"Tapi tahukah kau, bahwa semua itu adalah tipuan Georges semata. Pernikahan mu hanyalah panggung sandiwara agar dia bisa menikmati tubuhmu tanpa perlawanan." ucap Angela dengan nada menghina.
"Kau bukan wanita pertama baginya. Georges sudah banyak berhubungan dengan bayak wanita dan sebagaimana dia lari dariku, dia akan selalu kembali ke dalam pelukanku. Kau tahu kenapa? karena dia milikku."
"Pergi sebelum Georges mempermalukanmu dan hati mu semakin sakit."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon taurus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Handuk lepas
"Bibi, aku masuk dulu ya." pamit Felicia setelah menikmati makan malam dan membantu mencuci piring.
"Kenapa cepat sekali nona, kau tidak menanti tuan muda datang?" tanya bibi Ruth heran.
"Tidak bibi, aku sudah lelah. Dadahhh." tanpa menunggu jawaban Felicia melesat pergi ke kamarnya. Sebelum masuk ke kamar dia menyempatkan diri naik keperpustakaan di lantai atas dan mengambil beberapa buku novel. Setelah dirasa cukup dia bergegas masuk kedalam kamarnya.
"Ah, beruntung sekali tuan muda belum datang. Malam ini, ah tidak beberapa hari ini aku harus menghindari dirinya. Aku takut dia membawa kabar buruk bagiku." Felicia berkata-kata sendiri didalam kamarnya. Dia berniat menghindari tuan muda yang berjanji akan ke kota dan mencari informasi seputar kecelakaan kapal pesiar.
"Hmm...apa yang harus aku lakukan bila tuan muda mengirimku kembali kepada siapapun yang mencari aku?" Felicia resah. Dia tidak ingin meninggalkan tempat ini. Dia merasa nyaman tinggal dengan orang-orang yang begitu baik dan perhatian.
"Mungkin aku harus berlutut dan memohon padanya. Hah?! Apakah harus sampai sebegitunya ya?"
Gadis ini berbicara sendiri dengan resah, bahkan buku yang hendak dia baca pun hanya terbuka di halaman pertama. Tubuhnya terlentang diatas kasur melihat langit-langit kamar. Berbalik tengkurap, miring ke kiri dan ke kanan. Hingga dia terlelap dan terbangun lagi tepat jam sepuluh malam karena tenggorokannya kering.
"Kan... gara-gara terburu-buru tadi, aku lupa membawa air mineral. Semoga tidak bertemu dengan tuan muda." Felicia mengintip lewat pintu kamarnya sebelum dia keluar. Ketika dirasa keadaan aman, felicia keluar dengan setengah berjingkat-jingkat. Dia melewati kamar tuan muda Georges dan ruang kerjanya dengan langkah yang dipercepat tanpa suara.
Dia buka pintu kulkas dan mengambil sebotol air mineral membuka dan langsung menegaknya separuh, kemudian dia mengambil sebotol air lagi untuk persiapan malam pikirnya. Dengan santai Felicia menutup pintu kulkas.
"Arkh!" dia menjerit, air yang masih dimulutnya menyembur keluar karena kaget ketika melihat tuan muda di balik pintu kulkas.
"Ada apa denganmu!" tuan muda Georges mengernyitkan keningnya kesal karena air yang tersembur dari mulut Felicia membasahi pakaiannya.
"Maaf-maaf tuan, biar saya bersihkan.' dengan gugup Felicia menggunakan tangan kanannya untuk menghapus air di pakaian tuan muda.
"Hei! Hei! Hentikan!" tuan muda mulai menjerit panik ketika tanpa sadar sebotol air mineral yang Felicia pegang di tangan kirinya menyembur keluar karena dia genggam dengan keras, tentu saja kini air dingin itu membasahi kaos putih yang dikenakan tuan muda.
"Maaf... maafkan saya tuan." Felicia menjadi panik. Dan satu botol lagi air mineral yang di himpit di lengan kirinya jatuh mengenai kaki kiri tuan muda.
"Aduh, apalagi ini." keluh tuan muda.
"Ya Tuhan, apa yang telah aku lakukan." Felica semakin panik dan gemetaran.
"Sudah! Bersihkan semua dan bawa extra handuk ke kamarku." kata tuan muda sambil berlalu.
