NovelToon NovelToon
NAMA LAIN DIBIBIRNYA

NAMA LAIN DIBIBIRNYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:31.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mamany Ali

Raya tidak menyangka kalau Suami yang sudah sepuluh tahun menikah dengannya , jatuh cinta lagi dengan wanita lain. Andini adalah nama wanita itu. Saat Bagas suami Raya mengaku mencintai Andini. Dunia Raya terasa runtuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamany Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Amplop coklat

Tiga hari setelah kejadian Raya datang kerumah Bagas, amplop coklat akhirnya sampai kerumah Bagas.

  Cuman ada kurir yang mengetok pintu sekali dan langsung menaruh amplop didepan pintu rumah Bagas.

  Bagas menemukan amplop tersebut saat dia keluar rumah untuk membeli rokok. Kerjaan? Bagas sama sekali tidak tertarik lagi untuk bekerja, berapa kalipun Satria menelponya.

  Tangannya berhenti ditengah jalan saat melihat tulisan didepan amplop. Tangannya langsung dingin. Bagas tidak buka diteras. Dia bawa masuk dan duduk di lantai ruang tamu yang masih ada pecahan vas.

  Saridewi tidak lagi datang kerumah Bagas, Dia pikir Andini dan Bagas sekarang sedang bersenang senang dan dia tidak boleh mengganggu. Padahal yang terjadi malah sebaliknya.

Ruangan sepi. Tidak ada lagi suara teriakan anak anak. Amplop itu disobek pelan. Didalam, satu lembar surat. Ketikannya rapi. Isinya poin poin yang jelas tentang perceraian .

 Tangannya memegang kertas, gemetar. Dia tidak menangis. Dia cuman merasa seperti ada lubang di dada, makin lama makin dalam dan menyedot semua udara.

 HPnya ada diatas meja. Nomor Raya masih tersimpan. Dilayar Bagas mencoba menelpon Raya, tapi panggilan tersebut dijawab oleh operator.

  Bagas tertawa kecil. kosong." Jadi kita benar benar sudah selesai sekarang, Sayang?"

  Diluar hujan mulai turun, dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Dia tidak tahu harus menyalahkan siapa. karena semua terjadi karena kebodohannya.

  Raya duduk diteras belakang sambil melipat baju, tangannya jalan otomatis. Tapi otaknya kosong.

  Dimeja HPnya sudah berhari hari tidak disentuh. Dia tahu pasti ada banyak panggilan ataupun pesan masuk dari Bagas ataupun Saridewi, mungkin juga dari Andini.

   " Nak." Ibu Raya datang ." Makan dulu, dari pagi belum masuk apa apa."

  " Aku belum lapar,bu." Raya tetap melipat baju.

Ibu duduk disebelah Raya, tidak langsung bicara,cuman mengambil pakaian dan ikut melipatnya bersama Raya.

" Sudah dikirim, ya?" Tanya Ibu.

Raya angguk kecil." kemarin sore, diantar kurir."

" Terus apa kamu lega, Nak?" lanjut Ibu.

Raya tertawa kecil. Pahit." Lega? Sama sekali tidak, Bu. Rasanya seperti sakit gigi dan mencabutnya sendiri. Sakit. Tapi kalau tidak dicabut , sakitnya tidak akan hilang,"

Ibu diam, dia tahu kalau Raya sudah mengambil keputusan, maka tidak akan bisa lagi diganggu gugat.

" Terus kamu tidak takut? Takut kalau Galang dan Gilang membenci kamu karena sudah memisahkan mereka dari papanya?"

Raya melihat Ibunya. Matanya merah, tapi tidak ada airmata. " Aku tidak takut,bu. Aku hanya takut saat melihat anak anak terluka, karena Bagas bersama dengan wanita itu."

Ibu menarik napas panjang." Bagas anak yang baik, cuman bodoh saja karena wanita."

" Baik saja tidak cukup, Bu. Aku sadar selama ini Bagas sudah lebih dari cukup bertanggung jawab terhadap kami, tapi untuk sekarang aku hanya ingin dia bebas dan tidak lagi merasa terbebani dengan aku ataupun dengan anak anak." Jawab Raya pelan.

Dikamar terdengar suara Galang dan Gilang yang sedang sibuk main puzzle. Raya mendengar hal itu. Tertawa lepas anak anak sangat menenangkan ditelinga Raya.

" Aku tidak benci Bagas, Bu." Bisiknya. " Aku hanya benci dengan diriku sendiri karena tidak cukup kuat untuk bertahan. "

Ibu memegang tangan Raya. " Kamu sudah kuat. Kuat bertahan ditempat yang salah."

