Danisha putri, gadis berusia 25 tahun yang harus bekerja seumur hidupnya untuk membayar hutang pada Boss nya atas apa yang dia lakukan, belum lagi dia adalah seorang single parent untuk seorang anak laki-laki berusia 5 tahun yang dulu tiba-tiba dia temukan didepan kost nya waktu anak itu masih bayi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 22
my Dika 22
Pagi harinya setelah kejadian waktu itu Danish sudah bersiap untuk berangkat kerja, sedangkan Kevin sudah berangkat sekolah bersama anak tetangga nya, setelah kejadian itu Dika sudah tidak lagi kembali ke rumah Danish
Danish tidak peduli lagi dengan pandangan orang lain terhadap dirinya, dia sudah cukup kebal selama ini
Danish berjalan keluar rumahnya, dia agak pusing jadi memutuskan untuk membeli obat pereda sakit kepala di apotik terdekat, dia mengendarai motor matic nya dan berhenti di depan apotik
Saat dia sedang berjalan tiba-tiba sebuah motor hampir saja menabraknya
"Awas!!!!" Teriak seorang
untung nya dengan cepat seseorang menariknya hingga hingga dia tidak jadi tertabrak motor itu
"Syukurlah" Danish memegangi dadanya yang berdebar hebat karena kejadian tadi
"Kamu tidak apa-apa?" Tanya pria itu
"Aku tidak apa-apa, terimakasih banyak" ucap Danish tulus
"Iya sama-sama, lain kali hati-hati ya" ucap pria itu, pria dengan mata coklat yang indah, tubuhnya tegap dan wajahnya yang tampan nampak begitu jelas saat Danish melihat nya dari jarak yang cukup dekat, karena saat ini Danishasih berada dalam pelukannya
"Maaf" ucap Danish saat mengetahui dirinya masih berada dalam dekapannya
"Iya enggak apa-apa, siapa namamu, aku Revan" pria bernama Revan itu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Danish
Danish menyambut nya dengan senyuman yang manis
"Aku Danish" Danish memperkenalkan dirinya
"Aku harus segera pergi, sudah siang, nanti aku terlambat bekerja" ucap Danish lagi
"Baiklah kalau begitu, eh tunggu, boleh aku meminta kontak mu?"
Danish tampak berpikir sejenak
'enggak apa-apa kali ya, lagian dia udah nolongin aku tadi' pikir danish
Kemudian dia mengambil ponselnya dan memberikan nya kepada Revan, Revan mengambilnya, mengetikan nomer handphone nya di handphone Danish dan men-dial nomor itu, sampai handphone nya sendiri berdering
"Sudah masuk, dan itu nomer ku, jangan lupa di save ya" ucap Revan diselingi senyuman yang manis
"Oke, aku duluan" Danish menaiki motor nya dan segera melaju ke kantor nya
Sesampainya dikantornya dia langsung memasuki ruangan nya, disana sudah ada Dika dan Aldo
Dika sama sekali tidak melihat kearah nya, Danish pun tidak ambil pusing dengan itu, dia sudah biasa mendapatkan hal semacam itu, jadi tidak masalah
"Danish, kerjakan semua yang ada di mejamu ya" Perintah Aldo padanya
"Iya pak Aldo"
Aldo segera keluar dari ruangan itu, Danish menatap beberapa map tertumpuk di mejanya, dan itu sangat banyak, dia hanya menghela nafasnya, kemudian duduk dan segera melakukan pekerjaannya
Danish begitu fokus dengan pekerjaan yang saat ini dia kerjakan, hingga tidak mengeluarkan sedikitpun suaranya, bahkan hanya untuk menyapa pun dia enggan
Meskipun Dika terlihat fokus dengan laptopnya dia juga sesekali melirik kearah Danish
'kenapa dia seolah tidak terjadi apa-apa, begitu tenang dan tanpa beban, apa dia sudah benar-benar tidak punya malu?' batin Dika
