Seorang gadis sma yang berpura-pura sudah kuliah dan mengajar les kini terjebak dalam sebuah hubungan yang membuat hidupnya berubah menjadi nyonya besar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vava olive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Saga memijit kepalanya sendiri mendengarkan mira yang berbicara sambil berdiri di depan mejanya.
"Engga mir.."
"Tukar saja..pagi ini jam 10 kita meeting dengan vendor dan arsitek yang menangani sekolah pelita.."
"Setelah makan siang saya akan ke sekolah lagi untuk memantau sendiri prosesnya akan seperti apa.."
"Dan kemungkinan setelah itu saya tidak kembali ke kantor karna ada keperluan mendesak.." ucap saga.
Mira pun hanya mematung mendengarkan ucapan panjang lebar atasannya itu.
Dirinya tak mampu menyanggah karna yang meminta adalah bosnya.
"Baik pak,jadwal meeting akan saya majukan."
"Apakah bapak juga perlu supir untuk kesana?"
"Engga mir..saya bawa mobil sendiri saja,akan sangat merepotkan kalau minta tolong supir.."
"Sepertinya cukup..kamu boleh kembali kemejamu.."
Saga pun meraih ponselnya dan mengirim pesan kepada nadia.
"(Foto) foto nadia yang tengah duduk sembari mengigit bibir bawahnya sendiri"
"Aku akan menunggumu di uks jam 2 siang ini."
Setelah mengirim pesan kepada nadia ia pun buru-buru mematikan ponselnya.
Saga memang mempunyai dua ponsel,ia sengaja memisahkan hal pribadi dengan pekerjaan.
Jadi meskipun ponsel ia matikan dirinya akan tetap bisa di hubungi oleh sesama pekerja di ponsel satunya.
Saga menyunggingkan bibirnya sendiri mengingat ide gila yang akan ia lakukan terhadap nadia nanti.
"Dia akan sangat tergila-gila denganku.." ucap saga.
Sementara itu nadia yang kini tengah berada di ruang kelas,hari ini mata pelajaran olahraga tapi hanya teori,
Dan meskipun hanya teori tetapi ia dan teman-teman lainnya tetap mengganti seragam mereka dengan baju olahraga.
"Nah gini kan enak pak.."
"Masa dapat jatah jam olahraga dia siang-siang hari,kan panas ya.." ucap seorang murid yang ucapannya itu mewakili isi hati semua murid.
"Kan memang sudah seharusnya begitu.."
"Saya aja ga pernah ngeluh kok,kalian yang hanya 45 menit di kali dua..90 menit olahraga kok ngeluh.."
"Ayoo sudah,jadinya mau teori atau praktek.."
"Huuuu.."
"Yaudah teori deh pak.."
"Yasudah buka buku kalian masing-masing di halaman 67.." ucap sang guru olahraga.
Proses belajar mengajar pun berlangsung hingga jam istirahat pun tiba.
"Nad..di tunggu sama vino tuh di kantin sekolah.."
"Katanya di chat ga bisa.."
"Ohh iyaa..ntar aku kesana.." jawab nadia kepada salah satu temannya.
"Aku mematikan ponsel tadi..ini baru aku nyalain.."
Meskipun nadia sudah menyalakan ponselnya tapi ia tidak mengetahui bahwa banyak pesan masuk kedalamnya.
Dan salah satunya ya dari saga.
"Udah lama nunggu?" Tanya nadia kepada vino yang tengah duduk bersama mikayla.
"Engga kok..mika yang udah dari tadi.."
"Hmm..yang bener aja.."
"Vino yang lebih lama,ga tau nih dari tadi udah ngribetin banget..mau ngapain si?"
"Jangan aneh-aneh,kalau mau bilang suka sama nadia jangan harus ada aku.."
"Yee mika apaan si.." ucap saga sembari menoyor kepala mikayla dengan pelan.
"Jangan dengerin mika nad.."
"Aku emang udah dari tadi,soalnya udah laper banget.."
"Yaudah yuk..kalian udah pesen makannya?"
Vino yang duduk di samping nadia,beberapa kali tampak memang sedang memperhatikannya.
