Hai, novel sebelumnya adalah karya terburuk bagi saya. Jadi, ijinkan saya mengubah hampir keseluruhan alurnya. Ada banyak sekali kesalahan dan seharusnya tidak ditulis, maafkanlah saya🙏
Pada saat itu saya seperti anak kecil yang sangat di luar batas, menulis bukan dari jiwa. Saya tidak mengakui dan sungguh menyesal menulis karya tersebut. Mohon kerjasamanya. Jika ada yang hendak mereview, tolong ijinkan saya menyelesaikan dulu🙏🙏
Dunia ini identik dengan cinta, kasih sayang. Tampak terdengar begitu indah. saya pikir semua itu bertahan, rupanya ketika kita berharap akan hal itu. Dunia seakan begitu kejam. No! Bukan dunia yang kejam, karena dasarnya dunia ini memang demikian. Di mana cinta yang tak berdasarkan iman pada Rabb adalah kekecewaan. Sungguh perbedaan yang sangat nyata ketika kedua cinta itu dialami oleh manusia sepertiku.
Leona Rain.
di karya ini, semoga dapat menghapus kesalahan di masa lalu terhadap penulisan Novel ini. Saya masih merancang jadi tolong bersabarl
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 0409 Ni Luh Budarwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20-Keberanian Viana & .....
Selamat Membaca 🐣
Harry yang melihat kejadian itu dibuat kesal, terpaksa Harry turun ke bawah untuk menemui Nayla. Melihat kedatangan Harry membuat Nayla tersenyum manis, entah apa yang akan terjadi jika tiba-tiba Viana datang.
"Udah aku maafin, sekarang kamu boleh pergi!" Harry bersidekap, Nayla yang melihat Harry seperti itu menghapus air matanya.
"Jangan terlalu dramatis!" tambah Harry yang membuat Nayla semakin terisak.
"Kak, maafin aku." Nayla langsung memeluk Harry dengan erat, tanpa rasa malu di depan satpam yang kini mengalihkan pandangannya.
"Lepas!" Harry mendorong Nayla, seakan jijik untuk memeluk gadis itu.
"Gini ya, gue nyesel pernah jatuh cinta sama gadis kaya Lo!" Harry mengubah cara bicaranya dari aku dan kamu menjadi Lo gue pada Nayla.
"Kak Harry." Nayla memegang lengan Harry yang hendak masuk ke dalam Mansion.
"Lepasin tangan gue! dan satu lagi, berhenti manggil gue kakak!" Harry memperingati Nayla begitu keras membuat Nayla merasa takut, sekaligus bersalah.
"Aku masih cinta sama kakak!" Nayla menyatakan perasaannya, membuat Harry menghentikan langkahnya.
"Aku tahu kak Harry masih mencintai ku, kita bisa mulai dari awal. Tinggal menceraikan Viana, aku siap menunggu."
Harry belum menoleh, kalau saja yang bicara ini bukan Nayla pasti Harry akan membungkam mulutnya dengan tangan Harry. Tidak bisa di pungkiri, Harry merasa marah sekali mendengar ucapan Nayla yang begitu rendah.
"Jadi gini wajah seorang Nayla?" tanya seseorang dari belakang mereka.
Baik Nayla maupun Harry sama-sama terkejut, bedanya Nayla terkejut karena takut. Harry terkejut karena senang, Harry berlari ke arah suara itu. Seperti anak kecil yang lari ke arah ibunya, Nayla yang melihat itu merasa teriris. Tidak ada lagi harapan untuknya.
"Ngapain lo dini?!" tanya Viana dengan aura yang menyeramkan.
"Aku mau kak Harry," sahut Nayla meski dia tahu kalau Harry pasti akan memilih istrinya.
"Lo bodoh atau gila?" tanya Viana meremehkan Nayla.
"Kalian menikah bukan karena cinta kan? Viana jika kamu pisah dari Harry, kamu bisa kembali dengan Tomi." Nayla yakin sekali kalau Viana masih mencintai Tomi, karena Viana melabraknya saat tahu Tomi selingkuh dengan Nayla dulu.
"Lo pengen bukti kan?" tanya Viana yang lebih santai sekarang.
"Iya buktiin kalau emang kamu udah engga cinta sama Tomi!"
Viana tersenyum miring membuat Nayla terlihat heran. Viana mendekati Harry, senyum devil Viana tunjukkan pada Nayla. Viana mendekatkan wajahnya pada Harry, ciuman lembut b***r Viana berikan pada Harry di depan Nayla yang membuatnya merasa malu, kemudian mengalihkan pandangannya. Baik Viana maupun Harry sama-sama menikmatinya, bahkan mereka sampai lupa kalau ada satpam dan beberapa pembantu di mansion itu.
Viana melepas ciumannya, lalu beralih pada Nayla yang masih mengarahkan pandangannya ke arah lain. Harry menyentuh bibirnya yang tadi di cium oleh Viana, senyum Harry mengembang dengan keberanian Viana. Jika Tomi yang melihat ini, pastilah Harry lebih puas.
