NovelToon NovelToon
Dendam Aqila

Dendam Aqila

Status: tamat
Genre:CEO / Selingkuh / Percintaan Konglomerat / Pelakor / Tamat
Popularitas:146.8k
Nilai: 5
Nama Author: saputri90

Aqila Mahendra, seorang gadis cantik berusia 21 tahun. Dia merupakan seorang mahasiswi disebuah universitas swasta di kota Jakarta. Ia bisa dibilang sebagai mahasiswi yang berprestasi di kampusnya, hal ini bisa di buktikan dengan beasiswa yang ia dapatkan dari tahun ke tahun hingga ia sampai di semester akhirnya.

Kemulusan hidupnya di dunia pendidikan tak sama dengan kemulusan hidupnya di dunia nyata. Hidup menjadi korban broken home bukanlah keinginannya, namun takdir sudah menuliskan kisah hidupnya sebagai seorang korban dari keegoisan sepasang suami istri yang sudah tak lagi sejalan, apalagi ada orang ketiga yang hadir di pernikahan mereka.

Selepas perceraian sang ayah dengan bundanya, Aqila tinggal bersama sang bunda dan keluarga barunya. Disaat tinggal bersama sang bunda malapetaka pun terjadi di dalam hidup Aqila.

Mau tau malapetaka apa yang terjadi di hidup Aqila?
Yuk simak ceritanya sampai selesai ya. Happy reading guys..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saputri90, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Malam gelap pun telah berlalu. Pagi hari telah datang dengan sang fajar. Seolah tak terjadi apa-apa, Aqilla berangkat bekerja kembali tanpa membawa mobilnya yang rusak di bagian kaca pintu depan, baik yang bagian kanan maupun bagian kiri mobilnya.

Ia berjalan santai menuju meja resepsionis, krembali meminta bantuan pada seorang waanita cantik dengan rambut panjang yang sengaja di cepol agar terlihat rapih.

"Selamat pagi Nona Aqilla, adayang bisa kami bantu?" sapa resepsionis cantik itu dengan senyum yang begitu ramah pagi ini.

"Tolong bantu saya pesankan taksi ya Mbak." pinta Aqilla yang kemudian duduk disebuah sofa yang biasa ia duduki, saat ia menunggu taksi ataupun menunggu Dito menjemputnya sejak dulu.

"baik Nona Aqilla," jawab staff resepsionis itu dengan ramah.

Aqilla yang sudah duduk di sofa hanya membalas kesediaan resepsionis itu membantu dirinya hanya dengan menyunggingkan sedikit senyuman di bibirnya.

Aqilla sejenak melirik sang resepsionis yang sedang menghubungi seseorang. Aqilla menganggap seseorang yang di hubungi oleh resepsionis cantik itu adalah pihak taksi yang akan di pesan untuknya. Namun anggapan Aqilla salah.

Staf resepsionis cantik itu tengah menghubungi Dito. Dito yang berada dalam perjalanan ke perusahaannya terkesiap melihat paanggilan dari apartemen Aqilla.

"Hemm... dia pasti memesan taksi, kemana Bram? Kenapa dia membiarkan Aqilla kembali berangkat seorang diri? Kemana pula mobil Aqilla? Apa ada sesuatu yang terjadi pada mereka?" Dito bermonolog senbelum ia mengangkat panggilan telepon dari apartemen Aqilla.

Dito pun segera mengankat panggilan telepon dari apartemen Aqilla, yang memang sengaja ia perintah untuk menghubungi dirinya jika Aqilla memesan sebuah taksi. Dito benar-benar menjaga Aqilla bagaikan seorang ratu, ia rela membayar mahal karyawan yang bekerja di apartemen itu hanya untuk menjaga dan menginformasikan kegiatan Aqilla sehari-hari padanya.

Ini hal yang sungguh berbeda dengan perlakuannya dengan Cella. Ia selalu mengabaikan kemana Cella pergi, mau ia membawa mobilnya sendiri, mengggunakan supir atau menggunakan taksi sekalipun, ia sungguh tak perduli.

"Selamat pagi Tuan," sapa resepsionis ketika Dito mengangkat panggilan teleponnya.

"Pagi," jawab Dito singkat.

"Nona pesan taksi Tuan," ucap resepsionis itu dengan suara yang begitu pelan agar Aqilla tak mendengarnya.

"Saya akan tiba dalam waktu kurang dari lima menit, pastikan dia masih menunggu kedatangan saya." balas Dito yang kemudian menutup panggilan teleponnya.