Danish dengan cepat mengerjakan semuanya, dan segera menyerahkannya kepada Dika, dia berjalan mendekat kearah mejanya dan meletakkan pekerjaan nya didepannya
"Ini laporan yang tadi saya kerjakan"
Danish berlalu kembali ke meja kerjanya tanpa melihat ke wajah Boss nya itu
Dika mengambil map yang tadi Danish letakan di mejanya, membacanya dan memeriksa nya dengan teliti,dia tidak menemukan kesalahan apapun, padahal Dika sangat ingin untuk memarahi Danish saat ini, dia tidak suka dengan Danish yang diam seperti ini
Danish masih berkutat dengan laptopnya walaupun jam makan siang sudah tiba, dia masih harus menyelesaikan tugas nya lagi yang barusan dikirim Aldo atas perintah dika ke email nya Danish
Dika menatap Danish yang tidak kunjung berdiri untuk makan siang
"Jam makan siang tidak boleh dipakai untuk bekerja!" Teriak Dika mengalihkan perhatian Danish untuk menatap kearah nya, namun Dika seolah tidak melihat nya, dia sibuk dengan ponselnya
Danish menghentikan pekerjaannya, meluruskan tangannya ke depan untuk meregangkan otot-otot nya
"Ting"
handphone Danis berbunyi pertanda ada chat masuk, dia melihat chat itu dari Revan, Danish tersenyum saat melihat isi pesan singkat itu, dan danish membalasnya hingga terus menerus mereka melakukan saling balas chat
💌 Revan:
cantik, jangan lupa makan siang, apa kamu mau aku kirim sesuatu?
💌Danish:
Sungguh?
💌 Revan:
Tentu, kamu mau makan apa?
💌Danish:
Tidak perlu Revan, aku hanya bercanda 😄
💌Revan:
Tapi aku serius, mau ya? Please😞
Danish tersenyum melihat emoji yang dia beri, tanpa sadar dia sedikit tertawa, membuat Dika heran dengan tingkah nya
'dengan siapa dia tertawa? Atau dengan seseorang yang sedang dia kirim chat di handphone nya?" Batin Dika penasaran
Danish kembali membalas chat dari Revan
💌Danish:
Baiklah, kirimi aku sushi boleh?
💌Revan:
Tentu, dengan senang hati 🤗
💌Danish:
Terimakasih Revan 😊
💌 Revan:
Santai aja Nish, tunggu ya, ke mana aku harus mengantar nya cantik?
💌Danish:
Ke ' AD corporation' Van, sekali lagi thanks
💌Revan:
Sama-sama cantik 😘
Danish terkejut saat melihat emoji yang dikirim Revan di chat nya, wajahnya tiba-tiba memerah merona
Danish tersenyum dan memeluk handphone, entah kenapa rasanya begitu senang, walaupun dia baru bertemu dengan Revan tapi Danish merasa nyaman untuk berteman dengan nya, iya hanya teman
Dika mengepalkan tangannya dengan marah, dia tidak suka Danish tersenyum seperti itu tapi bukan karena dirinya
'siapa yang sedang dia hubungi sebenarnya, kenapa dia terlihat sangat bahagia, sampai-sampai wajahnya begitu merona' Dika benar-benar tidak bisa mengontrol emosi nya
tidak lama setelah itu terdengar suara ketukan pintu
Tok tok tok
Seorang cleaning servis mengetuk ruangan itu sebelum memasuki nya walaupun pintu nya terbuka
"Maaf, ada kiriman makanan untuk nona Danisha" ucap cleaning servis wanita tersebut
"Dari siapa?" Tanya Dika dengan cepat
Cleaning servis itu memberikan amplop merah muda pada Dika, dan saat itu juga Dika merobek kertas itu, Danish pun tidak terima dengan apa yang dika lakukan
"Kamu!!! Itu untuk ku, bahkan aku belum melihatnya!" Teriak Danish tidak terima
Namun Dika tidak menanggapi nya
"Buang kotak makanan itu, kalau kamu mau kamu bisa mengambil nya, sekarang pergi lah !" Dika mengusir cleaning servis itu tanpa memberikan Danish untuk mengambil kotak sushi dari nya
"Kamu!!!" Bentak Danish
-------
Nyebelin kan author nya? Lha kok author nya sih 😝
Au ah mending like sama komen yuk 😉