NovelToon NovelToon
Lembayung Senja

Lembayung Senja

Status: tamat
Genre:Fantasi Isekai / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:223.6k
Nilai: 5
Nama Author: Raga Senja

Cinta bisa menembus ruang dan waktu.Mungkin ungkapan itulah yang tepat untuk menggambarkan perasaan Nawang wulan.Gadis cantik yang jatuh cinta pada makhluk dari alam yang berbeda,yang konon merupakan putra dari penguasa samudra.

Akan kah kisah cinta Wulan berakhir bahagia,atau justru penuh luka karna dimensi yang berbeda..?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raga Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 22

Bayu menghentikan sepeda motornya tepat di depan Hotel tempat Wulan bekerja, Wulan pun segera turun dan melepaskan Helm nya.

"Terimakasih," ucap Wulan sambil menyerahkan Helm kepada Bayu.

"Sama sama sayang." Mengambil Helm dari tangan Wulan lalu menguncinya nya di bagian belakang motor.

"Aku akan menjemputmu nanti."

"Hmm." Wulan mengangguk. "Oh ya Bayu, jaket mu masih ada padaku, aku lupa membawanya tadi."

"Tidak masalah, simpan saja, kalau kau rindu padaku kau bisa memeluknya," ucap Bayu sambil tersenyum menggoda membuat Wulan melotot kesal karena terus menerus di goda meski dalam hati dia membenarkan ucapan Bayu

Tentu saja Bayu, aku bahkan sudah melakukannya tadi pagi.

"Ya sudah masuklah, sepertinya ada yang sedang menunggumu." Bayu menunjuk dengan kepalanya yang masih tertutup Helm, ke arah seseorang yang sedang memperhatikan mereka tak jauh dari tempat mereka berada saat ini.

Wulan pun menoleh mengikuti arah yang di tunjuk Bayu.

" Damar," gumamnya mengetahui siapa orang tersebut. Sementara Damar yang ketahuan sedang memperhatikan merasa salah tingkah dan berusaha tersenyum untuk menutupi rasa gugupnya. Pria itu lalu terlihat berjalan hendak menghampiri Bayu dan Wulan, sudah kepalang tanggung, lebih baik mendekat sekalian, begitu pikirnya.

Bayu yang melihat Damar berjalan mendekati mereka segera menghidupkan motornya

"Dia akan kemari, aku harus pergi Wulan." Bayu mulai melajukan sepeda motornya sedangkan Wulan hanya mengangguk lalu membalikan badannya menghampiri Damar yang sudah semakin dekat.

Saat jarak mereka hanya tinggal beberapa langkah lagi tiba tiba Kaki Wulan terkilir dan membuat tubuhnya oleng lalu ambruk di depan Damar, untung saja Damar sigap menangkapnya sehingga tubuh Wulan tak sampai benar benar jatuh ke lantai, namun kejadian itu membuat Wulan secara tidak sengaja menjadi berpelukan dengan Damar.

Baik Wulan maupun Damar sama sama tidak menyadari itu karena kejadian itu memang tidak terduga sama sekali.

Dan bersamaan dengan kejadian tidak terduga itu, Bayu yang sudah keluar dari area hotel dan sudah sampai di jalan raya mendadak memegangi dadanya yang terasa sangat sakit, dia bahkan sempat menjerit saking sakitnya, rasa sakit itu membuat Ia hilang kendali di atas kendaraannya. Bayu oleng kesana kemari dan naasnya dari arah berlawanan sebuah mobil bak terbuka dengan kecepatan tinggi melaju kencang ke arah Bayu. Alhasil benturan hebat pun tak bisa di hindarkan, suara nya bahkan cukup keras dan sampai ke telinga Wulan dan Damar.

"Braak !

"Suara apa itu," ucap Wulan setelah melepaskan diri dari pelukan Damar, meski ia merasa tidak nyaman karena habis berpelukan dengan Damar, tapi Wulan mencoba bersikap biasa saja, toh itu juga tidak di sengaja.

"Entah lah, tapi sepertinya ada yang kecelakaan," sahut Damar.

"Kau ingin melihatnya?"

Wulan mengangguk, entah mengapa tiba tiba dia penasaran dan ingin mengetahui siapa yang mengalami kecelakaan.