Ia mempercepat laju kendaraannya menuju apartemen Aqilla yang searah dengan perusahaannya. Dan benar saja, belum sampai lima menit Bram sudah sampai di apartemen Aqilla.

Bram kini berdiri tepat di depan Aqilla yang seperti biasanya, memainkan ponsel ketika sedang menunggu sebuah taksi.

"Apa Nona sudah siap untuk berangkat?" sapa Dito dengan senyum manis menggoda Aqilla yang terperanjat melihat kehadirannya di hadapannya kini.

"Kenapa ku bisa ada disini?" tanya Aqilla yang masih terperangah dengan kehadiran Dito.

"Aku akan selalu ada ketika kau membutuhkan ku, Nona. Ayo kita berangkat sebelum kemacetan menghambat perjalanan kita." Ajak Dito yang menari tangan Aqilla agar segera beranjak dari duduknya.

Aqilla menerima ajakan Dito seperti biasanya, tak ada penolakan sama sekali yang dilakukan Aqilla pada Dito. Setelah mengetahui kejahatan kedua orang tua Bram pada dirinya di masa itu, terlebih kejadian semalam. Ia mengurungkan dirinya untuk meninggalkan Dito yang siap membantunya menghadapi kedua orang yang berkuasa itu. Demi apa? Yang pasti tak hanya demi cinta tapi juga demi dendamnya.

Di dalam mobil Aqilla terus memandangi wajah Dito. Ia melihat ada lingkaran hitam di bawah matanya. Ini menandakan jika pria yang sedang duduk di sampingnya tak bisa menikmati malamnya untuk beristirahat.

"Mas Dito," panggil Aqilla dengan suara pelaan yang begitu lembut.

"Ya, ada apa Qilla?" tanya Dito yang sejenak melirik ke arah Aqilla.

"Apa semalam kau kurang istirahat Mas?" tanya Aqilla yang masih perhatian dengan Dito, Patner ranjangnya.

"Tak perlu kau tanyakan lagi Qilla, aku memang tak bisa melewatkan malam ku saat aku mengetahui perihal pernikahan mu dengan Bram, yang mengartikan hubungan diantara kita telah berakhir." ucap Dito dengan suara yang begitu lirih.

Aqilla terdiam tak bisa ia mananggapi jawaban Dito yang mencubit hati kecilnya. Ia merasa bersalah pada Dito yang sengaja ia libatkan dalam aksi balas dendamnya.

Melihat Aqilla terdiam, Dito menanyakan kemana mobil Aqilla dan juga keberadaaan suami yang baru menikahinya itu.

"Ngomong-ngomong dimana mobil mu dan juga suami mu? Kenapa kau kembali bekerja menggunakan taksi, Qilla?" tanya Dito. Ia melirik Aqilla yang tiba-tiba sedih dan malah menangis.

Dito segera menghentikan laju kendaraan di sisi jalan. Ia mencoba menenangkan tangis Aqilla yang begitu rapuh. Tangis pertama kali yang ia dengar dari Aqilla yang selama ini selalu terlihat kuat.

"Tenanglah Qilla, kamu jangan bersedih! Ada aku yang selalu ada di samping mu. Ceritakan pada ku, apa yang terjadi pada mu, Qilla!" pinta Dito yang memeluk tubuh

Qilla yang tergoncang karena tangisannya.

Nyaman itulah yang saat ini Aqilla rasakan. Ia merasa mendapatkan sebuah sandaran pria lain yang bukan suaminya. Mungkin jika Bram ada di sini. Dia pun akan melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan Dito.

Dito menunggu dengan sabar Aqiila yang akan menceritakan apa yang telah menimpa dirinya, hingga ia begitu bersedih seperti saat ini.

Beberapa menit Aqilla larut dalam tangisannya. Tubuhnya yang tergoncang sudah jauh lebih tenang. Perlahan ia membuka suaranya.

"Mas Bram diculik orang semalam Mas, Mobil ku yang dikendarai Mas Bram di hadang oleh beberapa mobil yang membawa Mas Bram entah kemana. Tapi sebelum pergi Mas NBram bilang, mereka tak akan menyakiti Mas Bram karena mereka adalah anak buah Tuan Yohannes, Daddynya Mas Bram."tutur Aqilla yang masih dalam pelukan Dito.

Dito usdah mengira hal ini akan terjadi cepat atau lambat. Makanya tak ada keterkejutan yang nampak pada dirinya.