Tanpa sadar vino selalu menyodorkan apa saja yang menurutnya dibutuhkan oleh nadia saat itu,
Mengambilkan sendok garpu dan di lap terlebih dahulu dengan tissu,
tiba-tiba nadia yang tersedak vino segera membukakan air mineral.
Tapi di antara ketiganya yang tengah asik menikmati makan siang mereka,ada sepasang mata yang sudah memperhatikannya dari kejauhan.
Meskipun masih jam setengah satu,saga sudah sampai di sekolah.
Dan memberikan alasan makan siang dikanton sekolah untuk mengenang masa remajanya.
Ting
Ting
Ting
"Ponsel siapa si bunyi terus.." gerutu mikayla.
"Ah punyaku..tadi aku aktifin ponsel tapi lupa mode silent.."
"Maaf-maaf.." ucap nadia lalu segera mengambil ponsel di kantongnya.
"Haahhh.." mata nadia melotot menatap isi pesan yang nongol di layar notifnya.
"Apa dia disini..." bathin nadia kemudian segera membalas pesan dari saga.
"Sebentar yaa,aku ke toilet dulu.." ucap nadia kepada vino dan mikayla.
Nadia berjalan menuju toilet,namun ketika langkahnya sudah lumayan cukup jauh ia berbelok mencari jalan menuju uks sekolah.
"Ngapain disini?" Tanya nadia begitu ia sampai di uks yang di dalamnya sudah ada saga.
"Aku lapar!"
"Lapar ya makan!"
"Kenapa kesini,dan kenapa mengirim foto seperti itu.."
"Bagaimana kamu bisa ada foto seperti itu! Hah!"
"Kamu lupa aku pernah bilang ada kamera cctv di setiap sudut apartemen?"
"Mau aku kirim videonya juga?"
"Hahhh..pelankan suaramu.."
Saga menarik tangan nadia hingga kedalam pelukannya,lalu mencium bibirnya perlahan.
"Ehmmm.." nadia melenguh.
"Jangan disini,kamu sudah gila pak?"
"Bagaimana jika ada yang melihat.."
Saga pun menarik kedalam yang lebih jauh didalam ruangan sepetak yang terbagi dua dan hanya tertutup kain horden di keduanya.
Saga pun menghimpit tubuh nadia hingga menempel tembok dan kembali menciumnya.
Kali ini saga menciumnya dengan penuh hasrat,
Ntah mengapa justru ia yang kini ketagihan dengan bibir merah nadia yang alami,
Selain mencium saga pun mulai merapa dua bukit kembar nadia satu persatu dan meremasnya.
"Aahhhkk.." desah nadia begitu menerima perlakuan seperti itu.
Matanya seketika terbelalak begitu merasakan tangannya yang di tuntun untuk menyentuh area luar celana dibalik lobak saga yang sudah mengeras.
"Ini sudah sangat keras sekali.." bathin nadia.
Klek..
"Pak saga.."
"Saya mencari anda kesana kemari,ternyata disini.."
"Dan nadia! Sedang apa kamu!"
"Oh ini pak,saya baru mau berjalan keruangan bapak,tapi nadia memanggil saya dan memberitahu bahwa ada keretakan dinding disebelah sini.." ucap saga sembari menunjuk sisi dinding yang retak.
Nadia merapikan rambutnya yang sedikit berantakan lalu meneruskan ucapan saga.
"Iyaa pak..saya sedikit khawatir bagaimana jika nanti terjadi sesuatu,pasti akan sangat bahaya.."
"Ketika saya melihat pak saga lewat sontak saja muluy saya teriak memanggilnya.."
"Wahh benar,mungkin ini nanti bisa juga direnov ya pak.."
"Terimakasih nad..kita sebagai tenaga pengajar hanya fokus ke pendidikan saja.."
Kini saga dan nadia berjalan mengikuti langkah kepala sekolah yang keluar dari ruang uks tersebut.
"Tunggu sebentar ya,ada telfon.." ucap kepala sekolah berjalan sedikit menjauh dari saga dan nadia.
"Aku akan menungguu di depan gerbang seperti waktu itu!" Bisik saga di telinga nadia.