.

Ia ingat pesan Reza bahwa ia hanya harus mengikuti apa yang dikatakannya. Jika sekarang harus pura pura jadi tunangannya, maka ia akan ikuti sandiwara ini.

Reza sudah kepalang basah. Ia tidak mungkin menarik ucapannya karena itu akan membongkar kebohongannya. Akhirnya dengan terpaksa ia menjalani perannya sebagai seorang tunangan. Di rengkuh nya pinggang Mila untuk menunjukkan kemesraan mereka agar rekan bisnisnya percaya.

"Baiklah Pak Reza, anda sudah menepati janji mengenalkan tunangan anda. Maka saya juga akan menepati janji saya. Setelah acara di sini selesai, kita bisa membicarakan kerja sama kita. "

Mereka lalu bersalaman.

Di tempat lain, Anggi yang merasakan sakit saat melihat Langit bersama seorang wanita, berjalan hingga sampai di taman samping ballroom hotel.

"Anggi!" seseorang menyapanya.

Anggi menoleh

"Kak Wahyu. " ia lalu mendatangi pria itu dan mencium tangannya.

"Ternyata memang kau,. Ku pikir tadi aku salah lihat. Bagaimana kau bisa ada di sini dan kenapa nggak memberi kabar kalau kau ke Jakarta?"

"Maaf kak.. aku ke sini urusan kerja. Lagi menemani atasan ku. Tentang kenapa nggak ngabarin karena aku nggak mau ayah tahu aku ada di sini. "

"Sampai kapan kau menjauhi keluargamu?Apa kau akan membiarkan mereka mengambil hakmu?"

"He he he.. kan ada kakak yang menjaga peninggalan kakek untukku. Jadi aku tenang. " kata Anggi tersenyum.

Wahyu mengusap kepala Anggi gemas.

"Dasar.. jadi kau suruh aku kerja, kau yang menikmati hasilnya, begitu? Enak kau nggak enak di aku donk. "

Dan mereka tertawa bersama.

Mereka tidak menyadari ada dua pasang mata di tempat yang berbeda menatap dengan tidak suka.

Beberapa saat kemudian, Wahyu mengajak Anggi kembali ke ballroom.

"Kakak masuk saja. Aku masih betah di sini. Nanti aku menyusul. Apa kak Hana ikuti"

"Nggak.. ia di rumah. Soalnya lagi hamil jadi harus banyak istirahat. "

"Wow.. aku akan dapat keponakan lagi kah? selamat ya kak!"

"Ya dah, kakak tinggal dulu. Aku ingin mengajakmu bermalam di rumah tapi kau pasti menolak. Jadi nanti aku telpon jika sudah sampai di rumah. Biar kau bisa berbincang dengan Hana. Ia pasti rindu padamu. " kata Wahyu lalu pergi.

Wahyu Titian Insani adalah kakak sepupu Anggi dari pihak ayahnya.

Sepeninggal Wahyu, Anggi kembali menikmati kesejukan udara malam di taman itu. Namun tiba-tiba ia dikejutkan dengan suara tepuk tangan. Anggi menoleh, ia melihat Reza datang sambil bertepuk tangan.

"Luar biasa.. tak ku sangka seorang Pelangi ternyata juga bisa bersikap manis pada laki-laki. Bahkan mencium tangan laki-laki. Lantas mengapa selama ini menatapku saja kau nggak mau. Apa sebegitu menjijikan aku di matamu hah.?" Reza berkata penuh amarah. Dicengkramnya tangan Anggi dengan kuat, Anggi meringis kesakitan.

"Apa maksud bapak. Lepaskan saya!"

"Kenapa?Apa aku kalah tampan di banding Tuan Wahyu mu itu ha?"

"Apa yang bapak bicarakan.?" Anggi masih meronta berusaha melepaskan tangannya.

Pelangi.. oh kau disini rupanya. Aku mencarimu kemana-mana. Mama menanyakan mu. " Langit tiba-tiba berdiri di belakang mereka. Mendengar ada orang lain, Reza segera melepaskan cengkramannya

"Maaf.. Tuan Langit mengenalnya?" tanya Reza kaget.

"Iya.. Tuan Reza. Karena Pelangi ini anak dari teman mama saya. Kebetulan ia dititipkan di rumah mama saya. Dan mama mengabari kalau Pelangi ke Jakarta dan meminta saya menjaganya. Tadi saya sempat melihatnya di acara ini jadi saya mencarinya. " kata Langit menjelaskan.

Ia sedikit berbohong karena tidak mau cari masalah dengan Reza. Ia tahu sepak terjang Reza sebagai seorang pengusaha. Bukan takut, tapi ia hanya ingin melindungi perusahaannya yang menjadi tempat bernaung dari para karyawannya.

"Nih.. bicaralah sama mama. Ia khawatir karena kau dihubungi tidak bisa!" kata Langit sambil menyerahkan ponselnya pada Anggi.

Melihat hal itu, tanpa mengucapkan sepatah kata, Reza meninggalkan mereka.

"Terima kasih." kata Anggi setelah Reza pergi. Ia memberikan ponsel Langit kembali.

"Kenapa kau bisa ada di sini?dan bagaimana kau mengenalnya?" tanya Langit sambil menerima ponselnya.

"Dia bosku dan aku diminta menemaninya ke acara ini. "

"Ooo jadi kau dan dia datang ke acara ini sebagai pasangan?" Langit menyimpulkan.

