NovelToon NovelToon
100 Hari Terdampar Di Pulau Vampire

100 Hari Terdampar Di Pulau Vampire

Status: tamat
Genre:Time Travel / Romansa Fantasi / Vampir / Romantis / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: shkira

Rara Raina Sunjaya. seorang Nona besar di keluarga Sunjaya.

Rara tidak menyangka akan nasib hidup nya yang berakhir di sebuah pulau yang usia nya lebih dari ratusan tahun. pulau itu di kenal sebagai pulau vampier pada masa nya nanun setelahnya pulau itu di kenal sebagai pulau rindang dan sudah berabad-abad semua yang melewati pulau itu di larang mendekat atau memasuki pulau tersebut di karnakan setiap orang yang mendekati atau memasuki pulau, maka tidak akan bisa kembali lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shkira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps 21

" Nona kau hanya perlu jalan lurus lalu belok Kiri, di sana letak Dapur istana." Ucap sang lelayan muda dengan senyum ramahnya, menujuk letak dapur istana.

"Terimakasih Nona, kau sangat baik. kalau begitu aku akan pergi." dengan sopan Rara membalas senyum Ramah sang pelayan.

" Oh ya, tunggu Nona! Apa nona baru masuk ke istana?" sang pelayan menghentikan langkah Rara, untuk bertanya tentangnya.

"Ah, ya... aku baru di sini!" jawab Rara dengan senyum kecut melihat rasa penasaran di wajah pelayan di depanya itu.

"Hahah, kalau begitu selamat datang! semangat untukmu Nona. bekerja di istana tidaklah mudah. kita sebagai manusia memang sedikit sulit tinggal di sekeliling Bangsa vampire." pelayan itu, bicara dengan suara kecil agar tidak terdengar oleh pengawal istana.

"Karena kau baru di sini, aku akan memberi tahumu siapa saja yang harus kau hindari di sini. Hmm, yang pertama tentu Sang Raja. Raja orang yang sangat dingin dan tidak memiliki belas kasihan dengan para manusia seperti kita,"

Rara terus mendengarkan cerita pelayan istana yang terlihat sangat serius memperingatinya itu.

Rara sedikit menelan ludah mendengar ke populeran Aidan yang terdengan tidak bagus untuknya.

"Dan, kau juga harus menghindari ketua ke 2 dan Tuan Putri Zura. mereka juga terlihat sangat berbahaya jika menyinggung nya. Ah sudahlah yang penting kita bekerja di sini tidak dengan niat buruk kalau tidak kita tidak akan pernah bisa memeprtahankan Darah kita di sini!" Sang pelayan semakin menakuti Rara dengan ceritanya.

Rara mulai menggeridik mendnegar ucapan pelayan itu, ia membayangkan saat dirinya di hisap habis oleh Aidan.

"Nona, Nona.. Ada apa denganmu, apa kau baik-baik saja?" sang pelayan melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Rara untuk memecah lamunannya.

"Eh, T-tidak papa, aku tidak Apa-apa! terimaksih atas peringatannya aku akan dengarkan semuanya. kalau begitu aku permisi Nona pelayan. terimaksih!" Rara langsung pergi meninggalkan pelayan itu yang belum sempat bicara lagi.

Apa-apan pelayan itu, apa dia sedang menakutiku. tapi kenapa Raja sialan itu terkenal buruk sekali? padahal dua hari ini aku bersamanya.. emm, ya tidak buruklah lumayan bisa menepati janji. tapi bagaimana pun aku harus tetap waspada dengan Raja sialan itu.

Rara terus bergumam dengan pikiran nya.

Saat ia sudah sampai di dapur istana, ia tercengang melihat betapa luasnya dapur itu yang besarnya dua kali lipat dari kamarnya di dunia manusia.

Rara perlahan masuk ke dalam sambil melihat sekeliling dapur di penuhi ratusan pelayan

yang sibuk dengan urusannya masing-masing.

ia juga sedikit terheran kenapa baju pelayan yang ia pakai warnanya berbeda dengan yang lainnya, tapi ia tidak peduli akan hal itu.

"Permisi! boleh aku tau di mana letak buah-buahan yang biasanya di makan oleh Raja kalian?!" Rara bertanya datar dengan expresi santai.

Seluruh pelayan langsung menoleh ke arahnya.

ia merasa canggung dengan tatapan yang berbeda dari pelayan-pelayan.

"Apa yang kau katakan nona? Raja adalah Raja kita semua! bagaimana bisa kau bicara itu bukan Rajamu?" ucap sorang koki pria yang sudah lanjut usia. bicara dengan suara tinggi memerahi Rara.

Rara kebingungan dengan tatapan para pelayan yang berubah sinis.

"Ah, begitu ya, Haha. tolong maafkan kelancanganku! kalau begitu bisakah anda memberi tahuku di mana buahnya tuan," Balas Rara canggung, ia meminta maaf agar tidak memper panjang masalah.

