NovelToon NovelToon
Sekolah Hantu

Sekolah Hantu

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Hantu / Sistem
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: I'ts Roomie

SMA Nusantara bukan sekadar tempat menuntut ilmu. Ia adalah mesin raksasa yang memangsa jiwa. Di balik kemegahan arsitekturnya, tersimpan eksperimen gelap "Proyek Nusantara" yang telah mengorbankan ribuan siswa sejak tahun 1985. Setiap detak lonceng adalah tanda maut dan setiap koridor adalah penjara bagi mereka yang tak pernah kembali ke rumah.

Arga, seorang remaja dengan kemampuan Indigo yang ekstrem, terpaksa memasuki neraka ini demi mencari kakaknya yang hilang. Berbekal tangan perak yang menjadi kunci sekaligus kutukannya, Arga bersama Lintang dan Rian harus mengungkap konspirasi berdarah Sang Kepala Sekolah, Bramantyo.

Di dunia di mana batas antara realitas dan alam Barzakh kian menipis, mampukah Arga mematahkan sumpah hitam pendiri sekolah sebelum fajar terakhir ditelan kegelapan abadi?

Since: 10-04-2026

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I'ts Roomie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21: Mita dan Chip

Malam di SMA Nusantara memang tidak pernah benar-benar sunyi. Namun keheningan yang menyelimuti Gedung Akademik kali ini terasa sangat berbeda. Arga merayap di sepanjang pilar beton lantai dua. Tubuhnya yang kini terbalut sisik obsidian bergerak dengan sangat lincah dan mengerikan, hampir tanpa mengeluarkan suara sama sekali. Sayap saraf di punggungnya bergetar halus, berfungsi seperti antena yang menangkap getaran ketakutan di sekitarnya.

Insting kebuasan di dalam dirinya terus berteriak. Ia merasa sangat lapar dan ingin sekali mencari sumber energi jiwa untuk meredakan rasa perih di dalam dadanya. Namun jauh di dalam kesadarannya yang mulai menyempit, Arga masih memegang satu nama sebagai pegangan agar tidak hilang akal. Nama itu adalah Raka.

Ia berhenti tepat di depan pintu kelas XI-A. Kelas ini adalah tempat pertama di mana efek eksperimen kimia Elena mulai menyebar dan menyerang banyak orang. Bau formalin yang tercium di sini tidak lagi sekuat di laboratorium. Baunya sudah bercampur dengan debu kapur dan aroma aneh yang mirip seperti daging yang sudah lama dikeringkan.

Arga mendorong pintu itu menggunakan ujung cakarnya.

Pemandangan di dalam kelas XI-A sangat mengerikan dan bisa menghancurkan kewarasan siapa saja yang melihatnya. Di bawah cahaya lampu neon yang berkedip-kedip lemah, para siswa masih duduk di kursi masing-masing. Tapi mereka bukan lagi manusia biasa. Tubuh mereka sudah menjadi kaku. Kulit mereka berubah menjadi seperti seluloid transparan. Di dalamnya, organ tubuh mereka tidak lagi berfungsi dan sudah digantikan oleh kristal-kristal hijau yang bersinar.

Mereka adalah korban dari gas kimia yang bocor saat Arga menghancurkan laboratorium tadi. Mereka berubah menjadi seperti patung hidup karena sistem pendingin di tubuh mereka gagal bekerja.

Di tengah ruangan, tepat di atas meja guru, duduk seorang siswa yang tampak paling berbeda. Dia adalah ketua kelas XI-A yang dulu dikenal sebagai murid teladan. Kini, setengah wajahnya sudah meleleh menjadi cairan hitam. Tangannya terus menulis di papan tulis menggunakan jari yang sudah mengeras seperti tulang.

"KAMI ADALAH FORMULA YANG TERSISA. KAMI ADALAH DATA YANG DIBUANG."

Tulisan itu berulang-ulang memenuhi seluruh permukaan papan tulis. Saat Arga melangkah masuk, seketika semua siswa yang seperti patung itu menolehkan kepala mereka serentak ke arahnya. Mereka memutar lehernya hingga 180 derajat. Suara tulang yang berderak terdengar nyaring dan menyeramkan di seluruh ruangan.