"Baiklah, ayo kita lihat, sepertinya tidak jauh dari sini." Damar mulai melangkah di susul Wulan.

"Oh ya Maaf soal yang tadi, aku tidak sengaja," ucap Damar sambil berjalan.

"Tidak apa," sahut Wulan

"Itu di luar dugaan kita berdua, justru aku berterimakasih karena sudah menangkap ku, kalau tidak mungkin aku sudah terjatuh," jelas Wulan lagi

Mereka sudah sampai di lokasi kejadian, tempat itu sudah di kerumuni beberapa orang.

"Ada apa?" tanya Damar pada salah satu orang yang sedang melihat kejadian itu.

"Ada yang kecelakaan."

"Siapa?"

"Seorang pengendara Motor sport dengan Mobil bak terbuka."

"Motor sport?" tanya Wulan cepat, tiba tiba ia teringat Bayu. Bayu kan juga pakai Motor Sport, pikir Wulan. Gadis itu lalu menerobos kerumunan orang yang sedang melihat korban kecelakaan, dan betapa terkejutnya dia melihat siapa korban nya.

"Bayu !" Pekik Wulan melihat Bayu yang setengah sadar tergeletak di lantai aspal dengan posisi menelungkup, namun meski dalam posisi demikian Wulan cukup mengenali gestur tubuh kekasihnya itu.

"Kau mengenalinya Nona?" tanya salah satu orang yang berada di situ.

"Ya, dia temanku," jawab Wulan sambil duduk memeriksa kondisi Bayu.

"Wah dia hebat sekali, padahal aku melihat langsung di bertabrakan cukup keras dengan mobil besar itu, tapi dia tidak mengalami luka sedikit pun, bahkan tidak mengeluarkan darah setetes pun. Padahal ku fikir dia tidak akan selamat, ternyata dia baik baik saja, sepertinya hanya syok saja," jelas orang itu panjang lebar.

"Lalu bagaimana nasib pengemudi mobil itu?" tanya Damar yang memang berada di situ.

"Kritis, aku tidak yakin dia selamat, kondisinya cukup parah." seseorang menjawab.

Wulan berusaha membalik kan badan Bayu untuk melihat bagian depan tubuhnya, namun betapa terkejutnya Wulan saat melihat wajah Bayu, wajahnya se pucat kapas dan bola matanya merah menyala seperti lava gunung merapi.

Wulan sempat sangat terkejut melihat Bayu dengan kondisi seperti itu, namun dia cepat menyadari bahwa kekasihnya itu bukan lah manusia seperti dirinya dan yang lain.

Untung saja wajah Bayu tadi tidak sempat terlihat oleh yang lain karena tertutup badan Wulan.

"Bagaimana keadaan nya?" tanya Damar

"Iya, Nona. Bagaimana keadaan teman mu, sejak tadi dia tidak beranjak, tapi dia melarang siapapun menolong nya," ucap seseorang.

"Iya betul, dia bahkan mengusir kami yang ingin menolongnya." Yang lain menimpali.

Sementara Bayu yang menyadari keberadaan Wulan di dekatnya meminta Wulan untuk menutupi wajahnya.

"Tolong tutupi wajahku Wulan, aku tidak ingin mereka melihatku," ucap Bayu pelan dan hanya bisa di dengar oleh Wulan.

Wulan lalu melepas jaket nya dan menutupi Bayu dengan pakaian tebal itu.

"Apa dia baik baik saja, kenapa kau menutup wajahnya?" Damar bertanya sekali lagi.

"Baiklah semuanya, dia baik baik saja, dia hanya sedikit syok jadi tidak perlu khawatir, kalian bisa pergi sekarang." Wulan mengambil inisiatif untuk membubarkan mereka.

"Baiklah kalau begitu." seseorang berucap, kemudian pergi dari tempat itu di susul yang lainnya dan hanya Damar yang tertinggal.

"Kau yakin dia tidak apa apa, apa kita perlu membawanya ke rumah sakit?" Sepertinya Damar masih belum yakin kalau teman Wulan itu baik baik saja.