Raya tidak jawab. Dia hanya menyandarkan kepalanya sebentar di bahu Ibu. Hal itu cukup menghangatkan hatinya.

Ruang sidang tiga. Pengadilan Agama.

Jam menunjukkan pukul 09.15 wib. AC nya terlalu dingin, tapi keringat di telapak tangan Bagas tidak berhenti.

Dia duduk dibangku barisan terdakwa, kemeja putih yang biasanya rapi. Sekarang kusut. Diseberangnya. Raya duduk bersama dengan Raka yang menjadi pengacara Raya. Dia sama sekali tidak mau melihat kearah Bagas. Matanya lurus kedepan. Anak anak ditinggal dirumah bersama dengan Ibu dan Nisa.

Bagas tidak tahu harus bicara apa kepada Galang dan Gilang kalau bertemu ditempat seperti ini.

Hakim masuk, semua berdiri. Perkara nomor 1124/ pdt.g/ antara Raya dan Bagas. Dimulai.

Raka yang menjadi pengacara Raya, maju duluan. Suaranya tenang. Profesional. " Yang mulia, klien kami mengajukan gugatan cerai talak. Alasan: perselisihan terus menerus, adanya orang ketiga dan hilangnya rasa saling percaya dalam rumah tangga. Bukti chat dan foto sudah kami lampirkan. "

Bagas menahan nafas, Orang ketiga? Rasanya sangat memalukan.

Giliran pengacara Bagas yang berdiri. Dia tidak banyak bicara." Klien kami mengakui adanya keretakkan. Namun kami mohon adanya waktu mediasi sekali lagi. Klien kami masih berharap rumah tangga masih bisa dipertahankan mengingat adanya anak anak yang pasti butuh sosok ayah."

Hakim melihat kearah Bagas." Saudara Bagas, apakah anda masih mau mempertahankan rumah tangga ini?"

Semua mata melihat kearah Bagas, begitu juga dengan Raya.

" Mau, Saya masih mau yang mulia." Suaranya serak.

Raya menurunkan pandangannya.

Hakim mengangguk pelan." Baik, sesuai prosedur, akan kami jadwalkan mediasi terlebih dahulu, sidang ditunda empat belas hari." ketokan palu kecil. Tok.

Selesai.

Bagas berdiri. Dia langsung melihat Raya yang berdiri dan langsung berjalan bersama dengan Raka. Cepat. Tidak ada kontak mata.

Bagas ingin bicara dengan Raya , Namun Raya sudah lebih dulu keluar.

Raya baru saja keluar dari ruang sidang, Napasnya belum benar benar tenang. Tiba tiba langkahnya terhenti.

" Raya." Suara itu tajam, tinggi dan langsung membuat semua orang yang berada disana melihat ke sumber suara. Rambutnya disanggul seadanya. Baju batiknya kusut karena baru saja naik gojek. Matanya merah, bukan karena sedih. Tapi karena marah.

Raya mundur setengah langkah. Raka dengan cepat berdiri didepan Raya, takut nanti terjadi hal hal yang tidak diinginkan.

" Mama, stop!" kata Bagas yang baru keluar. Suaranya buru buru. Dia berusaha menarik tangan mamanya.

Saridewi langsung menepis tangan Bagas." Lepaskan. Mama cuman mau tanya langsung sama dia."

Raya diam. Dia tidak bicara apa apa. Hanya berdiri tegak, dagunya sedikit naik. Dia juga ingin tahu apa yang akan dikatakan Saridewi.

Saridewi menunjuk wajah Raya." Kamu itu istri, Istri kok tega sekali meminta cerai ke suami, harusnya kamu patuh. Kalau suami kamu selingkuh berarti itu salah kamu. karena kamu tidak becus ngurus suami."

Suaranya makin keras. Beberapa orang yang sedang menunggu sidang sudah sibuk bergosip.

" Sudah,Ma." Bagas berusaha menghentikan mamanya.

" Diam." Saridewi tidak mau berhenti, dia merasa belum puas. " Kamu itu cuman beban untuk anak saya, sudah bagus kamu ongkang ongkang kaki dirumah, tanpa ikut cari duit, wajar jika suami kamu itu tergoda wanita lain diluar sana, kalau Bagas mau menikah dengan Andini, itu tidak jadi masalah, karena poligami diperbolehkan dalam agama kita. "

" Galang sama Gilang itu cucu ku, kamu kalau mau cerai dengan Bagas, Silahkan. Tapi kamu jangan harap bisa mendapatkan hak asuh mereka, karena kamu sama sekali tidak bisa mencari nafkah. "

Raya terdiam, Dia melupakan hak asuh anak anak, yang nantinya akan diambil Bagas. Raya melihat kearah Raka, begitu juga dengan Raka.

