NovelToon NovelToon
KAMAR KOSONG

KAMAR KOSONG

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri
Popularitas:821
Nilai: 5
Nama Author: Anyue

Murni dan Samsuri beserta ketiga anaknya tinggal di rumah selama bertahun-tahun lamanya tidak pernah tahu kalau ada kamar kosong di rumahnya .

Salah satu anak dari mereka melihat kamar kosong berada di ruang bawah tanah ketika tidak sengaja membuka lemari pakaian di kamarnya saat sedang merapikan pakaiannya .

Kejadian demi kejadian mereka alami setiap malam dan mereka sangat terganggu sehingga setiap malam terjaga .

Apakah yang akan dilakukan satu keluarga tersebut ketika mengetahui adanya kamar kosong di dalam rumahnya ?

Ikuti kisahnya sampai selesai

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Di Hadang Preman

Sepulang sekolah Alif diikuti oleh beberapa orang tidak dikenal dengan menggunakan mobil . Ilham yang mengendarai motornya santai tanpa ia sadari kalau sejak keluar dari sekolah ada yang mengikutinya .

Ketika melewati kebun berjarak dua ratus meter mobil menyalip motor Ilham dan berhenti di depan motor Ilham membuat Ilham mengerem secara mendadak . Ilham dan Alif melihat beberapa orang keluar dari mobil menghampiri mereka berdua .

“Eh tunggu dulu , mau apa kalian ?" tanya Ilham menolak di pegang . "Jangan banyak bicara lebih baik ikut kami ," bentak salah satu dari mereka memaksa Alif dan Ilham turun dari motor masuk ke dalam mobil .

Di luar dugaan Alif menjadi sangat kuat dan menolak dengan keras ajakan mereka , akhirnya terjadi perkelahian antara mereka .

Ilham juga pintar bela diri ikut menghajar mereka yang berjumlah lima orang yang bertubuh kekar .Ilham tidak bisa mengimbangi pukulan mereka karena ia sering mendapat sebuah pukulan mengenai tangan dan kakinya akhirnya kalah .

Melihat Ilham tak berdaya Alif menjadi sangat brutal menghajar kawanan preman tersebut . Akhirnya mereka kalah dan pingsan di jalan , Alif terkejut dan sesaat ia sadar apa yang sudah terjadi .ia melihat Ilham yang duduk di pinggir jalan dengan wajah luka lebam .

"Apa kamu masih kuat berjalan ?" tanya Alif duduk di sebelah Ilham . "Masih tapi tunggu sebentar aku mau istirahat dulu , capek banget hajar mereka yang bertubuh kekar ," kata Ilham meringis menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya .

"Jelaslah mereka preman sedangkan kita cuma anak sekolah ya gak sebanding dengan mereka ," sahut Alif .

Ilham melihat wajah Alif tidak luka atau lebam justru terlihat biasa saja hanya saja napasnya yang terdengar berat .

"Kamu pandai bela diri juga ternyata , bahkan kamu bisa mengalahkan preman itu semua , aku salut sama kamu ," kata Ilham mengagumi Alif .

Alif merasa tubuhnya semakin lemas dan akhirnya pingsan . Ilham terkejut dengan cepat menangkap tubuh Alif yang akan jatuh ke tanah .

Tidak berapa lama sebuah mobil ambulan dan mobil polisi datang. Ilham sangat terkejut melihat pemandangan di depan . "Siapa yang memanggil mereka semua ?" tanya Ilham dalam hati .

"Kalian ikut kami ke kantor polisi untuk memberi kesaksian atas kejadian ini ," kata Petugas kepolisian . " Baik , Pak !' jawab Ilham mengangguk .

Alif di bawa oleh ambulan sedangkan Ilham ikut petugas kepolisian masuk ke mobil polisi.

Sedari tadi Ilham dibuat penasaran kenapa bisa datang secara bersamaan mobil polisi dan mobil ambulan . " Pak saya mau bertanya , kok mobil bapak sama mobil ambulan bisa barengan gimana ceritanya?" tanya Ilham penasaran.

“Tadi ada seseorang melapor kalau ada perkelahian di daerah sini jadi bapak langsung ke tempat TKP ," jawab petugas kepolisian . Ilham mengangguk saja tanpa menyahut kembali .

Mobil polisi berhenti tepat di parkiran kantor kepolisian . Ilham dan petugas turun dan berjalan masuk ke kantor polisi . Sedangkan tersangka di bawa masuk ke dalam jeruji besi dan untuk sementara Ilham akan di beri beberapa pertanyaan oleh petugas kepolisian .

