NovelToon NovelToon
Elang Dan Merpati

Elang Dan Merpati

Status: tamat
Genre:Romantis / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:505.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Pa'tam

"Perhatian!"
Agar tidak bingung dengan cerita ini, baca dulu cerita "Cinta Sembunyi-sembunyi dengan bos"

Elang dan Merpati adalah sepasang anak kembar berbeda karakter. Elang seorang pria dingin dan cuek sama lawan jenis. Bahkan hingga saat ini pun belum memiliki pacar.
Sementara Merpati, seorang gadis bar bar, namun juga sulit untuk mendapatkan cintanya. Meskipun gampang bergaul dengan lawan jenis tapi sangat sulit untuk didekati.
Namun pada suatu hari mereka jatuh cinta pada seorang gadis dan seorang pria.
Siapakah yang bisa meluluhkan hatinya? penasaran? ikuti yuk kisahnya dan baca jika berkenan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pa'tam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22

Hansen merenggangkan pelukannya dan menghapus airmata nya. Kemudian ia tersenyum dan mengecup kening pelayan itu.

Pelayan yang sudah ia anggap seperti ibu kandungnya sendiri. Pelayan yang merawatnya sejak kecil saat kedua orang tuanya tidak peduli.

"Ibu yakin, suatu saat tuan akan mengetahui keburukan nyonya. Ibu yakin itu, sabar ya Nak. Sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga ke tanah."

Hansen mengangguk, kemudian ia memeluk kembali pelayan itu. "Terima kasih Bu, selama ini sudah baik padaku. Setidaknya aku tidak sendirian."

"Bik, ajari tuh anak agar tidak selalu membangkang pada orang tua!" Hansen menoleh ke asal suara.

"Baik Tuan," ucap pelayan sambil membungkuk sedikit.

Hansen pun pergi dari situ, karena ia malas berdebat. Apalagi saat melihat ibu tirinya, malas banget dia.

"Hansen! Jika kamu pergi dari mansion ini, maka kamu tidak akan mendapatkan harta warisan sepeserpun!"

Hansen menghentikan langkahnya dan berbalik. "Silahkan Pa, silahkan berikan saja pada anak istri Papa yang diluar negeri. Dia anak kesayangan Papa, kan? Dia penurut dan tidak pembangkang. Dan aku tidak butuh harta Papa, tanpa harta Papa aku juga bisa hidup sukses di masa depan."

Aland mendekat. "Lancang!" Satu tamparan mendarat dipipi Hansen.

Hansen tersenyum hambar, kemudian ia membalas dengan meninju wajah sang papa.

"Dengan pukulan ini, aku nyatakan aku tidak punya hubungan lagi denganmu, Tuan Aland. Saat kau mengetahui semuanya, saat itulah penyesalan akan datang kepadamu!"

Kemudian Hansen menghampiri Roweina si iblis betina. Hansen juga memberikan bogem mentah di hidung wanita itu.

Wanita itu menjerit, karena hidungnya berdarah. Hansen tersenyum sinis melihatnya. Sebelum pergi ia berkata.

"Dan pukulan ini menandakan jika kamu bukan ibuku, sampai kapanpun aku tidak akan mengakui mu sebagai ibuku."

Keduanya terdiam terpaku ditempatnya. Roweina merintih kesakitan sambil memegang hidungnya.

"Anak kurang ajar, awas saja kau," batin Roweina sambil menggertakkan gigi.

"Ma, kamu tidak apa-apa?"

"Sakit Pa, mengapa Hansen bisa seperti itu, Pa? Padahal Mama tidak membedakan dirinya dengan adiknya, meskipun mereka bukan saudara kandung."

"Sudahlah Ma, mungkin ini akibat perceraian ku dengan ibunya. Makanya dia seperti itu."

Sementara pelayan mengintip dan tersenyum saat melihat Hansen memberikan bogem mentah ke nyonya nya.

Kemudian ia melanjutkan pekerjaannya agar tidak ketahuan oleh tuan dan nyonya nya.