"Tidak perlu, aku akan mengurusnya, aku yakin dia baik baik saja, kau pergilah dulu ke hotel, nanti aku menyusul. Maaf karna mungkin aku akan terlambat masuk kerja." Wulan meminta pengertian Damar

"Tidak masalah," sahut Damar.

"Ya sudah aku ke Hotel dulu." Damar mengangguk lalu mulai melangkah.

Setelah beberapa meter berjalan Damar menghentikan langkahnya, ia menoleh ke arah Bayu dan Wulan, Wulan tampak sedang memapah Bayu.

Siapa dia sebenarnya, dan ada hubungan apa dengan Wulan, mereka terlihat cukup dekat. Mudah mudahan dia memang benar-benar hanya teman Wulan, dan tidak ada hubungan yang serius di antara mereka. Bathin Damar penuh harap.

Wulan membawa Bayu ke tempat yang di rasa cukup aman, sebuah taman kecil yang kebetulan berada tak jauh dari tempat kejadian.

Wulan mendudukkan Bayu di sebuah kursi di bawah pohon rindang. Pria itu masih terlihat lemas.

"Apa aku sudah bisa membuka penutup kepala mu?" tanya Wulan

"Apa tempat ini cukup aman, apa tidak ada orang di sini?" Bayu balik bertanya.

"Ya ... ku rasa begitu, hanya ada beberapa orang, tidak terlalu ramai, dan aku yakin mereka juga tidak sedang memperhatikan kita." Wulan mengedarkan pandangannya ke sekeliling taman.

"Baiklah kau bisa membukanya," jawab Bayu akhirnya

Wulan membuka jaket yang menutupi kepala Bayu perlahan, saat sudah terbuka Wulan memalingkan mukanya, antara terkejut dan takut, meski tadi dia sudah sempat melihat Wajah Bayu yang seperti ini tapi tetap saja dia terkejut sekaligus takut saat harus melihatnya lagi.

"Kau mengerikan sekali Bayu," ucap Wulan tanpa menatap Bayu.

"Apa kau takut?"

"Yah sedikit," jawab Wulan jujur karena memang dia merasa sedikit ngeri melihat wajah Bayu.

Bayu menunduk, kecewa melihat kekasihnya sendiri takut padanya, tapi mau bagaimana lagi, kenyataannya dia memang menakutkan.

"Kenapa bisa seperti ini, apa yang terjadi?" Wulan masih tidak ingin melihat Bayu, pandangannya tetap lurus ke depan.

"Lihat aku, aku akan memberitahu mu, tapi kumohon lihat aku, sedih rasanya melihatmu tidak mau melihatku," pinta Bayu dengan suara parau.

Wulan akhirnya menurut, pelan pelan dia memalingkan mukanya menghadap Bayu. Ia memberanikan diri untuk bersitatap dengan Bayu, dan di situlah Wulan baru sadar, selain terlihat sangat menyeramkan ternyata wajah itu juga terlihat sangat menyedihkan, ada raut luka yang jelas terbaca oleh Wulan, dan Bayu juga terlihat sangat kesakitan.

Wulan yang tadinya merasa takut tiba tiba justru merasa iba. Tanpa sadar ia mendorong tangannya menyentuh pipi Bayu. Dingin, sangat dingin !

Bayu memegang tangan Wulan yang tengah meraba pipinya.

"Jangan menyentuhnya," ucapnya lirih

"Hah?" Wulan yang tidak mengerti maksud ucapan Bayu pun bertanya.

"Jangan bersentuhan dengan pria manapun selain aku."

Wulan mènautkan kedua alisnya merasa bingung dengan maksud ucapan Bayu.

"Kau ingat kita pernah berciuman?" tanya Bayu.

Wulan mengangguk

"Kau tahu apa artinya itu?"

Wulan menggeleng

"Itu artinya kita sudah bertukar energi, kita sudah terikat satu sama lain, jadi kau tidak bisa bersentuhan dengan pria lain, pun sebaliknya aku juga tidak bisa bersentuhan dengan wanita lain, atau kita akan sama sama terluka," jelas Bayu sambil memegangi dadanya yang masih terasa sakit.

Wulan mengangguk angguk mulai mengerti, tapi kemudian ia terlihat kembali bingung. Ia merasa tidak pernah bersentuhan dengan pria manapun.