"Bagaimana Nayla? masih berharap Harry kembali pada mu?" tanya Viana yang sudah jelas menang.
"Tapi aku yakin kalian-" ucapan Nayla di potong oleh Viana, dia tidak memberikan kesempatan pada Nayla yang berusaha menjatuhkannya.
"Kalau Harry masih mencintai mu, dia pasti lebih memilih untuk mencium mu di bandingkan menerima ciuman ku. Sedangkan dari tadi aku melihat kalau Harry sepertinya jijik untuk di sentuh tangannya oleh mu."
Viana membuat Nayla kalah telak, tidak bisa menjawab lagi Nayla memilih untuk pergi.
"Tunggu!" Viana menghentikan langkah Nayla.
"Selamat Viana, kamu menang dalam cinta. Tapi kamu bodoh untuk mengenali sifat orang," ucap Nayla memelankan suaranya, sehingga Harry pun tidak tahu apa yang di katakan oleh Nayla.
"Apa maksudmu?" tanya Viana.
"Apa kamu yakin Tomi akan selingkuh darimu? apa yakin aku akan merebut Tomi dari mu? seberapa jauh kamu mengenal Tomi?"
Nayla tersenyum penuh arti melihat Viana yang diam, ada rasa kasihan juga melihat Viana. Nayla menyentuh bahu Viana yang menambah keterkejutan Viana atas apa yang di lakukan Nayla.
"Kamu tidak mengenal Tomi dengan baik? Aku tahu Vi, semuanya sudah terlambat tapi kamu harus tahu kebenarannya." Nayla meninggalkan mansion Viana.
"Apa maksud dari perkataan Nayla, kenapa aku merasa ada yang tidak aku ketahui?" tanya Viana pada dirinya dalam hati.
"Ayo Vi, kita masuk!" Harry menggendong Viana masuk ke mansion.
********
Harry POV
Apa yang di katakan Nayla pada Viana?
Ku lihat Viana merebahkan dirinya di dalam kamar, jadi sebagai suaminya aku harus membuktikan bahwa aku juga mencintai dia. Hari ini aku ingin mengatakan apa isi hatiku padanya, meski dia percaya atau tidak. Aku membuatkannya salad buah, ketika aku masuk ke kamar Viana terlihat pucat.
"Vi," sapa ku, Viana menoleh dan tersenyum manis melihat ku.
"Harry," suara Viana terdengar lemah, aku menyentuh keningnya terasa panas.
"Kamu sakit, ayo ke dokter!" Aku menaruh salad yang ku bawa tadi di meja.
"Tidak Harry, aku hanya perlu istirahat. Lapar," suara Viana membuat ku gemas, kalau saja dia tidak sakit huh aku harus menahannya.
"Sini, kita makan sama-sama."
*********
Viana POV
Sikap Harry sangat manis, mengapa jadi seperti ini? Apa dia mencintai ku?
Harry kelihatannya sangat tulus, kenapa jantung ku terasa di pompa seperti ini?
"Aku mau menaruh piring dulu ya," ucap Harry dan aku mengangguk tanda mengiyakan.
Saat mataku akan terpejam, Harry mengagetkan ku. Seuntai mawar ada di depan wajah ku, sedikit demi sedikit Harry mendekati ku. Kenapa harus di saat yang seperti ini?
"Apa kamu sakit gara-gara your kiss?" tanya Harry yang langsung membuat pipi ku merah merona.
"A-apa sih," ucap ku yang tampak gugup. Bagaimana tidak, kenapa dia membahas yang tadi sih?
"Kalo begitu boleh ya, yang tadi?"
Bug, aku memukul lengan Harry dengan guling. Dia membuat ku sangat malu lagian aku seperti tadi kan juga untuk membungkam mulut Nayla yang sok tahu itu. Walaupun yang dia katakan itu benar, tapi bukan berarti aku akan diam saja saat pernikahan ku di jadikan mainan oleh orang luar yang bahkan sangat aku benci.
"Hei, look at me!" Harry memegang pipi ku untuk menghadap ke arahnya, mata ku kenapa rasanya ingin tidur saja dan kenapa jantungku cenat cenut gini ya?
"Aku mau tidur." Ku tarik selimut untuk menutupi wajah ku juga, ku rasakan Harry menarik selimut ku.
"Harry aku mau tidur, kepala ku sakit." Aku mencoba untuk membuat alasan.
"Kalo sakit ayo ke dokter!" Harry menggelitiki pinggang ku, terpaksa deh aku membuka selimut.
"Harry-"
"Will you be my girl, the one and the queen in my heart?"
"Are you kidding?" my question with him.
"No honey, i'm seriously." Harry melihat ku dengan penuh pengharapan.
"Apakah aku mimpi?"
Bersambung 🌻
Budayakan like ya😊♥️