Hansen sudah tiba di apartemen miliknya. Apartemen yang ia beli dengan usaha nya sendiri.

Hansen langsung masuk kedalam kamar mandi, ia ingin berendam untuk menenangkan dirinya.

Namun seketika ia tersenyum, hanya satu sosok seorang gadis yang membuatnya tersenyum.

Hansen memegangi dadanya yang berdetak kencang saat mengingat gadis itu. "Gadis yang unik yang pernah aku temui," gumamnya.

"Aku tidak tahu perasaan apa ini? Yang pasti aku merasa nyaman saat dekat dengannya, meskipun hanya sehari," batin Hansen.

Hansen mengingat beberapa gadis di kampus nya yang ingin dekat dengannya. Namun tidak ada satupun yang membuatnya terpikat.

Namun saat melihat Merpati pertama kalinya, saat Merpati merangkulnya, hatinya sudah bergetar.

Hanya saja ia malu dan juga gengsi untuk memulainya. Hansen pun menyudahi mandinya.

.....

Hari berikutnya di kampus, saat Merpati dan ketiga bodyguard tampan nya makan siang di kantin.

Perhatian mahasiswa tertuju pada sosok seksi berjalan menghampiri mereka. Namun mereka seolah tidak peduli.

"Hai ... boleh gabung gak?"

"Oh maaf, kursinya sudah penuh," jawab Darrel sambil menaikan kakinya di kursi tersebut.

"Iya, tidak ada tempat lagi untuk kamu." Marvel ikut-ikutan menaikkan kakinya di kursi satunya.

Marbella tersenyum kecut. "Ya udah, gak apa-apa."

Lalu Marbella pun pergi dari situ. Ia mengepalkan tangannya kuat karena tidak bisa dekat-dekat dengan Elang.

Saat berjalan, Marbella tidak sengaja menabrak Hansen. Hingga Marbella mundur dan terduduk dilantai.

Namun Hansen tidak berniat sedikit untuk membantunya dan malah pergi dari situ. Marbella memperhatikan Hansen.

"Mengapa cowok-cowok disini pada tampan-tampan?" batin Marbella.

Kemudian ia bangkit lalu menepuk-nepuk dress nya, padahal tidak kotor sama sekali. Marbella pun tersenyum saat melihat punggung tegap Hansen saat berjalan.

"Cowok dingin semakin membuatku tertantang," gumamnya.

Sementara Hansen menghampiri mereka yang sedang makan. "Boleh gabung?"

"Silahkan," jawab Darrel.

Hansen duduk berhadapan dengan Merpati. Merpati hanya menunduk tanpa berani menatap Hansen.

Entahlah, padahal kemarin-kemarin aja menggandeng tangan Hansen saat di mall. Tapi sekarang kayanya berbeda.

Hansen memesan minuman. "Punya kalian aku bayarin ya," katanya.

Darrel bersemangat mendengar mau di bayarin. Senyum nya melebar hingga menampakkan giginya yang putih bersih.

"Dengar gratisan melebar senyum nya," bisik Marvel.

"Aji mumpung bro, makan gratis itu enak tau," balas Darrel berbisik pula.

"Apa sih kalian, kaya orang pacaran saja?" tanya Merpati.

Seketika Marvel dan Darrel saling buang muka dan menjauh satu sama lain. "Amit-amit jeruk makan jeruk," gumam Marvel.

"Iii, gak banget deh sama terong," gumam Darrel. Namun gumaman mereka masih terdengar, karena mereka berdekatan.

Hansen menutup mulutnya menahan tawa, Elang hanya bersikap datar. Namun diam-diam ia memperhatikan Hansen dan adiknya.

"Dek, kemarin kamu jalan sama siapa? Mengapa kamu tiba-tiba suka boneka, padahal kamu paling tidak suka boneka?" tanya Elang memancing adiknya.

"Sama teman, ya aku harus menghargai usahanya dong. Gak enak juga kalau ditolak," jawab Merpati.

