Menikah bukan perkara sepele. Menikah itu perkara dua orang yang saling mencintai dan bertanggung jawab atas keputusan yang telah mereka ambil.
Lalu? bagaimana dengan Nayara yang menikah dengan anak majikan nya yang sangat membencinya.
Setiap hari, Nayara harus menerima hinaan dan cacian dari sang suami.
Akan kah? Nayara mendapatkan cinta nya?
Akan kah Nayara akan bahagia??
yukkkk simakkk
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceritaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
"Cek semua nya, lalu laporkan secepat nya!"
"Baik boss!"
Andre berjalan keluar dari ruangan meeting. Ia baru saja selesai meeting bersama bawahannya untuk membuka proyek baru.
"Andre!"
Merasa nama nya terpanggil, Andre pun berhenti dan berbalik badan.
Raut wajah Andre berubah menjadi datar, Reni datang mencarinya.
"Ngapain kamu di sini?" tanya Andre ketus.
"Ih kamu kok ketus sih sama aku? apa karna kamu udah mulai suka sama istri jelek kamu itu?"
"Diam! sebaik nya kamu pergi dari sini!" usir Andre seraya berbalik pergi meninggalkan Reni.
Tapi gadis itu tidak menyerah, ia mengikuti Andre masuk ke dalam ruangan pria itu.
"Andre! kamu kenapa berubah sih! dulu aja kamu sayang banget sama aku!"
"Cih? sayang? buat apa aku sayang sama wanita seperti kamu? menyimpan laki laki lain di dalam apartemen kamu!"
Reni melongo, bagaimana mungkin Andre tahu soal Frans datang ke apartemen nya.
"Kamu gila yah! mana mungkin aku melakukan hal itu" elak Reni menepis tuduhan Andre.
"Cih, kamu sengaja kan, ganti password apartemen kamu menjadi sidik jari kamu aja?"
Deg.
Tak bisa mengelak lagi, Reni benar benar tersudutkan sekarang.
Prokk Prookk Prookk...
Reni dan juga Andre terkejut, kursi kerja Andre tiba-tiba berputar dan menampakkan Nara di sana.
"Nara?" gumam Andre.
"Wahhh, drama kalian bagus juga. Tapi,bisa tidak. Bertengkar jangan di ruangan saya?"
"Maksud kamu?"
Nara tersenyum lebar, tanpa malu ia menatap wajah Reni yang tampak pucat ketahuan oleh Andre.
"Siapa dia kak?" tanya Reni.
"Eh, kamu gak tahu aku?" decak Nara. Reni semakin mengerut, ia tidak suka dengan gaya bicara wanita jelek seperti Nara.
"Aku direktur perusahaan ini, aku yang memiliki semua ini" kata Nara dengan bangga.
Reni tersenyum miring, ia berpikir wanita itu sudah gila. Semua orang juga tahu, kalau Andre adalah CEO perusahaan Pangestu.
"Gak usah bermimpi deh kamu, jelas jelas perusahaan ini milik Andre, pacar saya" kata Reni.
Nara menatap Andre, pria itu tampak diam dan mulai mencerna apa yang sedang terjadi.
"Oh, dia pacar kamu?" Nara mengulum senyum, lalu tertawa mengejek.
"Sayangnya, aku adalah istri nya pria ini"
Mata Reni langsung melotot, ia tidak menyangka jika Andre akan menikahi wanita seperti Nara.
"Cih, pantas saja Andre tidak betah di rumah, tidak pernah menyentuh kamu! wajah kamu saja menjijikan" kata Reni mencaci Nara.
Plak!
"Kau berani menampar wajah ku????" teriak Reni tidak terima, ia menoleh pada Andre yang masih terdiam.
"Apa kau akan diam saja, ketika kekasih mu di tampar???"
"Kau kan Pelakor, ya sudah sepantasnya mendapatkan hal itu!" suara seseorang dari arah pintu.
Mereka menoleh, dan melihat Dika berjalan dengan gaya cool nya masuk ke dalam ruangan Andre.
"Bahkan itu tidak cukup untuk menghukum mu" sambung Dika.
"Apa yang sedang kau lakukan di sini Dika?" tanya Andre.
Pria itu malah tersenyum, "Aku adalah sekretaris nyonya Nara"
"What? kau memusuhi ku sekarang Dika?"
"Tidak, aku tetap sahabat mu. Kenapa malah jadi musuh? bukan kah kalian suami istri, aku di pihak kalian berdua" kekeh Dika.
Andre menarik nafas dalam, ia merasa pusing dengan situasi hidup yang semakin kacau.
"Andre, ada apa sih ini? bukan kah kamu orang kaya??" tanya Reni.
"Wahh salah banget, dia hanya kaya karena menikah dengan ku. Semua harta milik nya adalah milik ku" jawab Nara.