"Subjek... Arga..." suara ketua kelas itu keluar dengan berat dari tenggorokannya yang penuh dengan kristal. "Kau... adalah hasil yang berhasil... Kami... hanya sisa eksperimen... Berikan... panasmu... agar kami... bisa mencair..."

Tiba-tiba, salah satu siswa di barisan depan berdiri tegak. Tubuhnya yang transparan mulai muncul retakan-retakan halus. Dari celah itu keluar gas hijau yang sangat pekat dan beracun. Siswa itu menerjang ke arah Arga, bukan untuk memukul, tapi bermaksud meledakkan diri.

Ledakan itu melepaskan pecahan kristal yang tajam dan gas yang bisa mengikis kulit. Arga segera menutup tubuhnya menggunakan sayap sarafnya sebagai perisai. Sisik obsidian di tubuhnya berbenturan dengan kristal hijau, memercikkan api berwarna indigo. Arga sadar bahwa kelas ini sebenarnya adalah jebakan. Ini adalah ruang uji coba yang dibuat khusus untuk menguji seberapa kuat dirinya sekarang.

"Aku tidak bisa menyelamatkan kalian..." bisik Arga dengan suara parau. "Tapi aku bisa mengakhiri penderitaan ini."

Arga menghentakkan kakinya kuat-kuat ke lantai. Ia menyalurkan energi Indigo yang kini sudah bercampur dengan zat kimia di dalam tubuhnya. Ia tidak menyerang dengan kekuatan biasa, melainkan mengeluarkan gelombang penetralisir yang ia pelajari dari catatan lama tahun 1970.

Gelombang itu menyebar ke seluruh sudut ruangan. Tubuh para siswa patung itu mulai mengeluarkan suara desis. Badan mereka yang tadinya keras dan kaku perlahan melunak lalu hancur menjadi abu kelabu yang halus. Ini adalah cara paling manusiawi yang bisa dilakukan Arga. Ia menghapus penderitaan mereka sebelum sekolah ini mengubah mereka menjadi baterai energi untuk Menara Jam.

Namun tepat saat penderitaan para siswa itu berakhir, pintu belakang kelas XI-A terbuka lebar. Sosok yang keluar dari sana membuat jantung Arga yang sudah bermutasi berdetak sangat kencang.

Itu adalah Korban Pertama.

Namanya Mita, siswi yang dikabarkan hilang sejak hari pertama sekolah dibuka. Tapi Mita yang berdiri di hadapannya sekarang bukan lagi gadis remaja biasa. Tubuhnya sudah menyatu dengan kursi kayu. Kakinya berubah menjadi empat kaki kursi yang runcing. Tangannya diganti dengan penggaris besi besar yang tajam. Kepalanya terpasang pada engsel besi yang terus berputar-putar.

Mita adalah percobaan pertama sebelum Sang Arsitek berhasil membuat Raka. Dia adalah kegagalan yang dibiarkan hidup dan ditugaskan menjaga rahasia di kelas ini.

"Arga... main... sama... Mita..." Suaranya keluar dari kotak suara kecil di lehernya dengan nada yang patah-patah.

Mita bergerak dengan cara yang sangat aneh dan cepat. Dia melompat dari satu meja ke meja lain menggunakan kaki kayunya. Penggaris besinya menebas ke segala arah, memotong meja dan kursi dengan mudah seperti memotong kertas. Arga mencoba menghindar, tapi cakarnya sempat tertancap di papan tulis.

Mita langsung menyerang ke arah dada Arga.

Arga berhasil melepaskan cakarnya tepat waktu dan menangkap penggaris besi itu dengan tangan kosong. Kekuatan Mita sangat besar. Tenaga yang menggerakkannya berasal dari rasa benci dan kesepian selama bertahun-tahun. Arga bisa merasakan betapa sakit dan tersiksanya Mita melalui sentuhan itu.

"Mita, cukup!" geram Arga, mencoba menggunakan kemampuannya untuk menenangkan jiwa yang terperangkap di dalam tubuh mesin itu.

Tapi Mita tidak bisa ditenangkan. Arga melihat bahwa di bagian belakang kepalanya yang terbuka, terdapat sebuah chip kontrol yang ditancapkan langsung ke otak. Chip itu menyala merah terang, menandakan dia mendapat perintah untuk membunuh dari pusat kendali Osis Malam.