Koki tua itu berjalan ke arah pojok dapur dan menyiapkan beberpa buah segar ke keranjang emas dengan ukir bunga melati.

"Bawa ini, dan berikan pada Raja! jangan berani-beraninya kau menghilangkan secuil buah yang ada di keranjang ini, jika tidak Raja akan menghukum mati kelancanganmu!" cetus koki tua itu dengan nada tidak suka pada Rara.

Rara hanya memebalas dengan senyum kecut, perkataan koki tua itu yang sangat kasar dengannya.

sepanjang jalan kembali ke ruangan Aidan. Rara terus mengocehi para pelayan yang sebagian bersiakap tidak baik dengannya.

Saat ia sudah di depan pintu ruang Raja. ia bertemu lagi dengan Zura dan pelayan setianya.

Rara mengacuhkan Zura, langsung nyelonong masuk tanpa memberi hormat pada Aidan dan dirinya. pelayan setianya yang akan bertindak

di cegah oleh Zura, mereka pun melanjutkan langkahnya dengan angkuh.

"Weee.. dasara nenek sihir! cantik-cantik tapi sombong, huh. semua yang ada di istana ini kenapa penghuninya galak sekali!" Rara mendumal sambil berjalan masuk melewati Aidan yang sedang duduk di singgahnya.

ia meletakan buah yang ia bawa ke meja tepat di samping kursi tempat Aidan duduk.

" Ada apa denganmu gadis kecil? kau datang dengan ocehanmu, dan lupa untuk memberi hormat padaku!" ucap Aidan datar, sambil menikmati Buah yang baru saja Rara letakan di meja.

"Tuan.. bisakah jangan sering-sering memberi hormat, lututku akan kapalan kalo harus sering berlutut! bagaimna kalo sekedar sapaan saja, seperti, Hay selamt siang apa kabar!" Dengan lantangnya Rara memergaakan gaya sapan di dunianya.

Aidan tertawa lepas melihat gaya Rara yang menurutnya seperti orang bodoh.

"Hey.. kenapa kau menrtawakan aku?"

"Kau sangat Bodoh gadis kecil! tapi terserah kau sajalah. aku ijinkan untuk tidak memberi hormat saat tidak di ruang Istana Raja."

"Wahhh.. serius? terimaksih Aidan!" dengan lantang Rara menyebut nama Aidan begitu saja, ia terlihat sangat senang mendapat persetujuan untuk tidak berlutut setiap hari.

Aidan terkejut saat mendengar namanya yang tidak pernah ada yang berni menyebutkanya begitu saja.

Haah.. gadis ini, dia berani menyebut nama seorang Raja begitu saja, aku semakin tertarik dengan ke unikannya.

Aidan tersnyum-senyum melihat Rara dengan ke ceriaan yang di milikinya.

ia kembali menyantap buah miliknya, namun saat ia merasa ada yang kurang dari beberapa buah yang biasa di sajikan dua belas macam di keranjang, ia mendapati satu buah ke sukaannya tidak ada.

Auranya berubah menjadi dingin, ia berdiri dengan sorot mata tajam. membuat Rara terkeut.

" A-ada apa? kau mengejutkanku saja."

"Siapa yang menyiapkan buah ini!" tanya Aidan dingin.

"Eh? yang menyiapkan Koki tua di dapur, memangnya ada apa?" jawab Rara bingung.

"Lancang.. pengawal!" dua pengawal bergegas masuk.

"Hukum gadis ini untuk memberinya peringatan atas kelancangan nya!" dengan suara tinggi Aidan menunjuk Rara dengan sangat marah.

"Eh, ada apa ini? kenapa aku? memangnya salahku apa?!" Rara ke bingungan saat tangannya sudah di sergap oleh dua pengawal.

Koki tua yang di bawa oleh pengawal juga sudah berada di sana, ia langsung berlutut memohon ampunan atas ke lalaiannya.

Rara masih bingung dengan apa yang terjadi. ia berusaha bertanya Tapi tidak di beri kesempatan.

"Hey, apa salahku? kenapa aku di tangkap!?"

dua pengawal menendang kaki Rara agar ia berlutut.

Rara menahan marahnya unntuk sesaat sebelum ia tau apa keslahannya hingga sang Raja marah besar.

"Kalian.. Katakan apa keslaahanku!" Rara berteriak dengan keras, sampai koki tua itu terkejut marah.

"Gadis bodoh! tutup mulutmu dan minta pengampunan pada yang mulia Raja, jangan mempersulitku!" cetus koki tua sinis.

Rara tidak peduli dengan koki tua, ia tetap bersikeras bertanya pada Aidan yang hanya diam saja menatap tajam ke arahnya.

"Katakan, apa salahku! jika memang kesalahanku fatal, aku menerima hukuman darimu!" uacap Rara lirih.

Aidan mulai luluh dengan expresi putus asa Rara.

"Kau sangat lancang gadis kecil! kau memakan buah yang kusus di sediakan untuk Raja, karena kelancanganmu aku akan memberihukuman untuk membuatmu menyesal atas perbuatanmu!" ucap Aidan datar.