"Oh tidak. Ada lagi temanku, kami bertiga."

"Lalu mana temanmu?"

"Seharusnya ia ada di dalam. Tadi aku meninggalkannya karena aku melihat... " Anggi tidak meneruskan ucapannya.

"Melihat apa? Melihat Tuan Wahyu,.. terus kau mengejarnya sampai ke taman?" kata Langit dengan nada kesal. "Kau ingin berduaan dengan Tuan Wahyu, makanya kau tinggalkan teman dan bosmu. Karena itu bosmu marah?"

"Kau.. !"

Bibir Anggi gemetar, matanya membulat sempurna karena terkejut. Ia tidak menyangka Langit akan punya pikiran seperti itu terhadapnya. Hatinya sangat sakit hingga bulir bulir bening pun mulai menetes.

Ah dia menangis.. apa kata kataku keterlaluan ya hingga dia menangis. Tapi siapa suruh bermesraan dengan pria lain..

**

Hai readers mengakhiri chapter ini aku kasih visual Mila, Reza dan Wahyu.

Semoga suka. Dan jangan lupa.. tinggalin jejak agar bisa ku lacak 😘😘😘😘😘

Visual Mila dan Reza saat di pesta malam ini**

Visual Wahyu Titian Insani. Sepupu Pelangi.

**Happy reading

Love you all**...

1
Endah Kuswiatun
Kecewa
Endah Kuswiatun
Buruk
Nayla Sasha
menahan sesak karena sedih sedih sedih dan .......................😠😡😡
Nayla Sasha
perasaan hamilnya stefanni gk beda jauh dech tapi knp stefanni malah blm lahiran mboh lah thor padahal ceritamu bagus bnget ada bagian* yg bikin gk nyambung termasuk kehamilan stefanni klo di pikir bayu udh berapa bulan di luar negeri 😕😕
Nayla Sasha
mngkin kah bayu anakmya marko atw anaknya genta ahh cuma tebakan ya thorrt
Nayla Sasha
klo lintang anak adiknya hanna atw kk nya mngkin wajar thorrr lah ini lintang sbgai adiknya hanna trs gmn nasib anak*nya hanna itu yg bikin aku janggal bacanya🙏🙏
Nayla Sasha
anak*nya wahyu pada ke mana thorr perasaan anak*nya wahyu udh besar tentunya secara si kembar aja udh remaja sedangkan wahyu udh punya anak sblm anggi menikah...trs lintang adiknya hanna mngkin kah ibunya hanna dn hanna hamilnya bersamaan thorrr klo di liat lintang dn pink seumuran....itu yg bikin ada kejanggalan trs selama ini anak*nya wahyu gk msk dlm cerita
Nayla Sasha
thorr perasaan gak ada dechh bintang panggil lintang sayang aku smpe mengulang bacanya tolong lain kali klo bikin cerita lagi fokus ya thorrr biar pembaca juga nyaman mengikuti alur ceritu🙏🙏
Nayla Sasha: smpe aku ikut*an gk fokus ada typonya
total 1 replies
Nayla Sasha
ngakak sumpahh ini yg bikin aku susah berpaling dri alur ceritamu thorr🤣🤣🤣
Nayla Sasha
Tenang aja pink mngkin bayu hanya ingin memantas kan diri baru meminang kamu secara kamu anak sultan jadi bayu ingn memberikan yg terbaik bwt kamu
Nayla Sasha
ini nampan maksudnya ya thorr tapi tulisannya baik kadang bgg thorrr
Nayla Sasha
Remnya blong ya niel 🤣🤣
Nayla Sasha
terus pemirsa yg pingsan thorr
Nayla Sasha
kadang bahasa mu bikin aku bgg thorrr soalnya pasti ada yg typo😆🤭
Nayla Sasha
semenjak nama BAYUAJI DAMAR LANGIT di mincul kan jujur aku udh penasaran bnget entah knp aku curiga ada nama marga langit di blakang nama bayu...klo gk salah aku pernah komen di bab itu dech thorr krna rasa penasaranku yg tinggi
Nayla Sasha
Anak sultan segitunya e...tapi perasaan wkt kecil kita sllu di ajarin dechh nama* binatang...masa sichh cicak aja gk tau klo cicak udh biasa dechh...kcuali binatang yg betul* gk tau bentuk dn namanya soalnya aku juga pernah liat binatang yg aku gk tau namanya suka geli klo ingat....tapi suka* author lahh soalnya author yg bikin cerita😢🤭
Nayla Sasha
jodohkan lintang dn bintang mf thorr apa sichh perbedaan lintang dn bintang msh blm ngehh akunya thorr dn yg pasti jngn bikin bintang skit hati ya thorr kasihan dr kecil aku suka dngn karakter bintang😘🙏🙏
Nayla Sasha
anak ceweknya langit ke mana thorr kok gak ada dlm cerita di sni
Nayla Sasha
namanya BAYUAJI DAMAR LANGIT kok pake marga langit sichh thorrr kyk namanya papa langit soalnya kluarga papa langit pake marga langit klo yg ini jjur aku penasaran 🙏
Nayla Sasha
Amelia kah oma secara yg jomblo di sni tinggal Bima dn Amelia😆😆
mngkin Amelia anak temannya mama senja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!