Aina memutuskan untuk meminta cerai dari sang suami karena tidak sanggup untuk hidup berumah tangga dengan Darno lagi, Darno memang tidak berselingkuh namun segala sikap yang dia miliki begitu buruk serta sangat kasar sekali.
ekonomi mereka juga sangat turun sehingga membuat Aina begitu bingung untuk menghadapi ini semua, belum lagi mertua yang selalu ikut campur dalam urusan rumah tangga mereka, membuat Aina gelap mata dan memutuskan untuk bercerai.
namun belum sempat itu terjadi malah kejadian mengerikan terjadi pada wanita cantik itu, Aina mendadak saja sakit pada kemaluan dan mengeluarkan ulat berwarna putih yang berjumlah begitu banyak.
Apa terjadi pada Aina?
mengapa mendadak saja Aina menderita penyakit seperti itu?
ikuti terus kisah mereka di cerita Novita Jungkook.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21. Purnama mengamuk
"Arya edan!" Purnama mengumpat marah karena kepala Dia terkena hantaman tangan dari sang adik.
"Kau yang edan, Kenapa mendadak saja malah kau hajar mereka yang habis kita tabrak?" Arya kebingungan dengan sikap Purnama.
"Ya Kau tidak lihat tadi dia yang langsung melabrak aku seperti itu seolah ini semua adalah kesalahan yang sudah aku lakukan." Purnama berkata dengan sangat geram.
"Astaga, seharusnya kita memang minta maaf kepada mereka karena kita sudah menabrak bukan malah menghajar mereka seperti itu." Arya begitu loyo kalau sudah menghadapi emosi Purnama.
"Ah dasar mereka juga mulut rombeng dan tidak bisa mau diam, biar saja dia aku hajar sekarang!" Purnama sudah kadung emosi.
"Dia sedang halangan ini jadi emosi tidak bisa ditahan." batin Arya di dalam hati.
Buaaaaak.
"Astaga, Kakak!" Arya menjerit kaget karena kaki Purnama masih menghantam kepala Marni.
"Heh Kenapa kau lakukan ini kepada dia?" Wandi yang semula diam saja akhirnya turun tangan karena tidak tahan melihat Purnama yang kalap.
Arya kebingungan sendiri harus mencegah semua ini karena dia juga adalah orang yang tidak enakan dan sedangkan Purnama adalah orang yang seenak dia sendiri, ini karena emosi yang sangat menggebu saja sehingga Marni langsung kena hajar seperti itu tanpa berpikir dua kali dan bagaimana nanti dia menyelesaikan ini semua.
Purnama sangat mengandalkan Arya yang bisa menghapus pikiran orang lain sehingga nanti dia pasti akan meminta sang adik untuk melakukan itu semua, bagi orang yang berkemampuan khusus tentu saja purnama dan Arya terus saja melakukan hal seperti itu bila sudah terlanjur emosi kepada orang yang tidak sesuai dengan hati mereka.
Ini nanti pasti Arya yang akan turun tangan menghapus seluruh ingatan warga yang ada di sekitar sini, sebab bila tidak dihapus maka nanti akan menjadi permasalahan besar dan Purnama akan terlibat skandal yang begitu memalukan sekali, bagaimana bisa orang yang memiliki nama besar di kampung dia sana malah terlibat perkelahian sepele dengan warga lain.
Tentu Purnama juga akan malu bila sampai tersebar bahwa dia berkelahi dengan orang yang tidak dikenal di desa milik orang juga, nian hati datang ke desa ini karena ingin melihat kebun yang akan dijual oleh orang lain, tapi sejak berangkat emosi Purnama memang sudah tidak terkendali sehingga dia langsung emosi saat terkena sedikit masalah.
Ini menghajar Marni seolah memang memiliki dendam yang begitu besar sehingga langsung saja main tampar dan juga tendang, sendiri terduduk tidak percaya ketika telah ditarik oleh Dinda dan Ratna, kepala terasa seolah mengembang karena hantaman kaki Purnama sangat kuat di kepala Dia barusan.
Arya yang membayangkan saja ngeri sendiri karena itu tadi adalah kepala manusia biasa yang kena tendangan dari Purnama, ini sudah ada warga lain yang ikut campur dalam urusan tersebut sehingga mau tidak mau Arya harus segera turun tangan untuk menghapus ingatan mereka semua di sini.
