Karena melakukan " hubungan " sebelum keduanya resmi menjadi suami istri, akhirnya Aira menyerah dan menerima pinangan dari Rendra. Namun, karena restu yang belum juga di dapat dari keluarga Aira, akhirnya mereka memilih untuk menikah diam-diam.
Rendra memandangi wanitanya yang masih terlelap. Dilihatnya lekat-lekat, gadis yang baru saja berubah menjadi wanita karena perbuatannya. Cantik, selalu membuatnya hatinya sejuk ketika memandang wajahnya.
" Maaf sayang, hanya ini satu-satunya cara untuk membuatmu terikat padaku. Terlalu banyak orang diluar sana yang ingin merusak hubungan kita "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pp_poethree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekasihmu sahabat calon kekasihku
Gadis itu menyambut uluran tangan Aldo untuk turun dari mobil, dan berjalan mengikuti langkah Aldo. Setelah sampai dihadapan sahabat Aldo , gadis itu kaget setengah tidak percaya .
" Rendra "
"Kamu "
Ucap mereka saling tunjuk dan berbarengan.
Aldo yang berada disana, nampak bingung. Dia tidak menyangka, sahabat dan kekasihnya itu pernah bertemu sebelumnya
" Kalian sudah saling kenal?dimana? kok bisa? "tanya Aldo penasaran
"Hmmm belum kenal, tapi pernah ketemu" , jawab Rendra
" Jadi Rendra ini temanmu Han?",tanya gadia itu
" Iya bentar, kalian ketemu dimana?, jangan bilang kalian main di belakangku ya "
Rendra menjitak kepala Aldo mendengar perkataan konyol sahabatanya itu.
"Awwww...", ucap Aldo kesakitan
" Pacarmu itu teman Aira, kita pernah bertemu "
" Jadi kamu teman Ra..Ra ya Han", Aldo masih saja kesulitan mengucapkan nama Aira
" AIRA..!!!!", teriak gadis itu dan Rendra berbarengan
" Hishhhh, kalian baru dua kali ini ketemu saja, sudah kompak ",
" Kita belum kenalan, Rendra ", ucapnya sambil mengulurkan tangan
" Farah "
Setelah perkenalan itu, mereka masuk ke dalam mobil masing-masing karena ketua klub mobil sudah menginstruksikan bahwa mereka akan segera berangkat.
Kebetulan, mobil Aldo tepat berada di depan mobil Rendra. Farah masih setengah tidak percaya kekasihnya itu kenal bahkan berteman dengan Rendra.
" Kok bisa kamu berteman dengan Rendra Han? "tanyanya ke Aldo
" Memang kenapa? dia baik ",
" Ya dia kan pendiam, kamu cerewet "
" Bukankah sahabat itu saling melengkapi bukan?,jawabnya sambil mencolek dagu Farah
Sementara itu, didalam mobil, Rendra merasa kesempatannya untuk mendekati Aira semakin terbuka. Terlebih lagi, kini dia sudah mengenal Farah, sahabat Aira yang sekaligus juga pacar dari Aldo. Dunia memang sempit,pikirnya.
Seperti biasa, Rendra mengirimkan pesan untuk Aira. Meskipun tidak yakin, akan dibalas tapi setidaknya gadis itu tahu, dia sangat mengkhawatirkan keadaannya. Apalagi, saat ini Aira sedang mengendarai mobil ke kotanya , meskipun jarak yang ditempuh tidak sejauh yang Rendra lalui, tapi jika ada yang terjadi di jalan, siapa yang akan menolongnya?
" Ra, sudah sampai di Rumah ?"
🌼🌼🌼🌼🌼
Akhirnya, Aira sampai di rumahnya setelah kurang lebih 2 jam perjalanan. Di depan rumah, nampak Gladys keponakannya yang sedang bermain dengan mbok Yem.
" Halo keponakan aunty,"
" Halo aunty Aila ",
" Mbak Aira masuk dulu, sarapan dulu mbak, tadi sudah mbok yem siapkan",
" Terima kasih mbok, yuk Er masuk ",
Aira mengajak Erna masuk ke dalam rumahnya. Aira ingin segera menemui Sofia dan Hisyam yang sejak tadi malam sudah sampai di rumah. Namun, pada saatt masuk ke dalam rumah, Aira tidak menemukan keberadaan Hisyam dan Sofia. Padahal, mobil Hisyam terparkir di halaman .
Aira masuk ke dalam kamarnya, diikuti dengan Erna. Meskipun sudah tidak lagi ditempati, kamar Aira masih tampak rapi, karena mbok Yem selalu membersihkannya. Aira merebahkan dirinya ke ranjang, karena badannya yang dirasa sangat lelah. Dia memeriksa ponselnya dan seperti biasa sudah ada pesan dari Rendra. Kali ini, dia membalas pesan itu
Sudah mas, ini baru saja sampai.
" Ra, Ayahmu mana ?"
" Ayah kalau jam segini sudah di toko Er, nanti kita susul, sarapan dulu yuk "
Aira dan Erna tampak menikmati menu sarapan yang ada di meja makan saat itu. Karena tahu jika anak-anaknya akan pulang, Ayah Aira meminta mbok yem untuk memasak lebih banyak dari hari biasanya.
Sofia dan Hisyam yang baru tiba, segera masuk ke dalam rumah setelah melihat mobil yang dibawa Aira sudah diparkir di halaman .
" Ra, sudah dari tadi?"
" Baru mas, 15 menitan yang lalu, mas sama mbak habis dari mana?"
" Habis dari makam ibu, nanti kamu jangan lupa ke sana ya "
" Iya mbak, yuk sarapan dulu "
Sayangnya, kebersamaan itu kurang lengkap karena tidak hadirnya ayah Aira. Pagi itu, Ayah Aira sudah berada di toko miliknya. Ayahnya memang sudah terbiasa turun tangan sendiri, meskipun sudah ada beberapa karyawan yang bekerja di sana.
masih tak ulang bacanya,,iseng buka komen",,
malah bow maylada udh ad boyfriend barunya.. padhl keren mik