Gadis cantik berusia genap 17 tahun menjalani hidupnya seperti hal nya orang-orang pada umumnya. Liana memiliki paras cantik dan kepribadian yang baik ,juga dengan kepintaran yang bisa dibilang jauh di atas rata-rata.
Lalu, siapa yang akan dengan sengaja mengabaikan gadis sesempurna Liana?
Seperti hal nya dengan Rendy,yang mencintai Liana ketika baru saja mereka bertemu.
Rendy adalah Laki-laki tampan yang egois, Apapun yang ia inginkan harus segera ia dapatkan apapun yang terjadi.
Tanpa aba ia masuk dalam kehidupan Liana yang awalnya damai tanpa kehadirannya. Liana yang membuat Rendy candu akan cinta darinya membuat pintu mistery cinta mereka terbuka seiring berjalan nya waktu.
Cintanya yang telah membuatmu candu, akankah kau akan melakukan segalanya untuk memuaskan candu mu akan cintanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xi My Love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 22 Panggilan Bunda
Liana menatap Rendy, pandangan mereka kini bertemu..namun mereka kini sedang berada dalam pikiran mereka masing masing.
Sebenarnya apa hubungan kita ini?
Bukankah kita hanya sebatas guru dan murid?
kenapa kau seolah olah selalu melindungi,memberi perhatian lebih bahkan menghawatirkan ku?!
Aku tidak mengerti!
"Liana, seandainya kamu mengerti apa yang ku rasakan,apakah kau akan menjadi milik ku nanti?
Namun jika itu hanyalah embun yang akan menghilang saat matahari telah terbit,
aku lebih memilih kamu tidak menyadari semuanya.
Biarkan tetap seperti ini saja,meskipun itu selamanya."
"Oh iya,Mama ingin bertemu denganmu dan memintaku membawamu untuk bertemu"Ucap Rendy yang kini berdiri
Sudah gw duga bakal kaya gini,Gw tau kalo Tante Marisa suka gw jadi menantunya..Tapi gw cuma pacar pura² nya pak Riski,Gk lebih .
"Saya akan ijin dulu pada mama dan ayah"Ucap Liana sambil mengetikkan pesan pada mamanya
"Nanti pulang sekolah,tunggu di parkiran saja"Tutur Rendy sambil menyenderkan tubuhnya pada tembok
"Baik,pak"Jawab Liana dan segera berdiri saat mendengar bel masuk berbunyi
"Tunggu!"Ucap Rendy menahan Liana dengan kata² nya
"Lain kali,saat kita sedang berdua..Bicaralah seolah saya adalah temanmu!"Lanjutannya
"B-baik akan say..aku usahakan!"Gugup sekaligus malu,Liana segera lari keluar dari ruangan Rendy
"Katakan pada mama kalau aku dan Liana akan ke sana nanti!"Perintah Rendy di telefon nya
"Baik,tuan muda!"Jawab seseorang di seberang telefon
Tut~sambungan terputus
****Pulang**** sekolah..
Liana kini sedang menunggu Rendy di parkiran,entah kenapa Rendy tidak kunjung datang dan membuat Liana tampak sangat jengkel..Sekolah mulai sepi,semua murid telah pulang ke rumah mereka masing masing. Sedangkan Liana masih setia menunggu satu orang meski menyebalkan
"Ayo berangkat"Ucap Rendy yang baru saja datang menghampiri Liana
"Cih,dateng dateng langsung bilang berangkat..Gk liat orang yang dari tadi jadi kerupuk dijemur"Gerutu Liana pelan
"Kalau bapak keluar dari awal,gimana kalau siswa siswi melihat kita? apa yang akan kamu jelaskan pada mereka?"Tanya Rendy beruntun
Kok bisa denger sih? kuping mu itu hebat banget ya pak,padahal saya tadi ngomong bahkan kucing pun gak akan kedengaran
Liana pun naik kedalam mobil,dan Rendy mulai menghidupkan mobilnya. Sesampainya di rumah Rendy,Liana disambut dengan hangat oleh Marisa
"Sayang apa kabar"Tanya Marisa sambil mencubit cubit pipi mulus Liana
"Baik Tante!"Jawab Liana sembari tersenyum
"Apa kamu lapar Liana?"Tanya Marisa
"Iya,Tante aku lapar..lapar sekali,kak Rendy tidak membelikan ku makanan,padahal dia sudah tau kalau uang saku ku ketinggalan"Jawab Liana memelas
Rasakan pembalasan ku pak,hahaha
"Bocah tengik sialan! jangan harap kau bisa makan siang di rumah"Teriak Marisa pada Rendy yang sedang asik bersantai menyandarkan punggungnya pada mobil pun tersentak kaget mendengar kalimat Mama nya
"Ayo,sayang kita kedalam..jangan pedulikan bocah tengik yang ada disana"Ucap Marisa sambil membawa masuk Liana
Bukannya berhenti diruang tamu,Marisa malah melewatinya..Mereka menuju kamar Marisa
"Tante boleh bicara gak sama kamu?"Tanya Marisa setelah sampai di kamar
"Silahkan Tante"Jawab Liana
"Apa kamu benar benar mencintai Rendy? bukan maksud Tante meragukan kamu,tapi Tante hanya takut hal yang pernah Rendy alami dulu terulang kembali"Ucapnya
Hal yang pak Rendy alami dulu?
"Tante, sebenarnya aku sangat mencintai kak Rendy..Sikapnya walau dingin namun ia yang selalu melindungiku dan menghawatirkan ku. Aku bisa merasakan hangatnya bersamanya,Namun aku ragu..Apakah kak Rendy benar² mencintaiku atau tidak"Ucapnya sambil menunduk dalam..
Tak terasa matanya kini mulai memanas,air mata itu lolos begitu saja dari pelupuk matanya. Ia tau kalau ia harus menjawab apa pun pertanyaan Marisa jika menyangkut hubungannya dengan Rendy,karena mereka adalah pasangan meski hanya pura².
Namun,kata kata dan air mata itu.. sebenarnya adalah perasaannya sendiri yang bingung akan semuanya,ragu dengan diri sendiri,seakan dunia sedang bercanda dengannya.
"Liana sayang,Jika kamu benar benar mencintainya maka buktikan bahwa keraguanmu itu salah"Ucap Marisa sembari memeluk Liana yang kini sedang terisak Isak
"Tante..bisakah aku melakukan nya?"Tanya Liana yang masih terisak
"Iya,kamu bisa..Tante percaya padamu"Jawab Marisa sambil mencium kepala Liana
"Dan mulai hari ini jangan panggil Tante lagi,Panggil bunda saja"Tutur nya
"Baik,Bunda"Ucap Liana sembari tersenyum kearah Marisa
Like, Comment, Vote And Rate nya ya🥺😚Tunggu Kelanjutannya 😘