"Baik tuan." sahut Felicia. Sepeninggal tuan muda, trio sekawan pelayan tua datang.
"Bibiii hikkss aku melakukan kesalahan lagi, bagaimana ini?" rengek Felicia sambil melihat kearah lantai yang basah.
"Sudah tidak apa-apa kami yang akan membereskan." paman Jhon segera mengambil botol air yang berceceran sementara paman Chili mengambil pel.
"Nona bawa ini ke kamar tuan muda." bibi Ruth memberikan handuk bersih dan juga satu teko teh hangat dengan dua gelas.
"Aku takut bibi, bagaimana kalau tuan muda marah dan mengusirku?" Felicia gemetaran karena takut. Awalnya dia berencana menghindari tuan muda. Tapi kenyataannya malah terjadi kecelakaan yang tidak dia inginkan.
"Dia tidak akan mengusirmu. Tenanglah bawa ini ke ladanya cepat, sebelum ia bertambah marah." bibi Ruth mendorong Felicia perlahan yang masih ragu.
"Cepat nona, tuan muda tidak suka minum teh dingin." paman Chili ikut memberi dorongan.
Dengan terpaksa dia melangkah menuju kamar tuan muda. Dia mengetuk pintu perlahan, tidak ada suara didalam. Berkali-kali dia mengetuk tapi tidak ada juga jawaban. Felicia berniat meninggalkan kamar tuan muda, tapi dia teringat perkataan paman Chili kalau tuan muda tidak suka teh dingin juga tadi tuan mida Georges meminta handuk padanya.
"Aku ketuk sekali lagi. Jangan salahkan aku jika langsung masuk bila tidak kau bukakan."
Felicia akhirnya memutuskan masuk ketika tidak ada jawaban juga.
Didalam kamar yang lebih luas dari kamarnya, dia tidak melihat ada tuan muda Georges.
"Tuan..." tidak ada jawaban.
"Bukannya dia seharusnya langsung ke kamar dan mengganti pakaiannya, tapi kenapa tidak ada disini?"
Setelah memutari kamar dan tidak ada orang Felicia meletakan teh tersebut di meja kecil dekat dengan jendela besar. Gorden sudah tertutup di sana, artinya sudah ada orang yang menutupnya.
Setelah meletakan teh di meja dia berjalan menuju ke tempat tidur dan meletakan handuk disana. Matanya tertuju pada sebuah buku yang tergeletak di kasur, diambilnya dan dibaca sekilas.
Oh buku tentang bisnis perkebunan. Aku jadi penasaran seberapa luas perkebunan yang dia miliki.
"Kau suka dengan buku itu?" Suara bariton seorang pria terdengar dibelakangnya membuat Felicia kaget dan spontan memutar tubuhnya dengan cepat.
Glek! Dia terkejut dan menelan ludahnya dengan kasar. Bagi dia ini pertama kalinya melihat tubuh pria bertelanjang dada dengan begitu sempurna. Otot-otot ditubuh yang terbentuk. Tuan muda Georges tampaknya baru saja selesai mandi. Rambutnya masih basah dan acak sementara dia hanya menggunakan handuk yang dililitkan sebatas pinggang.
Felicia gugup.
"Eh i.. iya a..pa tuan?" tanya nya dengan gugup. Dia memalingkan pandangan matanya kearah lain.
"Buku itu kau suka?" tanya tuan muda Georges sambil melangkah maju mendekati.
"Bu... buku mana?" tanya Felicia gugup.
Tuan muda Georges mengernyitkan keningnya. Dia heran dengan tingkah Felicia yang tiba-tiba gugup dan lupa dengan buku yang dia pegang dari tadi. Belum sempat dia menjelaskan tampak gadis itu hendak melangkah pergi sambil memegang buku.
"Saya permisi tuan." Dia melangkah dengan terburu-buru dan melupakan kalau dia sedang memegang buku milik tuan muda. Dan karena tidak memperhatikan langkah kaki, Felicia tersandung bantal sofa yang tergeletak dilantai hingga ia menjadi terhuyung, namun dengan sigap tangan kekar tuan muda telah menarik pinggangnya supaya tidak terjatuh, tapi karena gugup Felicia langsung berbalik dan refleks mendorong tubuh tuan muda Georges hingga terjatuh di kasur sementara tangan tuan muda yang masih memegang pinggangnya otomatis menarik tubuh Felicia hingga dia ikut terjatuh tepat diatas tubuh tuan muda.
