seorang chef yang punya masa lalu yang kelam, bertemu dengan wanita seorang guru Paud yang religius.
Kisah sang wanita di masa lalu terus menghantuinya selama ini hingga belum juga berniat menikah diusianya menjelang 30 tahun.
Sang pria yang sukses dalam karier tapi terjebak dalam cinta terlarang. Sebuah cinta dari masa lalu pula.
Sanggupkah keduanya keluar dari bayang-bayang masa lalu dan menjalani hidup lebih baik ke depannya? bagaimana dengan kisah masa lalu nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BundaDM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
* Cooking 21, Keputusan
Mimpi itu kembali datang menghampiri Ulay, mimpi yang bisa membuatnya mojok di kamar dengan keringat segede biji jagung dan menahan tangisnya dibalik bantal agar tak terdengar oleh orang lain.
Malam ini dia berusaha menenangkan diri, diambilnya botol minuman disamping kasur tanpa ranjangnya. Saking ingin melupakan mimpi itu, dia nyaris minum 500 ml air tanpa jeda. Kalo bayangan itu hadir, sering ia merasa cemas dan panik seorang diri. Bertahun-tahun dia mengalami gangguan tidur karena bermimpi buruk, menangis tiba-tiba, menyendiri, menghindari bertemu dengan orang lain. Semua itu adalah sebuah gangguan psikis yang dialaminya. Ketidakberdayaan saat itu kerap menyebabkan dia menyalahkan diri sendiri. Bahkan dia pernah nyaris bunuh diri.
Memory Ulay kembali ke masa SMP, masa dimana dia merasa Allah ga adil buat dirinya. Menjadi anak baik-baik, rajin beribadah, ga pernah melawan orang tua... ternyata ga mampu terhindar dari cobaan terberat dalam hidupnya. Masa remaja yang seharusnya berwarna, memaksanya hanya kenal warna hitam putih aja.
⬅️
(Kembali ke masa lalu)
Suatu hari Ulay duduk di pintu dapur belakang sambil menatap kearah tempat ngejemur pakaian yang terletak di halaman belakang, saat itu dia sedang merasa sedih dan sendirian. Didalam hatinya selalu bergejolak pertanyaan yang mungkin setiap hari ada dipikirannya, tapi entah kenapa, saat itu dia benar-benar ingin protes dan marah ke Allah dengan suara yang keras sambil menatap keatas langit. Ada banyak hal yang tersimpan didalam hatinya dan menimbulkan rasa sakit yang amat dalam dan hampir sering membuatnya putus asa.
Hari itu Ulay benar-benar marah dengan keadaan yang menimpa. Rasanya, Allah ga adil pada dirinya. Berkali-kali dia mencoba untuk menahan air mata agar ga jatuh, tapi nggak bisa.
Seketika itu Ulay merebahkan tubuhnya di lantai dapur (Baba masih keliling jualan sayur, Nyak nyuci gosok di rumah tetangga). Cairan pembersih lantai teronggok tepat di sampingnya, dilihatnya terus menerus cairan tersebut. Perang batin terjadi dihatinya, tapi seberat-beratnya beban di kepalanya, Allah masih ada di hatinya, walau banyak pula bisikan setan yang terdengar manis ditelinganya buat menenggak saja cairan itu.
Adzan Dzuhur menyadarkannya untuk tidak meminum cairan tersebut. Diletakkan kembali cairan pembersih lantai ke tempat semula kemudian dia mengambil wudhu.
"Ya Allah ampunilah hambamu ini yang terlupa ada KuasaMu. Lupa kalo semua takdir berjalan atasMu. Ya Allah, bimbinglah hambaMu ini ke jalan yang lurus dan benar. Hanya padaMu lah Hamba meminta pertolongan" do'a Ulay saat itu.
➡️
(Kembali ke masa kini)
"Andai bibirku mampu mengucap, bisakah semua baik-baik aja? Taukah mereka semua bagaimana rasa khawatir jika akan memulai hubungan dengan lawan jenis. Bisakah menjamin dengan menikah bisa bahagia? toh yang menikah pake cinta pun banyak yang berakhir dengan sebuah perpisahan yang menyakitkan. Kenapa harus menikah? Apa bisa pasangan nantinya menerima dan berdamai dengan masa lalu seorang Ulay?" tanya Ulay dalam hatinya.
💐
Jam dua malam, Lio tertidur di sofa ruangan Ale. Ale sendiri masih asyik dengan vapenya, padahal jam enam pagi ini dia harus ke Bandara dan mengisi acara masak memasak disebuah pabrik mie sehat yang menjadikannya sebagai brand ambassador sekaligus bintang iklannya.
Anton sudah menyiapkan semua yang harus dibawa dan diletakkan di mobilnya. Anton akan menjemput Ale di Laperpull jam setengah enam pagi, masih ada waktu untuk Ale sebentar memejamkan matanya.
Baru saja Ale akan tidur bersandar ke kursinya, tiba-tiba HP nya berbunyi, Ulay meneleponnya. Diangkatnya dengan cepat panggilan tersebut.
"Chef... saya terima ajakannya untuk menikah. Tapi banyak hal yang harus kita setujui bersama. Kapan kita bertemu untuk membicarakan hal ini? Lebih baik ketemu langsung daripada lewat telepon" ucap Ulay rada serak karena habis menangis.
