Zeevania Elvareta Anjani
gadis berusia 23 tahun yang hidupnya sederhana.Dia hidup sebatang kara karena orang tuanya sudah tiada.Vania merupakan gadis yang mandiri , baik hati, ramah dan Lembut.Dia tinggal disebuah apartemen sendiri. Kini dia magang disebuah perusahaan ternama Daniswara group.Dia tidak peduli dan mengabaikan tatapn bossnya yang ingin mengenalnya.
Rendra Arsenio Daniswara
CEO Daniswara group dan Pewaris sekaligus putera tunggal dari pasangan Damian Daniswara dan Shella Aryani.
Status Rendra adalah duda dengan satu orang anak laki laki berusia 5 tahun dia sekarang berusia 30 tahun.
Nama putera Rendra adalah Reno Daniswara dan istrinya telah meninggal ketika melahirkan Reno.Saat ini dia enggan menikah lagi karena dia fokus pada puteranya juga perusahaan yang dia pimpin saat ini.
Hingga pertemuan nya dengan seorang gadis diperusahaannya yang bekerja sebagai sekertarisnya membuatnya ingin selalu bertatap muka dengan gadis itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayu andita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21
"Reno tidur sama nenek yuk karena hari sudah malam," ucap Momy Shella
"Iya nek dan mommy aku tidur dulu bareng nenek enggak jadi sama mommy," ucap Reno
"Iya sayang enggak papa kok," jawab Vania
Mommy Shella dan Daddy Damian pun membawa Reno menuju kekamar mereka. Sementara Vania pun membawa piring kotor ke dapur dan Rendra pun tengah memperhatikannya.Didapur Vania tengah sibuk mencuci piring kotornya.Rendra pun langsung berjalan mendekati Vania dan memeluknya dari belakang.Sontak membuat Vania terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Rendra.
"Rendra lepasin aku dong aku lagi mencuci piring nih," ucap Vania dengan lembut
"Sayang aku ingin seperti ini dulu dan kalau kamu mau mencuci ya mencuci saja," ujar Vania dengan santai
Vania pun pasrah dan melanjutkan mencuci piringnya.Setelah selesai mencuci piring dia pun langsung membalikkan tubuhnya menghadap Rendra.Dia langsung mencubit hidung Rendra karena merasa gemas dengan tingkah kekasihnya tersebut.Setelah itu dia pun berjalan melewati Rendra dan duduk diruang tamu.Rendra pun menyusul kekasihnya dan langsung duduk disebelahnya.
"Sayang bagaimana dengan pertunanganmu dengan Sasa?" tanya Vania
"Biar aku yang akan mengurusnya sayang dan kamu jangan khawatir ya.Kupastikan tidak akan ada yang menyakitimu," balas Rendra dengan tegas
Vania pun merasa lega mendengarnya lalu diapun bersandar pada dada bidang Rendra. Rendra pun mengenggam tangan Vania lalu menciumnya.Dia pun langsung melirik arlojinya menunjukkan angka 08.00 malam.
"Sebaiknya kita stirahat sayang karena hari sudah malam," ucap Rendra
Vania pun mengangguk lalu dia pun langsung berdiri begitu juga dengan Rendra.Mereka berjalan menuju ke kamar masing masing. Rendra menaiki tangga menuju kekamar mereka.Cklek Vania membuka pintu lalu dia pun langsung masuk kedalam.Setelah itu vaniapun langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang.Beberapa menit kemudian Vania sudah terlelap dalam tidurnya.
Sementara Rendra kini telah berada didalam kamarnya.Dia pun langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang.Dia merasa bahagia karena memiliki Vania sekarang.
"Aku akan segera melamar Vania," gumam Rendra sambil tersenyum
Setelah mengatakan hal itu Rendra pun langsung memejamkan kedua matanya menuju kealam mimpi.
Keesokkan harinya Vania terbangun dan dia pun segera bangkit dari ranjang dan membersihkan tubuhnya dikamar mandi. Beberapa menit kemudian dia keluar dan segera menuju kelemari mengambil dress lalu memakainya.Setelah itu dia pun keluar dari kamar dan Vania pun tersenyum melihat Reno dan Rendra yang sudah duduk diruang tamu.Dia pun langsung berjalan menuju kedapur untuk menyiapkan makanan.30 menit kemudian makanan telah tertata dimeja makan dan Vania pun menghampiri Reno dan Rendra.
"Rendra kok kamu enggak pakai pakaian kerja?" tanya Vania bingung
"Sayang ini kan hari minggu dan aku libur ingin menghabiskan waktu bersamamu dan juga Reno," ucap Rendra
"Oh begitu ya baiklah ayo kita sarapan," ajak Vania
Rendra mengangguk lalu dia mengendong Reno lalu membawanya ke meja makan. Mereka pun sarapan bersama tiba tiba Sasa berjalan masuk menghampiri mereka.Dia memicingkan matanya menatap Sinis kearah Vania.
"Pagi tante , pagi Om," sapa Sasa
"Selamat pagi Sasa," balas mommy Shella
"Aku boleh ikut sarapan kan?" tanya Sasa
"Boleh," jawab Mommy Shella singkat
Setelah itu mereka pun memulai sarapan nya dan seperti biasa Vania menyuapi Reno. Sementara Sasa tisak menyukai kehadiran Vania namun Vania mengabaikan tatapan Sasa padanya.
tbc
jangan lupa like , vote dan komen
Maaf ya aku baru up soalnya lagi fokus pada novel author yang dikontrak wkwk