Tangan tuan muda Georges masih di pinggang Felicia. Sementara Felicia menatap tuan muda dengan syok. Pandangan mereka bertemu tanpa kata-kata. Sesaat kedua insan itu terdiam. Sementara detak jantung merespon lebih cepat. Dag. Dig. Dug. Dag. Dig. Dug.
"Sampai kapan kau berbaring diatasku?" Suara tuan muda membuatnya tersadar.
"I..iya tuan." Felicia tersadar dan hendak bangun tapi tidak bisa.
"Tuan, tangan anda..." Felicia tidak melanjutkan kaliamatnya. Dia bingung saat tubunya melengkung dan matanya menatap dada tuan muda Georges yang kekar nan sexy.
"Ah iya maaf." tuan muda Georges segera melepaskan pinggang Felicia dan secepat kilat Felicia berdiri kemudian berbalik tapi tanpa menyadari kalau handuk yang melilit pinggang tuan muda menyangkut di kancing baju nya dan tertarik ketika dia berdiri.
Tuan muda Georges kaget ketika handuk yang melilit bagian bawah tubuhnya ( #tanpaunderware ) terbuka dibagian depan. Spontan dia menarik handuknya dengan keras sehingga kembali Felicia terjatuh diatas tubuhnya.
"Aow. Apa yang anda lakukan tuan?" tanya nya setengah melotot dan meringis kesakitan.
"Kau! Kenapa kau menarik handukku?!"
"Aku tidak menariknya." Felicia hendak berdiri lagi tapi tuan muda Georges menahannya. Saat itu dia baru sadar, kalau paha mereka saling bersentuhan tanpa pembatas. Gaun tidur selutut yang dipakai Felicia terangkat naik ketika tuan muda menariknya. Dan bukan itu saja dia merasa ada sesuatu yang menempel keras dekat dengan kewanitaannya.
"Kenapa ada tongkat disini tuan?" tanya Felicia karena merasa ada sesuatu yang mengganjal di bawah dekat kewanitaannya. Dia menggerakan tubuhnya berusaha bangun.
"Diam jangan bergerak. Tutup matamu. Dan jangan membuka sebelum aku memerintahkan." ujar tuan muda Georges.
"Tapi kenapa?" tanya Felicia tidak mengerti.
"Jangan banyak tanya atau kau akan menyesal. Kau dengan kata-kataku. Tutup matamu!" Bentak tuan muda.
Felicia segera menutup kedua matanya dia mengernyitkan keningnya agak takut ketika dia merasakan tuan muda Georges membalikan tubuhnya. Saat ini tuan muda berada diatasnya dan melakukan sesuatu dengan kancing baju tidurnya.
"A...apa yang anda lakukan tuan." tanya Felicia gugup, dia hendak membuka matanya.
"Tutup matamu!" bentak tuan muda Georges ketika sadar Felicia hendak membuka matanya.
Felicia segera menutup bola matanya. Dam dengan tidak sabar, tuan muda Georges menarik handuknya dengan keras, kemudia melilitkan handuk di pinggang dan dengan langkah sedikit terseok-seok dia menuju ke kamar mandi. Sebelum menutup pintu kamar mandi dia berteriak, "cepat keluar dari kamarku sekarang!"
Felicia buru-buru membuka matanya dan segera berlari keluar kamar dan masuk ke dalam kamarnya. Dalam kamar dia mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.
"Ada apa dengan diriku. Kenapa jantungku berdetak kencang. Apa yang terjadi tadi. Eh, apa yang tuan muda lakukan pada kancing bajuku, kenapa mau lepas dan ada benang putih apa ini?"
Felicia berbicara sendiri didalam kamar. Sesaat kemudian wajahnya kembali memerah dan jantungnya berdegup kencang, ketika teringat paha nya telah bersentuhan dengan tuan muda juga bagaimana tubuh mereka berdekatan.
💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗
Tapi langsung ambyar ketika relate sama makanan Thor .ini Eropa apa asia?😁