ketika cowo cuek jadi kang bucin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fransiska simanjuntak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab#22
"tidak nek.." Lawra akan pulang ke kota A ingin, menemui ayah" jawab Lawra tersenyum simpul..
" Lawra sudah meminta izin dari sekolah?" tanya neneknya pada Lawra..
Lawra menggeleng
"Baiklah nenek akan urus" ucap neneknya mengerti keadaan Lawra saat ini.
bruumm..
suara mobil terdengar, Lawra langsung keluar karena tau itu adalah suara mobil Devano.
"kenapa apa belum ganti baju Law.?" tanya Devano heran melihat Lawra yang belum memakai pakaian seragam.
" untuk 3 hari ini aku nggak masuk sekolah.."
" tapi kenapa Law?.."
" Aku ingin kembali ke kota A untuk menemui ayahku jawab Lawra.
"Aku boleh ikut nggak..?" tanya Devano
Lawra menggeleng..
"bosan dong, sekolah tanpa kamu Law" rengek Devano menghembuskan nafasnya.
"lebay lu"
akhirnya Devano pergi sekolah sendirian dan Lawra membereskan pakaiannya untuk 3 hari dan langsung pergi.. tak lupa dia berpamitan pada neneknya.
cukup memakai waktu 6 jam perjalanan, akhirnya Lawra sampai di rumah ayahnya.
begitu sampai hai Lawra langsung masuk karena pintu tidak tertutup.
"ayaahh..." Panggil Lawra sambil menatap setiap sudut ruangan itu.
Lawra merasa asing dengan rumahnya, dia melihat banyak perubahan.. semua foto yang dulu dipajang di dinding digantikan dengan foto Bimo, Renatha, Reno, dan Dira.
bahkan foto keluarga Lawra yang dulupun kini sudah tidak ada.
dia merasa heran dengan ayahnya baru saja 2 bulan lebih Lawra meninggalkan rumah, tapi fotonya sudah dicabut dari foto keluarga.
Lawra terus menelusuri satu persatu ruangan itu dan berhenti di ruang tamu..
ternyata ayahnya sedang berada di ruang tamu bersama 2 orang om om, entah siapa.
melihat pakaiannya boleh Lawra simpulkan bahwa orang itu adalah teman kantor atau yang bersangkutan dengan pekerjaan.
"Lawra sayang.. akhirnya anak Papa pulang" Pak Bima menyambut Lawra hendak memeluk putrinya itu, tapi ditepis oleh Lawra.
" Duduk dulu nak'' Ucap pak Bima mempersilahkan Lawra duduk.
'' Kenalkan ini Tuan Addison, karib kerabat ayah berasal dari Amerika Ucap pak Bimo memperkenalkan temannya itu,
" dan ini bawahannya" sambung Pak Bimo
Lawra langsung menyalami tangan kedua teman papanya Itu.
'' Lawra mandi dulu pah..'' ucap Lawra tanpa ekspresi, Lawra menatap risih dengan teman papanya yang selalu menatapnya tanpa henti.
'' siapa nama putrimu itu?.'' tanya Pak Addison.
"Lawra Azahra" sikapnya memang dingin tuan, Ucap pak Bimo terlihat canggung karena sikap Lawra yang terlalu dingin.
"hahaha... tidak apa, justru aku suka..
begini... Aku punya seorang Putra bernama Andre.... Maukah kamu kita jodohkan mereka berdua?.. aku rasa mereka cocok, Putraku pasti menyukainya.'' kata Pak Addison.
Pak Bimo tampak berpikir...
'' aku akan menyerahkan semua saham ku yang ada di London untukmu... jika kau setuju.'' sambung pak Addison.
'' Maaf pak, sepertinya putriku tidak akan terima hal ini" Ucap Pak Bimo.
'' Kalau tidak aku akan tambahkan.. dari saham yang ada di Prancis semua untukmu, kalau bapak masih menolak, akan aku pastikan putri bapak tidak akan hidup tenang.'' Ucap pak Addison seperti kehabisan cara.. dan akhirnya Dia mengancam.
'' Baiklah Pak, saya setuju.'' balas Pak Bimo.
" saya akan datang besok dan akan membawa Putra saya, tapi... putra saya mempunyai kekurangan yaitu idiot, karena itu saya mengasih keuntungan banyak kepada anda."
dan perbincangan itu didengar oleh Renatha.. dia tersenyum simpul mendengar itu.... akhirnya kekayaannya akan bertambah 2x lipat.
yuk semangt yuk up nya kak