"Kau sedang tidak aman Qilla, sebaiknya kau tak bekerja kembali, lupakan karir mu untuk sementara waktu. Aku dapat pastikan meskipun kau memaksa ingin bekerja. Tempat mu bekerja pasti akan membuang mu hari ini juga, atas permintaan mereka. Apalagi pemilik rumah sakit ini ada kaitannya dengan keluarga saudara tirimu."

"Mas bagaimana kau bisa mengira semua itu?" tanya Qilla yang mengurai pelukkannya dan menatap wajah Dito yang menatap lurus ke depan.

"Karena aku sudah tau semua ini akan terjadi cepat atau lambat, sekarang kau pergilah dari negara ini dengan orang kepercayaan ku, Dwi. Di luar negri nanti kau bisa meneruskan pendidikan mu bahkan melanjutkan profesi mu sebagai seorang Dokter. Kembalilah saat semuanya telah aman dan dia tak lagi mencari keberadaan mu." Jawab Bram yang membuat Aqilla meremas tangannya.

"Bukannya itu sama saja Mas, mereka dengan kekuasaanya akan cept menemukan ku, walaupun aku bersembunyi di lobang got sekalipun."

"Tidak Qilla percayakan semuanya pada ku. Sekarang aku akan mengantarmu ke bandara, pergilah dengan mengunakan Jet pribadiku. Di sana kau akan tinggal bersama sepupu ku Tania dan juga Dwi. Aku akan datang menemuimu sesekali waktu tanpa di ketahui oleh satu orang pun."

"Mas, aku takut!" cici Aqilla yang nyalinya malah menciut dengan langkah yang harus di ambilnya.

Tiba-tiba ia merasakan akan jauh dari Dito membuat hatinya tak lagi kuat seperti biasanya.

"Tak perlu takut, ada aku bersama mu." ucap Dito yang kembali memeluk tubuh Aqilla.

1
Mama Gezkara
aku suka ceritanya kaaakkk
Orang Pinggiran
ceritanya bagus terus gimana kalau mau lanjut ngebacanya?🙏🙏
Ricka Monika
kisahnya drama banget 👍
Ricka Monika
wah Dito kayaknya mau bundir nih
Ricka Monika
apa yg di bilang td sm Bram,hellooo perbuatan mu itu salah tau salah besar😡
Ricka Monika
lah gak sadar diri,cermin mana cermin🪞
Ricka Monika
beh egois cinta tp menelantarkan istridi saat badai menghantam nya kalo gak ada Dito udah KO istrimua
Ricka Monika
jelaslah kau saja TDK mau menyelamatkan istrimu dr ortu mu yg gila itu, wajar dia melupakanmu bercerminlah🤧😡
Ricka Monika
istri orang hanya status tapi TDK di nafkahi sm Bram berarti sudah bisa dibilang bercerai Krn TDK di beri nafka lahir dan batin,
Ricka Monika
dendam Aqila terbayar sudah,tapi kenapa Dito tau ya Aqila melakukan balas dendam terhadap keluarganya 🤔dan anehnya si Dito Mala menyetujui tindakan Aqila hanya gara" puas dngn pelayanan Aqila di ranjang 🙄😏🤨
Ristieriswanharti
bener² nyesek
Ristieriswanharti
sebenarnya dito sudah mencintai qila
tp dia sadar hanya Bram yg di cintai qila
Ristieriswanharti
ini sebenarnya alurnya mau di bawa ke mana thor
kok kaya aneh gitu ya aq bacanya
Ristieriswanharti
sebenarnya aku ga mudeng blas alur ceritanya tapi udah terlanjur baca sampai disini nanggung kalo ga di terusin
Ristieriswanharti
owalah dasar qila goblok
bram kaya gitu masih mau saja
diminta untuk ninggalin wanitanya aja Masih pikir² ee masih mau aja sama bram
Ristieriswanharti
ini sebenarnya gimana si qila
Ristieriswanharti
cerita muter ga karuan
Ristieriswanharti
aq kok sebal dengan si Bram laki² gak punya ketegasan bisanya menangis menangis dan menangis serta meratap
egois ingin memiliki tanpa mau berusaha dengan cara yg benar
Ristieriswanharti
cerita ini kebanyakan pemeran jadi kadang pemeran lain sampai hilang gitu aja
Ristieriswanharti
ngeri yaa
mungkinkah dunia para bangsawan seperti itu di dunia nyata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!