"Jadi dia tidak suka boneka? Lantas sukanya apa?" batin Hansen.

Namun Hansen tersenyum tipis dan tidak disadari oleh mereka. Hansen senang, setidaknya usahanya untuk dapatkan boneka masih di hargai.

Ponsel Hansen di letakkan nya di meja. Namun tidak berapa lama ponselnya berdering.

Elang, Marvel dan Darrel melihat ponsel Hansen yang layar nya ada foto Merpati. Kemudian ketiganya menatap Merpati seolah meminta penjelasan.

"Sebentar aku jawab telepon dulu," ucap Hansen. Hansen sedikit menjauh, ternyata telepon dari manager restoran miliknya.

Sementara ketiga cowok tampan itu mengintrogasi Merpati. Akhirnya Merpati jujur, jika kemarin ia berjalan bersama Hansen.

Namun Merpati juga tidak tahu jika foto nya ada di ponsel Hansen. Merpati tidak dapat menjelaskan itu.

"Sejak kapan Dek? Kok aku tidak tahu?" cecar Elang.

"Sebenarnya aku hanya ingin menghindari Richard, karena ia mengejarku. Jadi aku manfaat kan Hansen," jawab Merpati.

"Kamu tahu, jika seseorang menyimpan foto mu dan menjadikan nya wallpaper, berarti orang itu menyukaimu," kata Marvel.

"Masa sih? Kami tidak ada hubungan apapun."

"Maaf, aku ada urusan, jadi tidak bisa berlama-lama ngumpul dengan kalian," ucap Hansen menyela.

Hansen pergi setelah membayar makanan yang mereka pesan tadi. Mereka hanya memandang kepergian Hansen.

"Awas ya, aku bilangin mama," ancam Elang.

"Kak, jangan dong, mama pasti tidak ngizinin aku buat dekat dengan cowok selain kalian."

"Berarti kamu berharap dekat dengannya?"

"Kak, gak gitu, kita cuma berteman gak lebih."

Elang menghela nafas, namun ia tersenyum ternyata adiknya sudah dewasa. Namun tidak ada yang menyadari senyuman itu.

1
Anita Juwita
/Good/
yudi yudistira
kenapa saat memakai kan cincin blgnya menyarungkan sih kaya mau tinju aja bukan memasang kan cincin ke jari
yudi yudistira
orang tua Sunita ko GX ada kabar nya kemana mereka thor
yudi yudistira
kenapa mereka TDK punya anak ladi thor
Yulvita Darnel
suka membaca novel seperti ini, semuanya setia dengan pasangan masing-masing, tidak ada pelakor yang diberi panggung.
Atze Atze
jijik banget wanita kaya levia...makan tuh cinta...gue aja cewek ogah cinta banget sama cowok...rugi...makan tuh cinta...wuek..wuek..wuek...
Karo Karo
🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻
Priskha
aq sdh baca semua karyamu thor 😇😇😇😇😇
Priskha
ya emaknya lah, dulu emaknya kan juga pembalap 🤣🤣🤣🤣
Priskha
aq hadir thor 👋👋👋👋
Reni Setia
makasih untuk karya novelnya ya
Sativa Kyu
👍👍
irma hidayat
cerita yg bagus
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Lili
selamat ya thor..... semangat terus
Isabela Devi
💪💪💪💪💪💪
Isabela Devi
kenapa gugup pak
🇦 🇵 🇷 🇾👎
alhmdllh tamat
Aghitsna Agis
alhamdullilah apa nanti ada cerita barunya tentang anak2 elang dan hansen atau cerita lainnya
vania larasati: cerita keluarga henderson z kak, anak nya carlos😊
total 2 replies
Aghitsna Agis
thor lanaung up kg dong ditunggu jgn sampai lama banget ke upnya
Aghitsna Agis
selama hansen dan merpati udah melahirkan kembar sepasang semoga jd anak yg soleh dan solehah menjadi kebanggan ortu dan sehat selalu debay dan ibunya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!