"Ikut aku!" Andre menarik tangan Reni, ia membawa Reni pergi dari kekacauan yang entah di rencanakan oleh siapa.
"Cih, sampah di belah. Yang berlian di acuhin" batin Dika.
...----------------...
"Andre! sebenarnya ada apa sih. Kamu miskin?" tanya Reni tidak percaya, saat ini mereka ada di dalam mobil.
"Andre!! jawab aku!! kamu kenapa diam saja huh?"
"Arrrggg....Diam lah! aku sedang mencerna semua ini! kenapa kamu begitu berisik? kalau aku miskin, memangnya kamu tidak mau bersama ku ??"
"Tentu saja tidak!" teriak Reni, tapi hanya di dalam hatinya.
"Bu-bukan begitu, aku hanya terkejut saja" balas Reni.
"Huhhh....Kenapa semua jadi begini? kenapa dia mengambil semuanya??"pikir Andre.
Reni memeluk Andre, ia harus lebih bersabar dan harus mengetahui secara pasti siapa pemilik harta Andre.
"Kamu yang sabar yah, coba kamu cerita sebenarnya apa yang terjadi?"
Fyuuu....
Melihat Reni yang melembut, akhirnya hati Andre luluh.
"Mama ku mengalihkan semua harta nya ke nama Nara. Agar aku mau menikahi wanita itu" jelas Andre.
"Cih, pantas saja kamu mau menikahi nya" sahut Reni.
"mana mungkin " sangkal Andre, tapi di hatinya ada yang meragu.
"Lalu, apa yang akan kau lakukan selanjutnya. Apa kau akan menerima harta mu di kuasai oleh nya??"
Andre menggeleng, dirinya tidak akan mungkin membiarkan hal itu terjadi.
"Aku akan membicarakan hal ini pada papa, kau pulang lah!" kata Andre menyuruh Reni turun dari mobil nya.
"Ingat! aku tidak akan menerima lagi jika kau berani membawa laki laki lain selain aku! aku bisa melihat semuanya!" peringat Andre.
Reni mengangguk gemetar, ia sangat takut bila Andre mengetahui Frans.
"Baiklah, aku pulang dulu honey"
"Hem.."
Cup.
Reni menyempatkan mengecup bibir Andre, baru setelah itu ia turun dari mobil itu.
Setelah Reni pergi, barulah Andre melajukan mobilnya menuju ke rumah orang tua nya.
...----------------...
Sedangkan di ruangan kerja Andre, Nara terduduk lemah, hatinya sakit saat melihat tangan Andre menggenggam tangan wanita itu.
"Kamu yang sabar yah, seperti yang sudah aku selidiki, Andre menganggap wanita itu adalah wanita di masa lalunya. Wanita yang sangat ia cintai" jelas Dika.
"huhh... ingatan nya yang hilang, kenapa hatinya juga ikutan lupa kak? seharusnya hati Andre memberi pria itu petunjuk!" sahut Nara.
"Aku juga tidak tahu bagaimana kejadian nya Nara, tapi Andre saat ini merasa wanita itu adalah wanita nya"
"Yah, walaupun aku tahu. Wanita yang Andre maksud sebenarnya adalah kamu"
Nara tak menjawab lagi, ia hanya bisa tertunduk dan menangis.
"Makanya Nara, kamu operasi saja wajah mu. Kembalikan kecantikan dan wajah polos mu dulu" saran Dika.
"Tidak kak" Nara menggeleng kuat.
"Aku tidak akan merubahnya, hingga Andre kembali mengingat ku!"
"Tapi nara- apa kamu mau terus terusan di siksa seperti ini sama bajingan itu??" Dika menatap tidak percaya pada Nara, sudah berkali kali menderita, bahkan nyaris mati karena tidak bisa menahan rasa sakit di hatinya. Tapi, tetap saja wanita ini memilih bertahan.
"Kamu itu batu, atau apa sih. Keras banget. Sudah jelas Andre seperti itu, malah bertahan" dengus Dika.
Nara menghapus air matanya, lalu menatap Dika datar.
"Karena itulah mengapa kamu tidak punya pacar, wanita pada takut sama pria yang tidak punya hati seperti kamu kak!"
"What?? tidak punya hati??? jika aku tidak punya hati, aku tidak akan kasian dan membantu kamu NAYARA " tegas Dika di akhir kalimatnya.
"Cihhh....Bukan seperti itu yang aku maksud bodoh" gerutu Nara.
"Kamu sekarang sudah berani ngatai aku yah Nara, sudah berani melawan????"
"Hehe...Sorry kak" kekeh Nara.
Akhirnya Dika kembali melihat gadis itu tersenyum, dan itu membuatnya lega.
Aku mampir.
Semangat berkarya ya💪🤗