NovelToon NovelToon
Istri Bar-bar Duda Cassanova

Istri Bar-bar Duda Cassanova

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Percintaan Konglomerat / Dijodohkan Orang Tua / Duda / Tamat
Popularitas:221.5k
Nilai: 5
Nama Author: pinkanmiliar

Sejak istrinya meninggal, Zeeko J. Howard menjadi pria cassanova yang berganti wanita tiap malam. Geram dengan sikap anaknya yang tak serius dengan satu wanita, Emilia memutuskan menjodohkan Zeeko dengan putri rekan bisnis suaminya yang berprofesi sebagai guru bernama Trisha Johanson.

Bagaimana kehidupan rumah tangga Zeeko dan Trisha? Ikuti kisahnya ya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pinkanmiliar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fix, Aku Mencintaimu

Esme memberikan kemasan obat yang ia temukan di tempat sampah kamar Trisha kepada Max. Tentunya pria itu bingung dengan apa yang diberikan Esme padanya.

"Apa ini?"

Esme memutar bola mata malas. "Kau tidak tahu ini apa?"

Max menggeleng.

"Ini adalah obat pencegah kehamilan. Entah apa yang terjadi, tapi pagi tadi Tuan Zeeko memintaku untuk menggeledah tempat sampah di kamar Nona Trisha. Dan aku menemukan ini. Mungkin saja ini yang membuat mereka kembali bertengkar."

Raut wajah Esme terlihat sedih.

"Jadi, Nona Trisha mengonsumsi ini tanpa sepengetahuan Tuan Zeeko?"

Esme mengangguk. "Sepertinya begitu."

Tiba-tiba ponsel Max bergetar. Sebuah pesan dari Lexi. Maz langsung membukanya.

"Nona Trisha ada di rumah orang tuanya," Ujar Max.

"Siapa yang mengabarimu?" tanya Esme.

"Lexi."

"Haaah! Syukurlah. Pernikahan itu memang tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya kita menghadapi badai dan kita harus lulus melawannya. Mungkin saat ini adalah masa krisis bagi Tuan Zeeko dan Nona Trisha."

"Umm, maaf Esme. Apa kau sudah menikah?"

Esme tersenyum. Wanita 40 tahunan itu menepuk bahu Max.

"Lebih tepatnya, pernah. Aku pernah menikah, Max. Tapi suamiku sudah meninggal. Dan kami tidak memiliki anak."

"Aku turut berduka untukmu."

"Tidak masalah. Jadi, kau akan menginap atau..."

Max menatap pintu kamar Zeeko. "Sepertinya aku akan menginap saja. Jika tidak ada kamar kosong aku bisa tidur di sofa saja."

"Tidak, Max. Aku akan siapkan kamar untukmu. Masih ada satu kamar lagi di rumah ini."

Di tempat berbeda, Mercy baru saja pulang ke rumah pada tengah malam. Ariana dan Tom yang masih terjaga menyapa Mercy yang melengos melewati mereka.

"Mercy! Kau baru pulang hah?" Tanya Tom.

Mercy tak menjawab dan memilih masuk ke dalam kamarnya.

"Mercy! Apa kau tidak dengar huh?" Tom mulai emosi.

Ariana mengusap lengan suaminya lembut. "Sudahlah, jangan terlalu keras padanya. Mercy itu sudah dewasa. Aku yakin dia tahu mana yang baik dan tidak."

"Justru karena dia sudah dewasa harusnya dia bisa memikirkan dirinya. Usianya sudah tak lagi muda tapi masih terus bersenang-senang. Jika tahu begini dulu aku tidak akan mengizinkannya untuk menjadi model. Dunia hiburan itu sudah membutakan Mercy."

Ariana hanya mengulas senyumnya. "Ya sudah, biar aku saja yang bicara dengannya. Ya?"

Ariana segera menyusul langkah Mercy dan mengetuk pintu kamar Mercy sebelum masuk.

"Mercy, boleh aku masuk?"

Mercy malas menjawab.

"Mercy! Aku masuk ya!" Ariana membuka pintu kamar Mercy yang tak terkunci.

"Sayang..." Ariana menghampiri Mercy yang sedang rebahan di ranjang empuknya.

"Apa kau juga akan mengomel seperti Daddy?"

