hidup dibayang-bayang kekuasaan dan perebutan warisan membuat gadis mungil harus bertahan bersikap arogan dan sombong ini bukan kemauan tapi menjaga diri dari saudara kandung dari ayahnya yang ingin merebut hak milik gadis itu, tapi semuanya sia-sia karena perjanjian hak waris yang ditulis oleh sang kakek bahwa warisan itu berada ditangan seorang pria yang cukup memiliki kekuasaan, dan perjanjian yang mengharuskan sang gadis menikahi nya.
apakah pernikahan yang dijodohkan akan bahagia atau malah membawanya kelubang luka yang dalam.
yuk mulai baca biar gak penasaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khotimah04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31.nasehat Bayu dan bunga
Alvaro benar-benar konsultasi pada dokter khusus,dan dia akhirnya melakukan suntik testosteron yang berfungsi untuk menekan atau menghentikan produksi sementara sel sp*rm* nya,jadi delisa tidak akan hamil dalam waktu dekat.
keputusan itu diambil secara diam-diam oleh Alvaro dia juga ingin delisa merasa bebas tanpa terbebani dengan masalah kehamilan dan anak,Alvaro hanya ingin delisa menjadi remaja yang memiliki kenangan indah saat masa-masa SMA.
" gimana sukses " ucap Roy yang menemani Alvaro menemui dokter dia menunggu di ruang tunggu
" iya gue cukup lega, tapi juga takut kalau misalnya delisa tau " ucap Alvaro
" tau apa bang " ucap Bayu tiba-tiba dari arah belakang dia sedang berjalan sendiri,karena merasa bosan di kamar inap tak sengaja melihat Alvaro dan Roy.
Roy dan Alvaro sedikit tersentak tapi kemudian mencoba untuk tenang didepan Bayu, membalikkan badannya kearah belakang dimana Bayu berdiri dengan tiang infus,
Bayu menatap ruangan yang bertuliskan ruang dokter kandungan.
" bang varo ngapain ke ruang dokter kandungan" ucap Bayu,Alvaro menghela nafasnya
" kita duduk disana enggak enak kalau sambil berdiri gini jelasinnya " ucap Roy menggiring keduanya kearah taman,
Alvaro akhirnya menceritakan kegelisahan nya selama ini pada Bayu,dan Bayu mendengar kan secara seksama tanpa memotong pembicaraannya Alvaro sedikit pun,
" jadi bang varo saat ini lagi KB gitu " ucap Bayu serius
" iya saya melakukan ini untuk kebaikan delisa " ucap Alvaro
" bang kenapa enggak jujur aja sama delisa,pastinya delisa akan mengerti dengan kegelisahan bang varo selama ini " ucap Bayu tentu dia tau sifat sepupunya yang tidak suka di bohongi,
" varo udah ngomong sama delisa bay, tapi ya gitu sepupu Lo bilang enggak apa-apa kalau hamil tapi di satu sisi Alvaro juga paham kalau delisa masih SMA dia masih ingin bebas jadi enggak mau membebani delisa " ucap Roy hati hati agar Bayu tidak tersinggung
" tapi enggak dengan cara diam-diam KB itu bisa menimbulkan masalah Kak, bang, gue tau sifat delisa gimana,dia orang yang enggak suka di bohongi apalagi ini masalah keturunan" ucap Bayu ada benarnya
" saya tau saya salah bay tapi enggak ada cara lain " ucap Alvaro dengan nada putus asa
" sebenarnya ada kak " ucap bunga tiba-tiba dia sedikit mendengar cerita Alvaro
" maaf kalau saya lancang mendengar pembicaraan kalian " ucap bunga duduk di sebelah Roy yang duduk di bawah Bayu dan Alvaro duduk diatas kursi panjang
" saya seorang wanita kak,kalau saya tau suami saya KB diam-diam pasti akan kecewa pada dasarnya rumah tangga itu dibangun berdua kalau merasa kurang bisa bicara baik-baik bahkan cari solusi sama-sama, komunikasi sangatlah penting dalam setiap hubungan, jadi alangkah baiknya kalau ada hal yang kurang harusnya komunikasi dan mencari solusi bukan malah saling sembunyi sampai akhir nya membuat ke salah pahaman,dari sini kak Alvaro sudah salah karena bohong andai kak Alvaro jujur dan bisa membicarakan dengan baik mungkin delisa bisa paham " ucapan bunga membuat Alvaro diam seribu bahasa
" saya dan Bayu akan diam tidak menceritakan hal ini pada delisa tapi saya juga kasih saran lebih baik jujur sebelum semua terlambat kak " ucap bunga lagi setelahnya berdiri mengajak Bayu masuk kedalam ruang rawat untuk istirahat.