"Dua hari kedepan saya ada diluar kota, nanti kalo sudah sampai Jakarta lagi I call you okay. Kamu ga becanda kan nerima lamaran saya?" jawab Chef Ale rada kaget mendengar jawaban Ulay.
"Ga Chef... saya dalam kondisi sehat dan sadar saat ini. Makanya sebelum kita bicarakan ke keluarga, kita bicarakan dulu kesepakatannya diantara kita seperti apa. Kita harus bisa menyusun rencana agar pernikahan kita terkesan senatural mungkin. Ga mau kan semua curiga akan keputusan kita yang terkesan terburu-buru" pinta Ulay.
"Oke... nanti saya hubungi kalo udah di Jakarta lagi ya" janji Ale.
Ale tidak bisa tidur karena masih terngiang-ngiang jawaban Ulay yang cukup membuatnya terkejut.
"Wanita normal mana coba yang menyetujui nikah tanpa cinta dan tanpa komitmen yang jelas. Bahkan melamarnya setelah bercinta dengan wanita lain, fix lo sakit jiwa Ale" seringai Ale dengan senyum munafiknya.
🌿
Sementara di kamar Ulay, Ulay masih memegang HP nya.
"Ya Allah, apa jalan ini yang terbaik untukku? Berikanlah hambaMu ini kekuatan ya Allah, paling gak .. dialah pria yang sangat tepat untuk kondisiku saat ini. Bukannya dia bilang ga akan menuntut apa-apa dalam pernikahan nantinya. Lagipula saatnya keluarga keluar dari kesusahan dunia ini. Engkong butuh pengobatan secara maksimal. Beliau juga harus punya tempat tinggal yang tetap. Chef Ale bisa memberikan apa yang keluargaku butuhkan. Sebagai anak tunggal, membahagiakan keluarga adalah kewajibanku.. apapun caranya, toh menikah adalah sesuatu yang halal bukan?" ucap Ulay dalam hatinya.
🍒
"Chef, nanti kita diperkirakan sampai tujuan jam sebelas siang, pabrik mie, langsung kunjungan muterin pabrik dan break makan siang sampai sekitar jam duaan. Habis itu preparation buat demo masak jam empat sore sampai jam enam sore. Undangan gala dinner HUT perusahaan dimulai jam delapan malam dan kita baru bisa balik ke hotel sekitar jam sebelas malam. Besoknya dari jam enam pagi kita harus sudah ada di kantor Gubernur, ada acara jalan sehat sekaligus demo masak dengan sponsor mie sehat itu Chef, malamnya kita balik ke Jakarta pake penerbangan terakhir" jelas Anton sambil memegang tabnya,.
Didalam mobil menuju Bandara. Karena tidak ada jawaban, Anton langsung memandang kearah kursi belakang. Ale tertidur memakai kacamata hitam dan ditutupi oleh topinya.
"Ampun deh Cheffff, mulut udah cape jelasin malah ditinggal tidur" ucap Anton sambil geleng-geleng kepala.
"Sabar ya Anton, Chef emang gitu, sebenarnya dia susah tidur, tapi kalo ada hal yang membuat bahagia pasti jadinya malah gampang tidur" kata Anwar sambil menyetir mobil.
"Semalam begadang kali ya di Laperpull, sejak ada Laperpull disitu, Chef merasa nyaman. Menciptakan banyak resep baru disana, mengetik modul buat pengajaran tentang dunia masak. Bahkan tidur disana. Padahal Apartemen ada, rumah ada, rumah orang tua juga masih di Jakarta" ulas Anton.
"Namanya juga bujangan, ga ada yang dituju kalo pulang ke rumah. Ga ada yang nyambut dan nungguin kaya kita ini" jawab Anwar.
"Ya juga sih Mas...semoga cepat dapat jodoh deh Chef Ale, biar kita ga pusing lagi sama moodynya yang parah hehehe" harap Anton.
"Kalo udah moody .. ngalahin emak-emak saat tanggung bulan dan anaknya minta jajan.. haha" canda Anwar.
.
Di Bandara pun banyak yang minta foto bareng, Ale mencoba melayani dengan ramah. Ada juga wartawan yang ikut rombongannya karena akan meliput tentang kesehariannya. Sambil menunggu boarding, Ale menyempatkan untuk menelpon Mama dan Omanya.
.
"Chef, tiap berangkat pasti telepon orang tua ya?" tanya wartawan penasaran.
"Harus itu, saya kan ga tinggal sama mereka, jadi harus tiap hari pantau keadaan .. sehat ga? udah makan belum? ya hal ringanlah" jawab Ale santai.
"Ga telpon someone nih Chef?" goda para wartawan.
"Harus ya kasih tau kalo saya telepon someone?" tanya Ale balik.
"Ada Chef?" jebak wartawan.
"Ah wartawan emang pinter mancing.. hahaha.. nih saya kasih tau ya chat tadi pagi, tapi nama saya tutup ya" ucap Ale sambil mengeluarkan HP nya dan membuka chatnya dengan Ulay.
meskipun porak poranda tetapi berhasil dibangun kembali
biar kicep dia
eh anak nya cewek pa cowok ya
juga ibunya 😭