Di rumah sakit Alif mendapat penanganan dari seorang dokter dan beberapa perawat . Samsuri langsung menuju rumah sakit setelah mendapat kabar dari pihak rumah sakit memberitahu kalau Alif sedang berada di rumah sakit karena mengalami luka serius .

Samsuri duduk di sebelah Alif melihat kondisi fisiknya sangat lemah dengan infus ditangannya . " Apa yang terjadi pada anak saya ,Dok ?" tanya Samsuri kepada dokter yang menangani Alif .

"Kami menemukan anak anda dan temannya di daerah Kampung Semak dengan kondisi pingsan tapi temannya tidak , dia di bawa oleh anggota polisi untuk dimintai keterangan , kabar yang saya ketahui adalah mereka terlibat perkelahian dengan beberapa orang preman ,“ jelas Dokter Akhmad .

"Perkelahian , anak saya tidak punya musuh kenapa bisa mereka berkelahi ?" Samsuri merasa heran ."Saya tidak tahu , Pak . Mereka sendiri yang mengalami kejadian itu ,“ sahut Dokter Akhmad.

"Aku harus tanya sama Alif nanti apa yang sebenarnya terjadi pada mereka ," gumam Samsuri . "Kalau begitu saya permisi ," kata Dokter Akhmad keluar dari ruangan . "Silahkan !" sahut Samsuri .

Menjelang malam hari Murni dan kedua anaknya datang ke rumah sakit menjenguk Alif . Begitu sampai di dalam ruangan Murni menangis melihat kondisi Alif dengan selang infus ia mencium kening anaknya .

"Alif , bangun nak , ini ibu datang . Kenapa kamu seperti ini ?" Murni menangis sedih melihat anaknya tertidur sangat nyenyak .

"Sudah Bu , jangan begini kita berdoa semoga Alif cepat sadar ," kata Samsuri menenangkan istrinya . “Apa yang terjadi sama Alif ,Pak . Kenapa Alif bisa pingsan begitu lama ibu takut Alif kenapa-kenapa," kata Murni sampai sesenggukan .

Abdul dan Manaf melihat saudaranya pingsan merasa sedih . Mereka tidak menyangka Alif akan terkena masalah yang berakibat fatal .

"Kata dokter Akhmad , Alif terlibat perkelahian dengan beberapa orang preman , motifnya aku tidak tahu ," jawab Samsuri .

"Apakah Alif pernah cerita kalau punya musuh atau orang yang tidak suka padanya atau memang ada orang yang sengaja mencelakainya ?' tanya Murni bertubi-tubi .

"Kita tanya saja sama Alif nanti kalau sudah sadar ," jawab Samsuri .

"Menurutmu Kak Alif kenapa bisa sampai berkelahi dengan musuh ?" tanya Manaf kepada Abdul .

"Bisa jadi karena ada yang tidak suka dengan Alif , atau karena cewek ," jelas Abdul menduga .

Bagaimana pun juga usia Abdul dan Alif sangat dekat jadi ia lebih tahu masa-masa mereka tumbuh menjadi lebih dewasa cara berpikirnya .

Manaf manggut-manggut seolah paham dengan jawaban Abdul . "Tapi kemungkinan besar pasti karena cewek , jangan-jangan kak Alif memperebutkan seorang cewek ,“ Manaf menebak kemungkinan besar terhadap masalah yang dialami kakaknya .

“Sepertinya kamu lebih berpengalaman soal cinta , atau jangan -jangan kamu sendiri yang sedang jatuh cinta ,"kata Abdul menatap wajah Manaf lebih dekat membuat Manaf menahan malu .

Benar saja di usia remaja apalagi usianya masuk masa puber , pasti Manaf sudah ada rasa tertarik dengan lawan jenis , tapi ia menutupi perasaannya pada seseorang takut di tolak .

"Siapa yang jatuh cinta , dekat sama cewek saja belum pernah ," sahut Manaf tidak terima dengan tuduhan Abdul padanya . "Kamu bukan anak kecil lagi , Manaf tapi sudah remaja dan sebentar lagi kamu akan tumbuh menjadi pria dewasa ," sahut Abdul .

Manaf memikirkan perkataan Abdul , ia baru menyadari kalau dirinya sudah dewasa kadang pikirannya masih terlalu kekanakan dan manja sehingga orang yang melihat Manaf masih anak-anak .

Menjelang dini hari Alif terbangun tidak ada yang menyadarinya , Alif menoleh ke arah tempat duduk di samping ada ibunya terlelap sambil memegang tangannya . Sedangkan di kursi ruang tunggu ada kedua adiknya dan bapaknya .

Alif menggerakkan tangannya sehingga membuat Murni mengerjapkan matanya .

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!