Ariana tertawa kecil. "Tidak, Nak. Aku tidak akan mengomel. Aku hanya ingin... Kau bisa lebih terbuka padaku. Maksudku... Jika kau punya masalah kau bisa cerita padaku. Aku adalah ibumu."

Mercy tersenyum sinis. "Kau bersikap baik padaku lantas bagaimana dengan putrimu sendiri? Apa kau juga akan bersikap sama pada Trisha?"

DEG

Kalimat Mercy terasa menusuk jantung Ariana. Selama ini Ia sudah meninggalkan Trisha dan tidak pernah memberikan kasih sayang padanya.

"Sebaiknya kau keluar dan jangan ikut campur urusanku!" Usir Mercy.

Merasa tak dapat meraih hati putri sambungnya, Ariana akhirnya memutuskan untuk keluar dari kamar Mercy.

#

#

#

Zeeko terbangun di pagi hari dengan kepala yang cukup berat. Semalam ia terlalu banyak minum.

Zeeko menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelahnya Zeeko keluar karena ingin menemui Trisha.

"Tuan! Anda sudah bangun?"

"Max?" Zeeko bingung kenapa Max ada di rumahnya sepagi ini.

"Saya menginap disini karena saya khawatir dengan Anda, Tuan."

Zeeko menarik sudut bibirnya.

"Nona Trisha ada di rumah Tuan Anthony."

Maz seakan tahu apa yang sedang dicari Zeeko. Dan ya, tebakan Max memang benar.

Zeeko mengusap wajahnya. "Dia kabur lagi!" Zeeko memukul udara.

"Tuan jangan khawatir! Aku sudah menyuruh Lexi untuk mengawasi Nona Trisha tanpa sepengetahuannya."

Zeeko mengangguk. "Baguslah! Ayo kita berangkat!"

"Eh?" Max bingung.

"Kenapa?" Tanya Zeeko ikut bingung.

"Apa kita... Tidak sarapan dulu, Tuan? Esme sudah menyiapkan sarapan untuk Tuan."

Zeeko menatap Esme yang mengangguk padanya.

"Aku tidak lapar!" Zeeko melengos pergi.

Max memberi kode pada Esme untuk membungkus makanan saja.

"Max!" Teriak Zeeko memanggil Max.

"Iya, Tuan. Sebentar!"

Esme membungkus asal makanan yang ada di meja makan lalu diserahkan kepada Max.

#

#

#

Sepanjang hari ini Zeeko tidak bisa fokus bekerja. Ia terus teringat dengan Trisha. Entah apa yang sudah terjadi dengan mereka. Dan kini semuanya jadi rumit.

Zeeko mengacak rambutnya. Zeeko mengakui jika hatinya mulai terbuka untuk Trisha. Ada Trisha disana yang sudah mengisi kekosongan hatinya selama dua tahun terakhir ini.

"Maafkan aku, Trish. Aku bersalah padamu. Harusnya aku berani mengakui jika aku memang mencintaimu... Semua sikap bar-bar mu itu... Aku suka. Aku suka semua tentangmu, Trish. Maaf, terlambat menyadarinya."

Zeeko meraih kunci mobil dan bergegss keluar dari gedung kantornya. Max yang melihat bosnya keluar ruangan segera mengikuti langkah Zeeko.

"Tuan, Anda mau kemana?" Max menghentikan langkah Zeeko.

"Aku harus pergi, Max. Aku harus mengejar Trisha. Aku tidak mau kehilangan dia lagi."

"Lalu bagaimana dengan rapatnya?"

"Kau batalkan saja! Atau kau yang pimpin rapatnya!" Zeeko kembali melangkah meninggalkan Max yang terdiam menatap kepergian Zeeko.

Waktunya sangat pas ketika Zeeko tiba di sekolah tempat Trisha mengajar. Kelas Trisha baru saja usai.

Zeeko berlari menuju kesana. Senyum yang merekah pun mengiringi langkahnya menuju pada Trisha.

Namun senyum itu langsung pudar ketika melihat Trisha keluar dari aula bersama dengan Leon. Trisha nampak tertawa lepas bersama Leon.

Zeeko mengepalkan tangannya. Ia terlambat!

Zeeko bersembunyi di balik dinding sekolah agar Trisha tak melihatnya.