Bila dia sampai terlambat dan tidak menghapus ingatan para warga maka nanti mereka berdua akan dibawa ke kantor lurah, bagaimana bisa orang menabrak tapi justru yang menabrak itu yang membuat masalah dengan para warga di sekitar situ, jelas posisi Purnama adalah yang salah sehingga dia tidak mungkin bisa mendapat pembelaan.
Buaaak.
Buaaaaak.
"Alah itu yang baru datang juga malah kena hajar juga!" Arya jadi kaget bukan main karena Wandi terkena hantaman pada bagian perut.
"Mampus kalian semua, Hahahaaaaa aku sangat puas karena bisa menghajar manusia tidak berguna!" Purnama tertawa terbahak-bahak dengan nada jahat.
"Astaga ya kalau sudah seperti ini mirip sekali ratu ular yang kejam itu." gumam Arya di dalam hati.
"Kau!" Purnama masih emosi kepada Marni dan langsung menjambak rambut wanita itu.
"Aaaaaghhh lepaskan aku, lepaskan!" Marni berusaha untuk berontak namun tidak bisa.
Buuuuk.
"Loh kau memukul aku dengan kayu itu?" Purnama menoleh ketika Dinda mengambil sebatang kayu dan memukul pundak dia.
Dinda yang baru saja mendapat tatapan maut langsung gemetar karena dia tidak menyangka bahwa hanya lewat tatapan saja mampu membuat hati ini langsung kecut tidak berdaya, tidak tahu saja bahwa yang ada di hadapannya ini bukan manusia biasa, andai saja Dinda mengetahui bahwa dia adalah ratu ular yang telah berkamuflase menjadi manusia.
Maka udah pasti Dinda tidak akan pernah berani bergerak dihadapan Purnama saat ini, tapi dia malah dengan berani mengambil kayu dan menghantam pundak Purnama hanya karena ingin menolong Marni yang sedang di jambak oleh ratu ular ini, tapi dia semakin kaget karena Purnama tidak mempan bila di pukul dengan kayu itu.
"Kau kalau belum aku hajar tidak usah maju duluan, ini aku masih mau menghajar dia." Purnama menatap Dinda.
"K..kau Kenapa kamu lakukan ini semua?" Dinda terlihat gugup dan juga takut.
Buaaaaak.
"Karena aku memang ingin mengamuk dan sekarang aku mendapat sasaran dari para manusia bermulut ember!" Purnama menjawab sambil melotot dan melempar Marni.
Bahkan usai dia melemparkan tubuh Marni begitu saja, maka kali ini Purnama langsung menghampiri Dinda yang sudah ketakutan dan dia menjambak rambut wanita itu juga sehingga Dinda tak kuasa untuk memberontak, Ratna yang masih terdiam kaku dan tidak bergerak sama sekali karena dia memang sangat ketakutan saat ini.
Ada rasa ingin kabur karena dia tidak mau bila nanti sampai kena hajar oleh Purnama juga, tapi mau melangkahkan kaki serasa tidak sanggup sehingga Ratna masih terdiam dan berulang kali menatap kesana kemari ingin meminta pertolongan pada orang yang lewat daerah sini.
Namun sejak tadi tidak ada orang lewat sehingga Ratna juga kebingungan dan tidak tahu harus bagaimana, mau berjalan lurus juga tidak mungkin karena Purnama pasti bisa cepat mungkin, jadi posisi Ratna memang serba salah dan tidak tahu harus menunjuk arah mana saat ini untuk melarikan diri agar bisa selamat.
"Wandi saja kena tendang langsung terdiam lemah tidak bisa bangkit lagi, jadi aku harus minta tolong pada siapa?" Ratna ingin menangis karena sangking takut nya.
"Tolong lah, siapa saja yang lewat tolong bantu aku agar bisa segera pergi dari situasi ini." bingung Ratna sambil menatap ke sana kemari.
"Aaaaaghhh lepaskan aku!" Dinda menjerit keras karena tulang kering dia dipijak oleh Purnama.
Purnama memang sedang mode gila hanya karena dia bad mood sehingga semua orang menjadi sasaran seperti ini, dia sudah bekerja karena dia saat ini menghampiri Marni untuk menghapus ingatan wanita itu agar dia tidak bisa mengingat bagaimana tadi Purnama menghajar dia.
Selamat malam Besti, jangan lupa like dan komentar nya ya.
g