"Mereka bahkan tidak membiarkanmu mati dengan tenang," batin Arga dipenuhi amarah melihat kekejaman itu.

Dengan gerakan cepat, Arga memutar tubuhnya. Ekor saraf yang tumbuh dari tulang ekornya melilit kencang kaki-kaki kayu Mita dan menjatuhkannya keras ke lantai. Arga segera melompat ke atas tubuh itu, mengarahkan cakarnya tepat ke arah chip di kepala Mita.

Arga ragu sejenak. Jika dia menghancurkan chip itu, maka sisa kesadaran Mita akan hilang selamanya. Tapi jika dibiarkan, Mita akan terus menjadi mesin pembunuh yang menderita selamanya.

"Maafkan aku, Mita."

Cakar Arga menghancurkan chip itu hingga berkeping-keping. Seketika itu juga, gerakan liar Mita berhenti total. Mata organiknya yang tersisa menatap Arga untuk terakhir kalinya. Terlihat ada rasa lega dan terima kasih di sana sebelum akhirnya cahaya di mata itu padam sepenuhnya. Tubuh campuran daging dan kayu itu perlahan hancur menjadi debu, sama seperti teman-temannya yang lain.

Arga berdiri tegak di tengah kelas yang kini sudah kosong melompong. Ia merasa sangat lelah. Perubahan di tubuhnya makin menjadi-jadi. Sisik hitam kini sudah mulai menutupi leher dan sebagian rahangnya. Ia bisa merasakan kemanusiaannya perlahan hilang terseret oleh rasa lapar yang tidak ada habisnya.

Di atas meja guru yang sudah hancur, Arga menemukan sebuah kunci perak. Di gantungannya tertulis jelas, BASEMENT SECTOR 7.

Ini adalah jalan selanjutnya. Ia harus pergi ke Ruang Bawah Tanah.

Sebelum pergi, Arga menoleh lagi ke arah papan tulis. Tulisan kapur tadi sudah berubah menjadi satu kalimat baru, seolah ditulis oleh sisa-sisa roh mereka yang masih berkeliaran.

"JANGAN JADI SEPERTI KAMI, ARGA. JANGAN BIARKAN DIA MENGAMBIL WAJAHMU."

Arga mengepalkan tangannya kuat-kuat. Ia harus segera menemukan Guru Biologi di Gedung C. Jika tidak mendapatkan obat untuk menghentikan perubahan ini, ia pasti akan kehilangan akal sehatnya sebelum sampai di Ruang Bawah Tanah.

Ia melompat keluar melalui jendela dan menghilang ke dalam kegelapan malam. Di dalam kelas XI-A yang sunyi, hanya tersisa debu kelabu yang menceritakan kisah pilu tentang para korban pertama ambisi gila Sang Arsitek.

1
cintanya ningning
jadi tu jahat atau baik ya?
papi junkyung: yg mana ka?
total 1 replies
Xiao Juan
lanjutt lagi
rimaa~~~°
lanjut lagi thor
Cleo
masi harus berjuang lagi di pintu berikutnya wkwk, semangat arga💪
Cleo
lanjut lagi dong, up 2 tor sehari hehe, maap ngelunjak🤭🙏
papi junkyung
keren mom ceritanya
Sartika Monik
mana lagi lanjutannya,,duh padahal lagi penasaran banget bun haha🤭
cintanya ningning
lanjuttt
yeol
lagi dungg tor, tadi update di fb langsung ke sini haha
Fimela Angelia
duh masi gantung banget ni
Koo Eun Tak
next thor
Cleo
lanjut💪
Cleo
widih kata katanya bagus, resonansi indigo mutlak/Drool/
Fimela Angelia
cepetan update huhu/Sob//Sob/
Fimela Angelia
ini ya tangan perak yang dimaksud di blurb nya
Xiao Juan
lanjutinn author semangat kutunggu crazy up mu
Xiao Juan
fantasi banget hahaha keren keren tor🤭
Koo Eun Tak
lanjut lanjut
Cleo
gantung banget tor/Frown/
papi junkyung
mana lagi ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!