"Kau mau bawa aku kemana?" Tanya Trisha.

"Umm, aku punya menu baru di resto. Aku ingin kau yang pertama mencicipinya."

Trisha memicingkan matanya. "Kau yakin aku yang pertama?"

Leon tertawa. "Tentu saja, Trish. Aku tidak punya teman lain selain dirimu."

"Ish, kasihan sekali nasibmu, Boy." Trisha menepuk bahu Leon. "Baiklah, karena aku juga hanya memiliki satu teman yaitu kau, maka aku akan terima tawaranmu ini."

Zeeko merasa tercubit melihat Trisha tersenyum dan tertawa pada lelaki lain.

"Apakah aku tidak punya kesempatan lagi, Trish?"

Zeeko memantapkan tekadnya. Ia memutuskan untuk menguntit kemana pun Trisha pergi bersama Leon. Dan ternyata memang benar, Leon membawa Trisha ke resto miliknya.

Selama sekitar tiga jam Trisha berada di resto milik Leon. Zeeko masih setia menunggu Trisha hingga keluar dari resto itu.

Zeeko kembali melajukan mobilnya ketika mobil Leon meninggalkan resto bersama Trisha. Zeeko cemas jika Leon akan berbuat gila dengan Trisha, seperti selingkuh misalnya.

Namun ternyata kecemasan Zeeko tidak terbukti. Zeeko menyesal karena sudah meragukan cinta Trisha padanya. Kini Zeeko tahu jika Trisha tulus mencintai dirinya. Meski sedang bersitegang Trisha tidak berbuat apapun dengan pria lain dan hanya makan saja.

Lagi pula Trisha sudah menjelaskan pada Zeeko jika Leon adalah kawan masa kecilnya, dan akan tetap seperti itu sampai kapanpun. Zeeko baru percaya sekarang.

Ketika mobil Leon meninggalkan halaman rumah Trisha, barulah Zeeko turun dari mobilnya dan mengejar Trisha.

"Trish!"

Suara yang amat Trisha kenali membuat langkahnya terhenti. Trisha membalikkan badan untuk meyakinkan apakah pendengarannya tidak salah.

"Zeeko?"

Trisha benar melihat Zeeko ada di hadapannya.

"Zeeko, kau..."

Zeeko langsung menarik tubuh Trisha dan memeluknya.

"Maafkan aku, Trish... Maafkan aku..."

Air mata yang sejak kemarin ditahannya akhirnya tumpah juga dalam dekapan Zeeko. Trisha membalas pelukan Zeeko dengan sama eratnya.

1
Sulati Cus
cerita yg manis
A Yes
ya jelas itu, sama anak kandung ajah bisa tega, apalagi sama anak sambung, paling hanya basa basi hang basiiii entah tertuju pada tujuan apa🤷‍♀️🤷‍♀️🤷‍♀️🤷‍♀️🤷‍♀️
Cinta
msh penasaran dgn judul cerita y 👍
Evi Ridho
bagus saya suka novel ini tidak pulgar
alur cerita nya juga menarik
Jio
Luar biasa
Christin Nola
kok tulisannya seperti ITU thor
Emak Femes: Iya kak, pake aplikasi font 😁
total 1 replies
AnaZa O
baru ngeh, trnyata max botak hahahha
Ika Ika
emang the best karya mamak gak sabar baca lanjut an nya 🤭 duda satu ini semenggoda mas duda ku
Mimi Ilham
menarik ceritanya, bikin penasaran..
next
Muawanah
mampir kak...
Siti Maskanah
jangan2 ellea ad selingkuh sm daddy nya zecko
Iin Karmini
Luar biasa
Iin Karmini
mampiiir
Jihan Upadhyay
kisah cerita yg menyenangkan n mungkin dlm kehidupan nyata si penulis. keep it up n all the best to you😊
Sulati Cus
😂😂😂😂😂cinta terakhir lah
Ran Aulia
Luar biasa
Arfaza Putri
luar biasa 🌹💞
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor...
Emak Femes: 𝙼𝚊𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚔𝚊𝚔 😊😊😊
total 1 replies
IndraAsya
jejak 🐾
Radya Arynda
semogah ter ungkap kebenara, , , semogah baby baik2 saja ya trisha💪💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!