Dori terpaksa hidup bersama arwah sastrawan bernama Matcha yang terperangkap di dalam laptop bekas miliknya.
Awalnya mereka sering berselisih paham karena gaya penulisan Dori dianggap buruk, namun ikatan batin perlahan terbentuk hingga Matcha bisa muncul dalam wujud fisik. Kehidupan mereka yang manis berubah mencekam saat muncul saingan dan organisasi gelap yang mengincar kekuatan mereka.
Rahasia besar akhirnya terkuak saat ingatan Matcha kembali. Ia menuduh Dori sebagai orang yang membunuhnya di kehidupan lampau.
Akankah cinta mereka mampu bertahan menghadapi kenyataan pahit itu, atau mereka harus berpisah selamanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na-Hyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nama Rahasia
Suara itu berat, serak, dan menusuk tulang. Wajah bayangan hitam di layar menyeringai jahat, matanya merah menyala.
Dori langsung mundur sampai punggung terbentur dinding, jantungnya berdegup kencang mau copot.
"Gila! Mereka tahu nama itu! Mereka tahu segalanya! Siapa mereka sebenarnya?!" batinnya panik setengah mati.
Matcha langsung berdiri tegak di layar, wajahnya berubah dingin dan mematikan. Aura marah yang tertahan meledak keluar.
"BERANI-BERANINYA KAU MENYEBUT NAMA ITU! KALIAN SENTUH DIA SEKALI SAJA, AKU HANCURKAN DUNIAMU!"
"HOH HO HO HO..." Bayangan itu tertawa jahat, suaranya bergema seperti dari banyak tenggorokan.
"Masih sama saja seperti dulu, Tuan Cicil. Sombong dan protektif. Sayang... kali ini kau tidak punya kekuatan untuk melawan kami."
"Kau salah!" potong Joulle yang tiba-tiba melempar alat kecil ke tengah ruangan.
Ting!
Cahaya biru menyelimuti kamar, membentuk perisai pelindung.
"Area ini terkunci! Jangkauan kalian terputus! Minggir sebelum aku lapor pusat kendali!" seru Joulle tegas.
Wajah bayangan itu sedikit berubah, tapi tidak takut. Ia menatap Dori lekat-lekat.
"Kami tidak akan pergi, Dorothy. Kami hanya menunggu waktu yang tepat. Ingat pesan kami... 'Matahari Tenggelam' akan datang kembali."
ZRRRT!
Gambar itu menghilang, layar kembali gelap. Suasana kembali hening, tapi udara terasa berat dan mencekam.
Dori menarik napas panjang lalu menghembuskannya kasar. Tangannya gemetar hebat.
"Siapa mereka Cha? Kenapa mereka panggil aku Dorothy? Dan kenapa mereka mau ambil aku?"
Matcha menatapnya dengan tatapan sedih dan tegas. Ia tidak bisa keluar menjadi wujud fisik sekarang karena energinya belum stabil, tapi suaranya penuh penekanan.
"Mereka adalah sisa-sisa musuh lama. Orang-orang yang ingin menguasai sumber energi murni. Dan kau ... kau adalah kuncinya, Dorothy."
"Dorothy ... itu nama asliku dulu?"
"Itu nama yang kuberikan padamu di kehidupan lampau. Nama yang hanya kami berdua yang tahu. Artinya ... hadiah dari Tuhan."
"Dan kau Joulle..." Matcha menoleh tajam. "Kau tahu soal ini kan? Keluarga Dori juga pasti tahu!"
Joulle menghela napas panjang, lalu duduk lemas di tepi kasur.
"aku cuma tahu sedikit. Mereka itu kelompok 'Pengembala Bayangan'. Mereka mau bikin dunia lama balik lagi, tapi dengan cara mereka sendiri. Mereka percaya, kalau nyawa kalian disatukan ... bisa muncul kekuatan yang bisa bikin mereka menguasai segalanya."
"Jadi mereka mau pisahkan kita?" tanya Dori.
"Bukan. Mereka mau pakai kalian berdua sebagai baterai raksasa. Hidup kalian bakal tersedot habis," jawab Joulle datar.
BRUK!
Dori langsung jatuh duduk. Itu mengerikan.
"JANGAN TAKUT!" Matcha berteriak memecah ketegangan.
"Selama aku masih ada di sini, selama aku masih punya satu persen energi ... aku tidak akan biarkan mereka menyentuh rambutmu sedikit pun! Dulu aku gagal lindungi kamu. Sekarang... aku rela hancur berkeping-keping daripada kehilangan kamu lagi!"
Air mata Dori akhirnya jatuh. Ia memeluk laptop itu erat-erat, menempelkan pipinya ke layar yang dingin.
"Aku takut Cha ... Aku gak mau pisah sama kamu. Aku gak mau jadi kunci atau apa. Aku cuma mau kita baik-baik saja."
"Shhh ... tenang. Pangeranmu ini masih kuat. Masih bisa marah, masih bisa cerewet, dan masih bisa sayang sama kamu."
Suasana haru, sampai-sampai Joulle di pojok kamar jadi salah tingkah.
"Ehem ... oke oke drama selesai. Sekarang kita butuh strategi."
"Besok pagi Prof Barroq dan Ibu bakal datang bawa data lengkap. Kita harus siap-siap pindah markas mungkin."
"Pindah? Kemana?" tanya Dori sambil mengusap air mata.
"Ke tempat yang sangat aman. Rumah asli orang tuamu." Joulle menatap mereka serius. "Dan di sana ... kalian bakal tahu kenapa cinta kalian bisa terikat sedemikian rupa."
Tiba-tiba...
Layar laptop berkedip lagi. Kali ini bukan pesan ancaman, tapi sebuah gambar lama muncul perlahan.
Gambar sebuah lukisan kuno yang sangat indah.
Di lukisan itu, terlihat seorang pria tampan berjubah (sangat mirip Matcha) sedang memegang tangan seorang gadis kecil yang memakai gaun kerajaan.
Di belakang mereka, ada matahari yang sangat besar sedang terbenam dengan warna merah darah. Dan di bagian bawah lukisan, tertulis kalimat:
"BERSAMA SAMPAI AKHIR ZAMAN, MESKI DUNIA HANCUR BERANTAKAN."
Matcha ternganga melihat gambar itu. Tangannya gemetar menyentuh lukisan itu lewat layar.
"Aku ... aku ingat hari itu. Aku janji padamu... kita akan bersama selamanya. Tapi ingat Dori..." Matcha menatapnya dalam-dalam. "Perjalanan selanjutnya ini sangat berbahaya. Banyak yang mau kita mati. Kalau kau mau mundur ... Sekarang masih sempat."
Dori langsung menggeleng kuat-kuat. Wajahnya yang tadi sedih kini berubah tegas. "Gak ada mundur-mundur! Aku kan muridmu! Aku kan 'Putrimu'! Aku ikut kamu sampai habis!"
"SIAP KOMANDAN!"
Matcha tersenyum lebar, matanya berbinar bangga. "Itu baru gadisku!"
Joulle menggelengkan kepala sambil tersenyum tipis. "Dasar pasukan cinta. Oke kalau gitu ... tidur sekarang!"
Malam itu mereka tidur dengan perasaan campur aduk. Takut, tapi juga penuh semangat.
Namun, di luar jendela yang gelap... Bayangan mata merah itu masih mengintai. Dan kali ini, jumlahnya bukan cuma satu.
Mereka sudah menunggu di depan pintu keluar