Alvaro mengacak rambutnya dia benar-benar bingung apa keputusan yang diambil itu tepat atau malah buat hubungan rumah tangga nya berantakan,Roy menepuk pundak Alvaro mencoba menenangkan kegelisahan yang berada di benak sahabat nya.
____&&&&$$$$______
seminggu sudah alvaro menyembunyikan masalah dirinya KB,Bayu dan bunga juga tidak mengatakan apapun pada delisa walaupun mereka tau pastinya membuat delisa kecewa,
dan seminggu itu juga Alvaro menyibukkan dirinya agar tidak terlalu berkomunikasi pada delisa dia menghindari delisa dan merasa bersalah karena menggambil keputusan sepihak.
Ting ( notifikasi grub dark black ☠️ 🫦)
Gue bosen ( you )
Tiba-tiba banget lo ngetik bosen ( Anya )
Lo beberapa hari ini tampak murung Del ( Riko )
Masa sih,mungkin perasaan kalian aja ( you )
Kenapa sih Del cerita dong sama kita-kita ( Mira )
Enggak apa-apa cuman bosen saja ( you )
Mau ikut gue ke mall Del ( bunga )
Enggak males keluar rumah ( you )
lah katanya bosen ( Bayu 🥶)
iya tapi males kemana mana ( you )
mau gue beliin eskrim del( bayu 🥶)
Di kulkas masih ada stok eskrim ( you )
Lah terus ( Tere )
Udah lah gak jadi ( you ).
Delisa melempar ponselnya begitu saja diatas kasur matanya tampak berkaca-kaca, beberapa hari ini tingkah Alvaro yang cuek kepada membuatnya bingung,
ring ( notifikasi husband 🥶 🤍 🤑)
Sayang,hari ini mas pulang agak malam kamu enggak usah nungguin mas pulang, langsung tidur aja ya ( husband 🥶 🤍 🤑)
Ya ( you ).
Balasan delisa sangat singkat dia benar-benar merasa kalau Alvaro menjauhi nya.
" kenapa sih kamu mas,Aneh tau gak " guman sebal delisa.
merasa bosan delisa turun dari kasur mengambil kunci mobil dan jaket Hoodie ia segera turun kebawah menuju garasi,
menatap pergelangan tangannya yang menunjukan pukul 7 malam dia diam sebentar setelah nya melajukan mobilnya kearah pantai yang sedikit jauh dari rumah.
Alvaro sendiri masih sibuk dengan berkas-berkas yang butuh tanda tangannya, tanpa menyadari bahwa istrinya sedang sedih dan pergi dari rumah.
Roy dan Afnan masuk kedalam ruangan kerja Alvaro menatap sahabatnya yang tampak kucel dengan wajah lelah,
" lo enggak kasian sama delisa " ucap Roy tiba-tiba yang sudah duduk didepan Alvaro bersama Afnan
" gue rasa Lo udah keterlaluan AL " ucap Afnan ketika dia kesal pada Alvaro dia akan memanggil Alvaro dengan sebutan AL.
" maksud " ucap Alvaro yang masih fokus pada kertas-kertas di mejanya
" mendiamkan delisa,acuh bahkan cuek sama istri Lo sendiri itu udah termasuk jahat " ucap Roy,Alvaro diam memandang Roy sebentar setelahnya fokus ke dokumen lagi,
" gue tau Lo ngerasa bersalah tapi setidaknya enggak buat istri Lo bingung,tadi gue lihat di grub kalau delisa beberapa hari ini terlihat murung dan ya benar apa yang di katakan Riko bener,delisa enggak kayak biasanya dia sering bengong dan kadang kayak orang hilang arah AL " ucap Roy membuat dada Alvaro sedikit sesak
" AL di istri Lo bukan pacar apalagi cuman teman,tapi dia pendamping hidup Lo AL harusnya Lo bisa bersikap dewasa, kalau kayak gini Lo melukai delisa,dan pastinya buat dia ngerasa bersalah bahkan bisa jadi bertanya-tanya pada dirinya dia salah apa yang jelas-jelas dia enggak salah sama sekali " ucap Afnan semakin membuat Alvaro sadar sikapnya beberapa hari ini membuat delisa terluka
Alvaro meraih ponselnya dan melihat chat nya yang hanya dibalas singkat oleh delisa,
" gue pulang dulu " ucap Alvaro menyambar jas serta kunci mobil berlari keluar dengan langkah terburu-buru.
Sesampainya di rumah Alvaro tidak menemukan delisa bahkan ponsel delisa dirumah hanya mobil delisa yang tidak ada membuat Alvaro panik.
" kamu dimana sayang " guman Alvaro dengan nada gelisah.