Rara sangat terkejut mendengar alsan dirinya di hukum hanya karena satu buah yang hilang. ia teringat dengan gadis yang di hukum cambuk hanya karena satu buah yang hilang.

Rara tidak lagi bias mengntorol emosinya lagi.

"Jika aku katakan, aku tidak memakannya, apa kau percaya?!" tanya Rara tertunduk muram.

"Tidak ada tikus yang mengaku klau ia mencuri makanan!" balas Aidan, dingin.

Rara tersenyum miring mendengar balsan yang tidak ingin ia dengar itu.

"Jadi kau tidak percaya denganku?!" Rara kembali bertanya, namun ia tidak mendapatkan jawaban dari Aidan.

ia mulai terkekeh sampai akhirnya tertawa kencang, Rara menarik kedua tangannya yang longgar lalu ia melumpuhkan ke dua pengawal itu dalam sekejap, koki tua itu tercengang melihat gadis di hadapannya sangat kuat.

"Kau tidak percaya kan denganku! kalau begitu untuk membuat ketidak percayaanmu menjadi nyata akam aku perlihatkan padamu!" Rara melangkah cepat mendekati meja di mana letak buah yang masih tersisa sedikit, ia langsung mengambil beberapa buah lalu di makannya dengan lahap di hadapan Aidan.

Aidan semakin geram melihat perbuatan lancangnya terhadap Raja.

"Lihat, aku sudah membuktikan kalau aku memakannya sekarang tepat di depan matamu!" Rara terus memakan buah yang ada di tangannya tanpa beraturan.

"Gadis kecil kau membuatku sangat marah," Aidan berjalan mendekati Rara dengan sangat marah.

"Heh, kau mau apa, aku fikir aku takut denganmu. Hahah, aku tidak takut denga.. uhukk, uhuk.." Rara tersedak biji buah sampai membuatnya terasa tercekiki.

Aidan terkejut mendekati Rara sambil memukul-mukul punggungnya, terlihat jelas di wajah Aidan sangat menghawtirkan Rara.

"Hey, ada apa denganmu? tenang aku akan membantumu cepat muntahkan buah yang kau makan tadi!" Aidan terus berusaha memukul punggung Rara agar biji buah yang tertelan keluar, namun tetap saja tidak bisa, bibir Rara sudah berubah pucat ke habisan oksigen.

Tanpa pikir panjang Aidan mencium Rara dan menghisap biji buah yang ada di tenggorokan Rara dengan mulutnya menggunakan sihir.

Para pengawal dan koki yang masih berada di ruang Raja, tercengang melihat adegan tidak biasa yang mereka lihat.

BERSAMBUNG..

1
An
endingnya tidak menyenangkan
Nor
cerita yg sangat menarik dan terbaik..
An
lanjut thor
Mia
mana nih lanjutan ny?
Shaymatuatu Atu
kak kapan update y ini,udh lamaa loh,kangen juga baca novel nya 😥klo di bisa jgn ngilag Mulu kak selesein dulu kan nanggung
Aralia Maulida
lucu anjirr baca-in komenan yang hate sikap Aidan😂
be like gw yang udah baca ni novel 3× 🗿
Shaymatuatu Atu
ayo donk kak semangat up lgi,,jngn lama lama 😊
Shaymatuatu Atu
sudh 200 tahun jg aku menunggu update mu thor,,tolong up smpe selesai ya jngn ngilang mulu,,
wlu sdh pernah ku baca...ya ku ulang baca lagi drpd Mula 😌🤣/Awkward/
Pelayan....angkuh
Qanita Faiz Hakim Pane
keren
fitri
lanjut thor.......
Muhammad Kevin
bener dugaan gua keturunan jalang semua ni begitu suka ya di belai sesekali taubat jangan sampai masuk ke neraka karena di situ dingin gk ada hotel untuk jalang🤣🤣🤣🤣
Muhammad Kevin
bukan pembasmi tapi pemberi memek🤣🤣🤣👌🖕
Muhammad Kevin
novel yang tidak produktif masih di promosikan jangan² jalang nya udah di pakek sama admin gk heran
✿🅼🅾🅼 🅼🅴🅳🆄🆂🅰✿: Kukira cuman anak anjing berkaki empat saja yang suka mengongong di saat ada keramean,ternyata itu juga terdapat kepada anak anjing berkaki dua yang satu ini,yang hati nya suka panas kalau melihat sesuatu yang ramai dan di suka banyak orang....

KARNA DIA TIDAK PERNAH BISA MENCAPAI APA YANG ORANG LAIN CAPAI...ITULAH MANUSIA GAGAL..../Chuckle/
total 1 replies
Muhammad Kevin
berapa harga para jalang gk laku di sini admin Novel pasti udah pernah pesan ya berapa tolong di kasih tau ya
Muhammad Kevin
bukan penasaran wilayah jalang kena lacnak tuhan
An
lanjut thor kmn aza
Red Reflsia
Luar biasa
Red Reflsia
Kecewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!