1
sunaryati jarum
Sungguh besar harga yang harus kau bayar karena kena rayuan Andini,Bagas
sunaryati jarum
Benar itu karena Bagas pernah memberikan harapan pada Andini.Dan kesalahan Bagas yang dulu seolah lebih menghorgai Andini.Jadi Andini yang telah terobsesi , sekarang sangat kecewa
sunaryati jarum
Satria Raya sudah tidak mau kembali pada Bagas, walau ada Galang dan Gilang
sunaryati jarum
Semoga Andini sadar beneran akan semua kesalahannya
Debby debora laoshi
sepertinya Andini SDH bertobat dan mau memperbaiki diri stlh ketemu gilang.jadi berikan kesempatan pada Andini buat bertobat.dan mungkin sebaiknya papanya Andini dan Andini pindah saja ke kota yg lain biar bisa mulai hidup baru disana🙏
sunaryati jarum
Ikut senang Andini sadar akan semua kesalahannya walau sudah terlambat, semoga dia menyerahkan diri,dan mengembalikan Gilang
sunaryati jarum
Semoga segera ketemu, hukuman kamu makin berat Andini.
sunaryati jarum
Apa masih punya simpanan untuk kabur 😭Andini.Kau pasti tertangkap Raya sudah tahu kamu hanya pura- pura gila.
sunaryati jarum
Andini dengan berbagai ulah burukmu,malah membuka kejahatan ayahmu.Kasihan di masa tua seharusnya hidup damai dantenang,eee karena memanjakan dan selalu menuruti keinginanmu walau dengan cara yang salah,membawanya berurusan dengan hukum
sunaryati jarum
Hanya penyesalan yang kamu dapat Bagas
sunaryati jarum
Nah ,pak Wijaya baru sadar bahwa selama ini salah dalam pengasuhan Andini.Jika Andini gila beneran memang tidak bisa diproses hukum.Bagas kamu juga salah besar dengan keadaan rumah tanggamu,dan Andini karena kamu yang memberi harapan dan bermain api.Nah segera nikahi Andini 🤣🤣🤣🤭. Sebenarnya emak kasihan Pak Wijaya tapi itu memang sudah konskueinnya
sunaryati jarum
Bagus
sunaryati jarum
Itulah akibat didikan orang tua yang salah, selalu dimanjakan, diberikan apa yang diminta dan melindungi bahkan membela saat Andini melakukan kesalahan - kesalahan.Merebut suami orang uga didukung,nah setelah melakukan kesalahan dan diketahui publik bagaimana kau membelanya.semoga Andini gila beneran bukan berulah licik pura- pura gila
sunaryati jarum
Semua harus kerja sama agar Andini mempertanggung jawabkan perbuatannya
Anonim
RAYA BALASAN DENDAM IBUMU
Siti M Akil
nnti balasan buat dedemit dan keluarga nya
Anonim
RAYA BALASKAN DENDAM IBU MU..
TAK APA JIKA KAMU MENGHARAPKAN PADA YANG LAIN.. BUNUH SEMUA MUSUHMU BUNUH SEMUA ORANG YANG MEMBUNUH IBU MU
sunaryati jarum
Semoga Bu Sri Selamat dan Andini ditangkap
Anonim
BUNUH ANDINI.. SIKSA DIA DENGAN SIKSAAN YANG PEDIH..
MATA DI BALAS MATA.. HIDUNG DIBALAS HIDUNG .. KEJAHATAN DIBALAS KEJAHATAN
sunaryati jarum
Perempuan sakit jiwa seperti itu Bagas , yang kau masukkan dalam rumah tangga kamu yang akhirnya menghancurkan hati Raya.Seharusnya kamu yang harus dapat karma,tapi ini tindakan kamu yang tanpa memikirkan perasaan istri dan anak- anakmu, bahkan sudah cerai masih membayang Raya dan anak- anakmu.Kamu harus tanggung jawab pada keselamatan mereka.Walau konsekuensinya kamu akan kehilangan Kedua putramu, karena pastinya Andini tidak akan membiarkan kamu bertemu.Dan kau sama Andini tidak akan diberikan keturunan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!