Wulan mencoba berfikir dan mengingat kapan dan dimana di melakukan kontak fisik dengan lawan jenisnya sampai membuat Bayu menjadi seperti itu, hingga kemudian sebuah ingatan muncul di kepalanya.

"Damaar?" ucap Wulan setelah berhasil mengingat.

Bayu Mengangguk, paham akan ucapan Wulan.

"Jadi kau seperti ini karena aku?"

" Yah, bisa di bilang begitu, saat aku sedang berkendara tadi tiba tiba aku merasakan sakit yang luar biasa, khususnya di bagian dada." Bayu menyentuh dadanya yang sampai sekarang masih sakit.

"Mungkin di saat yang sama kau sedang bersentuhan dengan pria lain, bersentuhan lebih dari sekedar menyentuh tentunya, kalau hanya sekedar menyentuh tidak akan sesakit ini, tapi ini sakitnya luar biasa, aku sampai hilang kendali tadi, makanya sampai terjadi kecelakaan," jelas Bayu lagi.

"Tapi aku tidak sengaja melakukan nya." Wulan mencoba membela diri.

"Aku hampir terjatuh dan --"

"Aku tahu, kau tidak mungkin sengaja melakukan nya," potong Bayu cepat

"Damar juga tidak sengaja, itu hanya sebuah kejadian tidak terduga."

"Aku tahu." Lagi lagi Bayu membenarkan ucapan Wulan.

"Kalau sampai dia sengaja melakukan itu, aku pasti akan menghabisinya," ujar Bayu dengan seringai tajam penuh amarah, membuat Wulan bergidik ngeri melihatnya.

"Jangan seperti itu, jangan membuat orang menjadi curiga tentang siapa kau sebenarnya." Wulan mencoba menenangkan.

"Kejadian tadi saja sudah cukup membuat orang orang heran," imbuh Wulan lagi.

"Kalau begitu tolong jaga sikap mu, jangan sampai ada sentuhan dengan pria manapun," ucap Bayu cukup tegas. Kondisinya sudah berangsur membaik, matanya sudah tidak merah menyala lagi, kulitnya juga sudah tidak se pucat tadi.

"Apa maksud mu, aku kan sudah bilang itu tidak sengaja, itu hanya kebetulan, kenapa kau menyuruhku menjaga diri, seolah olah aku ini wanita murahan," ketus Wulan, sepertinya Ia tersinggung dengan ucapan Bayu.

"Ku harap tidak akan ada kebetulan seperti ini lagi." Bayu menatap Wulan penuh harap.

"Ya sudah iyaa! Aku akan berusaha agar ini tidak terjadi lagi," jawab Wulan akhirnya dengan sedikit kesal, ia tidak ingin berdebat lagi

Memangnya siapa yang bisa menduga apa yang akan terjadi.

"Terima kasih, ini demi kebaikan kita Wulan." Bayu menggenggam tangan Wulan.

"Juga demi kebaikan orang lain yang mungkin akan menyentuhmu," imbuh Bayu lagi.

Wulan hanya mengangguk menanggapi ucapan Bayu.

"Kau sudah baik baik saja kan, apa aku sudah bisa pergi dari sini? aku harus bekerja." Wulan menarik tangan nya dari genggaman Bayu. Entah mengapa pertemuannya dengan Bayu kali ini di rasa Wulan kurang menyenangkan, ia bahkan ingin cepat cepat pergi dari situ, di samping dia juga harus bekerja.

"Tetap lah di sini," pinta Bayu. "Aku belum benar benar pulih, hanya kau yang bisa mengobati ku."

"Baiklah, 10 menit lagi." Wulan melirik jam di pergelangan tangannya.

Bayu tersenyum lalu mengangguk.

"Baiklah 10 menit lagi, biarkan aku tetap seperti ini." Menyandarkan kepalanya di bahu Wulan, meskipun merasa risih karena ini di tempat umum tapi Wulan tetap membiarkan tingkah Bayu, siapa tahu itu bisa membuatnya benar benar sembuh, fikirnya.

Satu menit, dua menit, tiga menit berlalu, Bayu tampak begitu nyaman di posisinya, tidak ada suara yang terucap dia antara mereka, semuanya terdiam.

