Memiliki Kekasih yang di gilai banyak fans bisa membuat gila. Tak hanya itu saja, Kekasihnya juga sibuk berorganisasi.
Merasa terabaikan dan selalu di nomor duakan itu pasti.
Sang Kekasih memberanikan diri untuk melamar dan bertunangan.
lalu bagaimana kisah selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Humairah_bidadarisurga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22
Hari mulai larut malam. Yumna sudah berada di mobil Duta untuk di antarkan pulang. Baru saja ia makan malam bersama dengan Duta dan bersama Ayah dan Bunda Duta.
"Jadi ... Bisa nunggu kan? Sampai Kak Duta sukses? Kamu dengar kan nasihat Ayah dan Bunda tadi?" ucap Duta mengulang apa yang di ucapka oleh Ayah dan Bundanya saat makan malam tadi.
Yumna hanya melirik sekilas ke arah Duta dan emnagngguk pasrah. Memang, Yumna juga belum siap untuk menikah. Ia masih mau bebas dengan masa mudanya.
"Kak Duta tenang saja. Semua aman kok. Yumna pasti menunggu," ucap Yumna pelan.
"Iya. Maaf ya. Kak Duta harus mengejar cita -cita Kak Duta dan menjadi orang yang sukses. Apalagi Kak Duta sedang memasuki di semester yang sulit mata kuliahnya, karena di sini adalah mata kuliah inti. Bnayak tugas, banyak kuis dan ujian, belum maket yang harus di kerjakan dan Kak Duta sibuk dnegan mata kuliah STUDIO, yang gak boleh gagal di setiap semester. Rencananya semester depan Kak Duta mau magang di salah satu perusahaan arsitek sambil belajar gambar yang baik," ucap Duta mulai mengutarakan semua keinginan dan harapannya.
Apa yang Duta ucapkan sekarang adalah progres dan plan untuk masa depannya. Tidak ada satu pun laki -laki yang ingin membut wanitanya kekurangan dan kesusahan. Itulah sebabnya, lelaki yang serius akan selalu berusaha dan berupaya serta bekerja keras tanpa mengenal lelah dan waktu.
Usia Duta yang masih beranjak dewasa sudah matang dalam berpikir dan bertidak. Sifat tegas juga di perlukan untuik mengambil suatu keputusan.
"Iya Kak Dut. Kak Duta tenang saja. Asal di antara kita saling percaya dan tidak ada salah paham lagi," ucap Yumna pelan. Yumna sekarang lebih ingin di perhatikan bukan saatnya bermanja -manja. Maksudnya Yumna memang masih ingin di perhatikan tapi hanya untuk di motivasi bukan untuk bersikap manja.
Duta tersenyum senang. Dalam hatiny abegitu bahagia, jika Yumna bisa semudah itu menerima keinginan Duta yang tentunya akan sibuk setelah Duta sibuk dengan organisasinya,
Siapa sangka, perjalanan cinta dan kasih sayang antara Yumna dan Duta, malah membuat Yuman semakin lama menjadi insecure sendiri. Persaingannya gak cuma antar kelas yang hanya beberapa biji saja atau antar angkatan yang cuma tiga angkatan saat di bangku SMA, tapi sekarang? Antar kelas, antar fakultas, antar angkatan bahkan kalau Duta di kenal malah antar kampus juga. Kemarin saja saat menuju parkiran, banyakmata melihat ke arah mereka dan hampir smeu orang yang di temui menyapa Duta baik laki -laki atau perempuan. Wow ... Se -beken itu Duta di mata semua orang.
"Ya harus percaya dong, Na. Kita pacaran lama lho. Seharusnya kamu kenal Kak Duta seperti apa?" ucap Duta tetap menjelaskan dan meyakinkan Yumna.
"Iya Kak Duta, Yumna tahu. Mungkin kalau dengan wanita lain Kakak bisa dingin, tidak dengan mereka kan? Contohnya Atika? Peluang Atika untuk dekat Kak Duta lebih banyak di vanding Yumna," ucap Yumna mencoba realistis saja.
Bayangkan saja, seharian bersama dari pagi hingga malam, untuk segala urusan. Dari organisasi hingga urusan kampus lainnya.
"Ya itu urusan Atika dong. Kak Duta udah tunjukkan, kalau Kak Duta punyanya Yumna, begitu sebaliknya" ucap Duta pelan.
Tangan Duta mengulur dan menggenggam tangn yumna dengan erat.
"Cara seorang laki -laki yang mengungkapkan rasa sayang dan rasa cinta pada gadisnya itu tidak sama, Na. Jangan kamu samakan nyali mereka satu dengan yang lainnya. kak Duta memang banyak dekat dengan wanita, tapi ingat, selama itu juga hati dan pikiran Kak Duta selalu tertuju pada kamu bukan yang lain. Kak Duta sayang sama kamu, Na," ucap Duta yang sesekali melirik ke arah Yumna.
dan jangan jangan Lukas korban dari perbuat Yoshua