Wulan kembali melirik arlojinya.

Sudah sepuluh menit lebih. Bathin Wulan

Bayu masih tak bergeming.

Apa dua tertidur ya, kenapa diam saja.

Wulan mengusap usap kepala Bayu pelan.

"Bayuu," panggilnya lirih, tapi Bayu tetap terdiam.

Sepertinya dia benar-benar tertidur, ku pikir kau tidak bisa tidur Bayu .

Wulan memindahkan kepala Bayu ke sandaran kursi lalu dia beranjak

"Maaf aku harus pergi," gumamnya lirih lalu berjalan meninggalkan Bayu.

Wulan tidak tahu kalau Bayu membuka matanya setelah dia pergi, karena memang Bayu tidak benar benar tertidur.

"Kau meninggalkan ku Wulan," gumamnya kecewa sembari menatap wulan yang semakin jauh melangkah.

Bersambung..

1
Edelweiss🍀
sahabat begitu susah nyarinya, aku aja cuma punya satu susah senang dibagi bersama mski sma2 udh bkeluarga ada anak jga
Edelweiss🍀
sahabat begitu susah nyarinya, aku aja cuma punya satu susah senang dibagi bersama mski sma2 udh bkeluarga ada anak jga
Edelweiss🍀
wulannya sungguh cantik jelita, dari manusia smpai dunia lain kepincut sma dia😃
Edelweiss🍀
Bikin penasaran, agak horor nih krna cowo ya dari dunia lain.😂
Raga Senja: Biar gk penasaran, lanjut trs bacanya sampe akhir yaa, jangan lupa baca sequel nya jg😀
total 1 replies
then_must_nanang
kang Damar pancen oye...
Edelweiss🍀
Aku yg gak pernah ke pantai, selain jaraknya jauh jd dlu selalu dilarang oleh alm.bapakku. kalau dulu di sekolah ada acara ke pantai pasti aku gak dibolehin ikut
Edelweiss🍀
untuk bab pertama di karya pertama penulisan sdh cukup rapi, ceritanya jg menarik. lanjut baca pelan2🤭
Ig : Author_fanie.liem: Hai kak perkenalkan saya poicpan dan Gc Bcm, kita di gc akan belajar bersama kaka mentor senior jg kita kemarin sudah mengadakan event tertentu dan mendapatkan reward.


Saya Mau mengajak kaka untuk bergabung bersama kami

caranya hanya wajib follow akun saya pemilik Gc Bcm ya, maka otomatis akan mendapatkan undangan.

Terima Kasih.
total 1 replies
Desi Ragiel Nst
saat aku baca ini.. bulan depan puasa thor 😁 2024
Raga Senja: wah iya, sbentar lagi puasa😊ikuti trs kisahnya sampai akhir ya, karena ada sequel nya jg, seru banget deh pokoknya😊
total 1 replies
Ranny
jangan sampai kau perkosa Wulan damar hanya karena ingin memiliki nya berarti cintamu tak benar² tulus
Ranny
ikhlaskan saja Damar suatu saat kau pasti akan menemukan kebahagiaan mu
Ranny
damar cari masalah nih ceritanya
Ranny
Bayu terlalu posesif terhadap Wulan
Ranny
buat Anjani jadian dengan Damar aja thor
Ranny
Damar tak usah cari bukti lah wong sejak awal Wulan sdh tau siapa sebenarnya Bayu
Ranny
itu gertakan sambel ibu mu Bayu supaya kau segera pulang
Ranny
Anjani sdh tau kalau Bayu tak menyukainya tapi kok tetap maksa ya 🙄
Ranny
waduh kok aq deh deg kan ya menunggu kelanjutan ceritanya 😱🤭
Raga Senja: Trimakasih utk semua dukungannya kk😊ikuti trs kisahnya sampai akhir ya, dan jngan lupa baca sequel nya jg😀
total 1 replies
Ranny
demi cinta apapun bisa di halalkan 🙄
Ranny
Wulan seharusnya bisa lebih tegas lagi
Ranny
namanya juga cinta buta asalkan jangan sambil raba² ya 🤭😱
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!